Pernyataan Raja Marokko Mohammed VI pada peringatan Hari Revolusi Raja dan Masyarakat ke-63

Mercy and truth are a guard to a king, and will surround his throne with righteousness. (Proverbs 20:28, LXXE)

King Marokko Mohammed VI peringatan 20 Agustus Kemerdekaan Marokko ke-63”Terpujilah Allah. Semoga damai dan berkat ada di atas Nabi, para kawannya dan kerabatnya,” raja membuka pernyataan

Para Warganegara yang terhormat,

Peringatan peristiwa-peristiwa sejarah tidak hanya sebuah alasan untuk perayaan. Itu adalah juga sebuah kesempatan untuk merenungkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mengilhami para generasi sebelumnya dan yang membantu membangun saat ini dan melihat ke masa depan dengan yakin.

[… (raja bicara pentingnya membangun hubungan  yang sehat antara Marokko dengan negara-negara Arika, khususnya dengan Algeria, tetangganya)]

[Mengalamatkan kepada masalah imigran di dalam Marokko, raja berkata:]

Maroko adalah satu dari negara-negara pertama di Selatan yang mengadopsi kebijakan yang di dasari solidaritas asli mengenai imigran sub-Sahara. Kebijakan terintegrasi ini, yang berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dirancang untuk meyakinkan hak-hak para imigran dan martabat ada terjaga.

Hal ini tidak mengherankan pada sebagian orang-orang Marokko,  mempertimbangkan cara mereka yagn selalu memperlakukan para tamu mereka. Kemurahan hati, keramahan dan kehangatan penyambutan mereka telah lama berakar dari identitas dan budaya kita. [… (raja sungguh puas dengan para imigran yang telah bekerja keras, berlaku baik dan menghormati aturan dan hukum Marokko)]

[Menyinggung tentang menyebarnya gejala ekstimisme dan terroisme di Timur Tengah dan Eropa yang dilakukan oleh kelompok Islam fundamentalist]

[My] son, fear God and the king; and do not disobey either of them. For they will suddenly punish the ungodly, and who can know the vengeance [inflicted] by both?  (Proverbs 24:21-22, LXXE)

Dalam hal ini, saya ingin menghimbau orang-orang Marokko yang tinggal di luar negeri untuk tetap tegas berkomitmen kepada nilai-nilai agama mereka dan tradisi-tradisi mereka yang telah lama dihormati mereka dalam menghadapi fenomena ini yang tidak ada hubungannya dengan budaya atau latar belakang mereka.

[…]

Secara alamiah, saya sangat mengutuk pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah. Membunuh seorang imam (pendeta) dilarang oleh agama [menyinggung terbunuhnya seorang pendeta Katolik di Belgia baru-baru ini]; membunuh dia di dalam gereja adalah kegilaan yang tidak termaafkan, karena ia adalah seorang manusia dan seorang yang rohaniwan – sekalipun jika bukan seorang Muslim. Islam memerintahkan kita untuk merawat baik-baik orang-orang yang percaya Alkitab [the people of the Book; raja merefer dari literatus Islam yang memanggil dan bermakana: “masyarakat Yahudi dan Kristen yang berpegang kepada ajaran Alkitab / The Book]. Yang Mahakuasa berkata: “Kami tidak membuat perbedaan antara satu dan lainnya dari para rasul-Nya.” Dia juga mengatakan: “Tetapi itu adalah kebenaran untuk percaya kepada Allah (Elohim/God), dan Hari Kiamat, dan para malaikat, dan Alkitab, dan para utusan-Nya.”

Mereka yang terlibat dalam kasus terorisme, atas nama Islam, bukanlah orang-orang Muslim. Mereka hanya link ke Islam adalah pura-pura (memakai ayat-ayat Kuran) yang mereka gunakan untuk membenarkan kejahatan-kejahatan mereka dan kebodohan mereka. Mereka telah tersesat dari jalan yang benar (the right path), dan nasib mereka adalah untuk tinggal selamanya dalam neraka.

Mereka berpikir – keluar atas pengabaian – bahwa mereka terlibat dalam jihad. Sejak kapan jihad telah identik dengan membunuh orang yang tidak bersalah? Yang Mahakuasa berkata: “Janganlah melanggar batas-batas, karena Allah tidak suka para pelaku pelanggaran.”

Dapatkah dibayangkan bahwa Allah – Yang Mahapenyayang, Yang Mahapengasih – dapat memerintahkan seseorang untuk meledakkan dirinya sendiri atau membunuh orang yang tidak bersalah? Islam, kenyataannya, tidak mengizinkan segala bentuk bunuh diri –  apa pun alasan atau keadaan. Yang Mahakuasa berkata: “jika salah seorang membunuh seseorang – kecuali itu untuk pembunuhan atau untuk menyebarkan kejahatan di suatu tempat – itu akanlah menjadi seolah-olah dia membunuh seluruh rakyat.”

[…]

Bahwa, pada kenyataannya, adalah hujat nyata, sebab Yang Mahakuasa berkata: ”Siapa, kemudian, lebih salah daripada orang yang mengucapkan dusta tentang Allah, dan menolak Kebenaran ketika datang kepadanya; bukankah dalam neraka tempat tinggal untuk para penghujat?” Nenek moyang saya, Nabi Muhammad-semoga damai dan berkah atasnya – berkata: “Siapa pun menceritakan kebohongan tentang saya secara sengaja, biarlah dia mengambil tempatnya di neraka.”

[]

Semua kita adalah target. Siapapun berpikir dan percaya dalam apa yang baru saja saya katakan adalah target dari terrorisme. Itulah pecutan yang memukul Marokko pada masa silam, kemudian itu memukul di Eropa dan di banyak belahan dunia.

[]

Dalam hal ini, saya mengikut langkah-langkah para nenek-moyang pendahulu saya yang percaya dalam Afrika, dan yang telah bekerja keras untuk kesatuan, keterbukaan dan progres dari masyarakatnya.

Jadi dengan rasa hormat yang besar kita mengingat para pahlawan Revolusi Raja dan Masyarakat, kakek saya yang terhormat, yang mulia Raja Mohammed V, dan ayahku yang terhormat, yang mulia Raja Hassan II – bolehlah mereka beristirahat dalam damai – sedemkian juga semua para martir negara yang besar.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

Long live and great honor to the King of Morocco, King Mohammed VI!!!

Referensi dan text lengkap lihat di sini: Text of King Mohammed VI’s Speech on King and People’s Revolution Day

Bacaan berkait:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 22/08/2016, in Dokma & Praktis, Timur Tengah and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: