Eropa: Para militan Negara Islam menyelusup diantara pengungsi

Militan Al-Nusra masuk Eropa berkedok pengungsi Kekuatiran beberapa negara Uni Eropa (Europian Union) semakin tinggi dengan tertangkapnya seorang perekrut Negara Islam Khalifat (ISIS) di Jerman baru-baru ini.
TV RTL melaporkan polisi Jerman telah menahan Ayoub Moutchou tanggal 4 Agustus di pusat pengungsian di Sturrgart Jerman. Penahan ini atas permintaan keamanan Spanyol, bahwa Ayoub telah mengadakan perekrutan untuk melakukan serangan-serangan terorris atas nama Negara Islam (NIK).
Lebih dari 100 orang (Islam) telah ditahan di Eropa berkaitan dengan kegiatan mereka dengan jihad Islam, termasuk 14 orang ditahan di Spanyol pada tanggal 22 Agustus. Gambar di kiri atas adalah salah satu contoh.
Minggu lalu, kantor immigrasi Jerman menyita kotak-kotak yang berisi 10.000 passport kebangsaan Syria. Diduga passport-passport tersebut dipakai oleh para organisasi Islam radikal untuk memasukkan para militannya yang bukan orang Syria ke dalam negara Eropa.


Parlemen Hungaria minggu ini dengan suara lebih dari 90% menyetujui legislasi baru untuk menghentikan arus pengungsi masuk dan lewat negaranya. Legislasi ini mengijinkan Hungaria memenjarakan siapapun yang masuk secara ilegal, makimun lima tahun perjara, dan para tentara diberi kuasa yang lebih besar untuk menjaga perbatasan. ”Perbatasan-perbatasan kita dalam bahaya, gaya hidup kita yang dibangun atas dasar menghargai hukum, Hungariadan seluruh Eropa dalam keadaan berbahaya,” PM Viktor Orban berkata di hadapan para parlemen.
Tidak hanya pemerintah Hungaria yang kuatis dengan keamanan dan masa depan negaranya, para pemimpin diplomat Polandia, Slovakia dan Republik Czek juga telah menolak usulan proposal Uni Eropa usulan dari PM Jerman – membagi jatah pengungsi.
Selain Spanyol, Hungaria adalah salah satu negara Eropa Katolik yang menderita berat di bawah penjajahan Otoman Empayer.
Hungaria mungkin menerapkan pepatah ini, ”Mereka yang gagal untuk belajar dari sejarah adalah dihukum untuk mengulanginya lagi” (George Santayana, Filsafat Spanyol 1863-1952), pepatah ini menjadi terkenal setelah dipakai oleh Churchill.

Referensi:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out.

Iklan

Posted on 22/09/2015, in Benua Eropa, Mengislamkan Barat and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: