Xinjiang Cina: 28 terrorist Uighur terbunuh dalam operasi bersenjata yang dibantu rakyat setempat

Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah. (Amsal 14:28)

Polisi Milter Cina menembak mati 28 Muslim Uighur radikalPemerintah Republik Rakyat Cina (RRC) pada Jumat ini melaporkan secara resmi bahwa polisi Xinjiang telah berhasil memporak porandakan kelompok terrorist setelah 56 hari pemburuan di wilayah Barat Cina.
Operasi ini berkaitan dengan serangan terror yang dilakukan oleh sekelompok Muslim suku Uighur pada tanggal 18 September, dimana 11 pekerja pertambangan dan 5 polisi tewas dan melukai 18 lainnya, dan para pelaku melarikan diri ke gunung-gunung. Serangan tersebut dilakukan oleh penduduk Muslim Cina setelah berkordinasi dari pihak luar, demikian juga terjadi selama pelarian mereka, pemerintah berkata.
Polisi karenanya mulai melakukan pemburuan yang melibatkan lebih dari 10.000 (sepuluh ribu) masyarakat menyisir area seluas 1.300 Kilometer persegi.
Sejak 12 November, 28 anggota dari kelompok Islam yang dilabelkan oleh pemerintah sebagai ”organisasi terroris” telah terbunuh. Seorang menyerahkan diri.
Laporan ini meneguhkan koran terbitan 24 September yang menyatakan kelompok-kelompok terrorist di Wilayah Autonomi Xinjiang telah ditumbangkan pada kondisi perencanaan.
Bacaan berkait:

Xinjiang adalah profinsi yang mayoritasnya suku Uighur beragama Islam, banyak dari mereka protes atas diskriminasi serta kontrol atas budaya dan agama mereka, dan sering mendapat penahanan dari pemerintah RRC. Bahasa ibu dari suku ini adalah Turki, mereka di Islamkan pada masa kejayaan Kerajaan Otoman di Asia. Pemerintah Barat dan kelompok HAM mengeritik tindakan diskriminasi Cina atas suku Uighur ini.
Pemerintah RRC membalas kritik pemerintah Barat sebagai ”lemah” terhadap Islam radikalisme dan ”double standards” (munafik), berkata, ”Standard ganda seharusnyalah tidak diijinkan,” Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi berkata baru-baru ini.
”Memberantas Gerakan Islam Turkistan Timur (the Eastern Turkistan Islamic Movement), sebuah kelompok terror yang di daftar PBB, dan kelompok terrorist lainnya adalah komponen yang penting dari perjuangan internasional menentang terrorisme,” Wang Yi menambahkan.
Sejak 1990, RRC telah mengalami serangan-serangan terror dan kekerasan di Xinjiang dan tempat lainnya yang telah menyebab tewasnya banyak orang dan kerugian besar masyarakat dan suku-suku lainnya. Pemerintah Cina mengindentifikasikan aksi terror Muslim Uighur tersebut memiliki tiga kekuatan utama perusak negara: faham pemisahan kesukuan, ideologi ekstrim keagamaan dan faham terror kekerasan.

Referensi:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 20/11/2015, in Benua Asia & Pasifik and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: