“Saya Tinggal di YERUSALEM” oleh Ludwig Schneider

Kota Yerusalem abad pertama ADSejak Hari Perayaan Pondok Daun 2015, kota suci Yerusalem telah menjadi berita utama di media internasional bahkan sampai saat terjemahan ini dibuat. Persengketaan Kota Suci kuno Yerusalem antara Negara Israel dengan orang-orang Arab Palestina telah mengundang campur tangan para pemerintah dunia. Ludwig Schneider, sebagai seorang Yahudi yang beriman kepada Yeshua ha Mashiah (Messianic Jew), melihat konflik ini sebagai proses penggenapan nubuatan Akhir Jaman. Artikel ini diambil dari Majalah Israel Today berjudul ”I live in JERUSALEM” terbitan bulan Januari 2015, saya pikir tulisan beliau sangat baik untuk dibaca dan direnungkan oleh semua pihak – politikus, sejarawan, dan khususnya rohaniwan – sebab Mr. Schneider mengkaitkan tulisannya dengan baik sekali antara konflik perebutan Kota Yerusalem saat ini, dengan sejarah dan nubutan Alkitab tentang Akhir Jaman. Beliau adalah pendiri dari Majalah Israel Today. Kalimat dalam kurung siku berasal dari saya, penterjemah. Salam sejahtera, The Camel Speaks Out.


Talmud menyatakan bahwa “sepuluh ukuran keindahan telah diberikan kepada dunia. Sembilan dari mereka diambil oleh Yerusalem dan satu oleh seluruh dunia. Dengan cara yang sama, sepuluh ukuran penderitaan yang diberikan kepada dunia. Sembilan dari mereka juga diambil oleh Yerusalem dan satu oleh seluruh dunia” (Traktat Kiddushim 49:2).
Yerusalem adalah rumah saya dan saya menikmati tinggal di sini. Washington megah dan London royal, tetapi Yerusalem jauh lebih indah. Kecantikan Yerusalem datang dari Elohim dan itu hanya dapat dikenali melalui Roh Kudus.
Tapi saya juga menderita dengan Yerusalem, karena Kota Kudus ini menjadi monumen perenungan bagi bangsa-bangsa. Dan Gunung Bait Suci (the Temple Mount) yang disengketakan di hatinya telah menambah perhatian setiap orang.


Kita lihat itu pada jaman kita, sebuah nubuantan akhir jaman yang penting sedang mulai ada digenapi, ”Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu/ tempayan yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening [trembling door-posts to all the nations round about; LXXE]; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu [a very heave stone; LXXE, Geneva, HCSB] untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya. (Zakharia 12:2-3, ITB)
Elohim sendirlah yang membuat Yerusalem pasu yang memusingkan bagi semua negara-negara Muslim sekitarnya. Pada cara yang sama, YAHWEH-lah yang membuat Yerusalem “sebuah batu yang berart bagi seluruh bangsa” (dengan kata lain, Persatuan Bangsa-bangsa).


Siapa pun yang terguncang dari keracunan tidak dapat lagi berpikir jernih, dan orang seharusnya tidak menyusun atau menandatangani perjanjian dengan orang yang demikina. Bangsa-bangsa yang menemukan masalah Jerusalem menjadi beban yang sedemikian rupa ingin menghapus janji-janji yang telah diberikan kepada Israel oleh Elohim, demi perdamaian dengan para Muslim. Pada akhirnya mereka akanlah melukai diri mereka sendiri. Israel tidak dapat menyerahkan kedaulatan di Yerusalem untuk para Muslim. Sebagaimana Pemazmur menyatakannya:
Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! (Maz 137:5) [ayat 6: “Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku!” [artinya jika ia tidak menjadikan Elohim Israel sebagai puncak sukacitanya, lihat Maz 43:4]


Dalam bangkitnya kebijakan-kebijakan permukiman Israel dan serangan-serangan terrorist Islam Palestina, Elohim telah menyebabkan Dunia berfokus pada Yerusalem selama masa-masa akhir ini. Para Muslim bersikeras bahwa Yerusalem tidaklah pernah ada sebagai kota bangsa Yahudi, dan tidak satu batu pun pada Gunung Bait Suci adalah asli Yahudi. Dan bangsa-bangsa yang disebut “Kristen,” yang seharusnya tahu dari pembacaan Alkitab mereka bahwa Jerusalem adalah kota kekal Elohim, namun demikian memberi suara melawan pada Majelis Umum PBB karena takut akan negara-negara Muslim dan ancaman Islam terrorisme. Tetapi Elohim telah memilih Yerusalem (2 Tawarikh 6:6) dan akan sekali lagi memerintah dari Sion, dan Firman YAHWEH akan keluar dari Yerusalem (Yesaya 2:3). Pada sisi lain, Yerusalem tidak disinggung di Kuran satu kali pun.


Orang-orang yang tidak menerima Alkitab sebagai absolut (mutlak) sedikitnya mengakui fakta-fakta sejarah yang membuktikan Yerusalem adalah selalu Ibukota dari Negara Yahudi:
1800 BC – Abraham [Orang Ibrani pertama; Kej 14:13] diperintahkan untuk mengorbankan Ishak pada Gunung Moriah (Yerusalem)
1000 BC – Raja David (Daud) menjadikan Yerusalem ibukota Israel
969-930 BC – Raja Solomon memdirikan Bait Elohim di Yerusalem
586 BC – Raja Nebuchadnezzar Babilonia menghancurkan Bait tersebut
520-515 BC – Pembangunan kembali Bait Elohim
169 BC – Raja Antiochus IV Yunani menajiskan Bait Elohim
165 BC – Keluarga Maccabees menguduskan kembali Bait Elohim (Hanukkah)
37 BC – 4 BC – Pemerintahan Raja Herodes yang merenovasi Bait Elohim
70 AD – Jendral Titus Romawi menhancurkan Yerusalem dan Bait Elohim
135 AD – Kaisar Romawi Hadrian mengganti nama Yudea (Israel) menjadi Palesitna dan Yerusalem menjadi Aelia Capitolina
614 AD – Bangsa Persia (Iran) merebut Yerusalem dari para Byzantine (Romawi Timur)
622 AD – Islam menemukan (Yudea) 1.550 tahun kemudian setelah pembanguan Bait Elohim Pertama
638 AD – Yerusalem direbut oleh Khalifat Islam Omar
1099 AD – Para Crusader mengalahkan para Muslim dan merebut Yerusalem
1517 – Bangsa Turki Ottoman merebut Yerusalem
1885 – 7,000 dari 15.000 penduduk Yerusalem adalah orang Ibrani (Yahudi)
1917 – Jeneral Allenby dari Inggris berbaris memasuki Yerusalem
1949 – Kota ini kemudian terbagi kedalam Yerusalem Barat dan Timur
1967 – Israel merebut kota Kuno tersebut dan menggabungkan Yerusalem kembali
Jadi Yerusalem adalah Kota Suci Elohim YAHWEH-nya Israel dan telah menjadi ibukota Negara Yahudi selalu. Oleh Ludwig Schneider

Sumber artikel: I live in JERUSALEM (Januari 2015 http://www.Israel today.co.id Magazine page 19)

Bacaan berkait:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 21/10/2015, in Israel and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: