”Saya memulai Jalan Arab. Sekarang kematian dimana-mana, dan extrimisme bermekaran” Faida Hamdy menyesal

”Apabila engkau mengepung sebuah kota … untuk memeranginya, dan untuk merebutnya, janganlah merusak pohon-pohonnya.  (Yang) bukan pohon buah, engkau boleh merusaknya dan menebangnya … untuk mendirikan pagar” – Nabi Musa (Ulangan 20:19-20)

Faida Hamdy pencetus Jalan Arab Tunisia menyesali perbuatannya.jpgSetelah lima tahun Jalan Arab berlalu, yang ditujukan pada awalnya hanya untuk perbaikan ekonomi dan menggulingkan para ”diktator” – Ben Ali, Mubarak, Ali A. Saleh dan Kaddafi, serta  Muhmmad Morsi telah berhasil ditumbangkan – namun efek domino Jalan Arab ini tidak pernah terpikirkan oleh Faida Hamdy sebelumnya.

Gambar: Ibu Faida Hamdy; lima tahun lalu ia bekerja sebagai seorang dewan inspektur dari kantor pemerintah Tunisia.
Saat dunia menandai ulang tahun Jalan Arab kelima yang berawal di Tunisia tersebut, kini Syria dan Irak masih dalam kobaran perang antar kelompok aliran agama Islam dan antar suku, sementara kejayaan Libya sudah runtuh-
Ratusan ribu orang telah tewas, dan tidak terhitung yang cacat, dan ratusan ribu orang menjadi pengungsi, namun yang lebih parah adalah kebanyakan infrastruktur di Irak khususnya di Syria telah hancur.

Baca juga:

”Ketiaka saya melihat pada wilayah dan negaraku, saya menyesali semua ini itu. Kematian dimana-mana dan exstrimisme bermekaran, dan membunuhi jiwa-jiwa yang indah,” Faida hamdy berkata.
”Sering kali saya berharap bahwa saya seharusnya tidak pernah melakukan itu,” ibu Hamdy berkata baru baru ini kepada reporter Telegraph, disertai nada penuh penyesalan.
”Saya merasa bertanggung jawab untuk sesuatu,” ia melanjutkan. Suaranya bergetar sementara ia berbicar tentang konsekuensi-konsekuensi trauma, lima tahun telah mentranformasi Timur Tengah, tetapi nampaknya perubahan sangat sedikit dalam kemiskinan, kota-kota profinsi seperti dimana ia berasal.
Cerita lengkap baca di sumbernya: ‘I started the Arab Spring. Now death is everywhere, and extremism blooming’

Bacaan berkait:

 

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 18/12/2015, in Dokma & Praktis, Timur Tengah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: