Mengapa Rumah Sakit DWB di Kunduz Afganistan dibom Amerika Serikat?

Rumah Sakit Doctors Without Borders di Kunduz dibom oleh Amerika Serikat”Hari ini pemerintah AS (Amerika Serikat) telah mengakui bahwa itu adalah serangan udaranya yang menghantam Rumah Sakit (RS) kami di Kunduz dan menewaskan 22 pasien dan karyawan MSF,” Direktur Umum Medicins Sans Frontieres (MSF) Christopher Stokes berkata pada laporan DoctorsWithoutBorders.org (DWB) tertanggal 5 Oktober 2015. MSF lahir di Perancis, untuk Amerika Utara (Kanada dan AS organisasi ini dikenal dengan nama Doctors Without Borders.
”Penjelasan mereka (pemerintah AS) tentang serangan tersebut terus-menerus berubah – dari kerusakan kecil ke celakaan yang tragis, dan sekarang mencoba untuk melepakan tanggung jawab kepada pemerintah Afganistan,” Mr. Stokes berkata berkaitan dengan pernyataan Jenderal AS John F. Campbell hari Senin, yang mengatakan serangan udara dilakukan atas permohonan tentara Afganistan, bukan Amerika.


Organisasi Doctors Without Borders (DWB) yang memayungi organisasi MSF telah menuduh militer AS membom RS mereka di Kunduz secara sengaja, sebab MSF telah melaporkan posisi mereka (kordinat GPS) secara jelas termasuk letak RS, rumah tamu, kantor dan tempat rehabilisasi kepada semua pihak yang bertikal berbulan-bulan sebelumnya, khusunya pada 29 September.
Peristiwa pemboman. Pukul 2:10 pagi waktu setempat pada hari Saptu 3 Oktober, RS mereka mendapat serangan udara beberapa kali mengakibat 22 tewas, termasuk beberapa karyawan RS, dan 37 luka-luka berat, 19 dari mereka adalah karyawan MSF.
Sejak konflik terjadi antara militan Taliban (yang mencoba menguasai Kunduz) dengan militer Afganistan MSF telah merawat 394 orang yang terluka. Saat RS mereka di serang ada 105 pasien dan lebih dari 80 pekerja MSF baik nasional maupun internasional


”Tidak ada alasan apapun menentang para pasien, para pekerja perawatan dan fasilitas-fasilitas kesehatan,” Joanne Liu, president organisasi sukarelawan ini menyatakan.
Liu dan para karyawan Doctors Without Borders menyatakan bahwa fasilitas mereka tersebut telah dikenal baik dan koordinat GPSnya telah terus-menerus diberikan kepada militer AS dan Afganistan sebelum dan saat serangan.
”Kami perlu jawaban, tidak hanya untuk kami tetapi untuk semua orang yang membantu korban konflik baik perawatan maupun kemanusiaan dimanapun di Dunia,” DWB menuntut

Referensi:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out.

Iklan

Posted on 07/10/2015, in Akhir Jaman, Benua Asia & Pasifik and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: