Ron Dermer’s politically correct speech at Zionist Organization Of America Dinner in New York November 22

“But let your communication bee Yea, yea: Nay, nay: For whatsoeuer is more then these, commeth of euill.”  Yeshua Ha Mashiah (Matthew 5:37, KJV 1611)

Ron Demer pada Makan Malam di Zionist Organization of America“Pada acara Makan malam Organisasi Zionist Amerika, Ron Dermer berkata ribuan tahun, Islam lebih toleran daripada Kristianiti. ”Orang-orang Yahudi , semua orang, harus telah tahu ini’ (At ZOA dinner, Ron Dermer says for thousands of years, Islam was more tolerant than Christianity. ‘Jews, of all people, should know this’),” TimeofIsrael.com menulis pada kepala artikel Israeli envoy to US: Militant Islam, not Islam, is the enemy (23/11/2015)

Mr. Dermer, Duta Besar untuk Amerika Serikat, pada Minggu malam memperingati para hadirin akan sebuah jaringan global yang beragam kelompok teroris Muslim yang melancarkan perang tanpa henti dimana “para wanita adalah binatang piaraan, para gay digantungin dan para minoritas entah dilenyapkan atau dianiaya.”
Mr. Demer menolak ide bahwa “masalahnya adalah Islam itu sendiri” – tergantung bagaimana orang Islam menginterpretasikan ajaran Islam.
“Lebih dari sedikitnya 1.400 tahun, Islam telah lebih banyak toleransi kepada para minoritas daripada Kristianiti dimasa lalu” (For most of the last 1,400 years, Islam was much more tolerant to minorities than Christianity was.). Ia menekankan, “Para Yahudi, semua orang, seharusnya tahu ini.”

Pada kalimat di atas tersebut nampak Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat ini salah secara sejarah baik tentang Islam, dan terlebih lagi tentang Kristianiti – apa yang kedua pengikut dari ajaran tersebut telah lakukan terhadapat kelompok minoritas dalam perjalanan sejarah.


Kristianiti. Mr. Demer mengganti kata “Gereja Roma Katolik” dengan kata “Kristianiti” entah dengan sengaja atau ia tidak mengerti sejarah. Sejarah Gereja dan sejarah dunia jelas mencatat bahwa Crusaders dan Inquisitors adalah orang-orang Gereja Roma Katolik.
Mr. Demer haruslah ingat dan tahu bahwa orang-orang Kristenlah yang selalu menolong orang-orang Yahudi ketika mereka terusir dari Rusia dan Eropa. Di abad 21ini, dimana negara Israel dan orang-orang Yahudi tertekan secara politik dan sosial di berbagai belahan dunia dari berbagai sudut, orang-orang penganut Kristianitilah yang setia berdiri besama orang-orang Yahudi baik secara individu maupun politik.
Tambahan dari itu, tidak ada satu ayatpun di Perjanjian Baru, yakni sumber utama ajaran Kristianiti bersumber dan berpedoman, yang mengajari para Kristen membenci dan menganiaya orang Yahudi.


Islam. Telah banyak buku dibuat tentang sejarah Islam, baik oleh para penulis bukan-Muslim maupun para mantan Muslim, dari kritik yang halus sampai kristik yang kasar, beberapa contoh:

Buku-buku menarik lainnya bisa lihat di sini: Daftar Buku Membahas Ajaran Agama Islam dan Nabi Muhammad

Sha’i Ben-Tekoa (Columbia University in the City of New York) mengkomentari pernyataan Mr. Dermer sebagai berikut:
Dermer is dead wrong about Islam being better for the Jews than Christendom. There was not a century without a major persecution in it somewhere and worse, the daily “oppression and humilation” everywhere. The Koran calls the Jews Believers’ No. 1 enemy, “worse than Christian priests,” and mandates that Jews be “oppressed and humiliated.” And they were. In Arabic there is no sub-sect called “militant Islam,” and the words “Islamism” and “Islamist” do not exist. They are recent inventions of mostly non-Muslim Western academics for non-scholarly purposes. No good can come from inventing a rosy past that never existed.” (garis bawah ditambahkan)


Jelas ceramah Ron Dermer ini hanyalah benar secara politik belaka. Mencari muka dari pemerintahan president Obama (dikenal sebagai orang Muslim), sebagaimana komentar Yael Schlichting (Munich, Germany): “… I can only understand this statement as an attempt to gain support from the U.S. But as long as Obama is U.S.-president, neither Islam nor militant Islam will be considered an enemy. …”
There is still a long way to go until the west wakes up and recognizes the reality and many more terror victims will line this stony way.” (garis bawah ditambahkan)


Kebijakan “benar secara politik” selalu mengorbankan kebenaran dan fakta, bahkan tidak segan-segan mengorbankan sahabat karibnya sendiri di hadapan lawanya hanya demi mendapatkan keuntungan yang sementara.
Saya ingin ingatkan pada Ron Dermer (dan siapapun yang berlaku sepeti beliau), Anda akanlah dituntut oleh YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Israel untuk mempertanggung jawabkan jika ada orang Kristen yang terbunuh oleh karena termakan oleh pernyataan “benar secara politik”- Anda, kutip: “For most of the last 1,400 years, Islam was much more tolerant to minorities than Christianity was. Jews, of all people, should know this.”

“Be not deceiving yourselves! God, is not to be mocked; for, whatsoever a man soweth, the same, shall he also reap,” Apostle Paul (Galatians 6:7, EBR)

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 24/11/2015, in AGAMA Kristen, Israel and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: