Islam semakin nampak asing dan tidak nyaman bagi Muslim Moderat

Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat. (Amsal 28:26)

Para Muslim sedang berdoa menhadap KabahIslam adalah satu dari lima agama yang memiliki jumlah jemaat terbesar di dunia. Dikenal secara umum bahwa mayoritas dari pemeluk agama Islam adalah Muslim Moderat, artinya mereka tidak terlibat di dalam aktivitas terorisme dan perang atas nama Islam dan nabi Muhammad, pelakunya dilabelkan oleh Dunia sebagai “para teroris Islam (Islamic terrorists).”


Dunia Barat dan Negara-negara Teluk (Timur Tengah) serta Asia dan Afrika tetap melabelkan beberapa organisasi beraliran Islam sebagai organisasi Islam teroris, diantara mereka yang dikenal umum dan paling aktif adalah:

  • Negara Islam (NI) / Islamic State (IS); beraliran Islam Sunni. Organisasi yang bercita-cita membangkitkan kembali sistim pemerintahan negara Islam awal abad ke 7. NI dipimpin oleh seorang Khalifa (bahasa Arab yang bermakna pengganti kepemimpinan Muhammad). NI berawal dari Negara Islam Irak dan Syria / NIIS (ISIS). Dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi, asal Irak
  • Al-Qaida; beraliran Islam Sunni, didirikan oleh Osama bin Laden, putra seorang kaya raya asal Arab Saudi
  • Muslim Persaudaraan / the Muslim Brotherhood; beraliran Islam Sunni, asal Mesir
  • Hamas, beraliran Islam Sunni berpusat di Gaza. Mendapat dukungan militer dari pemerintah Iran Shia
  • Hezbollah; beraliran Islam Shia berpusat di Libanon. Sayap organisasi Islam dari pemerintah Negara Islam Shia Republik Iran.
  • Al-Shabab; Islam Sunni asal Somalia
  • Bokko Haram; Islam Sunni asal Negeria utara
  • Taliban; Islam Sunni beroperasi di Pakistan dan Afganistan
  • Jemaat Islamiah; Islam Sunni beroperasi di Bangladesh dan Indonesia

Dua tiga tahun belakangan ini berita-berita dunia menunjukkan bahwa pro dan kontra antara Muslim Fundamental dengan Muslim Moderat semakin nyata sehubungan dengan aktivitas teror dari para organisasi yang tertulis di atas maupun yang tidak tertulis.
Selama 1400 tahun perjalanan agama Islam, tidak pernah terjadi sekumpulan orang Muslim secara korporat turun kejalan untuk mengunjuk rasa menentang aksi teror yang dilakukan oleh organisasi-organisasi Islam garis keras, kecuali dua tahun belakangan ini. Secara individu, itupun bisa terhitung, telah ada aksi protes untuk hal yang sama, namun suara mereka tidaklah terdengar atau berarti banyak bagi masyarakat, khususnya di kalangan dunia Islam sendiri.
Jurang pemisah antara Muslim Fundamentalis dengan Muslim Moderat semakin besar belakang ini. Jika dahulu keduanya hidup dan bersatu dalam satu rumah yang berfondasi, bertembok serta beratap tradisi dan budaya Islam, dua tahun belakangan ini nampaknya rumah pemersatu tersebut mulai rusak.


kitab KuranDua ideologi aliran Islam yang berbeda ini, saat ini bukan saja telah melahirkan kelompok-kelompok organisasi berbeda nama dan aliran, namun lebih prinsip dari kedua hal itu ialah telah melahir dua dunia Islam yang berbeda kutup, yakni Islam fundamentalis (ideologi Islam garis keras) dan Islam moderat (ideologi Islam demokrasi). Perbedaan ideologi inilah yang membuat konflik diantara Muslim fundamental dengan Muslim moderat.
Bagi Muslim fundamentalis, kehidupan dan pola pikir Muslim moderat adalah salah, tidak sesuai dengan ajaran Islam dan perintah Muhammad. Muslim fundamentalis menganggap Ideologi Islam modern / demokrasi adalah ideologi kafir, sebaliknya Muslim moderat melihat cara pikir dan hidup Muslim fundamentalis sebagai “asing,” “primitif dan barbarik” dan “tidak cocok” untuk abad 21 ini. Bentrokan antar dua ideologi Islam inilah yang menghasilkan apa yang sekarang kita saksikan di berita-berita internasional, yakni semakin banyak korban jiwa dan luka-luka dikalangan para Muslim moderat.
Jika abad-abad dahulu, aksi-aksi teror berdarah dari para penganut ideologi Islam fundamental hanya melanda orang Yahudi, Kristen, Hindu dan Buddha serta kelompok penganut agama lainnya yang bukan Islam, di tahun terakhir ini Muslim moderat pun mengalami teror yang sama. Contoh,

Keluarga korban Universitas Bacha Khan berkabung
Pakistan: Para militan Taliban menyerbu universitas di Charsadda. Menembak mati sedikitnya 20 murid dan pekerja kampus, serta melukai lebih dari 50 orang lainnya. Para korban adalah penganut Islam Sunni. Pendidikan sekolah, khususnya untuk wanita tidak mendapat tempat yang baik di mata organisasi Taliban. (20/1/2016) At Least 21 Killed In Attack On Pakistani University
Hampir tepat dua tahun lalu, para Taliban membantai 148 murid sekolah (132 tewas seketika) pemerintah di kota Peshawar.


Dr. Zuhdi JasserAS. Dr. Zuhdi Josser terkejut mendengar kotbah imam menyerang pandangan pro-demokrasinya. Zuhdi adalah pengungsi Syria kelahiran Amerika, ia dikenal sebagai Muslim moderat. Di sebuah mesjid di Phoenix, AS, dimana ia hadir, imam tersebut terang-terangan dan secara keras menegur Zuhdi, ”Imam memerintahkan untuk melawan saya dua bulan lalu di ibadah terbesar tahunan kami pada akhir Ramadan,” Zuhdi berkata. Imam ini menyebut dia sebagai pembenci Islam dan ”membandingkan ku sebagai para munafik di Kuran, yang secara mendasar mengkafirkan ku,” lulusan mahasiwa medis ini berkata.
”Pemuda seperti Zuhdi mengerti misi kita, yaitu mempromosikan Israel. Adalah penting untuk orang-orang mengetahui bahwa tidak hanya para Yahudi dan Kristen Lahir-baru yang mendukung Israel, tetapi juga para Muslim – para Muslim moderat – yang sungguh ingin melihat sebuah dunia yang lebih baik,” Joseph Puder, direktur eksekutif StandWithUs cabang Philadelphia berkata. Pro-Democracy Muslim Promotes ‘Sunlight’ to Combat Radical Islam


Jakarta, Indonesia: tentu sebagian besar orang Indonesia masih ingat serangan teror bom-bom bunuh diri dan senjata api dari kelompok orang Muslim yang bergabung dalam organisasi Negara Islam terjadi di Jl. M.H. Thamrin pada 14 Januari 2016 ini. Negara Indonesia dikenal sebagai “Negara dengan populasi Muslim terbesar sedunia.” Mantan presiden Mesir Mohamed Morsi terpidana 20 tahun penjara
Ya, Islam nampak semakin asing dan tidak nyaman bagi para Muslim Modern. Juli 2012 presiden Mesir Mohamed Morsi (Muslim Persaudaraan) memerintah dengan tangan besi. Mesir yang terkenal dengan universitas Islamnya darimana para pakar Islam dunia berasal, hanya dalam setahun ia telah dilolak oleh tiga juta rakyat Mesir, mayoritas Islam. Dan sekarang Morsi ada dalam penjara untuk hukuman 20 tahun atas kematian orang-orang yang menentangnya serta kekacauan dalam negara yang melibatkan Hamas dan Hezbollah. Mohamed Morsi rails against Sisi ‘coup’ at Egypt espionage trial

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 22/01/2016, in Dokma & Praktis and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: