Para Yazidi yang kabur membagi kisah yang mengerikan atas penangkapan NIK

“Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.” Yeshua HaMashiah (Injil Matius 18:7)

Praktek perbudakan sex Negara Islam Khalifat atas suku Yazidi di Kurdistan

Sumber terjemahan: Escaped Yazidis Share Chilling Tales of ISIS Captivity by Christ Mitchell CBN News; 23 November 2015

KAMP PENGUNGSI KANKLE, Kurdistan – kampanye militer menentang NIK (ISIS; Negara Islam Khalifat) sedang membrikan harapan kepada suku Irak dikenal sebagai Yazidis bahwa satu hari mereka akan kembali pulang.
Pada mussim panas 2014, Negara Islam menduduki kota Sinjar, kota utama suku Yazidi, memaksa para wanita masuk kedalam perbudakan sex dan pelatihan anak-anak lakinya untuk menjadi pejuang-pejuang NIK .
Hanya dalam satu hari, ribuan Yazidi telah pergi dari kehidupan di tanah air kuno mereka ke sebuah kamp pengungsi.
Setelah NIK menduduki Sinjar, kebanyakan para Yazidi terusir ke kamp-kamp pengungsi, beberapa diisi sebanyak 20.000. Beberapa pengungsi ini telah membuat pelarian yang mengerikan dari tangan-tangan NIK.
”Ia memprlakukan saya seperti sebuah binatang”
Seorang wanita berusia 19 tahun kami namai ”Nazda” untuk melindungi indentitasnya, bercerita kepada CBN News tidak ada satu gadispun pergi dengan rela.
”Jadi ketika mereka menjual kami, para gadis, si pembeli akanlah datang untuk mengambil budaknya,” Nazda mengingat. ”Jika satu sari kami menolak, mereka akanlah memukuli kami dengan buruknya. Tidak seorang pun pergi dengan si pembeli dengan rela.”
Nazda menghabiskan 10 bulan sebagai budak sex dari seorang pria Arab setelah NIK menjual ia untuk seharga sekitar 800 Dollas AS.
”Pria tersebut, sungguh, sungguh buruk, Ia memperlakukan saya seperti sebuah binaang,” ia berkata. ”Ia memiliki empat isteri dan mereka tidak memiliki simpati atas ku. Saya dipukuli dan diperlakukan sangat buruk.”
NIK telah mencoba memaksa ia untuk pindah ke Islam dan berurusan secara kasar dengan siapapun yang mencoba untuk menolong para wanita tersebut.
”Mereka membawa tiga pria masuk ke dalam pengadilan NIK,” ia bercerita.” Mereka dituduh menolong para wanita Yezidi tersebut yang telah menjadi budak-budak sex. ”Mereka membunuh mereka, memenggal mereka di depan kami. Mereka menyunjukkan kepada kami bahwa inilah nasip setiap orang yang mencoba menolong kami.”


Kampanye Indoktrinasi
NIK juga menangkap ratusan anak-anak laki-lakim termasuk ”Mamo” yang berusia 14 tahun, yang bercerita kepada CBN News bagaimana mereka telah diperlakukan.
“Mereka mengihina kami dan berkata kepada kami bahwa kami najis,” ia berkata. ”Mereka menuduh kami ada sebagai para penghujat (Allah), para orang yang tidak beriman yang tidak percaya kepada Islam atau Allah. Mereka mengajari kami Kuran dan juga melatih kami bagaimana memakai senjata-senjata berat. Kemudian, mereka berkata kepada kami kami haruslah ada sebagai para jihadist sebagaimana mereka dan pindah ke Islam.”
Setelah berbulan-bulan dari indoktrinasi ini, Mamo secara mujizat kabur melalui meyakinkan para penangkapnya bahwa ia sakit. Mereka menaruh dia kepada ibunya, memberik mereka suatu kesempatan untuk lari.
NIK ingin anak-anak lelaki ini menjadi generasi berikut dari para jihad Negera Islam. Mamo menunjukkan kami dua contoh foto dari apa ia telah kabur. Sebuah foto menunjukkan 32 anak-anak lelaki Yazidi berfose dengan bendera Negara Islam. Yang kedua menunjukkan “kelulusan tugas.”
Tujuan para NIK adalah jelas.
”Memurtadkan kami, kemudian menjadikan kami ke dalam sebuah jihad dan kemudian membunuh bangsa kami sendiri, para Yazidi,” Mamo berkata. Ia juga menerangkan bahwa para penangkap mereka telah berkata kepada anak-anak tersebut tujuan utama goal-goal mereka.
”Mereka berkata mereka tidaklah akan meninggalkan suatu tempat pun, bahwak sebuah bagian kecil dari dunia, tanpa Islam,” ia berkata.
Nazda terlah juga mendengar hal yang sama dari para penangkapnya
”Mereka berkata mereka bukanlah sebuah negara Mosul atau Raqqa ataupun dimanapun,” ia mengingat. ”Mereka berkata, itu bukanlah sebuah negara kecil. Negara Islam adalah sebuah negera yang besar dan dapat menutupi seluruh dunia.”


“Saya dulu terbiasa menjual barang-barang. Sekarang saya menyelamatkan orang-orang”
Sementara Mamo dan ibunya telah terlepas sendiri, seperti Nazda, ada juga penyelamatan melalui usaha-usaha orang-orang yang bertindak sebagai perantara melalui negosiasi dengan para penangkap mereka. Abudullah adalah salah satu orang tersebut.
”Sebelum NIK menguasai Ninjar, saya dulu terbisa membeli dan menjual barang-barang di dalam Syria,” Abullah bercerita ke CBN News. ”Sekarang, melalui hubungan saya dengan orang-orang di Syria, saya memakai hubungan tersebut untuk menyelamatkan orang-orang.”
Sejauh ini, Abdullah telah menyelamatkan hampir 140 Yazidi
”Dan berapa harganya untuk menyelamatkan, Anda tahu, satu atau dua?” CBN News bertanya kepada dia
”Itu tergantung, ia menjawab. ”Terkadang kami membebaskan mereka tanpa uang – terkadang hanya 1.000 D AS, terkadang 5.000 dollar. Itu berbeda.”


Cerita-cerita mengerikan
Sementara pemerintah Kurdi menyusun sebuah kantor yang telah menyelamatkan hampir 6.000 Yazidi. Hadi Doubani dan teamnya telah menyelamatkan lebih dari 2.000 Yazidi. Mereka mendengar cerita-cerita yang mengerikan.
”Menggambarkan situasi mereka adalah sungguh, sungguh sulit sebab beberapa gadis tersebut telah berkata kepada kami tangan-tangan mereka ada terikat selama tiga bulan, ada disiksa dan dipaksa untuk melakukan hubungan sex,” Doubani menjelaskan. ”Bayangkan melakukan sex dengan seorang ibu di depan putranya sendiri dan kemudian membunuh putra dari ibu tersebut.”
Penderitaan seorang gadis 13 tahun membuat Doubani menangis.
”Saya telah mencoba sangat keras untuk menyelamatkannya. Ia telah ada dinikahi (menikah kontrak cara Islam) lima kali. Ia juga ada dipenjarai.” [Artinya gadis malang di bawah usia ini telah diperjual belikan kepada lima pria hanya untuk kepuasan sex mereka.]
Cerita-cerita keberhasilan seperti yang dimiliki oleh Nazda membuat usaha mereka berharga dan Doubani memohon untuk bantuan lebih.
”Adalah tidak dapat diterima bahwa masyarakat internasional atau PBB (Persatuan Bangsa-bangsa), yang tahu bahwa hampir 6.000 orang telah diculik oleh NIK dan yangmengalami penganiayaan, penyerangan dan diperlakukan seperti binatang-binatang, tetap tutup mulut,” ia berkata. ”Mereka tidak melakukan langkah-langkah apapun untuk menolong.”
Kampanye merebut kembali Sinjar dapat mengurangi beberapa penderitaan mereka. Sampai saat ini ribuan Yazidi termasuk banyak anak-anak remaja dibawah umum, tetap dalam kamp-kamp pengungsi sementara yang lainnya merana di dalam cengkraman-cengkraman NIK.

Bacaan berkait:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 23/11/2015, in Timur Tengah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: