31 Oktober Hari Reformasi Gereja “Pembenaran melalui iman, bukan perbuatan baik!”

Sebab oleh anugerah, kamu telah diselamatkan melalui iman, dan hal ini bukanlah dari kamu, karunia itu dari Elohim; bukan dari perbuatan, supaya jangan seorang pun menyombongkan diri. Sebab kita adalah hasil karya-Nya, yang telah diciptakan di dalam Kristus YESUS (Mashiah Yeshua) bagi perbuatan-perbuatan baik, yang Elohim telah mempersiapkan sebelumnya, supaya kita dapat hidup di dalamnya.” (Efesus 2:8-10)

Kembali kepada Prinsip-prinsip utama Alkitab dan DoaTanggal 31 Oktober dirayakan sebagai Hari Remormasi Gereja, hari dimana Dr. Martin Luther (1483-1546) mengalamatkan 95 thesisnya pada pintu Gereja Wittenburg, Jerman di tahun 1517, yang mengakibatkan lahirnya badai api remormasi Gereja Barat – dari Jerman, merembet ke negara-negara Eropa lainnya dan bahkan ke Amerika, Asia, Australia dan Afrika.
Bapa-bapa Reformasi Gereja Barat lainnya adalah John Calvin di Geneva, Ulrich Zwingli di Zurich (Swiss); John Knox di Scothland; dan Desiderius Erasmus (orang Belanda) di Nederland (Belanda) di Itali dan Britania dan Swiss.


Dr. Desiderius Erasmus (1466-1536) mengusai baca-tulis bahasa Yunani dan Latin dengan baik sekali. Karyanya yang tidak dilupakan adalah Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani dan Latin dan buku-buku kritiknya atas doktrin-doktrin yang tidak alkitabiah Gereja Roma Katolik, contoh: “Morias Enkomion” (1511, dalam bahasa Yunani yang berarti: Pujian Kebodohan / The Praise of Folly). Beberapa orang percaya bahwa Dr. Erasmus (mantan pendeta Katolik) adalah tokoh yang mengambil bagian dari inpirasi Dr. Luther untuk karya 95 thesisnya yang terkenal tersebut. Dr. John Wycliffe (1331-1384) juga tokoh awal dari Reformasi Gereja, ia orang pertama yang menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris dari Alkitab Latin (sumber yang tersedia di Oxford saat itu) untuk tujuan mematahkan kontrol para pemimpin Gereja Latin atas bangsa Inggris.
Hari Reformasi Gereja telah dirayakan sejak 1567, dan pada tahun 1717, 31 Oktober menjadi tanggal resmi perayaan di Jerman dan kemudian berkembang menjadi internasional.


Dr. Martin Luther adalah uskup Gereja Roma Katolik, ia membawahi sekitar 50 Gereja-gereja di Jerman, semasa ia berada di seminari untuk sekolah kependetaannya ia telah membaca Injil secara sembunyi-sembunyi; namun ketika doktrin dan praktek Gereja Roma Katolik semakin menjauh dari ajaran Alkitab ia mulai mempertanyakan otoritas Vatikan atas Gereja, dan puncak protes dari Dr. Martin Luther adalah pada Oktober 1517 tersebut dimana ia terang-terangan menentang praktek penebusan dosa bisa dibeli dengan uang, doktrin purgatori yang tidak ada di Alkitab – bagi Dr. Martin Luther kedua praktek tersebut hanyalah pengumpulan uang semata bagi perbaikan gedung di Roma, dan sama sekali menolak Injil bahwa keselamatan kekal adalah semata-mata anugerah Elohim melalui beriman kepada Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus); Efesus 2:8-9.


Dr. Martin Luther tentang kitab Roma 3:21-31
Saya pikir, keberhasilan dari Reformasi Gereja Barat yang dicetuskan oleh Dr. Martin Luther bukanlah karena 95 thesisnya yang ia telah tempelkan pada pintu gedung Gereja Wittenburg, itu hanyalah api penyulut Reformasi, namun yang menjadi tulang belakang dari gerakan Reformasi itu adalah karya terjemahan Alkitab bahasa Jerman beliau yang disertai dengan kata-kata pengantar dari kitab-kitab di Alkitab.
“Surat ini adalah sungguh bagian terpenting dalam Perjanjian Baru.” Luther mengawali kata pengantarnya tentang kitab Roma.
Dan tentang isi surat Roma 3:21-31 ia menulis “titik terutama, dan tempat yang sangat sentral dari Surat (Epistle), dan dari seluruh Alkitab …”

Kita bisa bagi Roma 3:21-31 ini kedalam tiga bagian:
1. Melalui Ha Mashiah (ayat 21-24)“Tetapi sekarang” (But now); Ini adalah titik perubahan yang drastis dari sebuah konsep kehidupan manusia dari ”semua orang berdosa” (nampak pada pasal-pasal dan ayat-ayat sebelumnya sekarang menjadi ”orang dibenarkan melalui imannya kepada Mashiah Yeshua.”

2. Sesuai dengan keadilan Elohim (ayat 25-26)
Keadilan Elohim yang menuntut semua orang yang berdosa akanlah kelak harus dihukum mati (Roma 6:23), namun dengan keadilan-Nya yang serupa dan tidak berubah tersebut Elohim telah menentukan Yeshua Ha Mashiah menjadi satu-satunya jalan perdamaian – bagi manusia kepada Penciptanya – di dalam korban darah-Nya sendiri di kayu salib. Apa tujuan dari semuanya ini? Tujuannya ialah ”supaya nyata, bahwa Ia (Elohim YAHWEH) benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yeshua.”

3. Melalui anugerah Elohim (ayat 27-31)
Karena Elohim YAHWEH adalah Elohim yang esa (ehad / satu) yang membenarkan baik bagi bangsa Yahudi yang bersunat maupun bagi bukan Yahudi atau bangsa-bangsa yang tidak berunat.
Elohim sendirilah yang membenarkan orang bersunat karena iman dan maupun orang-orang tidak bersunat karena iman.

Rasul Paulus membuat jelas tentang ajaran iman ini, yakni Injil Yeshua Ha Mashiah ini, bahwa para rasul sama sekali tidak membatalkan Torah, sebaliknya mereka meneguhkan Torah. Sebab terbukti bahwa Torah dan doktrin keselamatan melalui iman bekerja baku-membaku: bahwa manusia tidak akan mampu melakukan seluruh perintah Torah, dengan kata lain tidak ada seorang berdosa pun (karenanya) bisa dibenarkan untuk mendapat keselamatan oleh pekerjaan kebaikan mereka yang tidak sempurna tersebut, jadi Elohim sendiri menawarkan anugerah-Nya kepada manusia berdosa untuk bisa diselamatkan melalui beriman kepada Putra-Nya. Dan setelah manusia telah dibenarkan dan diselamatkan oleh iman, manusia baru ini haruslah menjaga kehidupan mereka sesuai perintah Torah: kasihilah YAHWEH Elohim mu dengan segenap hati, pikiran dan kekuatanmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Intisari dari 10 Perintah YAHWEH (Markus 12:28-31), perhatikan ayat Alkitab pada awal artikel ini, bahwa hanya melalui iman kepada Yeshualah kita bisa tetap hidup di dalam kekudusan yang Dia telah tetapkan.

Bacaan yang direkomendasikan:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 02/11/2015, in AGAMA Kristen and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: