Apakah Paus Francis I (kesatu) orang Kristen?

Perhatikanlah, hendaklah kamu tidak menolak Dia yang berfirman, karena jika mereka yang menolak dia yang memberi peringatan di atas bumi (merefer ke nabi Musa), tidak luput, terlebih lagi kita yang berpaling dari Dia yang dari surga (merefer ke Adonai Yeshua) (Ibrani 12:25), lihat Ib 10:29-31

Paus Francis I tidNama asli Paus Francis I Jorge Mario Bergoglioaklah diragukan bahwa ia bergerak lebih cepat  dan lebih terang-terangan dibanding dengan para paus sebelum dirinya, hanya kurang dari tiga tahun ia menjabat sebagai Paus Gereja Roma Katolik, dunia keagamaan dan politik telah digemparkan dengan kebijakan-kebijakan Paus

Francis I. Jorge Mario Bergoglio (nama asli dari Paus Francis I) adalah satu-satunya Paus, sepanjang sejarah kepausan Roma Katolik, yang pernah berceramah di depan Kongres Amerika Serikat.
Paus adalah pemimpin tertinggi dari Gereja Roma Katolik (GRK), dan bahkan ada Gereja-gereja di luar denominasi Roma Katolik yang menganggap Paus sebagai pemimpin utama sinode mereka. Namun apakah Paus Francis I adalah orang Kristen? “Suatu pertanyaan yang konyol!,” Anda mungkin berkata demikian.
Bagi seorang kontruksi bangunan, mempertanyakan bagaimana fondasi dari sebuah gedung percakar langit yang akan dibangun oleh seorang arsitek adalah fital dan tidak bisa diabaikan, sebab keselamatan pemakai gedung lebih penting dari pada keindahan gedungnya.


Artikel ini akan menunjukkan beberapa catatan berita tentang perkataan dan perbuatan Paus Francis I dalam pelayanannya sebagai pemimpin rohani, yang kita bisa pakai sebagai alat katalisator.
Sebelum kita melihat artikel-artikel tersebut untuk menjawab pertanyaan kita, perlu bagi kita mengetahui terlebih dahulu apa artinya ada sebagai “orang Kristen.” Firman Elohim adalah standard acuan yang paling tepat untuk dipakai pada masalah yang sedang kita bahas ini.
Kitab Kisah para Rasul atau Book of Acts (Kitab yang mencatat perbuatan-perbuatan para Rasul) mencatat bagaimana lahirnya kata ”orang Kristen,” tertulis:

”Dan Barnabas pergi ke Tarsus untuk mencari Saulus. Dan ketika menemukannya, dia membawanya ke Antiokhia. Dan terjadilah selama setahun penuh, mereka berkumpul bersama dalam jemaat dan mengajar kerumunam orang yang cukup banyak. Dan, para murid itu disebut Kristen untuk pertama kali, di Antiokhia.” (Kis 11:25-26).
Barnabas adalah “seorang yang baik dan penuh dengan Roh Kudus dan iman” (Kis 11:24), ia diutus oleh Jemaat di Yerusalem untuk memfollow-up pemberitaan ”Injil Adonai Yeshua” yang diberitakan oleh orang-orang beriman dari Siprus dan Kirene di kota Antiokhia, Syria (a. 20). Jemaat bertambah, sehingga Barnabas memerlukan Saulus, ahli Kitab Suci, demi memperlengkapi jemaat tersebut menjadi jemaat yang Injil yang berakar dari ajaran Yeshua, para nabi dan para rasul.
Saulus yang dikemudian hari dikenal sebagai Rasul Paulus telah menjadi pengikut Yeshua setelah perjumpaannya yang supernatural dengan Adonai Yeshua di dekat Damaskus, ibukota Syria. Tarsus dan Antiokhia adalah kota-kota di Syria pada saat itu.

Jadi murid-murid ini disebut ”orang-orang Kristen” karena iman dan gaya hidup mereka mengikuti ajaran Injil Yeshua. Secara sederhana, orang Kristen adalah orang yang percaya dan mengikuti ajaran Adonai Yeshua.

Selama satu tahun penuh Barnabas dan Saulus memuridkan orang-orang yang baru percaya Injil Yeshua. Jadi murid-murid ini disebut ”orang-orang Kristen” karena iman dan gaya hidup mereka mengikuti ajaran Injil Yeshua. Secara sederhana, orang Kristen adalah orang yang percaya dan mengikuti ajaran Adonai Yeshua.


Sekarang kita melihat apakah Paus Francis I adalah percaya dan mengikuti ajaran Adonai Yeshua, dapatkah ia disebut orang Kristen atau bahkan sebagai pemimpin Kristen.
Telah banyak video dan artikel (pro dan kontra) dibuat tentang Paus Francis I, namun yang terbaik untuk menilai siapakah sebenarnya beliau, adalah perkataan dan perbuatan beliau sendiri, sebagaimana Adonai Yeshua berkata:
”Sebab setiap pohon dikenali dari buahnya, karena bukan dari semak duri mereka mengumpulkan buah ara, ataupun dari belukar mereka mengumpulkan buah anggur.
Orang yang baik mengeluarkan hal yang baik dari perbendaraan hatinya yang baik, dan orang yang jahat mengeluarkan hal yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat, karena mulutnya mengucapkan apa yang meluap dari hatinya.” (Lukas 6:44-45)
Dari Firman Elohim ini kita bisa melihat bahwa perkataan dan perbuatan (buah) ditentukan oleh hati manusia.
Dibawah ini adalah beberapa contoh artikel yang mencatat perkataan dan perbuatan Paus Francis I dalam pelayanannya:


1. Doa Bapa Kami (Matius 6:9-13).
Setiap orang Kristen tahu dan umumnya hafal di luar kepala Doa tersebut. Saya sejak SD sudah hafal Doa ini sekalipun bukan orang Kristen saat itu. Saya berasal dari keluarga bukan-Kristen; usia 16 tahun saya baru menjadi orang Kristen, dan satu-per-satu kami semua menjadi Kristen.
Awal Oktober 2015, Paus Francis I memimpin Doa Bapa Kami dilapangan terbuka di Amerika Serikat, ia membaca Doa tersebut dari text bahasa Inggris. Video menunjukkan bahwa Paus entah kenapa tidak melanjutkan Doa tersebut. Namun yang lebih serius adalah ia merubah kata yang sangat penting, ia berkata: “Datanglah Kerajaan-Mu di Neraka seperti di Sorga. …” Seharusnya berbunyi: Datanglah Kerajaan-Mu di Bumi seperti di Sorga.” Lihat video ini: POPE FRANCIS Says “HELL” During Lord’s Prayer & CAN’T FINISH! 
Kalimat yang keluar dari mulut Paus ini menyatakan bahwa ia bukan hanya sekedar menolak Kerajaan Elohim terjadi di bumi, dimana Bapa Sorgawi ingin itu terjadi atas manusia yang hidup di Bumi, lebih lagi paus ini menolak secara tegas Kerajaan Elohim yakni otoritas dan kekuasaan Elohim sebagai Penguasa semesta alam. Kalimat yang paus katakan tersebut adalah suatu bentuk penghujatan besar kepada Bapa Sorgawi, jika dilihat dari sisi Firman Elohim.

2. Siapakah sebenarnya Lucifer, Setan atau Elohim?
Alkitab menulis Lucifer (Latin) atau Helel (Ibrani) berarti “the morning star;” alias Setan, yang awal mulanya adalah salah satu pemimpin dari antara malaikat terang di Sorga. Lucifer kemudian dibuang Elohim ke bumi karena memberontak ingin menjadi serupa Elohim. Baca Yesaya 14:12-17 dalam terjemahan LXXE (Septuagint English, Geneva, KJV.
Di St. Petrus Basilika, Paus memimpin Doa Misa dalam bahasa Latin; menyebut Elohim sebagai Lucifer dan Ha Mashiah (Kristus) sebagai putra Lucifer (Vatikan, 27 April 2014). Ini adalah doa klasik Gereja Roma Katolik, namun menjadi heboh sebab baru kali ini di videokan dan sengaja dimuat di publik (analogi: seperti gerakkan Negara Islam Khalifat yang memfilmkan perjalanan eksekusi bagi para lawannya). Dari text terjemahan bahasa Inggrisnya Anda bisa mengerti isi doa misa tersebut. Lihat: Pope Francis Declares Lucifer As God


3. Perlukah orang Kristen memiliki hubungan pribadi dengan Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus)?
Firman YAHWEH menunjukkan bahwa itu perlu sekali dan bahkan Elohim sendiri menghendaki hal itu terjadi. Baca: Yohanes 15:4-27, pasal ini diapit oleh pasal 14 dan 16, dimana Yeshua menjanjikan Roh Kudus (Roh Elohim) kepada setiap pengikut-Nya. Yeshua jelas merefer Yohanes 15 ini dari kitab Nabi Yehezkiel 15, peringatan bagi umat-Nya yang tidak mau mengandalkan Dia (perhatikan Yez 15:8).
Namun Paus Francis I berkata: “Memiliki hubungan pribadi langsung dan segera dengan Yeshua Ha Mashiah diluar lingkungan dan mediator dari Gereja (Roma Katolik) adalah pencobaan-pencobaan (temptations) yang berbahaya dan merusak (Vatikan, 25 Juni 2014). Lihat: POPE says Personal Relationship with Jesus VERY DANGEROUS & HARMFUL – Must Share!!

4. Apakah artinya Penyaliban dan Kebangkitan Yeshua menurut Firman YAHWEH? Paus Francis I dengan tongkat tubuh Yesus pada salib benkok
Rasul Petrus berkata itu penting sekali bagi orang beriman, selain dosa kita telah Yeshua tanggung di kayu salib, salib Yeshua memampukan orang Kristen untuk hidup di dalam kebenaran, tambahan dari itu, luka-luka Yeshua (penyiksaan yang Ia terima sebelum penyaliban) telah menyembuhkan seluruh penyakit kita (1 Pet 2:23-25). Salib Mashiah melayakkan kita beribadah secara langsung kepada Elohim yang hidup, dan memiliki kepastian kehidupan kekal, kata penulis kitab Ibrani (Ib 9:13-15). Rasul Paulus menggambarkan penyaliban Yeshua sebagai kekuatan Elohim: “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Elohim. (1 Korintus 1:18)
Paus Francis melihat karya salib Yeshua berbeda dengan Firman YAHWEH. Di gereja St. Patrick Cathedral di New York ia berkata, “Kita adalah pengikut Yeshua (Jesus) …, dan bicara secara manusawi, telah berakhir dalam kegagalan, kegagalan Salib.” (September 2015). Lihat: Blasphemy! “Jesus’ life ended in failure, the failure of the Cross…” Pope Francis

Inikah sebabnya mengapa dalam Gereja Roma Katolik tubuh Yeshua masih tetap tergantung di kayu salib, seperti nampak di patung-patung, kalung-kalung dan dekorasi rumah? Benarkan bahwa Setan masih tetap menang atas Adonai Yeshua? Alkitab menyatakan bahwa Kebangkitan Yeshua adalah bukti kekalahan Setan.

5. Praktek hubungan homosex dosa atau tidak dimata Elohim?
Setiap orang Kristen telah tahu sejak di Sekolah Minggu mengenai sejarah penghakiman Elohim atas kota Sodom dan Gomorah (Kejadian 18:16 sampai 19:29). Rasul Petrus berkata peristiwa Sodom dan Gomorah ini adalah “suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian” (2 Pet 2:6). Dan, Janganlah disesatkan: … bukan pezina, bukan banci, bukan homoseks … yang akan mewarisi kerajaan Elohim,” Rasul Paulus mengingatkan jemaat (1 Korintus 6:9-10).
Di depan para wartawan, Paus Francis yang membawahi seluruh Kardinal, Uskup Agung, Uskup dan para pendeta Katolik, menjawab pertanyaan tentang para pendeta Katolik yang praktek homosexual dengan kalimat ini, ”Jika seseorang adalah gay (homo) dan ia mencari Adonai (the Lord) dan memiliki kehendak yang baik, siapakah saya untuk menghakimi?” (Brazil, Juli 2013). Namun Paus menolak berkomentar tentang kemungkinan wanita menjadi pendeta; namun menjadi jelas ketika seorang pendeta Katolik yang kedapatan menikah dengan seorang wanita, pendeta ini segera dipecat. Lihat: Pope Francis on gays: Who am I to judge?

Paus Francis membuktikan dukungannya secara terang-terangan kepada para pelaku praktek homosex, tidak hanya bagi para pemimpin Katolik namun juga kepada setiap jemaat Katolik, dengan mengumpulkan semua bawahannya dalam sebuah konferensi satu minggu khusus membahas masalah pernikahan dan sex tersebut. Sedemikian besarnya dukungan Paus atas kehidupan homosex ini, sehingga majalah LGBT Amerika Serikat, The Advocate, menamai Paus Francis I sebagai “Tokoh Tahun 2013” mereka.

6. Bagaimana konsep Paus Francis tentang Teori Darwin / Teori Evolusi? Paus Francis I membawa Piringan Matahari
Charles Darwin adalah seorang Atheis, ia menolak adanya Elohim dan ia percaya manusia berevolusi dari monyet.
Paus percaya manusia tercipta sesuai Teori Evolusi, ia menyebut kisah Penciptaan di kitab Kejadian seperti kisah seorang tukang sulap dan tidak mungkin, ”Ketika kita membaca tentang Penciptaan di kitab Kejadian, kita menjalankan resiko membayangkan Elohim adalah seoragn tukang sulap, dengan tongkat sulap tidak dapat melakukan apapun.” (3 November 2014). Lihat: WARNING !!! Pope Calls Jesus and the Bible a LIE !!! False Prophet EXPOSED !!!
Kejadian pasal 1 menjelaskan bagaiman Elohim menciptakan alam semesta, bumi dan segala isinya. Dan pada kitab Wahyu (kitab nubuatan Akhir Jaman) tertulis bahwa akan datang malaikat Elohim memperingati manusia yang tidak mengakui Elohim sebagai Pencipta: Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Elohim dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” (Wah 14:6-7)
Teori Evolusi pertama kali diterima di dalam Gereja Roma Katolik pada kepemimpinan Paus Yohanes II.

7. Siapakah Paus Francis I sebelum menjadi Paus?
Catatan sejarah yang jujur tentang Paus Francis I dapat dilihat pada pernyataan Professor Michel Chossudovsky, president dan direktur the Center for Research on Globalization: Sebelum menjadi Paus, Jorge Mario Bergoglio (nama asli Paus Francis I) adalah Jendral Jesuit dan Uskup di Argentina adalah orang yang secara langsung terlibat dalam “Perang Kotor” Argentina (1976-1983). Kudeta yang dipimpin oleh Jendral militer Jorge Videla tersebut mendapat dukungan langsung dari Jendral Jesuit Argentina. Sekitar 30.000 jiwa lenyap, akibat penyiksaan dan penculikan, di dalamnya termasuk beberapa pendeta Katolik dan dua pendeta Jesuit yang menolak kerja sama Vatikan dengan diktator militer Argentina juga turut dilenyapkan, laporan menulis. Lihat video dan tulisan laporan ini:

Silahkan Anda memutuskan sendiri, apakah Paus Francis I orang Kristen atau bukan. Silahkan beri komentar Anda.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 19/10/2015, in AGAMA Roma Katolik and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Hallo Murtadin hamba YAHWEH,
    Menurut saudara sendiri “apakah Penulis Blog ini mengasihi dan menghormati Elohim Israel”?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: