Ini adalah akhir dari bangsa Palestina oleh Pendeta David Lazarus

“Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Elohim nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. (Kisah para Rasul 22:13-15)

Penterjemah: Pendeta David Lazarus adalah pendeta Yahudi yang percaya kepada Yeshua, (a Mesianic Jew) tinggal Israel yang bekerja sama dengan pendeta-pendeta dari berbagai denominasi termasuk Kristen Arab dan Aram. Artikel ini bukanlah sebuah tulisan kebencian atas sebuah kelompok bangsa, yang disebut sebagai ”bangsa Palestina” tetapi sebaliknya, yakni bagaimana menyelamatkan mereka dari kehancuran. Saling melukai dan perang bukanlah pemecahan dari konflik. Saling mengerti dan rekonsiliasi adalah jalan terbaik. Sumber asli “This is the End of the Palestinian People” dari majalah elektronik www.IsraelToday.co.il terbit 11 November 2015. Salinannya lihat di bawah. Semoga bermanfaat.

Remaja Palestina mencoba membunuh seorang Yahudi di Israel ditangkap polisiKemarin, sekali lagi, dua anak laki-laki Palestina, berusia 11 dan 13 tahun, menikam dan mencoba membunuh pria Israel berusia 37 tahun Israel di Stasiun Kereta. Dan saya bertanya pada diri sendiri, “Masyarakat jenis apa yang bersorak-sorai ketika seorang anak berusia 11 tahun menusuk seseorang? Bagaimana saya dapat memahami para Palestina yang mengijinkan, atau bahkan mengirim anak-anak mereka untuk membunuh orang-orang Yahudi?”
Tentu saja hal ini tidak benar-benar baru. Selama beberapa dekade para Palestina telah mengirimkan para pembom bunuh diri, wanita-wanita mengenggam pisau, menabrakan mobil-mobil dan traktor-traktor ke orang-orang di jalan yang tidak bersalah, dan memanggil para pelakunya sebagai martir. Hasutan berkelanjutan untuk berjihad, martir dan pengagungan atas para pembunuh-Yahudi, pujian para orangtua yang mendorong anak-anak mereka untuk membunuh orang-orang Yahudi, laporan berita yang loncat (tidak lengkap) untuk menggambarkan kejadian-kejadian yang penuh darah, termasuk anak-anak pejuang, anak-anak yang membawa senjata, foto-foto peluncuran roket para pejuang (Hamas) yang ditujukan ke warga sipil Israel dan anak-anak, adalah telah dikenal baik.
Sekarang anak-anak mereka berjalan di jalan-jalan dengan pisau-pisau dengan harapan untuk membunuh seseorang. Sejauh yang saya tahu, para Palestina adalah satu-satunya kelompok orang-orang yang dikenal manusia yang menginjikan diri mereka sendiri untuk mendapatkan “kehormatan” dalam anak-anak mereka yang membunuhi orang-orang yang tidak bersalah. Tidak ada budaya lainnya yang saya ketahui mengajarkan anak-anak mereka untuk mengorbankan diri sendiri untuk melakukan pembalasan atas orang-orang yang tidak bersalah.
Namun tetap saja, saya mendengar orang-orang berkata, “Kita tidak mengerti keluhan-keluhan para Palestina. Jika seandainya kita bersedia mendengarkan mereka dan membuat hidup mereka lebih baik pastilah akan ada kurang teror di dunia.”
Keluhan-keluhan? Keluhan-keluhan apa membenarkan pendorongan atas anak-anak untuk membunuh orang yang tidak bersalah? Mereka mengeluh tentang pos-pos pemeriksaan Israel, sementara saudara dan saudari Arab mereka ada sedang disembelih seperti domba di Syria, Irak dan sekitar Timur Tengah. Buanglah keluhan. Kami orang Yahudi senang mengeluh. Tapi saya bertanya pada diri sendiri, “Apakah ada bangsa lainnya, budaya atau agama di dunia yang mengijinkan keturunan mereka mengorbankan diri mereka sendiri demi membunuh beberapa orang di jalan yang tidak dikenal?”
Dan namun, di tengah-tengah semua media dan kemarahan yang meluap, saya belumlah mendengar satu kata dari para orangtua Palestina mengatakan kepada anak-anak mereka bahwa adalah salah untuk menyerang orang-orang Yahudi. Saya belum mendengar dari guru-guru di sekolah-sekolah Palestina mengajari anak-anak bahwa adalah salah untuk lari berkeliling menikami orang-orang di jalan-jalan. Bahkan para politikus yang telah tahu (itu semua salah) menyembunyikan apa yang mereka benar-benar pikir menolak untuk membuat sebuah kutukan yang jelas atas anak-anak Palestina yang berlari secara liar pada pembunuh yang membabi-buta tersebut.
Jika siapa pun sungguh perduli untuk rakyat Palestina, tuntutlah tindakan sekarang, dengan tanpa kompromi, mengakhiri secara kategoris kejahatan ini. Peradaban sedang runtuh di sekitar kita dan kita tidak bisa untuk tidak menghadapi pembenaran yang licik dari pembunuhan yang disebarkan oleh para Palestina. Sudahkan nilai-nilai yang kita miliki telah sungguh dicuci-bersih namun tetap buta untuk manifestasi kejahatan yang jelas ini?
Ini yang disebut “intifadah” (pemberontakan) bukanlah benar-benar pertempuran melawan Israel, suatu pertempuran yang mereka tidak akan pernah bisa menang. Apa yang kita sedang saksikan adalah akhir bagi sembuah masa depan ”bangsa Palestina” [tidak ada suatu bangsa yang disebut Palestina, itu hanyalah suatu nama kegerakan bangsa Arab yang tinggal di Israel sejarawan berkata]. Jika para Palestina tidak menemukan cara untuk mencegah anak-anak mereka sendiri mengorbankan diri untuk membunuh orang-orang Yahudi, mereka musnah. Mereka telah menolak prinsip-prinsip dasar kesucian dari kehidupan, prinsip-prinsip yang diperlukan untuk mengamankan kemasyarakatan manusia yang beradab, dan jika kejatuhan ini tidak dihadapi, ditentang dan segera dihentikan, hal itu akan mengakibatkan degradasi yang menyeluruh dan perusakan dari apa yang dikenal sebagai ”bangsa Palestina.”
Ijinkan saya menambahkan, siapa saja yang mendukung, membenarkan atau membenarkan dengan cara apapun kejahatan yang sedang berlangsung ini akanlah juga ada bertanggung jawab untuk hasilnya.

This is the End of the Palestinian People
Wednesday, November 11, 2015 | David Lazarus

Yesterday, again, two Palestinian boys, an 11 and a 13-year-old, stabbed and tried to kill a 37-year-old Israeli man at the train station. And I ask myself, “What kind of a society cheers when a 11-year-old stabs someone? How can I comprehend Palestinians who allow, or even send their children to kill Jews?”
Of course this is not really new. For decades the Palestinians have been sending suicide bombers, knife wielding women, crashing cars and tractors into innocent bystanders, and calling them martyrs. The ongoing incitement to jihad, martyrdom and the glorification Jew-killers, the lauding of parents who encourage their sons to kill Jews, the press jumping to illustrate blood filled scenes, including child warriors, children carrying guns, photos of fighters launching rockets aimed at Israeli civilians and children, is well known.
Now their children run in the streets with knives hoping to kill someone. As far as I know, the Palestinians are the only people group known to mankind that allows themselves to find “honor” in their children killing innocent people. No other culture I am aware of teaches their children to sacrifice themselves in order to take vengeance on innocent people.
Still, I hear people say, “We don’t understand the grievances of Palestinians. If we would listen to them and make life better for them there would be less terror in the world.”
Grievances? What grievances justify encouraging children to kill innocent people? They complain about Israel’s checkpoints, while their Arab brothers and sisters are being slaughtered like sheep in Syria, Iraq and around the Mideast. Complain away. We Jews love to complain. But I ask myself, “is there any other nation, culture or religion in the world that allows their offspring to sacrifice themselves in order to kill some unknown bystander?”
And yet, amidst all the hyped-up media and anger, I have not heard one word from Palestinian parents telling their children that it is wrong to attack Jews. I have not heard of teachers in Palestinian schools teaching children that it is wrong to run around stabbing people in the streets. Even politicians known to hide what they really think refuse to make a clear condemnation of Palestinian children running wild on murderous rampages.
If anyone is at all concerned for the Palestinians, demand action now, with an uncompromising, categorical end to this wickedness. Civilization is crumbling around us and we cannot afford not to confront this devious justification of murder propagated by Palestinians. Have our own values become so white-washed that we are yet blind to this clear manifestation of evil?
This so-called “intifada” is not really a battle against Israel, a battle they can never win. What we are witnessing is a war against the children of Palestinian and the beginning of the end for a future for the Palestinian people. If the Palestinians cannot find a way to prevent their own children from sacrificing themselves in order to kill Jews, they are doomed. They have rejected the basic principles of the sanctity of life, principles necessary to secure civilized human society, and if this downfall is not confronted, resisted and stopped immediately, it will result in the complete degradation and ruination of what is known as the Palestinian people.
May I add, that anyone who supports, condones or justifies in any way this present wickedness shall also be responsible for the outcome.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 16/11/2015, in Israel and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: