Kuran diwahyukan Tuhan? – Peristiwa penyaliban Yeshua Ha Mashiah

Lukisan Yeshua tersalib tentara Romawi menusuk lambung-NyaAda banyak cara untuk mengetahui entah kitab suci Kuran adalah hasil wahyu dari Elohim (Allah) atau tidak. Satu dari antarnya dengan menelitinya dari Peristiwa penyaliban Yeshua Ha Mashiah atau Isa al-Masih, Islam menyebut diri-Nya.

Kuran dan Tafsirnya tantang kematian Yeshua di kayu salib. Mayoritas Muslim di dunia percaya bahwa yang mati tersalib bukanlah Yeshua Ha Mashiah, atau Isa al-Masih, iman ini di dasari dari ayat Kuran Surah 4:157. “dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya (k)ami[1] telah membunuh Al Masih,[2] Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Nabi Muhmmad begitu yakin bahwa bukanlah Yeshua yang mati tersalib, dan ia menambahkan bahwa sesungguhnya orang Yahudi tersebut tidak yakin siapa yang sesungguhnya mereka telah bunuh. Pernyataan Muhammad ini diteguhkan oleh Ibn ‘Abbas:[3] “… dengan pasti, mereka tidak membunuh dia,” Tafsir Ibn ‘Abbas pada S. 4:157

Namun Kuran mengkontradiksi tulisannya sendiri; Surah 4:157 disangkal oleh Surah 3:55(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, …”. Tafsir Ibn ‘Abbas: “; it is also said this means: I shall make your heart die to the love of the life of this world. (Then unto Me ye will (all) return) after death,” (ini berarti: Aku akan buat hatimu mati dari kehidupan dunia ini. (Kemudian kepada Ku kamu akan kembali setelah mati)

Al-Tabari,[4] seorang Muslim terkenal juga komentator Kuran abad pemulaan Islam percaya bahwa Yeshua mati tersalib, ia mengutip Ibn Humayd- Ibn Ishaq, “Allah mengijinkan Isa, putra Marriam, mati pada pukul tiga hati itu; kemudian Dia mengambil dia kepada-Nya.”(Al-Tabari, The History of Al-Tabari, Volume IV, The Ancient Kingdoms hal 123)

Alkitab tentang kematian Yeshua di kayu salib. Kematian Yeshua tertulis bukan hanya pada dua atau tiga ayat, tapi ada antara 50-100 ayat di banyak kitab suci di Alkitab. Kematian-Nya telah dinubuatkan oleh para nabi sebelum Yeshua hadir di bumi, empat penulis Injil juga mencatat sejumlah pernyataan Yeshua bahwa diri-Nya akanlah mati tersalib, sisa dari seluruh Kitab di Perjanjian Baru juga meneguhkan Yeshua mati tersalib dan bangkit hidup kembali. Sedikit contoh:

  • Mazmur 69. Nubuatan Ha Mashiah mati terhina demi menyelamatkan umat-Nya. “Sebab mereka mengejar orang yang Kau pukul, mereka menambah kesakitan orang-orang yang Kau tikam. (26, ITB)
  • Nabi Yesaya 52(:13-15) dan 53. Nubuatan yang sejenis Mazmur 69, namun lebih detil. “Lihatlah! Hamba-Ku. YAHWEH telah menimpakan kepadanya kejahatan kita semua (53:6), Sebab ia telah dilenyapkan dari negeri orang yang hidup, … dan dia menetapkan kematiannya (8-9), dia telah menyerahkan nyawanya kepada kematian” (12)
  • Injil Markus 8:30-32. “Kemudian mulailah Yeshua mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.  (31, ITB)
  • Rasul Paulus kepada Gereja Korintus:[5] Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Ha Mashiah telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.  (1 Korintus 15:1-8, ITB)

Rasul Yohanes pada Kitab Wahyu.[6] “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. (1:17b-18). Juga, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:  (Wah 2:8, ITB)

Catatan Klasik Flavius Josephus tentang kematian Yeshua di kayu salib. Flavius Josephus (37-101 AD) ahli sejarah Yahudi abad pertama yang bekerja bagi Pemerintah Romawi. Pada tulisannya berjudul Antiquites tentang sejarah orang-orang Yahudi, ia menyinggung tentang Ha Mashiah (Kristus) pada bagian “Testimonium Flavianum”

“Sekitar masa itu ada hidup Yeshua, seorang yang bijaksana. Karena ia seorang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang luar biasa dan seorang guru dari orang-orang yang menerima kebenaran dengan gembira. Ia memenangkan banyak orang Yahudi dan banyak orang Yunani. Ketika Pilatus, saat mendengar dia dituduh oleh orang-orang ternama di antara kami, menyalahi dia untuk ada disalib, mereka orang-orang yang pertama datang mengasihi dia tidak meninggalkan kasih mereka atas dia. Dan kelompok orang-orang Kristen, karenanya dipanggil sesuai (titel) dia, tetap ada pada hari ini tidak lenyap.”

Dua penulis ini membahas keaslian “Testimonium Flavianum”

  • Tulisan yang sama namun berbahasa Arab, abad ke 10 (terjemahan dari tulisan Josephus versi Yunaninya) menulis, “Pilatus menyalahi dia untuk ada disalib dan mati. … Mereka melaporkan dia telah nampak pada mereka setelah dia tersalib dan dia hidup; …”.[7]
  • Mempebandingkan secara parallel tulisan “Testimonium Flavianum”-nya Josephus dengan tulisan Lukas di Injil Lukas 24:13-27. Professor Goldberg menyimpulkan:

“Kesamaan-kesamaannya begitu banyak dan tidak normal untuk disebut kebetulan. Narrative Lukas tentang Emmaus ditulis ulang oleh Josephus dari sumber-sumber yang kita telah kenal. Karenanya dapat ditarik kesimpulan adalah bahwa Josephus dan Lukas mengalaskan tulisan mereka dari sumber Kristen (atau Kristen-Yahudi) yang umum.[8]

Evaluasi dan kesimpulan. Bagaimana Islam yang baru muncul sekitar 600 tahun sebelum Kristen bisa mengkontradiksi Firman Elohim yang telah diturunkan kepada Orang Yahudi dan Orang Kristen? Bagaimana Islam bisa menyangkal catatan sejarah dunia yang telah diterima baik oleh Orang Yunani dan Orang Roma saat itu?

Orang Muslim tidak bisa berkata Alkitab dan catatan sejarah dunia telah dikorupsi hanya karena isinya berbeda dengan Kuran dan Hadis. Orang Muslim yang jujur haruslah memeriksa sumber acuran Alkitab dan catatan sejarah dunia yang telah tersebar luar sebelum agama Islam lahir, perbedaan kecil pasti ada karena faktor penterjemahan, namum merubah banyak isi Alkitab dan Catatan Sejarah Dunia adalah mustahil. Karenanya bisa disimpulkan bahwa nabi Muhammad tidak mendapat wahyu Elohim atau Tuhan ketika menulis ayat-ayat Kuran tersebut.

Bacaan berkait:

Footnotes:

  1. Sumber aslinya huruf besar “Kami.” Terjemahan yang benar adalah huruf kecil seperti nampak pada semua terjemahan Kuran bahasa Inggris, sebab ini merefer kepada “mereka” yakni orang-orang Yahudi.
  2. Kata “Al Masih” di surah ini membuktikan Kuran tidak sesuai dengan Firman Elohim di Alkitab yang menulis bahwa orang-orang Yahudi yang ingin menyalibakan Yeshua tidak percaya bahwa Dia adalah Ha Mashiah, jadi bagaimana mungkin Kuran bisa menulis orang-orang Yahudi berkata: “kami telah membunuh Ha Mashiah”?
  3. Ibn ‘Abbas, lengkapnya Abd Allah Ibn Abbas (619-687 AD) adalah putra dari al-‘Abbas ibn Abd al-Muttalib, paman dari nabi Muhammad. Ibn Abbas karenanya adalah sepupu Muhammad dan satu dari sejumlah ahli Kuran yang pertama.
  4. Jariri al-Tabari, lengkapnya Abu Jafar Muhammad ibn Jarir al-Tabari (224–310 AH; 839–923 AD), orang Persia sejarahwan, pakar Kuran dan hukum Islam. Semua karyanya ditulis dalam bahasa Arab. Bukunya yang terkenal: History of the Prophets and Kings / Tarikh al-Rusul wa al-Muluk.
  5. Surat kepada Gereja Korintus ini, ditulis tahun 59 AD pada akhir tiga tahun ia tinggal di Efesus (1 Kor 16:5-8). Korintus adalah kota pelabuhan Profinsi Akhaya, Yunani
  6. Pewahuan ini ditulis Yohanes di Pulau Patmos tahun 96 AD, sekitar 58 tahun setelah kebangkitan Yeshua.
  7. Matt Slick, Regarding the quotes from the historian Josephus about Jesus. Slick adalah Presiden dari Christian Aplogetics and Reserch Ministry (CARM)
  8. G. J. Goldberg, Ph. D., The Josephus-Luke Connection. A version of this discussion was originally published in The Journal for the Study of the   Pseudepigrapha 13 (1995), pp. 59-77.

Read the rest of this entry

Iklan

Apakah Allah Kristen, Allah Muslim sama? Berdasar Kitab Suci Alkitab dan Kuran+Hadis

Siapa yang bijak menangani persoalan akan memperoleh kebaikan dan siapa yang mempercayakan diri kepada YAHWEH, berbahagialah dia! Amsal 16:20

Perbandingan Allah Kristen dan Allah Islam menurut Alkitab dan Kuran

Elohim Alkitab (Holy Bible) vs Allah Kuran

Banyak yang bertanya kepada saya, apakah Allahnya Kristen sama atau berbeda dengan Allahnya Muslim. Thema seperti telah banyak ditulis baik dalam bahasa Indonesia terlebih bahasa Inggris, namun umumnya hanya membahas kata asal-usul “Allah,” dan maknanya. Artikel ini membahasnya secara sistimatik namun praktis berdasarkan perbandingan Kitab Suci kedua pihak beserta ajaran dan praktek hidup keimanan keduanya, orang Kristen dan Muslim. Kata Kristen di sini juga mewakili bangsa Israel, sebab kedua group ini percaya Alkitab yang sama dan percaya pada Tuhan yang sama. Tulisan ini bertujuan untuk pendidikan dan diskusi agama. Semoga bisa menjadi berkat untuk semua pembacanya. GBU!

Dalam membahas sebuah ajaran agama, opini pribadi tidaklah menjadi standard sebuah fakta apalagi kebenaran dari agama yang kita bicarakan. Untuk mendapat jawaban yang benar dan jujur maka kita harus melihat langsung kepada Kitab Suci yang bersangkutan dan kemudian meneliti bagaimana ayat-ayat Kitab Suci tersebut diajar dan diaplikasikan dalam kehidupan para penganutnya; setelah itu maka setuju dan tidak setuju tidaklah banyak berarti lagi, sebab kebenaran yang disertai fakta selalu lebih berotoritas dibanding opini manusia.

Kasus: Setuju dan Tidak Setuju tentang Allah Kristen sama dengan Allah Muslim atau Islam. BP, pada SarapanPagi.org percaya bahwa kedua Pribadi tersebut adalah sama, berdasar makna dan sejarah kata “Allah,” dan memberikan analogi pribadi Presiden Suharto, tokoh yang dipuja para pengikut Orde Baru, namun pribadi yang sama ini oleh para mahasiswa dianggap perusak. Dan BP menambahkan, “namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda, maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya, keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah.[1] Waroy John, percaya bahwa keduanya adalah pribadi yang berbeda, baik wujud dan karakternya, hanya memiliki persamaan nama.[2] Siapakah yang benar?

Isi bahasan: Di bawah ini kita akan membandingkan “Allah Kristen” dengan “Allah Muslim/ Islam” berkaitan dengan titel, nama, kepribadian/ karakter, trinitas, sikap keduanya atas umat mereka dan perintah serta ajarannya; dibahas berdasarkan Alkitab, Kuran + Hadis (Hadith).[3] Ayat Alkitab terambil dari versi KS-ILT, kecuali ditulis lain. Ayat Kuran dari Nobel Qur’an terjemahan Indonesia, kecuali ditulis lain. Keterangan: KS-ILT memakai kata YAHWEH/YHWH untuk TUHAN, Elohim untuk Allah dan Yeshua untuk Yesus. Untuk memudahkan pembahasan, dan mengurangi kebingungan maka “Allah Kristen” untuk seterusnya akan ditulis “Elohim” dan “Allah Muslim/ Islam” akan ditulis “Allah.” “S.” singkatan dari Surah, sejenis sub-katagori dari Kuran.

TITEL

  • Alkitab: Dan Elohim melihat segala yang telah Dia jadikan, dan lihatlah, itu sangat baik. (Kej 1:31a). Kepada Abraham, Dia berfirman: “Akulah El-Shadday, hiduplah di hadapan-Ku dan jadilah sempurna (Kej 17:1). Bumi dengan segala isinya adalah milik YAHWEH; dunia serta segala yang tinggal di dalamnya (Maz 24:1). El-Shadday berarti Mahakuasa.
  • Kuran: Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran (S. 29:45). Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, … Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang … Dia-lah Allah Yang Menciptakan… (S. 59:22-24). Dan nabi Muhammad saat pindah ke Medinah, ia berkata kepada orang Yahudi dan Kristen, “Allah kami dan dan Allahmu adalah Satu, dan kepada Dia kami berserah” (S. 29:46, Pikhtal)

PEMBERI WAHYU DARI KITAB-KITAB SUCI

  • Alkitab: “Inilah firman yang telah Aku katakan …, bahwa seharusnyalah digenapi semua yang telah tertulis di dalam Torah Musa, dan Para Nabi, dan Mazmur mengenai Aku,” Yeshua berkata (Luk 24:44). Dan melalui rasul Yohanes di Pulau Patmos, Yeshua berpesan tentang Kitab Wahyu, kitab terakhir di Alkitab, untuk kita berhati-hati tidak menambahi atau menguranginya (Wah 22:18-21)
  • Kuran: “Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) (the Scripture; Pikhtal) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. (S. 3:3).[4]

NAMA YANG DISEMBAH

  • Alkitab: Elohim berfirman kepada nabi Musa, “Katakan demikian kepada bani Israel: YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak, dan Elohim Yakub, telah megutus aku kepadamu. Itulah Nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah pengingat bagi-Ku turun-temurun (Kel 3:15) dan “Akulah YAHWEH, itulah Nama-Ku,” Firman-Nya melalui nabi Yesaya (Yes 42:9)
  • Hadis: Utusan Allah berkata, ‘Allah memiliki 99 Nama, seratus kurang satu; dan siapa yang mengingat semua itu dalam hati akan masuk Paradis,” (Sahih Bukhari -Vol.9, Buku 93, Hadis 489). Namun semuanya ini hanyalah titel, bukan nama. Sejumlah Muslim percaya bahwa Allah itu adalah Nama bukan jabatan (God/ Al-Ilah). Namun Kalimat Syahada / Shahada: La Ilaha Illallah (tidak ada ilah selain Allah)[5]

ELOHIM DAN ALLAH TENTANG TRINITAS

  • Alkitab: Dan sesudah dibaptis, Yeshua segera keluar dari air. Dan tampaklah langit terbuka bagi-Nya dan Dia melihat Roh Elohim turun bagaikan seekor burung merpati dan datang ke atas-Nya. Dan, perhatikanlah suatu suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Putra-Ku Yang Terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan!” (Mat 3:16-17). Ref: Yesaya 42:1, Mat 12:18 & 17:5, Luk 9:35 & 2Pet 1:17. “Siapakah dia yang menaklukkan dunia, jika bukan dia yang percaya bahwa Yeshua adalah Putra Elohim,” rasul berkata (1 Yoh 5:5)
  • Kuran: Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (son; terjemahan Inggris) (S. 19:92). Penolakan Islam Allah tidak punya putra (son) sangat jelas: “suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi belah, gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak (ay. 88-91). Pikhtal: “Beneficent” untuk kata “Tuhan Yang Maha Pemurah”

Islam menganut konsep: Tawheed (absolute oneness/ pure monotheism) dan Tanzeeh (berbeda dari segala/ beyond comparability). “Ayat-ayat Kuran dan Hadis menolak ketiga pribadian Elohim dalam Alkitab.” Dari Tawheed ini menghasilkan praktek ajaran Islam: Ketuhanan, Penyembahan dan Attributes Allah. Dari ketiga pilar ini menghasilkan Islam sebagaimana kita lihat dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari umat Islam.[6]

Suatu perbedaan pribadi yang sangat besar antara keduanya. Trinitas dalam ajaran Kristen selalu: Bapa (YHWH), Putra (Yeshua) dan Roh Kudus – tiga pribadi-satu Tuhan; namun dalam Kuran dan ajaran Islam: Allah (dalam arti Bapa), Maryam (bunda Maria) dan Isa al-Masih (Yeshua / Yesus); S.5:116. Islam percaya bahwa Allah adalah satu.

BAGAIMANA ELOHIM DAN ALLAH MENJAGA PERKATAAN MEREKA

  • Alkitab: Elohim bukanlah manusia sehingga Dia berdusta; juga bukan seorang anak manusia sehingga Dia menyesal! Apakah setelah Dia berfirman dan Dia tidak melakukannya; dan setelah Dia berbicara maka Dia tidak menegakkannya? Bil 23:19; baca sampai 26
  • Kuran: Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Umulkitab (Lohmahfuz) (S. 13:39) with Him is the source of ordinance (Pikhtal). Lihat juga S. 2:106. Dan S.16:101 adalah ayat keluhan pengikut Alkitab atas penghapusan kata-kata Allah.[7]

 TENTANG PENYALIBAN YESHUA

Lukas 24 ayat 6 Yeshua telah mati tesalib namun bangkit hidup kembali

Yeshua mati tersalib dan hidup kembali

  • Alkitab: Banyak nabi telah menubuatkan kejadian ini, dan Yeshua sendiri menyatakan itu saat masih hidup. Dan kematian-Nya disaksikan oleh banyak orang, baik para murid-Nya, musuh-Nya baik dari pihak ahli agama Yahudi maupun tentara Romawi. Ketika rasul Petrus menegur guru-Nya karena berkata Dia akan dibunuh, Yeshua balik menegur Petrus dengan sangat keras, “Enyahlah dari-Ku, hai Setan! Engkau adalah sandungan bagi-Ku, karena engkau tidak memikirkan perkara-perkara Elohim, melainkan perkara-perkara manusia.” (Mat 16:23) Yeshua tahu bahwa Dia diutus Bapa-Nya ke bumi untuk mati – demi menebus dosa manusia melalui darah-Nya yang suci, baca Kitab Ibrani 9 dan 10.
  • Kuran: “mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. … Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya (S. 4:157-158). Namun pada S.3:55 dan S. 19:33 tertulis Yeshua akan meninggal dan bangkit kembali.

 HUBUNGAN ELOHIM DAN ALLAH DENGAN UMAT MEREKA MASING-MASING

  • Alkitab jelas menulis bahwa Elohim bukan hanya mendengar dan menjawab doa umat-Nya, lebih lagi Dia berbicara (Kel 34:29-35 & 37:9) bahkan tinggal di dalam pribadi umat-Nya: “Dia tinggal bersama kamu selamanya, yaitu Roh Kebenaran, … Dia tinggal bersama kamu dan akan berada di dalam kamu,” Yeshua berkata (Yoh 14:16-17). Ref: 1 Yoh 4:12-13. Nama Yeshua adalah Imanu’el artinya Elohim beserta kita.
  • Kuran: Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (S.14:4). Juga pada S. 6:39. Allah lebih mengutamakan kehendak-Nya sendiri daripada apa yang Dia katakan / janjikan.

BAGAIMANA MEREKA MENYELAMATKAN UMAT MEREKA MASING-MASING?

  • Alkitab: Yeshua, “Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa yang mendengarkan firman-Ku, dan percaya kepada Dia yang telah mengutus Aku, ia memiliki hidup yang kekal dan tidak masuk ke dalam penghakiman, melainkan telah berpindah dari kematian kepada kehidupan” (Yoh 5:24); keselamatan adalah anugerah Elohim melalui beriman kepada Yeshua dan melakukan firman-Nya. Efesus 2:1-10, 1 Yoh 4:5
  • Allah dalam Islam menuntut umat-nya beribadah dengan sempurna untuk mencapai pembenaran. Pembenaran melalui usaha manusia ini dikenal sebagai “Lima Pilar Islam” (yaitu: menyatakan dua Kalimat Syahada, Sembayang 5x sehari, Sakat (derma), Berpuasa di bulan Ramadan dan Naik Haji sedikitnya 1x selama hidup. Pilar tambahan adalah melakukan Jihad (berjuang bagi Islam) (S. 4:47). Pada akhirnya semuanya Allah akan menimbang: “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (S. 101:6-11)

PERNYATAAN IMAN UNTUK KESELAMATAN DAN TATA IBADAH

  • Alkitab: Dan akan terjadi, setiap orang yang berseru kepada Nama YAHWEH, akan diselamatkan; karena di Gunung Zion dan di Yerusalem akan terjadi keselamatan, sebagaimana yang YAHWEH firmankan, dan dari yang tersisa yang sedang YAHWEH panggil (Yoel 3:32). Ini tentang Akhir Jaman, lihat ayat 30 & 31. Merefer Mazmur 14:7 & 53:6. Dinubuatkan lagi Yesaya (Yes 46:13), dikutip oleh Rasul Petrus (Kis 2:19-21), oleh Rasul Paulus (Roma 10:9-13) serta Penulis kitab Ibrani (Ibr 12:22-24). Pusat ibadah adalah bukan tempat, tetapi ”roh dan kebenaran,” meskipun Yerusalem tetap kota suci. (Yoh 4:21-24)
  • Kuran: Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (S. 3:85). Pusat ibadah agama Ibrahim/Abraham berada di Mekkah (tepatnya Bakka / Petra) S. 3:96. Kata ”agama Islam” tidak ada dalam teks Arabnya. Dalam praktek: setiap orang yang ingin menjadi Muslim haruslah menyebut dua kalimah syahada; mengakui hanya pada Allah dan Muhammad nabi Allah.

SIKAP MEREKA KEPADA BANGSA LAIN

  • Alkitab: Dari jauh YAHWEH telah menampakkan diri kepadaku. “Ya, Aku telah mengasihimu dengan kasih yang kekal! Oleh karena itu Aku telah menarik engkau dengan kasih setia (Yer 31:3). Sebab Elohim mengutus Putra-Nya ke dunia tidak untuk menghakimi dunia, sebaliknya supaya dunia dapat diselamatkan oleh-Nya (Yoh 3:17). Di Bumi yang baru, 12 batu penjKontras perintah Elohim di Alkitab dengan Allah di Kuranurunya tertulis 12 nama rasul Yeshua dan 12 gerbangnya akan dinamai sesuai nama 12 suku Israel (Wah 21:12, 14)
  • Kuran: Allah mengusir Orang Yahudi dan Kristen (the People of the Scripture) dari Medinah dan Tanah Arab sebab “mereka menolak Allah dan utusan-Nya.” S. 59:2-4. Surah 59 adalah Kitab Al-Hasy-r (Al-Hashr) artinya Kitab Pengusiran.  Meskipun titel-titel Allah Islam sama (lihat di atas) dengan Allah Yahudi dan Kristen, Allah ini tidak suka kepada Yahudi dan Kristen.

PERINTAH BAGAIMANA HIDUP DENGAN SAUDARA SEIMAN

  • Alkitab: “Inilah perintah-Ku, supaya kamu mengasihi seorang terhadap yang lain, sama seperti Aku telah mengasihi kamu. (Yoh 15:12). Yeshua menyebut ini “Perintah Baru” sebagai tanda bagi dunia bahwa mereka adalah murid-murid-Nya (Yoh 13:34-35)
  • Kuran: Nabi itu (Muhammad) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (S. 33:6)

JIKA SAUDARA-SAUDARI MEREKA MURTAD

  • Alkitab: Jika ada seseorang yang tidak mentaati perkataan kami melalui surat ini, tandailah dan janganlah berkawan dengannya, agar ia dipermalukan, dan janganlah kamu mengganggapnya sebagai musuh, tetapi tegurlah sebagai saudara (2 Tes 3:14-15.
  • Kuran: Maka jika mereka berpaling (dari Islam), tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya (S. 4:89). Hadis: “…The Prophet said, ‘If somebody (a Muslim) discards his religion, kill him.’ “ (Bukhari 52:260) “Allah’s Apostle: ‘During the last days there will appear some young foolish people … and will go out from (leave) their religion … So, wherever you find them, kill them, for whoever kills them shall have reward on the Day of Resurrection.'” Bukhari (84:64-65). Lebih jelas tentang perkara ini silahkan lihat What Does Islam Teach About Apostasy

60% ayat-ayat Kuran berbicara tentang jihad, Jihad telah menjadi dasar kekuatan dan mesin penggerak Islam.[8] Berjihad juga berarti mempertahankan Islam dari mereka yang murtad dan praktek Islam yang tidak sesuai keyakinan kelompok tertentu.

TENTANG KEHIDUPAN DI SURGA

  • Alkitab: Yeshua berkata kepada mereka , “Kamu tersesat, karena tidak memahami kitab suci maupun kuasa Elohim! Sebab, pada waktu kebangkitan, mereka tidak kawin maupun dikawini, tetapi menjadi seperti malaikat-malaikat Elohim di surga (Mat 22:29-30)
  • Hadis: “Rasulullah bersabda, ‘Allah mengawinkan saya di Firdaus dengan Maryam Puteri Imran, dan dengan istri dari Firaun, dan dengan saudara perempuan Musa”.  Al-Tabarani [Ibn Kathir, Qisas al-Anbiya, p.38].[9]

 “Bebek Test” untuk menentukan sebuah pribadi.

Jika itu nampak sebuah bebek, berenang seperti sebuah bebek, dan bersuara seperti sebuah bebek, maka itu kemungkinan besar adalah sebuah bebek.”

Dari penjabaran ayat-ayat Kitab Suci di atas, kita temukan betapa tidak masuk akal dan susah untuk bisa mengatakan bahwa kedua pribadi tersebut adalah indentik meskipun Nama dan klaim Kuran nampak sama, sebab semua karakter keduanya sangat berbeda, juga bagaimana mereka memperlakukan umat mereka masing-masing sangatlah berbeda. Jalan keselamatan dan ibadah serta kehidupan di Surga yang dijanjikan keduanya juga sangat berbeda.

Pernyataan dua mantan Muslim. Sam Solomon dan Atif Debs, dua pakar Kuran memperingati para Kristen modern untuk berhenti mengasumsikan kedua pribadi ini sama berdasarkan “kesamaan” atau “kesamaan yang cukup” demi tujuan dialog dan mencangkau orang  Muslim, sebab tidak menguntungkan baik untuk para orang Kristen dan juga para Muslim, Asumsi tingkat kesamaan ini tidak menguntungkan seorangpun, sebab itu tidak di dasari pada kebenaran masalah. Sebaliknya itu memudarkan perbedaan menyolok antara Allah Kuran dan Elohim YAHWEH Alkitab, juga klaim-klaim berani Muhammad memiliki (status) telah menggenapi kitab-kitab Suci Alkitab – semua ini menghasilkan kebingungan atas masalah-masalah baik bagi para orang Kristen dan juga para Muslim.”[10]

Dari pihak Elohim, Firman-Nya jelas berkata,

Akulah YAHWEH, itulah Nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemulian-Ku kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada patung.” (Yes 42:8)

Buku bagus untuk dibaca: Siapakah Allah ini? (Who is This Allah?) oleh G.J.O. Moshay

Catatan Kaki:

  1. Allah islam = Allah kristen? BP (15/3/2007)
  2. Allah: 2 (Dua) pribadi yang memiliki persamaan nama tetapi berbeda wujud & Karakter oleh Waroy John
  3. Hadis adalah kitab yang berisi kumpulan laporan-laporan mulut dari perkataan dan perbuatan Muhammad, dibuat setelah nabi meninggal. Dua Hadis yang dianggap berotoritas adalah Bukhari dan Muslim (diambil dari nama para penulisnya). Hukum Islam lebih banyak berasal dari Hadis dibanding dari Kuran.
  4. Setelah “… kepadamu” pada banyak terjemahan ditambahkan kata “(Muhammad).” Namun jika kita melihat pada Surah 4:47 arti dari ayat ini (S. 3:3) berbeda jauh, berbunyi: “Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur’an / ke Muhammad; tergantung terjemahan) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu …”. Jadi “Al Kitab” (the Scripture) di sini bukanlah Al Qur’an, tetapi Alkitab (the Holy Bible). Penambahan kata-kata dalam versi-versi di Kuran “(…),” sering kali memberi arah yang jauh berbeda.
  5. Tentang asal-usul nama Allah dan siapa Allah dalam Islam telah menjadi perdebatan panjang. Baca: The Name of God in Islam by Christian Churchers of God, Australia
  6. Sam Solomon & Arif Debs, Not the Same GOD, Is the Qur’anic Allah the Lord God of the Bible? Ringkasan dari hal. 129-141
  7. Pembatalan ayat dalam Kuran bisa dibaca di sini: The Problem of Abrogation in the Quran (Farooq Ibrahim)
  8. Mark A. Gabriel, Ph.D., ISLAM and TERRORISM, What the Quran rally teaches about Christianity, violence and the goals of Islamic jihad. Hal 31, Front Line, 2002
  9. S. 66:5. Dari cerita-cerita beberapa Muslim yang dikumpulkan oleh Tabarani. Dr Salem Abdel Galil, Januari 2017 “Ada ayat-ayat di Kuran yang menganggap di sorga Muhammad akan menikahi Perawan Maria, ibu dai Yeshua, juga Asiya, istri Firaun dan Kultum, saudari dari Musa.” Galil adalah pakar Islam dari universitas Islam terkenal Al Azhar dan juga mantan Menteri Agama Mesir. Program TVnya membuat para Kristen Koptik dan Katolik marah besar: Raymond Ibrahim: Muhammad’s Sexual Fantasies of the Virgin Mary by Jihad Watch. 
  10. Sam Solomon & Arif Debs, Not the Same GOD, Is the Qur’anic Allah the Lord God of the Bible? hal. 20. Solomon besar sebagai Muslim dan dididik Syaria Islam selama 15 tahun sebelum pindah ke Kristen, seorang penasehat HAM di Parlemen Britania maupun Uni Eropa. Dr. Atif Debs adalah professor dan pemimpin usahawan yang juga Muslim setia. Setelah mengadakan study banding yang intensif antara Islam dan Kristen yang Alkitabiah ia menjadi Kristen. Sekarang ia aktif pelayanan secara internasional baik di Gereja maupun Universitas. Informasi dikutip dari buku.

Read the rest of this entry