Ayat-ayat Kekerasan: Memperbandingkan Alkitab dan Kuran oleh DR. Michael Brown

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:31-32)

Catatan: Ayat Alkitab dan kalimat dalam kurung siku ditambahkan dalam terjemahan Indonesia ini. DR. Brown adalah proffesor untuk bahasa-bahasa kuno, ia telah mempelajari 15 rumpun bahasa kuno. Kesaksian pertobatannya lihat di sini: Kesaksian pertobatan DR. Michael Brown: Tradisi atau Kebenaran? Penterjemah, Unta Angkat Bicara
Memperbandingkan ayat-ayat di Alkitab dengan di Kuran

Ketika orang-orang Kristen menunjuk kepada ayat-ayat kekerasan di dalam Kuran, para Muslim menjawab, “tetapi bagaimana tentang ayat-ayat kekerasan dalam Alkitab?”
Bagaimana seharusnya kita menanggapi tantangan adil ini dari para Muslim?
1. Ayat-ayat kekerasan dalam Alkitab adalah untuk suatu waktu dan tempat tertentu [sebagai catatan sejarah]; ayat-ayat kekerasan di dalam Kuran adalah diucapkan dalam persyaratan-persyaratan secara umum [sebagai perintah bagi pengikutnya].
Dalam Alkitab, Elohim memerintahkan Yosua untuk memusnahkan orang Kanaan, berarti untuk membunuh pria, wanita dan anak-anak, karena orang Kanaan dianggap para pendosa yang bersalah. Berabad-abad kemudian, pada masa Raja Saul, nabi Samuel mengatakan bahwa itu adalah kehendak Elohim untuk membinasakan orang Amalek karena dosa-dosa yang mereka telah lakukan. [1 Samuel 15:1-3 & Keluaran 17:8]

Firman TUHAN kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, …empat ratus tahun lamanya. …Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap.” (Kejadian 15:13-16)

Sementara perintah-perintah ini tampak mengerikan untuk banyak pembaca saat ini, mereka tidak mungkin dapat diterapkan pada situasi yang kontemporer dan mereka tidak pernah dianggap normatif untuk segala waktu dalam Yudaisme maupun Kristianiti.
Sebaliknya, perintah-perintah Kuran untuk memukul pada leher-leher orang-orang yang tidak percaya [kepada ajaran Isla;] dan untuk membunuh dan menghukum mereka dalam berbagai cara telah diterapkan untuk situasi-situasi kontemporer sejak zaman Muhammad, hingga hari ini.
(Untuk refleksi Kristen pada perintah membunuh orang Kanaan, lihat Paul Copan dan Matt Flanagan, Did God Really Command Genocide? Coming to Terms with the Justice of God, [Apakah Elohim benar-benar memerintahkan genosida?] dan David T. Lamb, God Behaving Badly: Is the God of the Bible Angry, Sexist, and Racist? [Elohim berlaku secara buruk: Apakah Elohim Alkitab Marah, seksi dan rasis])


2. Bagi umat Kristian, Perjanjian Lama adalah fondasi di mana Perjanjian Baru adalah dibangun, jadi Perjanjian Baru mengandung pewahyuan akhir. Secara signifikan, tidak ada ayat-ayat dalam Perjanjian Baru di mana orang-orang percaya dipanggil untuk membunuh musuh-musuh mereka. Bagi para Muslim, Kuran adalah pewahyuan akhir.


Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yeshua, anak Yusuf dari Nazaret.” (Yohanes 1:45)

Di dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel telah diperintahkan untuk mengusir bangsa Kanaan; di dalam Perjanjian Baru, umat Kristen diperintahkan untuk mengusir setan-setan (makhluk-mahluk spiritual yang jahat), bukan orang-orang. Di dalam Perjanjian Lama, dosa-dosa seperti perzinahan dan penyembahan berhala telah dihukum dengan hukuman mati di bawah hukum Israel; di dalam Perjanjian Baru, para orang yang mengaku Kristen yang mempraktekkan dosa-dosa tersebut akan ada dikucilkan (berarti, dikeluarkan dari persekutuan orang percaya), tidak dieksekusi.

Bagi orang-orang Yahudi, Perjanjian Lama dibaca dalam tradisi Yahudi, yang juga telah menghapus hukuman-hukuman mati untuk dosa tertentu selama periode waktu. Tradisi Yahudi juga mengklaim bahwa beberapa hukum Perjanjian Lama tidaklah pernah dimaksudkan untuk diambil secara harfiah (seperti mata ganti mata, gigi ganti gigi atau undang-undang menyerukan tangan wanita dipotong jika meraih alat kelamin laki-laki ketika ia sedang sibuk memerangi suaminya). Sebaliknya, tradisi Yahudi mengatakan bahwa undang-undang ini selalu disebut pembayaran moneter.
Sebaliknya, Kuran adalah otoritas terakhir bagi para Muslim — tidak ada yang menggantikan itu atau dapat bertentangan dengan itu – jadi, untuk mengulang lagi, sepanjang sejarah Islam, ayat-ayat kekerasan telah ada diterapkan secara harfiah oleh umat Muslim dalam perlakuan mereka atas orang-orang tidak percaya [dalam Islam] dan para musuh.


3. Contoh utama bagi umat Kristen adalah Yeshua. Bagi umat Muslim, Muhammad adalah manusia sempurna dan model untuk diikuti.
Yeshua telah disalibkan dan memerintahkan pengikut-Nya untuk tidak membela diri-Nya atas nasib-Nya. Muhammad, yang memulai misinya sebagai seorang pengkhotbah lebih daripada seorang prajurit, memimpin serangan-serangan penjarahan (untuk mendapatkan uang untuk para pengikutnya); berjuang perang-perang yang agresif dan ofensif untuk menundukkan paramusuhnya; dan pada satu kesempatan yang terkenal, telah memenggal para tawanannya Yahudinya.

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35)

Dalam kontras yang jelas, hal yang sangat “kasar” Yeshua telah lakukan adalah menggulingkan meja-meja pertukaran uang di Bait [Elohim] dan mengusir keluar hewan-hewannya. [Matius 21:12-16]
Bagaimana dapat seorang memperbandingkan dua hal tersebut?
Yeshua disebut Anak Domba Elohim dalam sejumlah text, berbicara tentang korban kematian-Nya pada salib, dan Dia disembah oleh orang-oran Kristen sebagai Anak Domba yang telah tersembelih. Berpikirkah para Muslim secara umum akan Muhammad dalam persyaratan-persyaratan tersebut?
Masalah di sini bukanlah apakah tepat bagi orang Kristen untuk membela diri mereka sendiri terhadap serangan-serangan teroris atau apakah orang Kristen seharusnya melayani di militer.
Masalahnya adalah bahwa para orang Kristen permulaan terbunuh bagi iman mereka daripada membunuh orang lain untuk iman mereka. Para umat Islam permulaan, pada kenyataannya, membunuh orang lain bagi iman mereka, dan banyak (Muslim) telah melakukannya selama berabad-abad.
Jadi, ketika seorang Kristen dibunuh oleh seorang Muslim radikal karena menolak untuk menyangkal imannya, keduanya, orang Kristen dan Muslim dapat menunjukkan para pemimpin mereka — Yesus dan Muhammad — dan berkata, “Saya mengikuti contoh pemimpin saya,” seorang dibunuh karena imannya, yang lain melalui membunuh karena imannya.
Saya cukup sadar atas aspek-aspek sejarah Gereja, termasuk kekerasan Crusade-crusade (khususnya, menentang para Yahudi Eropa yang bukan bagian dari konflik militer antara umat Kristen [Katolik] dan umat Muslim), tapi contoh-contoh seperti ini membuktikan titik yang lebih besar: mereka pengecualian-pengecualian yang mengerikan atas aturan dan mereka tanpa dukungan [Alkitab] Perjanjian Baru.
Sebaliknya, perang-perang pertempuran dalam nama Allah memiliki sejarah Islam yang kaya, berkaitan langsung kebelaang kepada Muhammad dan Quran.
Adapun perang-perang yang Amerika terlibat di dalamnya, seperti invasi Afghanistan dan Irak, sementara banyak Muslim melihat ini sebagai “perang-perang Kristen” (karena Amerika dirasakan oleh dunia Islam ada sebagai sebuah negara Kristen), perang-perang ini tidak dilakukan atas nama Kristianiti, tetapi dalam nama keamanan nasional. Jika Amerika adalah sebuah bangsa sepenuhnya sekuler, ia bisa terlibat dalam perang-perang tersebut dengan mudah.
Saya menghargai kenyataan bahwa jutaan umat Muslim, termasuk banyak pemimpin [Muslim] yang terhormat, percaya bahwa ayat-ayat keras dari kuran adalah juga untuk waktu dan musim tertentu, dan saya salut mereka untuk menyangkal teologi, ideologi, dan tindakan-tindakan radikal Muslim di seluruh dunia.
Pada saat yang sama, hubungan erat antara Muhammad, ayat-ayat kekerasan Kuran, dan sejarah kekerasan Islam tidak dapat dipungkiri.
Pola serupa ini tidak dapat ditemukan dari masa-masa Perjanjian Baru sampai hari ini di kalangan pelaku ajaran Kristen. Dan dimana itu dapat ada ditemukan, itu adalah penyimpangan [atas ajaran Alkitab].
Tidak mengherankan, sementara para Muslim merayakan kemenangan berdarah Muhammad pada Khaibar, umat Kristen merayakan kematian berdarah Yesus pada kayu salib [Paskah], diikuti oleh kebangkitan kemuliaan-Nya.
Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Adonai (Tuhan), yaitu bahwa Adonai Yeshua, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata:
“Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata:
“Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Adonai sampai Ia datang. (1 Korintus 11:23-26)

Bacaan lain yang sejenis:

Diterjemahkan dari Verses of Violence: Comparing the Bible and Quran
by Michael Brown, Charisma Magazine 22 Desember 2015.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

 

Iklan

Posted on 27/12/2015, in Alkitab, Kuran & Hadis, SPAKI and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: