NATO dan Russia memiliki beda arti untuk kalimat yang sama ”Memerangi Negara Islam Khalifat”

Propaganda Negara Islam SunniMemasuki hari kedua turun tangannya tentara Russia secara langsung di Perang Syria media internasional ramai dengan komentar protes negara-negara NATO atas serangan-serangan udara tentara Rusia di Syria: “Russia seharusnya menyerang hanya kelompok “Negara Islam Khalifat (NIK) bukan kelompok Islam Sunni lainnya.”
Pemerintah Russia membantah tuduhan negara-negara NATO, dan meyakinkan mereka, ”Russia hanya mentargetkan kelompok terrorist NIK.”


NIK dalam bahasa Arab dan dikenal di dunia Islam sebagai DAIISH (Dawlat al-Islamiyah f’al-Irak wa al-Sham) atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Abu Bakr al-Badhdadi telah merubah nama organisasinya dari NI Irak (2006) menjadi NI Irak dan Sham/ Syria (NIIS, 2013) dan kemudian membuang dua nama negara tersebut untuk menjadikan dirinya sendiri Khalifah dan menyebut gerakkannya sebagai “Negara Islam Khalifat” (Juni 2013).
Beda nama. Pemerintah Perancis tetap menyebut NIK sebagai ISIS, atau Pemerintah AS dan Britania menyebutnya ISIL, L untuk Levant. Penamaan yang berbeda-beda untuk kelompok Islam Sunni di bawah pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi terbukti bahwa poltikus Barat tidak mengikuti perkembangan agama Islam di Timur Tengah dengan baik atau menutup mata dengan kenyataan di lapangan. – Perpecahan pendapat para pemimpin Dunia tentang pergerakkan Islam di Timur Tengah, tentunya tidaklah mengherankan bahwa hasilnya adalah Timur Tengah semakin tidak menentu.


Laporan Perang Syria saat ini.
Russia: ”Kami telah mencegah para pejuang NI (Negara Islam) … di profinsi Hama, itu telah dihancurkan dalam serangan-serangan udara kami pada 30 September.”
”Lebih dari 50 pesawat terbang perang dan helikopter adalah bagian dari kekuatan udara Russia memukul target-target Negara Islam di Syria,” Jurubicara Menteri Pertahanan Konashenkov berkata.
President Vladimir Putin berbicara di depan orang-orang pemerintahnya pada hari pertama serangan tersebut berkata bahwa mereka telah menghancurkan pusat-pusat militer ”terrorist,” rumah-rumah persenjataan, pusat komando serta pabrik bom mobil kelompok NIK.
Tetapi pihak Pemberontak Sunni di Syria dukungan Barat, Suqur al-Jabal, melaporkan bahwa Russia juga telah menyerang pusat latihan militer mereka, termasuk menyerang kelompok Al-Nusra yang juga memerangi NIK. Itulah sebabnya Perancis mengingatkan Russia untuk hanya menyerang NIK.
Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Russia, menolak tuduhan tersebut, berkata Russia telah melihat sendiri ”mata ke mata” dengan AS tentang menyerang NIK dan al-Nursa.
Jurubicara Kramlim, Dmitri Peskov, nampak mengakui bahwa Russia telah mentargetkan tidak hanya NIK, berkata operasi-operasi tersebut dilakukan menurut sebuah daftar yang nampaknya telah disetujui oleh pihak pemerintah Syria, ”Para organisasi tersebut telah dikenali,” perkataan di kutip oleh media Russia. ”Target-target ditujukan dalam koordinasi dengan menteri pertahanan Syria.”

Sekarang nampak bahwa bagi Russia kalimat ”memerangi NIK” berarti memerangi semua kelompok Islam Sunni yang sedang mencoba menumbangkan President Shia Syria. Sedangakan Perancis kalimat yang sama berarti hanya gerakkan di bawah pimpinan Abu Bakr, sedangkan bagi AS, Front al-Nusra dan NIK tergolong kelompok Sunni Islam yang harus diperangi. Sedangakan pejuang Sunni Kurdistan di Syria yang ingin merdeka dari President al-Assad adalah netral. Campur tangan militer Russia secara langsung di Syria sepertinya pesan tegas Russia kepada negara-negara NATO dan Arab Sunni bahwa Kremlin tidak akan membiarkan Pemerintahan Shia tumbang di Syria. Satu hal yang perlu diingat adalah Suqur al-Jabal, Front al-Nursa dan NIK adalah lahir dari ibu organisasi yang sama yakni Al-Qaida.
Yeshua berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:28-30, ITB). “Jesus is the Answer for the World Today,” suatu lagu populer Kristen berkata, saat sekarang untuk memberikan kesempatan untuk ajaran Yeshua Ha Mashiah mewarnai dunia politik dan keimanan dunia yang sedang gelap dan tenggelam ini.

Bacaan berkait:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out.

Iklan

Posted on 02/10/2015, in Timur Tengah and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: