Mantan Muslim Somalia: Kuran mengungkap agama yang tidak saya sukai

Dalam hal inilah kasih Elohim sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4:17-18)

Mona Walter bersaksi di CBN NewsMona Walter, wanita Muslim Somalia yang berimigrasi ke Swedia. Di negara baru ini, dia baru bisa membaca secara langsung kitab Kuran dan mengerti lebih jelas tentang agama Islam. Namun yang membuat ia lebih terpukul adalah menemukan bahwa di negara bebas Swedia ia mendapat aniaya dari orang-orang Muslim sendiri karena menceritakan isi Kuran kepada mereka. Mona Walter memiliki web blog dan bisa dihubungi: http://monawalter.blogg.se/

Video kesaksian Mona Walter: Ex-Muslim: Koran Revealed a Religion I Did Not Like
Text kesaksian bahasa Indonesia di bawah ini adalah hasil terjemahan saya dari sumber aslinya CBN.com, lihat link di atas. Selamat menikmati dan salam sejahtera, The Camel Speaks Out


GOTHENBURG, Swedia – Mona Walter sedang pada sebuah misi. Misinya adalah untuk lebih banyak Muslim mengetahui apa yang ada dalam Kuran. Dia mengatakan jika para Muslim lebih mengetahui apa yang berada di dalam Kutan, lebih banyak (Muslim) akan meninggalkan Islam.
Walter datang ke Swedia dari Somalia sebagai pengungsi perang saat berumur 19. Dia mengatakan dia sangat bersemangat tentang menggabungkan diri dalam sebuah negara Eropa modern dengan hak-hak yang sederajat bagi para perempuan. Tapi sebagai seorang wanita Muslim yang muda, itu bukanlah Swedia yang dia hadapi.
Pengantar kepada Islam yang sesungguhnya
Di Swedialah ia pertama kali menghadapi Islam radikal setiap hari.
“Saya menemukan Islam pertama kali di Swedia. Di Somalia, Anda hanyalah seorang Muslim, tetapi lahir kedalam Muslim tanpa mengetahui Kuran. Tetapi kemudian Anda datang ke Swedia dan Anda pergi ke masjid dan disana ada Kuran, jadi Anda harus menutupi tubuh Anda dan Anda harus menjadi seorang Muslim yang baik.”
Walter mengatakan ia telah dibesarkan di Somalia dan tidak pernah membaca Kuran.
“Saya sebelumnya tidak tahu bahwa saya adalah bagian dari itu. Saya sebelumnya tidak tahu siapa Mohammed adalah. Saya sebelumnya tidak tahu siapa Allah adalah. Jadi, ketika saya menemukan (hal-hal tersebut), saya terganggu. Saya sedih dan saya kecewa,” wanita ini mengingat.

Dan itu adalah di Swedia Walter mengatakan ia menemukan Allah adalah ilah yang membenci, dan bahwa Islam bukanlah agama damai.
“Itu adalah tentang membenci dan membunuh orang-orang yang tidak setuju dengan Islam. Ini adalah tentang menaklukkan. Mohammed, ia tidak bermoral. Dia adalah seorang manusia yang haus darah. Dia adalah orang yang mengerikan, dan para Muslim dapat membaca itu dalam biografinya — apa yang dia telah lakukan kepada orang-orang Yahudi, bagaimana dia memperkosa para wanita, bagaimana ia membunuh orang-orang. Saya maksudkan, dia membunuh semua orang yang tidak setuju dengan dia,” wanita Somali ini menerangkan.
Karena kecewa, Walter meninggalkan Islam dan menjadi seorang ateis, sampai suatu hari seorang anggota keluarga mendorongnya untuk membaca Alkitab. Ia masih ingat pertama kali ia membaca Matius 5:44, di mana Yeshua berkata, “Kasihilah musuhmu dan Berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Kristianiti, Perspektif Baru
“Itu sangat aneh bagi saya untuk “kasihilah musuhmu,’ karena di dalam Islam adalah ‘bunuhlah musuhmu.’ Bunuhlah musuhmu dan siapa pun yang menolak Islam.’ Tetapi Yeshua Ha Mashiah adalah semuanya tentang kasih dan perdamaian dan pengampunan dan toleransi, dan untuk beberapa alasan, saya memerlukan itu,” katanya.
Mona pergi untuk menemuai Pendeta Fouad Rasho dari Gereja Alliansi (Missi Swedia) seorang imigran Syria yang melayani para mantan Muslim di Swedia.
“Dia mulai percaya dan dia datang kepada saya. Dan itu adalah permulaan dari kepercayaannya,” pendeta ini berkata.
Ketika ia menerima Mashiah, Walter berkata ”Saya merasa sangat bahagia, penuhi dengan sukacita, dan saya menerima Yeshua Ha Mashiah.”
Walter mengatakan Adonai telah memberinya sebuah beban bagi para Muslim yang masih belum mengetahui kebenaran tentang Islam. Dan ia mulai belajar Kuran, dan mulai menyalin ayat-ayat dari Kurana dan menyerahkan ayat-ayat tersebut di jalanan untuk wanita-wanita Muslim.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan Berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, …” – Yeshua Ha Mashiah (Matius 5:44-45)


Menyelamatkan para Muslim dengan Kebenaran
“Kadang-kadang mereka mendengarkan dan kadang-kadang mereka menjadi sangat marah, dan saya katakan kepada mereka, ‘kamu tahu suamimu memiliki hak untuk memukulmu jika kamu tidak taat kepadanya’ Dan mereka berkata, ‘Tidak, itu (Kuran) tidak mengatakan begitu.’ ‘Ya, itu berkata demikian.’ Saya berpikir jika saya memberitahu mereka tentang Muhammad dan tentang Kuran dan allahnya Islam ini yang membenci, yang membunuh, yang mendiskriminasikan para wanita, mungkin mereka akan memiliki pilihan dan meninggalkan (Islam),” Mona menjelaskan.
Tapi di dalam benar-secara-politiknya Swedia, Walter telah mendapat serangan hanya karena mengulangi apa yang ada (tertulis) di dalam Kuran.
“Saya sudah ada dipanggil sebagai seorang ‘Islamophobe’, dan ya [mereka mengatakan kepadaku], ‘Kamu telah dibeli,’ ‘Kamu keluarga Negro,’ dan hal-hal seperti demikian, hal-hal yang tidak menyenangkan,” katanya.
Dia juga telah disebut seorang rasist. Walter memperingatkan bahwa radikalisme Islam adalah ancaman serius di Swedia, dan mengatakan masyarakat Swedia seharusnyalah lebih peduli tentang para perempuan yang terjebak di dalam Islam.
“[Orang-orang Swedia] akan berpikir, ‘Oh, kita berada di Swedia; kita memiliki kebebasan beragama,’ tetapi para wanita Muslim tidaklah memiliki kebebasan beragama. Mereka hidup di bawah hukum Allah (hukum Sharia), bukan di bawah hukum Swedia. Jadi mereka (warga Swedia) beranggapan setiap orang memiliki kebebasan beragama. Kami tidak memiliki kebebasan beragama. Itu bukan untuk para wanita Muslim. Itu untuk setiap orang lainnya,” Walter berargumen.

“Para Muslim biasanya adalah orang-orang baik seperti setiap orang lainnya. Tetapi ketika mereka membaca Kuran, kemudian (mengikutinya) mereka menjadi sebuah mesin pembunuh.”Mona Walter; ex-Muslim Somalia

Walter hidup dibawah ancaman-ancaman kematian dan kadang-kadang berpergian dengan perlindungan polisi.
Ia ingin menunjukkan kepada kami wilayah-wilayah Muslim sekitar Gothenburg, tetapi ia haruslah terlebih dahulu berpakaian seperti seorang Muslim (hanya matanya yang kelihatan). Ia percaya jika ia menunjukkan wajahnya, ia pastilah ada diserang.
”Saya tidak akan pernah dapat pergi ke wilayah-wilayah itu seperti apa adanya saya, daging dan darah Mona. Saya pastilah tidak akan pernah keluar dari sana tetap hidup,” ia berkata.
”Maksudku, para Muslim biasanya adalah orang-orang baik seperti setiap orang lainnya,” ia melanjutkan, ”Tetapi ketika mereka membaca Kuran, kemudian (mengikutinya) mereka menjadi sebuah mesin pembunuh.”
Ini yang disebut NIIS (ISIS) atau al-Shabab atau Bokko Haram, mereka tidak seperti para ekstrimis. Mereka tidak fanatik. Mereka hanyalah (tepatnya) para Muslim yang baik, para Muslim yang baik yang mengikuti ajaran-ajaran Islam. Nabi Muhammad, ia melakukan itu. Mereka (para anggota organisasi Islam yang Mona sebut tersebut) sedang melakukan apa yang Muhammad telah lakukan,” Mona menjelaskan.
Walter sekarang menggunakan video-video dan presentasi-presentasi untuk menyebarkan pesannya. Dan dia mengatakan dia tidak akan berhenti, meskipun hidupnya ada dalam bahaya. TAMAT.

Pesan dari saya:

  • Kepada orang Kristen. Bagi Anda yang mengikuti ajaran Yeshua Ha Mashiah, berdoalah untuk keselamatan dan kesejahteraan Mona Walter, dan orang-orang Kristen lainnya yang aktif di dalam memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang Muslim. Berdoalah juga agar mereka dipenuhi kasih dan belas kasihan Elohim dan dipimpin oleh Roh Kudus di dalam pemberitaan mereka.
  • Kepada orang Muslim. Akhir Jaman sudah dekat, seperti nampak dalam kehidupan sehari-hari: tingkat imoraliti yang semakin tinggi, deru perang dan benca alam dimana-mana. Saatnya Anda sekarang untuk lebih takut kepada Elohim dan Hari Penghakiman-Nya daripada takut akan ancaman manusia. Terimalah dan akuilah Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus) sebagai Adonai dan Juruselamatmu, maka Anda akan ditinggikan Elohim pada Hari Penghakiman, seperti tertuli pada Kuran Al-Imran (surah 3) ayat 42-57

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out.

Iklan

Posted on 05/10/2015, in Kesaksian mantan Muslim and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: