Moral Para Pemimpin Israel dalam menghadapi gelombang terror Palestina yang berkelanjutan

”Musa! Musa! … Akulah Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak, dan Elohim Yakub.” Keluaran 3:4, 6.

Dalam gelombong terrorisme di Israel sejak Perayaan Hari Raya Pondok Daun (awal Oktober 2015), orang-oran Palestina bersenjatakan pisau, gunting, senjata api dan menabrakan mobil-mobil mereka ke bangsa Israel, sejauh ini (19/2/2016) tercatat telah menelan nyawa 25 orang Israel umumnya masyarakat biasa, dengan tambahan puluhan tentara dan polisi luka-luka. Dan dari pihak Palestina 172 orang Palestina ditembak mati oleh badan keamanan Israel, hampir semua tewas sementara melakukan aksi terror mereka dan selebihnya karena baku tembak saat operasi penangkapan. Kejadian ini tetap berlanjut – setiap hari – saat artikil ini diterbitkan.
Pertengahan bulan Pebuari 2016, media Israel ramai membahas tentang “bagaimana orang Israel seharusnya bersikap terhadap orang-orang Palestina yang sengaja menyerang-untuk-membunuh mereka?” atau ”_ terhadap para remaja Palestina yang ingin bunuh diri melalui tangan polisi Israel?”[1]


Media internasional sering melaporkan konflik berdarah ini yang terjadi di negara Israel, namun dalam laporan mereka umumnya hilang atau tidak disertakan satu hal penting yakni MORAL; khususnya nilai moral yang berkaitan dengan hati nurani – yang mana merupakan jati diri dari keberadaan manusia sebagai mahluk tertinggi ciptaan Elohim.
Melihat perjalanan panjang sejarah kemasyarakatan dunia, jatuh bangunnya suatu negara umumnya berkaitan langsung dengan moral pemimpin negara yang bersangkutan. Sejauh pemerintah berpegang dan menerapkan hukum (yang adil) rakyat akan terkendali dan merasa tentram, sebaliknya jika pemerintah mengkorupsi keadilan, maka cepat atau lambat negara akan hancur. Alkitab Perjanjian Lama mencatat secara terperinci bangkit dan jatuhnya bangsa Israel tergantung dari moral para penguasa merekan, sejak jaman hakim-hakim dan kemudian dilanjutkan oleh jaman raja-raja.

 

Kembali kepada konflik Israel-Palestina di atas, berikut ini adalah kutipan-kutipan pernyataan Kepala Menteri Pertahanan Israel, dan Kepala Angkatan Pertahanan Israel (API; IDF in English), serta Menteri Keamanan Masyarakat dan tentunya tidak ketinggalan pernyataan Perdana Menteri Israel sebagai pemimpin tertinggi kedua negara.
Dari pernyataan para pemimpin Israel anda bisa menilai sendiri apakah bangsa Israel sebagai suatu negara adalah ”negara apartheid[2] atau sebaliknya, ”negara sebagai saksi Elohim Yang Mahakudus.[3]


Pemimpin Pertahanan Israel Jendral Moshe Ya’alonMenteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon pada pesannya hari Selasa (16/2) kepada murid-murid perguruan tinggi Tel Hai berkata bahwa Israel seharusnyalah tidak berkompromi dengan nilai-nilai utamanya, bahkan dalam menghadapi kekacauan yang telah bangkit sejak lima bulan lalu.
”Kita harus bertindak dengan tenang, bijaksana dan dengan kebijakan sehingg mencegah menyakiti orang-orang yang tidak bersalah dan untuk menghindari menciptakan situasi di mana kemarahan kita menyebabkan kita kehilangan kemanusiaan kita, dan akhirnya kehilangan pandangan keadilan,” Moshe Ya’alon berkata.
“Kita harus tidak mengijinkan indra-indra kita untuk ada tumpul dan haruslah tidak menjadi membangkitkan-kebahagian hanya karena darah kita mendidih. Kita perlu tahu bagaimana untuk menang dan tetap ada sebagai manusia,” ia melanjutkan.
”Pernyataan beliau nampaknya membela pernyataan Kepala API Gadi Eisenkot (15/2) yang nampak menyinggung ajaran Talmud[4] yang mengajarkan, ”ketika seorang datang untuk membunuhmu – bunuh dia terlebih dulu,” laporan menulis, dan melanjutkan: ”Jendral ini tidak ingin pernyataan tersebut menjadi ‘slogan’ dalam kehidupan para tentara Israel sebab itu suatu anjuran ‘nasehat yang tidak bijaksana,'” situs Israel mengutip pernyataan Eisenkot.

Maijen Gadi Eisenkot dinobatkan sebagai Ketua Angkatan Pertahanan IsraelPernyataan Mayor Jendral Gadi Eisenkot terjadi pada kelas tanya-jawab di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk persiapan mereka masuk wajib militer.
”Phenomena terror telah menyertai masyarakat Israel sepanjang tahun-tahun. Kita melihat pengaruh mutual antara apa yang terjadi di Timur Tengah dengan Negara Islam (ISIS) dan yang terjadi bagi kita di sini (Israel),” Gadi Eisenkot berkata, dan menambahkan, ”API tidak perlu terjerumus kedalam pernyataan-pernyataan klise seperti ’membunuh atau ada dibunuh.’”

”Tentara (Israel) tidak dapat berbicara dalam slogan-slogan seperti ‘Jika seorang bangkit untuk membunuhmu, bunuhlah dia terlebih dahulu.’ Ia menjawab penanya dengan mengutip kalimat tradisi Yahudi.[5]
Dia memberi contoh penerapan di lapangan:
”Saya tidak ingin melihat seorang tentara mengosongkan selongsong pelornya pada seorang gadis remaja [datang menyerang dengan] gunting,” Eisenkot berkat. ”Sebaliknya, dia harus menggunakan kekuatan yang secukupnya untuk memenuhi tujuan.”
“Hari-hari ini, kalian dapat temukan pisau di dapur dan rumahtangga apapun. Tujuan terrorisme adalah untuk menabur ketakutan dan kengerian (horror) diantara masyarakat. Terrorisme sukses ketika itu mencegah orang-orang sipil hidup rutin dalam kehidupan normal mereka,” Mayor Jenderal API ini menerangkan para calon wajib militer.


Tidak semua orang Israel terntunya setuju dengan kebijakan Ketua API yang dipandang ”terlalu lembut” dalam menghadapi musuh mereka yang haus darah. Laporan menulis, TV Saluran 10 berkata pernyataan Eisenkot membuat marah ’para polisi senior Yerusalem,’ yang mengambil itu sebagai serangan pribadi pada polisi yang telah menembak pelaku terror di peristiwa di sebuah pasar.” Pemerintah Israel telah menahan dan mengadakan pemeriksaan terhadapat seorang polisi pria yang dianggap ”bertindak berlebihan” atas penyerangnya. Polisi ini ternyata adalah anggota dari sebuah kelompok agama Yahudi garis keras.[6]
Garis kebijakan moral bagi para petugas keamanan yang dinyatakan oleh Menteri Pertahanan Israel serta Angkatan Pertahanan Israel ternyata tidak hanya dipegang oleh kedua pemimpin negara itu saja, hari Rabunya (17/1), para pemimpin Israel lainnya juga sepaham, diantaranya mantan direktur Pelayanan Keamanan Shin Bet (badan intelejen) Yuval Diskin, bahkan para pembuat hukum dari partai oposisi pemerintah Tzipi Livni serta Elazar Stern juga setuju.
Yuval Diskin menyatakan pada Facebooknya bahwa para petugas keamanan ”yang tidak mampu menjatuhkan gunting atau pisau dari tangan (remaja) usia 13 haruslah tidak ada melayani sebagai seorang tentara tempur.”


PM Netanyahu pada Pertemuan Kabinet Mingguan di Yerusalem 21 Febuari 2016Pada Pertemuan Kabinet Mingguan (Minggu, 21/2) di Yerusalem, Perdana Mentri Benyamin Netanyahu mengomentari dengan keras para politikus garis keras yang mengeritik pernyataan Ketua Angkatan Pertahanan Israel (API/ IDF).
”Semua pernyataan yang telah dibuat (menyerang Eisenkot) pada akhirnya adalah tidak pada tempatnya dan kurangnya entah pemahaman atau (hanya bersifat) serangan-serangan politik,” PM Israel ini berkata.

Akulah YAHWEH, Elohimmu. Berjalanlah di dalam ketetapan-ketetapan-Ku, dan berperganglah pada peraturan-peraturan-Ku, dan lakukanlah itu. Dan kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, dan itu semua akan menjadi suatu tanda antara Aku dan kamu, sehingga kamu[7] akan mengenal bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu. (Yehezkiel 20:19-20)

Catatan kaki:
1. Pada awal bulan Pebuari, beberapa ahli kejiwaan Israel berpendap bahwa para remaja (baik laki maupun gadis) bersenjatakan pisau dan gunting lalu menyerang petugas keamanan dan polisi pos-pos pemeriksaan yang sedang bertugas (bersenjata lengkap) adalah tindakan bunuh diri karena kehidupan yang sulit dan putus asa akibat konflik antara Negara Israel dengan Pemerintah Palestina yang dipimpin oleh organisasi Islam Fatah di bawah pimpinan M. Abbas.
2. Negara Israel telah dituduh sebagai negara aparthaid sama seperti negara Afrika Selatan sebelum tahun 1980an. Baca “Is Israel an apartheid state?”
3. Elohim YAHWEH menyebut bangsa Israel sebagai bangsa yang “AKU telah pilih” untuk menjadi ”Saksi-saksi-KU” bagi segala bangsa di dunia. Lihat Kitab Yesaya 43:1 sampai 44:8. Perhatikan ayat-ayat 43:1-5 dan 44:1-2 dan 43:10, 12 serta 44:8.
4. Kitab Talmud adalah kitab interpretasi Perjanjian Lama yang dibuat oleh para guru-guru Yahudi. Yang menurut Yeshua bahwa interpretasi mereka sesungguhnya adalah ajaran nenek moyang dan bukan Firman YAHWEH.
5. ”Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: —“ lima kali Yeshua HaMashiah berkata memperbaiki interpretasi yang salah atas Firman YAHWEH (di Perjanjian Lama) dari para pengikut Farisi. Yeshua tidak menghapus Perintah Torah dan para Nabi, sebaliknya Dia menempurnakan makna sesungguhnya dari Perintah-perintah YAHWEH. Lihat Injil Matius pasal 5; perhatikan ayat 21 sampai 43, lalu Yeshua memberi standard moral, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat 5:48)
6. Kelompok ini juga suka mengganggu ibadah dan merusak fasilitas ibadah kelompok Yahudi yang percaya Yeshua (Messianic Jews) dan kelompok Kristen Aram dan pendatang lainnya.

7. Terjemahan ILT menterjemahkan dengan benar: “kamu” (bangsa Israel), demikian juga ITL (Terjemahan Lama) tepat seperti terjemahan-terjemahan Alkitab Inggis yang umum diterima. “Sehingga kamu akan mengenal” merefer kepada “akibat dari ketaatan”  yang menghasilkan kehidupan yang berkelimpahan bukan hanya jiwa dan keturunan (Yesaya 48:18-19 ) tetapi juga segala berkat jasmani (Ulangan 28:1-14).

Referensi:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 22/02/2016, in Alkitab, Israel and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: