Bagaimana seriusnya Eropa berkaitan dengan serangan Negara Islam di Paris 13 November 2015?

“Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”Yeshua Ha Mashiah (Injil Yohanes 16:2-4a)

Serangan terrois Negara Islam Khalifat di Paris 13 November 2015Serangan terrorists Negara Islam Khalifat (NIK) di kota Paris laporan resmi mencatat: 129 tewas seketika, 352 luka-luka dimana 99 krisis. Ini adalah serangan terrorist Islam terbesar di Uni Eropa sejauh ini.
Untuk mengetahui bagaimana seriusnya masalah terrorisme di dalam negara-negara Uni Eropa, kita perlu melihat lebih jelas, sedikitnya pada kejadian Paris malam hari tanggal 13 November ini, dan sedikit statistik yang berkaitan dengan aktivitas para ”Muslim radikal” di Eropa. Di bawah ini adalah sumber data yang saya kompres untuk menghemat waktu Anda:


Serangan terror NIK Paris 13 November 2015
Para pemuda, yang terinpirasi oleh gerangan Islam radikal yang disebut sebagai Negara Islam Khalifat mengadakan aksi terrornya pada acara konsert musik metal di sebuah stadion sebagai pusat serangan mereka dan enam tempat lainnya di kota yang sama. Korban terbesar terjadi di dalam stadion tersebut, para pengunjung terperangkap; ditembak satu persatu dan kemudian oleh bom bunuh diri (jalan yang pemuda Islam ini sudah rencanakan ketika keamanan Paris mulai menyerang mereka?).
Berita resmi pemerintah Perancis mengatakan kerjadian tersebut terjadi secara berkesinambungan – berarti telah terencana dengan baik.
Enam dari tujuh penyerang mati karena bom bunuh diri yang mereka pakai di pinggang mereka, polisi hanya berhasil menembak mati satu pelaku.
Dari ini kita bisa katakan serangan terror yang dilakukan oleh NIK berhasil baik sekali: 7 jiwa telah mampu menewaskan banyak jiwa dan ratusan luka-luka. Omar Ismail Mostefai (29 tahun), aksi terros yang terindentifikasikan, adalah imigran lahir di Perancis.
Yang perlu dicatat pada serangan terror ini adalah bahwa itu terjadi bukan di sebuah desa dipedalaman Perancis, tetapi di ibukota negara dimana pusat kantor intelegen dan keamanan negara berada. Suatu kecolongan besar bagi Perancis.

Statistik kasar imigran Islam dan pengungsi beragama Islam di Uni Eropa
Perancis memiliki jumlah terbesar imigran Islam di UE, diikuti oleh Inggris. Mayoritas imigran berlatar belakang Islam adalah berasal dari negara-negara Afrika Utara seperti Marokko dan Algeria; dan di Inggris adalah Pakistan.
Jumlah pengungsi yang datang seperti banjir besar masuk ke UE sejak awal pertengahan tahun ini, 2015, sesuai besar populasi negara setempat adalah Jerman (diperkirakan 800.000, delapan ratus ribu, orang), lalu Perancis, lalu Swedia dan Fillandia.
Situs Muslim Statistics mungkin bisa membantu kita untuk mengerti sejauh mana keseriusan Eropa di dalam menangani masalah ”Islam radikal” ini. Lihat link di bawah
Referensi:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 15/11/2015, in Akhir Jaman, Benua Eropa, Dokma & Praktis, Mengislamkan Barat and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: