Perang Syria: Memasuki tahun kelima, Syria semakin jauh dari damai

Peta Territorial Perang Syria Januari 2015 Pertengahan tahun ini, saya berkenalan dengan sebuah keluarga pengungsi Syria asal Damaskus. Ayah dari tiga anak ini mengatakan kepada saya bahwa sejak awal demontrasi itu sudah nampak bahwa orang-orang yang turun kejalan tersebut adalah kelompok Islam Sunni radikal; ”Itu nampak dari bendera mereka dan slogan-slogan mereka,” insinyur pertambangan minyak ini berkata meneguhkan dugaan saya tahun 2001, bahwa Perang Syria adalah Perang kekuasaan antara Islam Suuni melawan Islam Shia.
Sekarang Perang Syria telah berlangsung 4 tahun 6 bulan. Menbaca laporan yang terjadi dilapangan dan pembicaraan para politikus dunia di PBB bulan Septermber kemarin nampak jelas bahwa Perang Syria tidaklah mungkin berakhir dengan segera, sebaliknya akan semakin parah dan melebar keluar Syria – negara-negara tetangga dan bahkan mengelobal.
Hal ini bisa terlihat dari perkembangan terakhir kelompok-kelompok yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam Perang Syria.
Tahun pertama Perang Syria hanyalah ada dua kelompok besar kekuatan bersenjata: Pemerintah Syria (Islam Shia) melawan kumpulan organisasi Islam Sunni di bawah naungan Al-Qaida (diantara mereka yang besar adalah Front Pembebasan Syria, Negara Islam Irak Syria (NIIS/ ISIS), Front al-Nusra. Militan) dan Sunni Kurdi-Syria,
President al-Assad mendapat dukungan persenjataan dan politik dari Iran dan Rusia; sedangankan kelompok oposisi mendapat bantuan yang sama dari Persatuan Liga Arab, Turki, dan negara-negara Barat yang tergabung dalam NATO.

Kelompok pejuang Sunni terpecah menjadi 4 kelompok besar; Pejuang Kurdi (ingin merdeka), NIIS, Al-Nusra, Pemberontak. Dan mereka saling berperang, khususnya NIIS (sekarang menjadi NIK) memerangi ketiga kelompok lainnya.

Berubahnya NIIS yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Bagdadi menjadi ”Negara Islam” (Pertengahan 2013) dan memproklamasikan dirinya sendiri sebagai Khalifah (artinya: pemimpin tertinggi seluruh dunia Islam) bukan hanya membuat semakin tidak menentunya Perang Syria, tetapi semakin melibatkan Pemerintah Shia Iran (satu-satunya negara Islam yang bertitel ”Negara Islam.” Itu melahirkan konflik ”Ajatollah vs Khalifat.”
Lahirnya NIK telah membuat Pemerintah Iran terlibat perang secara langsung, tidak hanya di Syria tetapi juga di Irak. Sebelumnya Iran hanya memakai organisasi Islam Hisbolah untuk berperang menolong Assad.
Perang Syria telah menyebabkan lebih dari 50% pendudunya menjadi pengungsi.


Pertengahan 2015. Sementara para pemimpin Uni Eropa (kebanyakan adalah anggota NATO) panik dan terpecah karena kebanjiran pengungsi (korban perang dan ”perbaikan ekonomi”), President Putin mengirim persenjataan canggihya ke Syria, termasuk sejumlah tentara Russia untuk menopang president Assad yang hampir sekarat diserang oleh NIK, Al-Nursa dan Pemberontak. Kelompok yang terakhir, disebut Barat sebagai kelompok ”Sunni Muslim moderat,” adalah kelompok yang sampai saat ini mendapat bantuan militer dari Arab dan Pemerintah Barat. Seperti saya telah sebut di atas, ketiga kelompok militan Sunni ini lahir dari al-Qaida, organisasi Islam yang didirikan oleh Osama bin Laden, suatu organisasi yang sangat aktif menterror negara Barat.
Perkembangan terakhir di Syria adalah pilot-pilot Russia terlibat aktif menghancurkan musuh-musuh Assad, untuk menetralkan kekuatan ”oposisi” yang dibantu pilot-pilot NATO (Barat). Rabu, 30 September adalah serangan udara Rusia pertama diluar negara bekas Persatuan Russia sejak pendudukan Rusia atas Afganistan di tahun 1979.
President Perancis, berjanji untuk memperkuat operasi kekuatan udaranya di Syria membantu kelompok ”Sunni Muslim moderat” atau kelompok ”Pemberontak.”

Sejak tahun pertama Perang Syria bukanlah “Perang Sipil,” sebab para militan Sunni berasal dari luar negara Syria.
Banyak orang Kristen percaya bahwa Perang Syria ini adalah proses penggenapan nubuatan Alkitab mengenai ”Keruntuhan Damsyik/ Damaskus” tertulis pada kitab nabi Yesaya 17:1-3 dan nabi Yeremia 49:23-27.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out.

Iklan

Posted on 02/10/2015, in Timur Tengah and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: