AS: Bernie Sanders dikecam atas ‘Test Agama’ Kristophobia dalam politik Amerika

“Your own evil will discipline you; your own apostasies will reprimand you. Think it over and see how evil and bitter it is for you to abandon the LORD your God and to have no fear of Me. This is the declaration of the Lord GOD of Hosts. (Jeremiah 2:19, HCSB)

Status Agama dan Negara di Amerika Serikat

Status Agma dan Negara di Amerika Serikat

Sejumlah Pemimpin Kristen Amerika mengecam keras tindakan Senator Bernie Sanders memperlakukan Russell Vought, kandidat pilihan presiden Trump untuk posisi Office of Management and Budget.

Pada rapat dengar pendapat untuk calan pegawai Gedung Putih, Rabu kemarin, Senator Sanders memasukkan ‘Test Agama’ ke meja politik Amerika Serikat, memakai pernyataan masa lalu Russell tentang Muslim.

“Orang Muslim sederhananya tidak hanya kekurangan theologia. Mereka tidak tahu Elohim sebab mereka telah menolak Yeshua Ha Mashiah Putra-Nya, dan mereka berdiri tertuduh,” Russell menulis di blog Kristen The Resurgent tahun 2016. Russell menulis membela alma mater Kampus Kristen, Wheaton College, yang dikritik karena telah memecat seorang professor yang berkata Orang Kristen dan Muslim “menyembah Elohim yang sama.”

Bernie Sanders bertanya pada Russell Vought apakah pernyataannya tersebut adalah Islamophobia.

“Tidak sama sekali,” Vought menjawab, “Saya seorang Kristen,” Vought memulai, “… dan saya percaya dalam prinsip-prinsip aturan berdasar pada iman saya. Pernyataan saya tersebut untuk membela alma mater saya, Wheaton College, sekolah Kristen yang memiliki sebuah pernyataan iman yang menyertakan pemusatan Yeshua Ha Mashiah untuk keselamatan.”

Bernie memotong Vought dengan tidak sabar, bertanya kembali, “Apakah kamu percaya bahwa orang-orang di Agama Islam berdiri tertuduh?”

“Sekali lagi, senator, saya seorang Kristen,” Vought memulai, “dan saya menulis bagian tersebut …”

“Saya mengerti itu, …” Bernie memotong, kali ini dengan nada kesal, “Saya tidak tahu berapa banyak Muslim di Amerika. Kamu menganggap semua orang tersebut berdiri tertuduh? Bagaimana dengan orang Yahudi? Mereka berdiri tertuduh juga?”

(Ingat, Senator  Sanders adalah seorang Yahudi, namun dikenal sebagai penganut Sosialisme)

“Senator, saya seorang Kristen …” Vought kembali mengingatkan senator Senders

“The idea that religion and politics don’t mix was invented by the Devil to keep Christians from running their own country.” Jerry Falwell (Southern Baptist Pastor of America)

Senator ini kembali memotong kalimat Vought kali ini dengan muka merah dan nada suara yang tinggi ia berkata, “Saya mengerti kamu seorang Kristen!” Ada orang lain yang berbeda agama di negeri ini dan di dunia. Pada penilaianmu, apakah kamu pikir orang-orang itu yang bukan orang Kristen akan ada disalahkan?”

Jawaban Vought kali ini menjelaskan dengan baik bagaimana ajaran Kristen melihat dan harus berlaku terhadap orang-orang bukan Kristen, ia berkata

“Sebagai seorang Kristen saya percaya bahwa semua orang secara individu adalah diciptakan dalam gambar Elohim dan layak akan martabat dan kehormatan diluar keyakinan-keyakinan agama mereka.” Saya percaya, sebagai seorang Kristen begitulah saya harus memperlakukan semua pribadi …” [Lihat: Kejadian 1:26-27; Keluaran 23:9; Imammat 19:9-10; Matius 5:43-48; Mat 22:36-40; Yohanes 15:17; Yakobus 2:8; 1 Petrus 2:8; 1 Yoh. 4:7-8]

Kembali Senator ini memotong kalimat Vought, dan berkata kepada pemimpin rapat:

“Dengan sederhana saya berkata Tuan Pemimpin, bahwa calon ini sungguh bukan seorang yang negeri ini seharusnya menjadi. Saya akan mem-veto ‘Tidak’.”

Senator Senders ini lupa (atau pura-pura lupa) bahwa para pendiri negara Amerika Serikat adalah orang-orang Kristen, dan sesuai Konstitusi Amerika Serikat pada Article VI, bagian 3 tertulis , “… but no religious test shall ever be required as a qualification to any office or public trust under the United States.”

Kritik pedas membanjiri Senator B. Sanders:

Presiden Etik dan Komisi Kebebasan Beragama (ERLC) dari Southern Baptist Convention, Russell Moore, perbuatan senator Sanders ia gambarkan sebagai pengabaian yang mengejutkan, baik pada sisi Konstitusi AS maupun doktrin dasar Kristianiti

“”Senator Sanders’ comments are breathtakingly audacious and shockingly ignorant—both of the Constitution and of basic Christian doctrine.” Situs erlc.com menulis

Mr. Moore mengejek sosialis Sanders akting seperti Kristen theologi, ia berkata: “While no one expects Senator Sanders to be a theologian, we should expect far more from an elected official who has taken an oath to support and defend the Constitution.”

Reverance Penginjil Franklin Graham pada Facebooknya berkomentar singkat namun pedas:

Is Bernie Sanders right? NO. Is he wrong? YES.
Is Russell Vought politically correct? NO. Is he right? YES!

Jesus said, “I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through Me.” End of discussion.

Presiden Dewan Penelitian Keluarga (FRC), Tony Perkins. Ia mengajak semua orang Amerika untuk mengisi petisi menuntut Sanders minta maaf  untuk “mengingatkan setiap Senator AS bahwa Konstitusi AS menggaransi tidak adanya test pewarnaan agama. Orang-orang Amerika haruslah tidak ada dipaksa untuk memilih antara iman mereka dan pelayanan masyarakat.”

FRC memperingatkan rakyat Amerika: “Instead of big-picture financials, the debate became a firefight over Vought’s Christian faith — the latest proof that eight years of Obama’s religious hostility still lingers.” Baca: Bern Victim: Sanders Wars against Nominee’s Faith

Read the rest of this entry

Mengapa Islam garis keras ditolak oleh mayoritas Pemerintah Dunia Arab dan Asia?

“Seratus tahun Tirani adalah lebih disukai daripada satu malam Anarki” – Pepatah Syria kuno

Islam pada Persimpangan, Jalan Islam at the CrossroadsSementara para imam Islam (yang bahasa Arab adalah bahasa ibu) mengkotbahkan di Mesjid-mesjid setiap Jumat pentingnya kebangkitan Islam dengan segala cara, para penguasa negara mayoritas Muslim menghadang aksi para imam tersebut. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada Dunia Islam?

Empat dekade belakangan ini, berita dipenuhi dengan berita-berita serangan teroris yang berkaitan dengan kebangkitan agama Islam. Dunia Barat dibuat panik teror bom dibuat Carlos the Jackal, julukan Ramirez Sanchez pemuda Amerika Latin. Teror ini berlanjut lebih dari 10 tahun. Qaddafi, presiden Libya pendukung utama keuangan untuk aksi teror pemuda yang beraliran Komunis Marxisme sekaligus pembela Islam garis depan.

Osama bin Laden, pendiri Al Qaida meneruskan aksi Carlos the Jackal. Osama adalah pemuda Saudi dari aliran keras Islam Wahabbi dan . Badan-badan intelejen Barat dan Israel percaya bahwa keuangan Al Qaida didapat dari negara-negara Arab. Ia pernah makan bangku kuliah di Saudi bahkan di AS.

Memasuki abad 21, kelompok-kelompok Islam garis keras bermunculan seperti jamur di Musim Semi, sehingga disebut gerakan Islam ”Arab Spring” atau “Jalan Arab” Satu dari sekian organisasi Islam yang terkenal adalah Negara Islam Irak dan Syria (NIIS), atau ISIS / ISIL dalam bahasa Inggrisnya atau Daish orang Arab menyebutnya. Pendiri dan pemimpin tunggal dari NIIS adalah pemuda Irak bernama Abu Bakr al-Baghdadi, bergelas S3 (doktor) dalam bidang agama Islam. Abu Bakr kemudian memproklamasikan dirinya sendiri sebagai Kalifah dan mengganti nama organisasinya menjadi ”Negara Islam” (Islamic State). 

Pemerintah Qatar secara langsung bertanggung jawab atas kerugian dan kerusakan negara-negara Arab yang ditimbulkan oleh gerakan Arab Spring ini; bangsa Mesir dan Syria tidaklah akan melupakan.

Pada awal gerakan Islam Arab Spring atau Jalan Arab, banyak pemimpin Arab dan negara-negara Islam di dunia mendukung gerakan tersebut, bahkan beberapa negara Barat pun bersimpati, sebab mereka pikir itu adalah gerakan demokrasi. Perancis, AS dan Britania Raya terlibat langsung dalam menumbangkan Presiden Qaddafi.

Pergeseran radikal kebijakan para pemimpin Arab dan negara-negara mayoritas Muslim terhadapat gerakan Islam.

Mesir adalah negara moyoritas Muslim terbesar di dunia Arab, sekalipun hanya 80% penduduknya beragama Islam. Presiden El-Sisi secara terang-terangan menolak gerakan Islam garis keras yang dibawa oleh keompok Muslim Brotherhood (MB). MB adalah organisasi Islam radikal asal Mesir berdiri tahun 1928, merupakan ibu dari semua gerakan Islam radikal saat ini. Mesir juga termasuk satu dari sejumlah negara Arab yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Marokko, sekalipun agama Islam adalah agama negara, namun pemerintah mengamati gerak-gerik Muslim radikal secara ketat, pemerintah menaruh banyak mata-mata di Mesjid-mesjid.

Pemerintah Irak dan Syria sampai saat ini memerangi semua gerakan Islam garis keras. Irak dibantu Iran dan AS memerangi Negara Islam, dan sementara pemerintah Syria dibantu Russia dan Iran.

Di Asia, Indonesia dan Pakistan adalah dua negara berpenduduk Muslim terbesar di Asia bahkan di dunia. Pemerintah Indonesia, di bawah Presiden Soeharto dan Habibbie mendukung penyebaran agama Islam di Indonesia, itu tidak diragukan. Namun presiden Soeharto tidak segan-segan menghukum keras kelompok Islam garis keras, itu nampak pada ”Peristiwa Tanjung Periok” dan gerakan ”Aceh Merdeka.” Dan sekarang, Pemerintah sedang meminta pertanggung jawaban pemimpin FPI

Di Pakistan, semasa presiden Pervez Musharraf (2001-2008) kelompok Islam garis keras seperti Mujahidin dan Al-Qaida diperangi habis-habisan bahkan sampai memasuki wilayah Afganistan. Pemerintah Pakistan yang sekarang mulai menghukum keras para pelaku ”Honor Killing,” tindakan menghukum sampai mati seseorang demi membela nama baik keluarga dan Islam.

Jika kita amati baik-baik, satu-satunya pemerintah negara mayoritas Muslim di dunia yang sungguh-sungguh berdiri membela gerakan Islam garis keras adalah pemerintah Iran, yang juga adalah satu-satunya negara berstatus ”Negara Islam Republik

Adakah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Mengapa para pemimpin negara Islam di dunia menolak Islam garis keras?
  • Kemanakah sesungguhnya agama Islam sedang menuju saat-saat ini?
  • Dapatkah Islam mendominasi dunia seperti yang diimpikan oleh banyak pemimpin agama Islam?

Read the rest of this entry

Negara Persatuan Arab mendisiplin keras Qatar, apa alasannya?

Negara-negara Arab menhukum Qatar karena IranEmpat utama negara Arab dan tiga negara lainnya memutuskan segala hubungan dengan negara Qatar sejak  Senin, 5 Juni. Mereka adalah Arab Saudi, Persatuan Uni Arab, Mesir dan Bahrain, dan tiga lagi adalah Yemen, Maldives dan pemerintah Libya yang berpusat di Timur.

Negara-negara tesebut mengusir para dipolomat Qatar keluar dari negara tersebut dalam 2 x 24 jam, jalur penerbangan, dan laut serta darat terputus dengan Qatar, dan yang lebih keras adalah warga negara Qatar harus meninggalkan negara-negara tersebut dalam waktu 2 x 7 hari. Ini juga berarti secara tidak langsung menghentikan suplai ekonomi dan makanan masuk ke Qatar dan menguncangkan negara ini sebagai tuan rumah untuk Kejuaraan Dunia sepak bola  (2022). Ini merupakan disiplin terberat yang Qatar pernah terima.

Apakah kesalahan Qatar sehingga mendapat disipilin yang begitu keras?

Tahun 2014, Qatar pernah dikucilkan oleh negara-negara Arab oleh sebab terang-terangan mendukung organisasi-organisasi Islam garis keras: Muslim Brotherhood (Mesir), Hamas (Gaza), Hisbollah (Libanon). Dukungan Qatar tersebut kepada organisasi Islam yang digolongkan sebagai organisasi terorist berupa bantuan uang dan media. Media raksasa berbahasa Arab dan Inggris Al-Jazeerah adalah milik negara Qatar, dan berperan besar dalam menggulingkan Presiden H. Mubarak dan menjadikan orang Muslim Brotherhood, Mohammad Morsi, jadi presiden Mesir.

“[Qatar] embraces multiple terrorist and sectarian groups aimed at disturbing stability in the region, including the Muslim Brotherhood, ISIS and Al Qaeda, and promotes the message and schemes of these groups through their media constantly,” Saudis Press Agency (SPA) menulis.

Kebijakan Qatar mendukung organisasi-organisasi tersebut tidak berubah, bahkan

Penguasa Qatar Emir Tamim bin Hamad al-Thani

Tamin bin Hamad al-Thani

semakin ’melewati garis merah’ menurut ukuran para pemimpin negara Arab tersebu di atas. Akhir bulan Mei 2017, Tamin bin Hamad al-Thani, Emir Qatar pada sebuah pidatonya sengaja mengeritik Amerika Serikat (Bodyguard bagi negara-negara kerajaan Arab dari ancaman Iran dan Irak), menguatkan kembali dukungan keuangan Qatar bagi organisasi-organisasi Islam radikal yang di black-list (baik oleh Persatuan Negara Arab dan Internasional). Dan ini membahayakan keamanan negara Saudi, SPA menulis.

Namun yang mungkin membuat mereka marah besar adalah pernyataan Emir Qatar ini untuk mendukung Iran. Iran bukan saja sebuah negara Islam Shiah terbesar dan terkuat di Dunia, lebih lagi Iran adalah ancaman terbesar Kerajaan Arab Saudi dalam hak pengelolaan ibadah Haji maupun sumber minyak di wilayah Teluk Persia.

Akankah Qatar masuk ke dalam rangkulan Negara Islam Republik Iran, untuk bisa menghidupkan ekonomi dan bisnis penerbangannya? Read the rest of this entry

Medinah: Ajaran Rizieq Ketua FPI “memanipulasi fakta via media” dalam kehidupan bangsa Indonesia

Rizieq memakai istilah yang dibuat oleh RAND Corporation, organisasi Amerika melihat dunia Islam, RAND Corp. membagi dunia Islam kedalam 4 kelompok Muslim, dikutip dari penjelasan Rizieq:

  • Islam Fundamentalist: mendukung Syariah Islam (SI), mendukung penegakan negara Kalifat, anti Demokrasi, sangat kritis terhadap pemikiran dan budaya Barat
  • Islam Moderat / Mordernist: anti SI, anti Kilafah, pro demokrasi, sedikit kritis terhadap Barat
  • Islam Liberalist: 1-3 sama dengan Moderat. Pro budaya Barat
  • Islam Tradisionalist: Sama dengan Fundamentalist tapi netral terhadap sistim demokrasi.

WAJIB N0NT0N !! CERAMAH Terbaru HABIB RIIZEQ Di MADINAH Saudi ARABIA

 

Ketua Front Pembela Islam (FPI) ini, pada ceramahnya di Medinah, Mei 2017, mengajar para pendengarnya bagaimana berurusan dengan Pemerintah; dimulut (media) menolak suara-suara yang keluar dari “Muslim Fundamentalist” namun dalam praktek tetap radikal: “kalau tidak bisa dirangkul, dipukul” dan “kalau tidak bisa dipeluk, digebuk,” Rizieq memerintahkan.

Berikut ini sedikit salinan apa yang ketua FPI ini ajarkan kepada umat Muslim Indonesia saat berada di Medinah:

“Jangan pernah memberitakan segala kebaikan sebesar apapun yang dilakukan kelompok Fundamentalist.” Sebaliknya, “Segala kesalahan sekecil apapun yang dilakukan kelompok Fundamentalist harus di-viral-kan, harus disebar luaskan dan harus di-ulang-ulang supaya itu melekat di hati masyarakat bahwa mereka orang-orang yang tidak layak diberikan tempat di kita punya negeri.”

Rizieq berlanjut: “jangan mencantumkan titel mereka baik kehormatan maupun akademi supaya memberi opini ke masyarakat bahwa mereka ‘kuper, bodoh, tidak berpendidikan dan tidak punya gelar.’”

Sebaliknya ia meminta semua umat Islam untuk memperlakukan Kelompok (Muslim) Modernist dan Liberal dengan rasa hormat yang tinggi.

“Berikan ruang bicara, jika ada dari mereka berbuat kesalahan jangan di-veral-kan, tapi jika berbuat baik sekecil apapun itu harus di-viral-kan dan harus disebar luaskan, dengan tujuan “seolah-olah itu adalah pendapat Islam Internasional”

Ia menambahkan, “Kejelekan mereka sebesar apapun harus disembunyikan. Penyebutan nama mereka harus lengkap dengan segala gelar kehormatan dan akademisnya.”

Sederhananya tak-tik Rizieq, ketua FPI, bagaimana umat Islam bisa membela dan memenangkan Islam di Indonesia melalui media: Pada satu sisi mempermalukan kelompok intelektual Islam dan Kuran yang berani bicara terang-terangan, yang disebut “Islam Fundamentalist” (menolak kenyataan) dan pada sisi lainnya, menjunjung tinggi “kelompok Islam Moderat” dan “Islam Liberal” sekalipun merekia tidak mengerti ajaran Islam dan kitab sucinya (menampilkan wajah manis)

Dengan kata lain ketua FPI ini mengajar: “menolak fakta Islam yang diberitakan oleh para Intelektual Islam dan menjadikan opini-opini Muslim Nominal/ KTP (Modernist dan Liberal) sebagai fakta Islam” – untuk mengelabui masyarakat dan Pemerintah.

Dalam dunia perang, tak-tik Rizieq ini dikenal sebagai taktik gerilya (menyerang ketika musuh lengah), dan taktik musuh dalam selimut (berpura-pura sepihak, menghancurkan dari dalam).  Taktik ini dipakai oleh NIK (Daesh/ ISIS) pada tahun-tahun pertama gerakan militer mereka, hasilnya banyak pemuda dan pemudi Muslim dari berbagai dunia tertarik untuk bergabung. Namun hanya dalam dua tahun NIK menunjukkan karakter aslinya, mereka membantai tanpa belas kasihan bukan saja tentara Muslim Pemerintah Irak dan Syria, namun juga anggota mereka sendiri yang berbeda pendapat tentang berperang dan yang ingin pulang.

Read the rest of this entry

ALLAH memerintahkan nabi Muhammad percaya kepada Alkitab – Surah 10

(D)emikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11, ITB)

Surah 10 adalah pasal Nabi Yunus, diawali dengan ”A.L.R. Ini adalah ayat-ayat dari Kitab Hikmatatau the Wise Scripture (Pickthal) / the Book of Wisdom (Yusuf Ali). Ketahuilah, Tuhanmu adalah Allah (God, Elohim) yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari … kepada Dia kamu semua akan kembali; Janji Allah adalah benar dan pasti. (Baca ayat 1 dan 5). Nabi Yunus merefer perkataannya ini kepada Elohim yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub: Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kejadian / Taurat 2:1-3, ITB)

Kuran terjemahan Indonesia mengganti kata Al-Kitab / the Scripture / the Book menjadi ”Al Quran: ”Ini ayat-ayat adalah Al Quran yang mengandung hikmat.” (DEPAG RI, CV. TOHA PUTRA, 1989). Para Pembaca Kuran versi terjemahan Indonesia perlu memperbandingkan isinya dengan versi-versi Kuran bahasa lainnya.

Jelas Surah 10:1 merefer kepada Al-Kitab atau The Book, hal ini nampak pada ayat beriktunya; Allah telah mengutus Nuh (ayat 71-73) dan nabi-nabi lainnya seperti Musa dan Harun (74-75) untuk melepaskan orang Israel dari perbudakan raja Mesir Firaun (90).

Dan pada Surah 10:94 Tuhan melalui nabi Yunus memerintahkan Muhammad untuk percaya kepada Al-Kitab, dan jika ia masih ragu akan pewayhuan yang ia dapatkan tersebut ia diperintahkan untuk bertanya kepada orang-orang yang telah membaca Kitab tersebut, yakni Bangsa Israel dan Umat Kristen, para pengikut Yeshua Ha Mashiah (Isa al-Masih), tertulis dalam empat versi:

  • ”Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. (DEPAG RI, CV. TOHA PUTRA, 1989)
  • “And if thou (Muhammad) art in doubt concerning that which We reveal unto thee, then question those who read the Scripture (that was) before thee. Verily the Truth from thy Lord hath come unto thee. So be not thou of the waverers. (Pickthal)
  • “But if you are in doubt as to what We have revealed to you, ask those who read the Book before you; certainly the truth has come to you from your Lord, therefore you should not be of the disputers.  (Shakir)
  • “If thou wert in doubt as to what We have revealed unto thee, then ask those who have been reading the Book from before thee: the Truth hath indeed come to thee from thy Lord: so be in no wise of those in doubt. (Yusuf Ali)

Pada Sura 10:94, sekali lagi Tuhan berbicara kembali tentang ”Al-Kitab/ the Book / the Scripture.” Kita perlu ingat kitab Kuran belum terbentuk bahkan saat nabi Muhammad meninggal dunia (632 AD), hal ini diakui oleh banyak ahli Kuran. Jadi tidak diragukan “Kitab” yang dimaksud adalah Alkitab.

Sedikit informasi tentang nabi Yunus. Sura 10:22, menceritakan cerita yang sejenis dengan kitab Yunus 1:4-16; badai yang besar melanda kapal yang ditumpangi oleh Yunus, ketika TUHAN meredakan badai para penumpang kapal “mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar” (16)

Sekarang kita melihat sejarah kapan nabi Yunus ini hidup. YAHWEH (TUHAN, dalam Alkitab Indonesia) mengutus nabi Israel bernama Yunus ke kota Niniwe / Nineveh (sebelah timur dari kota Mosul, Irak modern), ibukota dari raja Asyur bernama Salmaneser, untuk berkotbah pertobatan ”karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” (Yu 1:2). Pelayanan Yunus sebagai nabi dicatat dari 793 BC sampai 753 BC. Ini berarti sebelum nabi Yesaya terpanggil sebagai nabi (740-681 BC). Tepatnya Yunus hidup di jaman raja Israel Yerobeam II (794-755 BC).

Baca juga:

Alkitab dengan jelas mengungkap bahwa semua kitab para nabi – dari nabi Musa sampai nabi Maleakhi semua berbicara / bernubuat tentang Yeshua Ha Mashiah, atau Isa al-Masih (dunia Islam mengenal-Nya), perhatikan pernyataan Yeshua di bawah ini.

Sehari setelah Yeshua bangkit dari kematian-Nya, Dia berkata kepada dua pemuda yang sedang bercakap-cakap dalam pejalanan menuju desa Emaus, tertulis dalam Injil Lukas 24 mulai dari ayat 17

“Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”

“Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” seorang dari mereka balik bertanya tanpa menyadari dengan siapa mereka sedang berbicara. Dan mereka menjelaskan pada Yeshua apa yang sedang mereka bicarakan:

“Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.” (ayat 20-24)

Lala Yesus memberi pewahyuan kepada mereka:

“Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (25-27).

Ijinkanlah saya mengingatkan dan meyakinkan Anda para Muslim, bahwa Tuhan telah memerintahkan nabi Muhammad untuk percaya kepada Alkitab sebagai kebenaran Firman Elohim YAHWEH, yang setiap orang harus percaya tanpa keraguan, seperti Sura 10:94 berkata:

  • ”Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.”
  • ”Verily the Truth from thy Lord hath come unto thee. So be not thou of the waverers. (Pickthal) (Terjemahan bebas: Sesungguhnya Kebenaran dari Tuhanmu telah datang kepada mu. Jadi janganlah kamu termasuk dari para orang-orang yang terombang-ambing)

5 Terjemahan Kuran bahasa Inggris bisa dibaca di sini. http://prophetofdoom.net/Qurans.Islam

Baca juga:

Read the rest of this entry