“Harap ceritakan kepada dunia apa yang telah terjadi,” Yazidi asal Sinjar memohon

Orang yang mengabaikan hukum memuji orang fasik, tetapi orang yang berpegang pada hukum menentangnya.Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari YAHWEH mengerti segala sesuatu. (Amsal 28:4-5)

Kurdistan, Irak. 30 September 2016

nezar-samuel-yazidish-of-sinjar-kurdistan-iraq

Nezar Samuel – Foto Keluarga

Kami pertama kali bertemu Nezar Samuel pada bulan Januari di reruntuhan kota Sinjar. Dia adalah seorang Yezidi yang isterinya dan dua anak kecil mereka ditangkap dua tahun yang lalu oleh NIK (Negara Islam Khalifah). Pada saat yang sama ibu, ayah, saudara perempuan, saudara-saudara laki, paman dan bibinya telah dieksekusi oleh NIK dan tulang-tulang mereka di kuburkan di perkuburan massal di luar Sinjar. (Video: Not Alone – White Monkey in Kurdistan). Suku Yezidi telah sengaja dipilih untuk dibunuh, diperkosa dan diperbudak oleh NIK.

Kisah Nezar adalah satu dari ribuan tragedi yang hidup di sini.

Foto pernikahan Nezar, semua telah dibunuh oleh NIK, kecuali istrinya bersama dua anaknya di tahan oleh NIK sampai saat ini berita ditulis.

Kami bertemu dengannya lagi pada misi ini dan dia menunjukkan foto pernikahannya kepada kami. Bernama dia, istrinya, ayah, ibunya dan keluarga.

“Meninggal, meninggal, meninggal, meninggal,” ia berkata sementara ia menunjuk ke setiap pribadi di dalam foto tersebut. Dari semua orang di foto ini, hanya istrinya beserta dua anak mereka yang tetap hidup dan sekarang ditahan oleh NIK.

Saya katakan kepadanya, “Kamu adalah saudaraku dan saya mengasihimu. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menceritakan kisah mu dan berdoa dan melakukan semua yang kami bisa untuk menyelamatkan istrimu.”

Saya kemudian berdoa tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya, apa yang untuk diserahkan. Aku berkata, “Saya akan bersamamu dalam hal ini sampai istri dan dua anak dibebaskan. Kamu istimewa bagi saya dan saya ada bersamamu. Keluargaku, tim kami dan saya berdoa bersamamu kepada Elohim untuk pembebasan mereka dan saya akan meminta semua orang yang saya bisa untuk membantu.”

Kami kemudian nezar-samuel-at-mass-grave-where-many-of-his-family-were-killedmemutuskan untuk pergi ke kuburan massal yang mana keluarganya tewas. Nezar membawa kami sepanjang garis depan ke lokasi. Itu adalah sebuah dataran dangkal, luasnya sekitar 150 cm kali 75 cm, terletak di sebelah sebuah sekolah yang hancur. 1,5 Km jauhnya adalah garis depan NIK. Di sinilah kuburan masal dari lebih 70 orang laki-laki, perempuan dan anak-anak telah ditembak dan dipukul sampai mati oleh NIK dan dimakamkan di sini. Tengkorak, rambut, tulang, dan potongan-potongan pakaian yang berserakan dan tulang keluar dari tanah. Beberapa dari tengkorak kecil, milik anak-anak kecil,  gigi mereka terpukul dengan keras.

Berdoa dengan Nezar di kuburan massal dimana terdapat tulang-tulang dan rambut perempuan dan anak-anak dibunuh oleh NIK.

Nezar berdiri melihat tulang-tulang dari kuburan massal tanpa bersuara. Kemudian dadanya bergetar dan ia meletakkan kedua tangannya ke wajahnya dan mulai nangis tersedu-sedu. Ia menangis dan bergetar dan terduduk ke tanah. Setelah beberapa saat ia berdiri kembali dan saya menghampirinya merangkul dia dengan kedua lenganku, memeluk dia erat-erat. Dia memegang tanganku dengan eratnya.

Saya berdoa dan mengatakan kepadanya bahwa saya sangat turut beduka sementara air mata mengalir keluar dari mataku. Ia mengangkat kepalanya dan mulai berseru kepada keluarganya. Melalui tangisannya ia memanggil mereka dan berbicara kepada mereka.

Nezar Samuel di kuburan massal dimana banyak keluarganya telah tewas

Saya tetap memegang dia dan berdoa. Kemudian dia memandangku, mengangguk dan

nazar-samuel-got-support-from-dave-of-the-fbr

Dave menghibur Nezar

berkata, “Terima kasih, terima kasih. Tolong beritahu dunia atas apa yang telah terjadi. Itu tidaklah hanya keluarga saya yang telah terbunuh dan tertangkap, ada ribuan lebih. Tolonglah bertindak tepat waktu untuk menyelamatkan tawanan yang masih hidup. Saya telah ketahui bahwa istri saya dan dua anak masih hidup ditahan di sebuah lantai bawah tanah bersama orang lainnya oleh NIK di Syria. Saya tidak datang ke sini untuk menangis hari ini. Saya telah menangis selama dua tahun dan itu tidak membuat sesuatu berbeda. Tetapi saat saya menangis bersamamu hari ini, saya telah merasa lebih baik.”

Pembaca yang terkasih, berdoalah bersama kami sementara kami mencoba berbagai cara yang kami bisa untuk membebaskan keluarga Nezar dan orang-orang Yazidi lainnya yang terpenjara.

Terima kasih dan Elohim memberkati kalian,

Dave, keluarga dan Free Burma Rangers di Kurdistan

The story in English clike here

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 06/10/2016, in Timur Tengah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: