Iran: Keluarga Saudi runtuh dalam 20 tahun, penasehat militer Iran berkata

“Lebih pahit daripada musibah Mina adalah prilaku tidak bertanggung jawab, tidak  Jendral Yahya Rahim Safavi penasehat militer Ayatollah Khameneiberprikemanusiaan dan prilaku tidak Islamiah raja Saudi,” Jenderal Yahya Rahim Safavi berkata, menurut kantor berita semi-negara Iran Fars News Agency.
“Kami berharap itu Allah berkehendak, Mekka dan Medina akanlah ada diatur oleh sebuah pemerintahan Islam kurang dari 20 tahun dari saat ini ketika tidak ada lagi keluarga Saudi,” Safavi berkata.

Bacaan berkait:


Safavi adalah penasehat militer bagi Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ayatollah Ali Khamenei adalah pemimpin tertinggi Iran, sebab president Iran dipilih dan digeser atas persetujuan Ali Khamenei. Ayatollah adalah jabatan tertinggi keagaamaan dalam Islam Shiah, seperti jabatan kepausan pada Gereja Roma Katolik.
Pada hari Minggu (27 September), Khamenei menuntut Arab Saudi “menerima tanggung jawabnya” atas tragedi kepanikan yang mematikan tersebut dan meminta maaf kepada negara-negara korban. Kantor berita Fars mengklaim bahwa korban yang meninggal adalah 2000 jiwa (bukan 769 seperti yang diberitakan oleh pemerintah Saudi).
Sikap kaku dan merasa lebih suci Kerajaan Saudi terhadap negara-negara Islam lainnya semakin disoroti di dunia Islam, khususnya setelah tragedi mematikan yang menimpa para pesiarah haji tahun 2015, hanya dalam dua minggu telah terjadi dua kecelakaan besar yang mematikan hampir 1000 (seribu) jemaah haji dan sekitar 1200 luka-luka.

Pemerintah Arab Saudi balik menuduh pemerintah Iran memakai tragedi tersebut untuk tujuan politik luar negeri Iran.

Sejak runtuhnya pemerintahan Saddam Hussein (Islam Sunni), suhu politik antara Republik Islam Islam (Shiah) dengan Kerajaan Saudi (Islam Wahhabi) semakin memanas. Perang Syria semakin memperjelas perebutan kepemimpinan di Timur Tengah, Islam aliran apa yang akan menguasai Timur Tengah.

Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. (Injil Markus 13:7-8, ITB)

Baca juga:

Referensi:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out.

Iklan

Posted on 30/09/2015, in Sunni VS Shiah and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: