Bolehkan saya mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2016 kepada Anda?

“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya”-  Rasul Petrus (1 Petrus 3:10-11)

Yeshua Anak Domba ElohimPerayaan Natal, yang jatuh secara resmi tanggal 25 Desember, adalah hari perayaan yang penting bagi umat Kristen sedunia dan telah dirayakan selama ratusan tahun, demikian juga dengan Perayaan Penutupan dan Pembukaan Tahun Baru yaitu 1 Januari sesuai kalender Gregorian, dikenal sebagai Kalender Barat.
Kedua perayaan ini ditetapkan oleh para pemimpin Gereja Roma Katolik. Natal atau Christmas (berasal dari Christ’s Mass/ Eukaristi Kristus) sebagai Hari Perayaan Kelahiran Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) diperkenalkan pada abad ke empat sebagai ganti dari Perayaan hari Ulang dewa Matahari Kerajaan Romawi bernama Mithra (Persia) / Sol Invictus (Latin) serta Perayaan Saturnalia 17-25 Desember. Sedangkan Tahun Baru 1 Januari diperkenalkan oleh Paus Gregory XIII pada tahun 1582 sebagai ganti Kalender (Kaisar) Julius.


Melihat kebelakang, Perayaan 25 Desember, adalah suatu minggu yang menyedihkan dan suram bagi orang Yahudi. Dimana satu minggu tersebut, mereka dijadikan korban; dipaksa untuk menikmati makanan dan kesenangan fisik lainnya. Paus Paulus II, ketika membangkitkan kembali perayaan Saturnalia di tahun 1466, untuk menghibur masyarakat Roma, ia memaksa orang-orang Yahudi berlomba lari, bagi mereka yang gemuk, akan menjadi lebih menghibur para penonton perayaan tersebut.*) Oleh karena hal-hal yang tidak pantas ini ditambah dengan pencampuran ibadah berhala dan tidak punya hubungan dengan kelahiran Yeshua, banyak Gereja-gereja di Eropa dan Amerika melarang perayaan Natal tesebut; misalnya Puritan


Pada abad 21 ini, budaya Roma, yang banyak mempengarui apa yang sekarang kita kenal umumnya sebagai budaya Barat, ternyata telah menjadi bagian dari budaya Internasional, dan Christmas serta ibadah dan hari libur mingguan pada hari Minggu sebagai ganti hari Saptu (Sabat) pun juga sudah merekat kuat di dalam ibadah Gereja-gereja bukan Roma Katolik. Gereja Roma Katolik memang memiliki kuasa yang sangat besar atas bangsa-bangsa sedunia dan bahkan para pemimpin negara seperti tertulis pada kitab Wahyu 13:1-2 dan 7-8.
Bolehkan saya mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2016 kepada Anda? Itu suatu pertanyaan yang tidak sederhana dan mudah seperti saya dan Anda mungkin telah berpikir.
Bagaimana saya sebagai seorang Kristen yang hidup menurut ajaran Yeshua berurusan dengan perayaan Natal yang sama sekali tidak ada di Alkitab? Bolehkan saya berpartisipasi dalam Perayaan Natal dengan asumsi ”Merayakan Hari Kelahiran Yeshua”? Pertanyaan yang sama ini akan lebih sulit lagi jika ditanyakan kepada seorang ”Mesianic Jew” (panggilan untuk seorang Yahudi yang menganut ajaran Kristrianiti).


Perkataan Yeshua kepada murid-murid-Nya dan kumpulan orang banyak yang mendengar ajaran-Nya di bawah ini menyelesaikan konflik jiwa dan pikiran kita.
“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.” (Matthew 23:2-3). Baca dari ayat 1 sampai 12.
Yeshua disini mengajar saya, dan juga Anda, pada satu sisi mengakui dan menerima kondisi yang ada, namun pada sisi lainnya, Yeshua mengingatkan kita untuk tidak menuruti perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Alkitab.
Yeshua menggolongkan perbuatan orang-orang Farisi (rohaniwan/ agamawan) dan Saduki (politikus dan polisi agama) sebagai ragi-ragi yang tidak bisa diabaikan dan berbahaya, terbukti tercatat dalam tiga Injil; Markus 8:17-22, Matius 16:5-12 dan Lukas 12:1-5.


Karena itu kita sebagai orang percaya, haruslah menempatkan Yeshua ha Mashiah sebagai pusat Perayaan Natal kita. Dia haruslah ada di tengah-tengah setiap aktivitas Natal tersebut.
Jika kita tidak menaruh Yeshua sebagai fokus iman ibadah Natal kita maka kita akan terbawa kepada aktivitas perayaan berhala, seperti pada jaman Romawi kuno – entah itu bergeser ke Liberaisme (fantasi kepuasan daging) ataupun NewAgeisme (ritual penyembahan berpusat dari dan untuk diri sendiri)
Jika bukan Yeshua yang menjadi fokus Natal kita, maka Joy to the World akan berubah menjadi I saw Mommy kissing Santa Claus Last Night atau Santa Claus is coming to town; dan O Holy Night akan berubah menjadi Rudolf the red nosed reindeer atau Christmas is Magic
Namun jika Yeshua at the center of it all dari perayaan kita, maka kita akan memiliki iman dan pengharapan baik hari ini maupun di tahun yang akan, sebab there is power in the name of Jesus, the Name that able to Break Every Chain.
Bila Yeshua adalah pusat ibadah dan perayaan kita maka kita bisa memiliki 10.000 reasons to Bless the Lord

Bagi Anda yang merayakan Hari Natal dan Tahun Baru, ijinkanlah saya mengucapkan “Selamat Hari Natal yang penuh damai dan penyegaran iman, serta Selamat Tahun Baru 2016!!” Kiranya Tahun 2016 ini, pengenalan dan kedekatan Anda dengan Pencipta dan Penyelamat Anda semakin dalam, luas dan tinggi. Adonai Yeshua Ha Mashiah memberkati Anda.


*) The History of Christmas

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 23/12/2015, in AGAMA Kristen and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: