Jerman: Pemerintah menyiapkan peraturan hukum larangan wanita Muslim memakai selubung muka (burqa dan niqab)

Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.  (2 Korintus 3:16-17)

Ditengah banjirnya imigran Muslim di Jerman, lebih dari satu juta orang, mayoritas

AFGHANISTAN-POLITICS-REFUGEES

Muslim, berasal dari Syria, Irak dan Afganistan, dan ditambah dengan kekuatiran masyarakat setelah dua serangan terror dan peristiwa tembakan terjadi, pemerintah Jerman hari Jumat kemarin (19/8/2016) telah menyetujui untuk melarang para wanita mengenakan selubung muka di sekolah-sekolah, di kampus-kampus, dan sementara mengemudi mobil.

Sementara, menteri dalam negeri untuk wilayah Mecklenburg-Vorpommern, Lorenz Caffier, berkata bahwa pakaian Islam yang menutup seluruh tubuh tidaklah bisa diterima sebab itu sebuah penghambat untuk berintegrasi, memdorong perbandingan masyarakat-masyarakat dan memberi pemikiran bahwa para wanita adalah lebih rendah martabatnya (inferior).

”Kami semua menolak (pakaian) selubung penuh (the full veil) – tidak hanya burqa, tetapi juga jenis-nesi lain selubung penuh yang yanya menyisahkan hanya mata terlihat (niqab) …. Yang sedemikian tidak punya tempat di dalam masyarakat kami,” ia berkata kepada para reporter

Para wanita Muslim berpakaian niqab (menutup seluruh tubuhnya kecuali mata)”Kami ingin memperkenalkan sebuah hukum untuk membuat orang-orang menunjukkan wajah-wajah mereka dan itu berarti bagi mereka yang melanggar itu hukum akanlah harus merasakan konsekuensi-konsekuensinya,” menteri ini menegaskan.

Tidak semua menteri setuju dengan hukum yang akan ditetapkan ini. Andrea Nahles dari partai Sosial Demokrat (SDP) menyebut keputusan tersebut sebagai tanda ”bertambahnya xenophobia” politik di Jerman. Heiko Mass, juga dari SDP berkata debat tentang burqa dan keamaman seharusnya ada dijaga terpisah.

Debat umum tentang larangan selubung penuh tubuh wanita telah bangkit di negara-negara Eropa sejak kota-kota Mediteranian di Perancis membuat larangan wanita Muslim berpakaian renang “burqini/ burkini” di pantai. Belgia pada bulan Juli 2011 telah mengeluarkan peraturan dilarangnya wanita berpakaian penutup muka tersebut di tempat-tempat umum. Di Spanyol, kota turis Barcelona juga melarang pemakaian pakaian Islam yang menutup muka di tempat-tempat umum seperti kantor, pasar dan perpustakaan. Masalah pakaian wanita Muslim di Eropa juga telah menjadi pembicaraan panas di Belanda, Swiss, Denmark dan banyak negara Eropa lainnya. Pemerintah Bulgaria memberi pinalti 150 € sebagai peringatan pertama bagi wanita berburqa atau berniqab. Lalu menjadi 500 € untuk pelanggaan kedua. Seorang pemimpin polisi Bulgaria meresponi pertanyaan wartawan berkaitan dengan 7 wanita Muslim yang terkena denda, ia hanya menjawab: “Saya tahu tradisi mereka, kebiasaan mereka, agama mereka dan hidup mereka. Saya tidak ingin berkata apa-apa tentang itu.”

Bagi sekolompok Muslim yang hidup di negara-negara Eropa larangan ini merupakan pelanggaran hak beribadah mereka dan sekaligus menyerang Islam.

Bacaan berkait:

Referensi:

 Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.

Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

 

 

Iklan

Posted on 20/08/2016, in Anti-Islam di Barat, Benua Eropa and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: