Menyingkap Kuran Al-Faatihah Surah 1:6-7 JALAN LURUSnya Allah

Jalan Lurus ke Sorga

Jalan Lurus ke Sorga

Setiap Muslim selalu berdoa setiap hari, meminta ditunjukkan jalan lurus: ”Tunjukkanlah kami jalan lurus tersebut, jalan mereka yang Engkau telah sukai; bukan (jalan) mereka yang menghasilkan murka Mu bukan juga (jalan) mereka yang pergi tersesat.Show us the straight path, the path of those whom Thou hast favoured; Not the (path) of those who earn Thine anger nor of those who go astray.” (Surah 1:6-7; M. Pickthall)


Jika Anda bersedia meluangkan sedikit saja waktu untuk menyelidiki isi Kuran, maka pastilah Anda akan mendapatkan jalan lurus yang Elohim (Allah) telah sukai tersebut, yakni jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang saleh terdahulu“the path of those whom Thou hast favoured” (jalan mereka yang Engkau TELAH sukai; 1:7a).
Artikel ini akan menyingkap Jalan Lurus (seterusnya akan dibuat kapital untuk menunjuk kepada jalan lurus (the staight path) yang dimaksud pada surah 1:6-7) tersebut melalui surah-surah di Kuran. Terjemahan Kuran bahasa Indonesia pada artikel ini diambil dari terjemahan Inggris M. Pickthall, kecuali ditulis lain. Terjemahan M. Pickthall telah direstui dan dipuji oleh Universitas Al-Aqsa Kairo, karena mendekati Kuran bahasa Arabnya. Alkitab Indonesia diambil dari Indonesia Terjemahan Baru (ITB).
Apakah tanda-tanda dari Jalan Lurus Elohim tersebut? Kuran 5:16 memberi beberapa tanda: 1. perjalanan hidup yang damai / selamat (pada terjemahan Yusuf Ali dan Shakir)
2. dikeluarkan dari kegelapan hidup menuju terang

Apakah Anda haus dan lapar untuk kedamaian jiwa Anda? Apakah Anda merindukan jaminan keselamatan kekal? Untuk itu semua Anda perlu berdoa kepada Elohim untuk Dia mengeluarkan Anda dari ”Jalan Kegelapan” dan menaruh Anda ke ”Jalan Terang-Nya.”

Untuk mengerti isi Kuran dengan baik, Anda perlu mengerti urutan waktu dari pelayanan para nabi sebelum Muhammad. Oleh karenanya, sekarang ikutilah langkah-langkah di bawah ini, maka Anda akan menemukan Jalan Lurus yang dimaksudkan oleh Elohim melalui Kuran.

I. Jalan Lurus hanyalah dimiliki oleh Elohim
Surah 6:126 –  Ini adalah jalan Adonaimu (Tuhanmu), jalan lurus (This is the path of the Lord, a straight path)
Jalan Lurus Adonai, hanyalah berasal dari Elohim, sebab segala pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna hanyalah berasal dari atas, Alkitab berkata (Yakobus 1:17). Manusia bukanlah pemilik dari Jalan Lurus tersebut, tetapi Elohim.
II. Elohim menunjukkan Jalan Lurus hanya kepada siap yang Dia suka
Elohim tidak memberikan pewahyuan akan Jalan Lurus ini kepada setiap orang, tetapi hanya kepada orang-orang tertentu yang memang Dia sukai, seperti tertulis pada ayat sebelumnya, yakni Surah 6:39 ”dan (kepada) siapa Dia berkehendak, Dia menempatkan (orang tersebut) pada sebuah jalan lurus (Pickthall) atau ”dan (kepada) siapa Dia puas Dia menaruh (orang tersebut) pada Jalan Benar” (Shakir)
Pewahyuan Elohim ini bukan didapat dari kerajinan manusia ataupun kerja keras manusia untuk menemukannya, tetapi berdasarkan anugerah Elohim semata-mata. Anda mungkin berkata, ”Elohim tidak adil kalau begitu.” Yang pasti Elohim adalah adil dan benar, sebaliknya kita manusia tidak; hanya kita tidak mampu menyelami pemikiran Elohim Yang Mahaadil dan Mahabenar tersebut. Elohim menyelidik hati manusia, namun manusia pada umumnya hanya menyelidik dan menilai tampak luar manusia.

III. Elohim telah menunjukkan Jalan Lurus kepada Nabi Abraham dan Nabi Musa dan bangsa Israel
A. Nabi Abraham. Elohim memerintahkan Muhammad untuk menyebutkan Firman-Nya ini: ”Katakan: Lihat! Bagiku, Adonaiku telah menuntun aku kepada sebuah jalan lurus, sebuah agama yang benar, komunitas Abraham, orang yang benar, yang bukan penyembah berhala.” (Surah 6:161), dan lagi, Dia memilihnya dan Dia telah memimpinya kepada jalan lurus.” (Surah 16:122)
B. Nabi Musa. Inilah jawaban Elohim atas doa Musa dan Harun yang mengkuatirkan bangsa Israel akan dapat disesatkan oleh kemegahan dan kekayaan Firaun, raja Mesir, “Doamu didengar. Kalian berdua tetaplah pada jalan lurus tersebut (the straingh path). Dan Kami membawa Umat Israel menyeberangi lautan.” (Surah 10:88-90a)
Perhatikan reaksi Firaun ketika menyaksikan peristiwa penyeberangan tersebut; dia berseru dengan suara yang keras: “aku percaya bahwa tidak ada ilah kecuali Dia yang Siapa Umat Israel percaya, …” (90b). Namun sayang, Firaun tetap memberontak kepada nabi-Nya (Surah 73:16).
C; Bangsa Israel. Surah 6:84-87 adalah pernyataan Elohim kepada siap Dia telah menuntun mereka kepada Jalan Lurus-Nya: ”Dan Kami telah memberi atas dia Ishak dan Yakub (Israel) …, Daud, Salomo … Zakharia dan Yohanes (Pembaptis) dan Yeshua — Setiap mereka adalah orang benar (the righteous).” Ayat berikutnya adalah kalimat peneguhan atau pengulangan dari pernyataan Elohim sebelumnya:
Ini adalah mereka kepada siapa Kami telah memberi Kitab Suci dan perintah dan kenabian.” (Those are they unto whom We gave the Scripture and command dan prophethood. (Surah 6:89).
Sampai titik ini sekarang kita telah jelas, kepada siapa sesungguhnya kita bisa belajar tentang Jalan Lurus Elohim tersebut: Mulai dari Abraham, Musa, Daud, Salomo, Zakharia, Yohanes Pembaptis dan Yeshua. Diluar dari mereka Elohim juga menyebut nama-nama: Nuh, Ayub dan Harun (kakak kandung Musa). Kepada merekalah telah diturunkan kitab-kitab suci: Torah (Taurat), Mazmur (Zabur) dan Perjanjian Baru (Injil).[1] Semua kitab suci ini dikumpul menjadi satu disebut “Al-Kitab” (Alkitab / The Holy Bible). Dengan kata lain, Elohim menyatakan bahwa jika kita ingin mengetahui Jalan Lurus-Nya, kita haruslah melihat kepada kitab-kitab yang mereka telah tulis.


IV. Yeshua adalah Jalan Lurus yang Elohim telah tetapkan bagi umat-Nya
Sangatlah menarik apa yang Yeshua Ha Mashiah nyatakan kepada banyak orang tentang diri-Nya sendiri, baik sebelum Dia tersalib, dan maupun setelah Dia bangkit dari kematian-Nya.[2]

  • Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. (Injil Yohanes 5:46; ITB)[3]
  • Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. (Lukas 24:27)

Di atas kita telah melihat bahwa Elohim hanya menunjukkan Jalan Lurus-Nya hanya kepada orang-orang yang Dia sukai; “Tunjukkanlah kami jalan lurus tersebut, jalan mereka yang Engkau telah sukai (Surah 1:6-7). Demikian juga halnya dengan Yeshua, Dia juga hanya menyatakan hal-hal yang penting kepada orang-orang dekat-Nya saja. Kepada para rasul-Nya Yeshua menyingkap siapa diri-Nya sesungguhnya: Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Injil Yohanes 14:6)
Yeshua dengan jelas mengatakan tiga hal penting pada kalimat di atas:

  • Jalan Lurus yang bisa membawa mereka kepada Bapa (Elohim Semesta Alam) hanyalah melalui diri-Nya sendiri.
  • Untuk mereka bisa dibenarkan dihadapan Elohim, hanyalah melalui diri-Nya sendiri
  • Untuk memiliki kehidupan yang kekal bersama Elohim, hanyalah melalui diri-Nya sendiri.

Di atas kita telah ketahui bahwa segala pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna hanyalah berasal dari atas (Yakobus 1:17), yakni dari Bapa Sorgawi, Elohim, dan bukan dari pemimpin agama apapun.
Mungkin Anda bertanya, mengapa Yeshua bisa mengklaim bahwa Dia adalah satu-satunya pribadi dari siapa manusia dapat memperoleh pemberian yang baik dan anugerah sempurna tersebut?
Jawabanya tertulis di Injil, sebab Yeshua Ha Mashiah satu-satunya manusia yang datang dari ATAS; perhatikan tiga ayat Injil di bawah ini:

Ini jawaban Yohanes Pembaptis kepada para muridnya tentang Yeshua:
Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. (Yohanes 3:31)
Pernyataan Yeshua kepada Piltus, Gubernur Romawi untuk Yudea.
Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yohanes 18:36-37, ITB)

Yeshua sendiri memproklamasikan siap sesungguhnya diri-Nya:
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. (Yohanes 8:23)
Kalimat Yeshua selanjutnya meneguhkan klaim-Nya sebagai satu-satunya pribadi oleh siap manusia hanya boleh datang kepada Elohim, dan berasal dari atas dan lebih tinggi otoritasnya dari segala malaikat Elohim, berbunyi:
”Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia (I AM), kamu akan mati dalam dosamu.” (Yohanes 8:24).
Yeshua memakai kata “I AM” merefer diri-Nya sebagai Elohim, seperti ayat-ayat berikutnya menyatakan, untuk membuat para pendengar-Nya benar-benar mengerti klaim-Nya tersebut maka Ia berkata: Most assuredly I say to you, before Abraham was, I AM. (Yoh 8:58; EMTV).

Ayat kunci dari Kuran yang menunjukkan Yeshua Ha Mashiah (Isa al-Masih) adalah Jalan Lurus kita bisa temukan pada Surah 3:50-51, tertulis:
”Aku datang kepada kalian dengan suatu tanda dari Adonai kalian, karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Perhatikanlah! Allah adalah Adonaiku dan Adonai kalian, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”
I come unto you with a sign from your Lord, so keep your duty to Allah and obey me. Lo! Allah is my Lord and your Lord, so worship Him. That is a straight path.

V. Kesimpulan
1. Elohim melalui Muhammad, sebagaimana tertulis di dalam Kuran, menunjukkan dengan jelas sekali bahwa Jalan Lurus Elohim bisa ditemukan melalui kitab-kitab suci Torah sampai Perjanjian Baru, yakni Alkitab. Dan seluruh Alkitab tersebut menulis bahwa Jalan Lurus Elohim tersebut adalah Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus atau Isa Al-Masih). Yeshua adalah Firman Elohim yang menjelma menjadi daging. Yeshua adalah Roh Elohim yang datang melalui rahim seorang wanita perawan.
2. Untuk bisa hidup dan berjalan di Jalan Lurus Elohim tersebut, kita haruslah menyembah Elohim dan mentaati ajaran dan perintah Yeshua Ha Mashiah (Surah 3:50-51).

Catatan Kaki:
1. Kata Injil dalam terminologi Kristianiti hanya ke-empat Gospel: Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan terakhir Injil Yohanes.
2. Peristiwa kematian Yeshua Ha Masiah tidaklah begitu jelas di dalam Kuran. Jika Adonai kehendaki kita akan bahas masalah ini dilain waktu.
3. ITB adalah singkatan dari Alkitab Indonesia Terjemahan Baru

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out.

Iklan

Posted on 13/09/2015, in Adonai Yeshua, Kebenaran sejati di Kuran and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: