Kesaksian Fadil Mulya, Penelitian Kuran membawa imannya kepada Yeshua Ha Mashiah

“Carilah YAHWEH, hai semua orang yang rendah hati di bumi, yaitu orang-orang yang telah melakukan perintah-perintah-Nya. Carilah kebenaran, carilah kerendahan hati, kiranya kamu dilindungi pada hari kemurkaan YAHWEH Zefanya 2:3; ILT

KESAKSIAN akan saya buka dengan Firman Tuhan yang tergenapi oleh diri saya:

Yohanes 15:16 – “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Kitab KuranDan saya merasakan bahwa kita-kita ini di pilih untuk menjadi Milik-Nya. Begitu besar kasih Elohim akan hamba-Nya yang berbicara ini tidak dapat saya lukiskan dengan kata – kata secara sempurna. Mungkin Lebih dari 27 tahun saya telah menyangkal ke Illahian (Tuhanan) Yeshua Ha Mashiah, tetapi begitu besar kasih Elohim saya diselamatkan untuk mendapatkan kehidupan yang kekal di alam surgawi. Elohim sudah pilihkan buat saya “Hidup Baru Dalam Ha Mashiah” dan karenanya sebagai tanda pengucapan syukur, saya berikan Kesaksian saya sebelum percaya sampai akhirnya saya bertaobat.

Nama saya Fadilla Mulya biasa dipanggil Fadil, saya dibesarkan di keluarga yang sangat taat dalam keIslaman orang tua saya memberi nama Fadilla Mulya adalah agar saya memiliki keutamaan yang Mulia karena Fadilla dalam bahasa arab berarti keutamaan .

Saya sendiri besar di pondok pesantren dan berlatar belakang pendidikan sekolah islam Muhammadiyah dan selalu aktif dalam kegiatan keagamaan baik masjid ataupun mushollah di daerah rumah maupun di kampus dan saya pernah menjadi ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Muhammadiyah Jakarta yang didalamnya terdiri dari aktifis-aktifis kampus yang bukan hanya aktif tetapi militan.

Disuatu saat kami mengadakan acara untuk semua mahasiswa baru bertujuan mengenalkan lembaga kami yang didalamnya ada ratusan mahasiswa baru dan kampus kami adalah kampus Islam maka saya selaku ketua LDK berbicara akan agama saya kalian dan yang ada dimuka bumi ini yang benar adalah ISLAM dan saya mengatakan “tiada Tuhan selain ALLAH SWT” [bagian dari kalimat iman agama Islam] saya percaya Allah (Ilah/God) tidak punya anak maka tidak mungkin ada anak Elohim seperti yang diyakini saudara kita yang sesat para orang Kristen jadi saya berbicara Yeshua bukan anak Tuhan, kemudian diantara kerumunan terdengar suara “siapakah Yeshua itu”. saya sedang berbicara Yeshua bukan Tuhan lalu terdengar pertanyaan itu, mungkin mahasisiwa baru atau dosen pengawas namun saya tidak hiraukan .

Tapi pertanyaan itu terus menghantui saya, Untuk melepaskan beban penasaran dan lebih mengetahui siapa dia, saya membaca Qur’an sekali lagi dan hasilnya: (penebalan ditambahkan)

  1. Dari 114 Surat dan 6666 ayat nama Nabi Muhammad ada di 4 tempat dan Nabi Isa (Yeshua) ada di 25 tempat itu membuat saya bingung, mengapa Al Qur’an lebih mengistimewakan Nabi Isa yang bagi orang Kristen Dia adalah Yeshua anak Tuhan,
  2. Saya tidak melihat nama ibu Muhammad atau nama istri-istrinya atau anaknya didalam Qur’an hanya ada satu nama perempuan yaitu Mariam yang kita tahu mariam adalah ibu dari Nabi Isa (Yeshua) dan tidak ada nama wanita lain .

  3. Kemudian tentang Yeshua ketika saya membaca Qur’an Surat 3 (Ali’Imran) : 45-55 beberapa tentang Nabi Isa.

• Al Qur’an berkata dalam bahasa arab Kalimatullah = firman Allah (Firman Elohim/the Word of God)
Rohullah = Roh Allah (Roh Elohim/the Spirit of God)
Isa Almasih = Yeshua Ha Mashiah
•Jadi menurut Qur’an Isa (Yeshua) = Firman , Roh Elohim dan yang Diurapi
•Kemudian Qur’an berkata Isa (Yeshua) berbicara pada usia 2 hari
•Qur’an berkata bahwa Isa (Yeshua) Menciptakan burung yang hidup dari tanah liat, Dia mengambil tanah liat membentuk burung di tiup lalu menjadi burung hidup.(Dia bisa memberi kehidupan kepada tanah liat dan lumpur)
•Qur’an berkata Isa (Yeshua) menyembuhkan orang yang sejak lahir buta.
•Menyembuhkan orang sakit kusta dan sebagainya…
•Mengherankan Isa (Yeshua) menghidupkan orang yang telah mati.
•Isa (Yeshua) pergi ke surga dan masih hidup, juga dia akan datang kembali.
Baca: Ali’Imran 85 (Surah 3:85) “Kepada siapa orang beriman harus berserah?”
Ketika saya melihat ini di Qur’an saya berfikir Nabi Muhammad bukan Firman bukan Roh Elohim, tidak bicara pada usia 2 hari tidak pernah menciptakan burung dari tanah liat tidak pernah menyembuhkan orang sakit tidak pernah membangkitkan orang mati dan dia sendiri mati, menurut islam dia tidak akan datang kembali jadi ada perbedaan besar diantara 2 Nabi ini.
Terjadi pergumulan besar pada saat itu di dalam diri saya dan dalam kurun waktu 2 tahun saya melakukan ibadah ganda ke masjid juga ke gereja tanpa sepengetahuan keluarga mengapa demikian karena bisa panjang ceritanya jikalau mereka mengetahui saya seperti ini.

Saya tidak memanggil Yeshua adalah Tuhan sebelumnya saya anggap dia adalah Nabi tapi dia Nabi yang lebih besar dari pada Muhammad. Jadi suatu hari saya datang ke guru atau ustad saya dia sudah membimbing saya selama beberapa tahun dalam sebuah kelompok pengajian kecil yang disebut liQo’an atau fersi kita adalah Komsel atau Cool, saya bertanya.

Saya: Ustad bagaimana Tuhan menciptakan Alam Semesta?
Ustad: Dengan Firman
Saya: Melalui Firman? Firman itu pencipta atau ciptaan? (ini harus diterangkan Firman itu pencipta atau ciptaan), Qur’an berkata isa (Yeshua) itu firman Elohim, ‘bila ustad saya mengatakan firman adalah pencipta itu berarti Yeshua adalah pencipta jadi orang Islam harus jadi Kristen’ , bila dia mengatakan Firman adalah ciptaan dia “terjebak” mengapa? Qur’an berkata semua diciptakan oleh firman, bila dia katakan firman adalah ciptaan bagaimana bisa firman menciptakan ‘TUHAN (YAHWEH)” masa ciptaan menciptakan pencipta, dan dia terdiam dan tidak bisa mengatakan Firman itu pencipta atau ciptaan dia menjadi sangat marah.
Ustad: Firman bukan pencipta atau ciptaan, keluar kamu dari sini…!!!
Saya: Firman bukan pencipta atau ciptaan karena itu orang Kristen berkata Firman adalah Anak Allah (Anak/Putra Elohim/the Son of God).
Ustad: Jika Tuhan punya anak tunjukan istrinya? tidak beristri bagaimana punya anak…
Saya: Elohim dapat melihat tanpa mata, Elohim dapat berbicara tanpa mulut dan lidah, Elohim dapat mendengar tanpa telinga, itu tertulis dalam al Qur’an, jika seperti itu Elohim dapat punya anak tanpa istri atau menikah bahkan tanpa ML, ini menjadi perdebatan besar.

Singkat cerita akhirnya saya bertobat di perkuat oleh ayat yang ketika saya baca merupakan Peringatan akan Muhammad khusunya dan bagi kaum Muslim pada umumnya yaitu :
QS Yunus: 94
فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ مِمَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَاءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
“Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Allah telah memperingati janganlah ragu akan kebenaran yang datang dan membaca Kitab-kitab sebelum adanya ajaran Muhammad, juga QS Almaidah: 68
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ حَتَّىَ تُقِيمُواْ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ
“Katakanlah ! hai ahli kitab, kamu tidak pada agama yang sebenarnya, kecuali apabila kamu turuti Taurat dan Injil, dan apa-apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”.

Baca: ALLAH memerintahkan nabi Muhammad percaya kepada Alkitab – Surah 10

Setelah mencari keselamatan selama 2 tahun dan pada masa-masa itu saya rajin membaca Alkitab dan kegereja juga berikrar dengan segenap hati saya menyatakan bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Tuhan yang kekal dan penolongku dunia dan akhirat. hingga saat ini saya masih memegang teguh keyakinan saya dan terus belajar, dan ketika saya membaca Alkitab yang membuat saya tersentak yaitu Firman Tuhan dalam Yohanes pasal 1 ayat 1 dan seterusnya:
Firman yang telah menjadi manusia: “Pada mulanya adalah firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”
Qur’an mengatakan Yeshua adalah Kalimatullah = Firman dan Alkitab juga mengatakan Yeshua adalah Firman Allah, saya melihat keduanya mirip dan saya sangat bahagia menemukan itu, lalu saya mendengar lagi Yohanes 1:12 ayat yang sangat menyenangkan saya karena tertulis jika menerima Yeshua maka Yeshua memberi kuasa menjadi anak Elohim, kalian tahu semua ayat dalam Qur’an, Elohim memanggil manusia sebagai budak dan Elohim sebagai tuan, tuan tidak bisa mengasihi budaknya dan budak tidak bisa mengasihi tuannya, hanya Bapa lah yang mengasihi anakya dengan tulus dan tiada pernah terputus cinta-Nya sampai kapanpun karena dalam Kristen hubungan Tuhan dan hamba-Nya adalah hubungan Bapa dengan anak. saya sendiri tidak suka di panggil budak ..Qur’an memanggil saya budak….
Tapi Yohanes 1:12 “Bila engkau percaya pada Yeshua, dia akan memberimu kuasa menjadi anak Elohim”

Bacaan barkait:

Segera saya katakan saya perlu Yeshua untuk kesekian kali karena saya ingin menjadi anak Elohim dan saya mulai memanggil Elohim itu Bapa, yang dulu saya tidak pernah tau bisa memanggil Elohim itu Bapa, jika kalian bertanya pada saya bagaimana rasanya memanggil Tuhan itu Bapa itu tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata, saya tidak mampu mengungkapkan suka cita saya memanggil Tuhan itu Bapa dan saya berfikir bahwa pencipta alam semesta ini adalah Bapaku, saya tidak dapat melukiskan suka cita dan perasaaan itu, hanya dapat dimengerti jika dialami .karena itu saya menerima Yeshua .
Tidak mudah untuk memantapkan hati ini karena saya tau konsekwensi saya jika saya mengikuti Jesus, saya akan di kucilkan baik saudara atau teman lalu di coret dari hak waris dan halal darah saya untuk dibunuh namun saya hiraukan, saya hanya bersangkal diri Pikul Salib dan terima Yeshua .
Tidak ada cita-cita saya menjadi KAFIR dan MURTAD tapi apa yang terjadi Yeshua menggenapi Firman-Nya karena bukan Dia (Yeshua) yang memilih kita melainkan Yeshualah yang memilih kita, jadi saya tidak pernah memilih Yeshua namun Yeshua lah yang memilih saya untuk menjadi Anak-Nya menjadi Milik-Nya dan menjadi Serupa dengan-nya…haleluyah
Masuk ke pokok Khotbah kita mengapa kita dipillih menjadi Milik-Nya :
Efesus 1:4-5 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yeshua Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.
Baca: Arti Difinisi kata Kafir dalam Kitab Suci Alkitab; Ahok vs Muhammad Asroi
Versi The Message : Long before he laid down earth’s foundations, he had us in mind, had settled on as the focus of his love, to be made whole and holy by his love

Jauh sebelum ia meletakkan dasar bumi. Ia telah memikirkan kita, dan menetapkan kita sebagai fokus dari kasih-Nya, agar kita menjadi utuh dan kudus oleh kasih-Nya (Terjemahan bebas The Message).
1. Apa dasarnya Tuhan memilih kita?
Elohim memilih kita : Bukan berdasarkan kebaikan, kemampuan, penampilan, jabatan, dan latar belakang keluarga kita. Tetapi Elohim memilih kita berdasarkan kedaulatan-Nya, kasih karunia-Nya, dan tugas, tanggung jawab kita adalah meresponi-Nya dengan iman.
Contoh:
-Tuhan memilih Abraham, ia meresponi dengan iman, sehingga ia menjadi Bapa segala bangsa.
-Tuhan memilih Daud, ia meresponi, sehingga ia menjadi seorang Raja yang besar bagi Israel (Maz 78:70)
-Tuhan memilih Ester (yatim-Piatu), ia meresponi, sehingga ia menjadi seorang yang menyelamatkan bangsanya dari permusuhan (Est 4:14)
-Tuhan memilih Rahab (pelacur), ia meresponi, sehingga ia menyelamatkan dua pengintai dan namanya masuk dalam silsilah Tuhan Yeshua.
-Tuhan memilih Maria (miskin), ia meresponi, sehingga ia menjadi ibu yang melahirkan seorang Juru S’lamat dunia (Luk 1:38)

2. Kapan Tuhan memilih kita?
-Ketika kita menerima Yeshua sebagai Tuhan dan Juruselamat
-Sebelum ia meletakkan dasar bumi, sebelum dunia dijadikan (didalam kekekalan)
-Ia telah memilih kita, memikirkan kita, menentukan kita.

3. Bagaimana kita yakin kita di pilih oleh Tuhan?
-Saat kita yakin kita sudah menerima Yeshua sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita.
-Saat kita percaya Yeshua, saat itulah Kristus ada didalam kita.
-Saat Roh Kudus tinggal dalam hidup kita, saat itulah Roh Kudus akan merubah kecenderungan hati kita yang semula memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa, sekarang kecenderungan hati kita untuk memuliakan Tuhan.

4. Apa tujuan Tuhan memilih kita?
Kita dipilih supaya menjadi kudus dan tak bercacat cela (Efesus 1:4)

Kekudusan menurut perjanjian baru:
Banyak orang mengukur kesucian berdasarkan perbuatan atau tingkah laku. Tetapi Elohim tidak mengukurnya demikian. Elohim mengukur kekudusan kita berdasarkan Ha Mashiah:

1 Kor 1:30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
Kata “menguduskan” atau “kesucian” (Yunani, Hagiasmos) Artinya: Terpisah dari dunia ini, segala sesuatu yang bersifat dunia ini, disisihkan, dipisahkan bagi Elohim. Jadi Elohim tidak mengukur kesucian kita hanya berdasarkan kelakuan kita saja. Dia mengukur kesucian berdasarkan Yeshua. Tuhan menilai kekudusan kita bukan hanya perbuatan kita saja, tetapi karena Yeshua Ha Mashiah. Torah/Taurat tidak bisa membuat kita suci. Hanya di dalam Ha Mashiah, Yeshua menguduskan kita, karena Dia adalah kekudusan kita.

Sekali kita menerima pribadi Yeshua, berarti kita menerima berkat-Nya juga. Sekali kita mendapatkan Yeshua, kita menjadi benar, kudus, ditebus. Ketika orang dunia ini stress, takut, kuatir. Orang percaya seharusnya bisa tenang, damai, tidak takut dan tidak kuatir. Orang dunia hidup secara natural, tetapi orang percaya hidup secara supra natural.

Kekudusan hati, bukan sekedar tindakan luar.
Tuhan mau kita mengalami pembaharuan dari dalam dulu, baru dari luar. Markus 7:21-23 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. 1 Samuel 16:7

Kita dipilih untuk menjadi milik-Nya (Maz 33:12)
Kita dipilih untuk menghasilkan buah (Yoh 15:16)
Kita dipilih untuk menjadi imam (1 Petrus 2:9)
Kita dipilih untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia (1 Petrus 2:9)
Kita dipilih untuk melayani Tuhan (2 Tawarikh 29:11)
Kita dipilih untuk menjadi serupa dengan Dia (Roma 8:29)
Kita dipilih untuk menjadi fokus kasih-Nya (Efesus 1:4)
Jauh sebelum Ia meletakkan dasar bumi. Ia telah memikirkan kita, dan menetapkan kita sebagai fokus dari kasih-Nya, agar kita menjadi utuh dan kudus oleh kasih-Nya (Terjemahan bebas The Message).

1 Yoh 4:10 Inilah kasih itu; bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

KARENA YESHUA YANG TELAH MIMILIH KITA, KITA TIDAK PERLU MERASA TIDAK LAYAK. MARI DENGAN PENUH KEBERANIAN KITA DATANG DAN MEMBAWA SELURUH KEHIDUPAN KITA KEPADA-NYA.

Fadilla Mulya, ST
Filipi 1:21

Bacaan berkait:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Gereja Katolik Yerusalem dikecam keras, menjangkal Gunung Bait milik Israel demi menyenangkan orang Palestina

Namun, pada hari-hari terakhir akan terjadi bahwa Gunung Bait YAHWEH akan didirikan mengatasi puncak gunung-gunung; dan dia akan ditinggikan lebih daripada bukit-bukit dan bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun kepadanya.” (Mika 4:1)

Kota kuno dan modern Yerusalem.jpgMeresponi sengketa tanah Gunung Bait / Gunung Rumah YAHWEH (The Temple Mount) antara Israel dan Palestina, Gereja Katolik memilih ”melanggar Torah, nabi-nabi, tulisan-tulisan (kitab suci) dan Perjanjian Baru,” tokoh Kristen pro-Israel mengeritik sikap Gereja Katolik tersebut. ”Ini yang disebut ’Kepala-kepala dari Gereja-gereja di Yerusalem’ adalah nabi-nabi palsu.”

”Ini yang dipanggil ’Kepala-kepala dari Gereja-gereja di Yerusalem’ adalah nabi-nabi palsu. Kata-kata mereka adalah pelanggaran langsung kepada Torah, nabi-nabi, tulisan-tulisan (kitab suci) dan Perjanjian Baru,” Cardoza-Moore berkata kepada media Israel BreakingIsraelNews pada sebuah wawancara. Cardoza adalah Presiden Proclaming Justice to The Nations.

Sebuah kelompok gereja-gereja yang berada di bawah Patriak Latin Jerusalem dalam pernyataan bersama (Rabu, 26 Juli) menyalahi Israel dan merefer Gunung Bait sebagai ”Haram Ash Sharid” dan ”Al Aqsa” tanpa sama sekali merefer tanah tersebut kepada Alkitab. ”Kami, Kepala-kepala Gereja di Yerusalem, mengungkapkan keprihatian serius kami berkaitan dengan pertikain baru-baru ini pada perkembangan kekerasan di sekitar Haram ash-Sharif …”

”Ini [pernyataan] haruslah ditangani sebagai suatu peringatan untuk siapa saja – keluarlah dari nabi-nabi palsu ini dan gereje-gereja mereka,” Cardoza-Moore menyatakan, dan menambahkan, ”(seandainya) mereka sudah membaca Alkitab-alkitab mereka ganti mempromosikan kesesatan, mereka pastilah telah menemukan bahwa Gunung Bait (bukan Al Aqsa) adalah tempat tersuci di bumi menurut Elohim, Yudaisme dan Kristianiti.”

Ulangan 27:17 ”Terkutuklah orang yang memindahkan batas tanah sesamanya! Dan seluruh umat berkata: Amin!

”Para pemimpin gereja ini mempromosikan kesesatan pelanggaran langsung pada perintah-perintah Elohim – dan bentuk yang sangat jahat dari merevisi sejarah anti-Semit dan theologi penggantian,” ia berkata.

Theologi Penggantian (Replacement Theology) adalah sebuah doktrin yang mengajar Gereja telah menggantikan posisi Israel dalam rencana Elohim dan dalam perjanjian dengan para nenek moyang bangsa Israel. Sebelum negara Israel merdeka (1948), banyak badan-badan Gereja percaya theologi anti-Israel ini. Tahun 1965, Puas Paul VI pada Dewan Vatikan II pada dokumen bernama Nostra Aetate, meninggalkan doktrin yang dibuatnya, namun dalam praktek itu tetap dilakukan. Vatikan sampai hari ini tidak mengakui Yerusalem adalah ibukota dan milik bangsa Israel, dan awal 2017 Paus Francis I menyebut pemimpin Fatah Palestina M. Abbas sebagai “Malaikat Perdamaian,” orang yang sama yang memberi sumbangan uang kepada setiap keluarga dari para pelaku jihad yang mati di Israel.

Dengan mengganti nama ”Gunung Bait” menjadi ”Haram al-Sharif,” Presiden Proclaming Justice to The Nations ini dan Rabbi Tovia Singer (pendiri dan direktur dari Outreach Judaism) berpendapat adanya kemungkinan para pemimpin Gereja Katolik ini ”telah mengganti merek Kristianiti mereka dengan Islam.”

”Tulisan seperti ’Haram al-Sharif’ dan ’West Bank’ tidaklah dikenal oleh para penulis Perjanjian Baru,” Tovia Singer berkomentar.

Rabbi Tovia Singer, menurut Breaking Israel News, adalah seorang pendidik berpengalaman pada ketiga agama yang berkaitan dengan Abraham: Yudaisme, Kristianiti dan Islam.

Referensi: Catholic Kowtowing to Islamic Replacement Theology “Promotes Heresy”, “Violates Torah”  (July 27 2017).

Artikel berkait:

Read the rest of this entry

Vatikan: Top Kardinal tertangkap basah praktek homosex dan obat terlarang di apartemennya

Vatican Police Break Up Gay Orgy at High-Ranking Cardinal’s Apartment

Sumber lain berkata, bahwa praketek homosex di antara pemimpin Gereja Katolik di Roma adalah normal, Pendeta Katolik di Roma adalah gay (pria homosex) mencapai 98%, ia mengutip majalah Italia, (lihat video di bawah).

Minggu ini, di Australia seorang Kardinal senior sedang diadili oleh pemerintah karena kasus phedofile (pelecehan sex terhadap anak-anak remaja).

Artikel berkait:

Kejadian ini mengingatkan saya pada Kitab Ibrani 12:26-29, bahwa suatu kali Elohim akan menguncang segala sesuatu di bumi, hingga hanya tertinggal yang “tidak tergoncangkan”  yaitu Kerajaan Elohim. Di Timur Tengah, agama Islam juga sedang terguncang. Read the rest of this entry

A Moment for Truth (about Islam) by Dave Hunt

America awakened September 11 to appalling scenes on TV of passenger planes deliberately crashing into the towers of the World Trade Center and into the Pentagon. Stunned disbelief gave way to the question, who could so carefully plan and efficiently execute such incredibly inhumane destruction and slaughter? What cause could so powerfully motivate educated and trained individuals to sacrifice their own lives and the lives of so many total strangers in this manner? In the minds of civilized people these men were unbelievable fanatics. But were they?

Could one call the spiritual leader of an entire major country a “fanatic,” a man universally recognized as properly representing his religion? Who would know his religion better than the spiritual leader himself? Such was Iran’s Ayatollah Khomeini when he declared, “The purest joy in Islam is to kill and be killed for Allah.”1 Is that fanaticism? Read the rest of the article

Read also:

Read the rest of this entry

14 FACTS THAT EVERYONE SHOULD KNOW ABOUT ISRAEL by Shalach.org

Two peoples claim the same piece of real estate in the Middle East. Whose land is it? Who owns the title deed? Israel or the Palestinians? Both peoples? Who has the right to decide to whom the Land belongs? Israel? The Arab nations? The United States? The United Nations? How do we decide? By occupation? By war? By the claims of history? When the Word of God speaks authoritatively on any subject, that is the final word. God has much to say about the land and people of Israel in His supernatural revelation, the Bible.

A PEOPLE CHOSEN TO WITNESS
The Creator of all things chose the nation of Israel to be a unique
people that would witness to His reality. For you are a holy people to the Lord your God; the Lord your God has chosen you to be a people for His own possession out of all the people who are on the face of the earth (Deuteronomy 7:6). We were chosen to be witnesses of God’s reality to a world that had fallen away from God. You are My witnesses, declares the Lord, and My servant whom I have chosen, in order that you may know and believe Me, and understand that I am He. Before Me there was no God formed, and there will be none after Me. I, even I am the Lord; and there is no Savior beside Me (Isaiah 43:10-11). The Jewish people were chosen to demonstrate to the world that there was one true and living God. Read the rest of the article

Read also:

Read the rest of this entry