Majelis PGI Abad 21: “LGBT Tidak Menyalahi Ajaran Alkitab!”

Bialah tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan cara apa pun, kecuali bahwa pertama-tama kemurtadan itu datang dan manusia pendosa, yaitu anak kebinasaan itu disingkapkan          (2 Tesalonika 2:3)

surat-majelis-pgi-abad-21-menyatakan-lgbt-tidak-menyalahi-ajaran-alkitabMajelis Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dengan surat pastoralnya tertanggal 17 Juni 2016 bernomor: 360/PGI-XVI/2016 menyatakan sikapnya atas kelompok masyarakat Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT).

Difinisi LGBT: Lesbian adalah kaum wanita yang mempraktekan hubungan sex dengan sesama wanita; Gay adalah kaum pria yang mempraktekan hubungan sex dengan sesama pria. Keduanya disebut sebagai kaum “homosex;” Bisexual adalah seorang baik dia pria maupun wanita tetapi membuat dirinya memiliki karakter keduanya (wanita ber penis, pria menumbuhkan payudara), sehingga mereka memiliki kecenderungan napsu sex kepada dua jenis kelamin, Merriam-Webster Dict.; Transgender adalah pria dan wanita yang mentranform/ merubah jenis kelamin mereka, Wadam, orang Indonesia menyebutnya. Kalimat berwarna merah jambu adalah kutipan langsung dari surat PGI.

Surat yang terdiri dari lima halaman ini menerangkan bagaimana Majelis PGI menilai kehadiran masyarakat LGBT, melalui penelitian mereka atas ayat-ayat Alkitab dan penelitian ilmu kedokteran, lalu dari keduanya ini ditutup pada halaman terakhirnya menganjurkan Gereja-gereja di Indonesia  menerima kaum LGBT, “Kiranya gereja-gereja terus mengarahkan diri pada tuntunan Roh Kudus untuk memperdalam pemahaman dan memperkuat komitmen iman menyangkut penerimaan kaum LGBT.”

Mari kita lihat pemikiran para Majelis PGI ini melalui surat resminya tersebut sehingga mereka bisa sampai pada kesimpulan bahwa gaya hidup LGBT tidak menyalahi Alkitab dan tidak berdosa.

  1. Penelitian PGI tentang LGBT melalui ayat-ayat Alkitab

”Penafsiran terhadap teks Kitab Suci yang tidak mempertimbangkan maksud dan tujuan dari teks yang ditulis oleh para penulis Kitab Suci berpotensi menghasilkan interpretasi yang sama sekali berbeda dari tujuan teks itu ditulis,” PGI berkata. [Langkah pembukaan game yang sangat cerdik dan benar dan bagus]

”Berkenaan dengan LGBT,” PGI berargumen bahwa Alkitab tidak mengerik ”orientasi seksual” mereka, tetapi “mengeritik prilaku seksual yang jahat dan eksploitatif yang dilakukan oleh siapa pun.” Garis bawah ditambahkan. [Langkah tipuan yang dasyat, men-genaralkan topik masalah. Berbelok 15 derajat]

Menurut pengurus PGI dalam suratnya ini, ayat-ayat pada Kejadian 1:26-28; 2:18, 21-24 tentang penciptaan Adam (laki-laki) dan Hawa (perempuan), kisah ini ”sama sekali tidak ditujukan untuk menolak keberadaan kaum LGBT.” [Langkah tipuan kedua, merubah masalah ”prilaku sex” menjadi masalah ”jenis kelamin.” Sekarang belok menjadi 30 derajat]

lgbt-akhir-dari-sebuah-generasi

LGBT akhir dari sebuah generasi natural

Menurtu pengurus PGI, cerita di Kejadian 19 tentang kejahatan penduduk Sodom yang ingin memperkosa dua Malaikat YAHWEH (ingat: kedua pribadi ini ialah tiga pria yang mengunjungi Abraham pada pasal sebelumnya: Then the LORD appeared to Abraham. He looked up, and he saw three men standing near him. (Kej 18:1-2) di rumah Lot bukanlah masalah kejahatan prilaku sex, tetapi ”mengkritisi sikap xenofobia masyarakat Sodom.” Xenofobia adalah istilah abad 21 yang arti literalnya ”rasa takut yang tidak beralasan terhadap pendatang,” kata ini dipakai untuk menyerang orang yang kuatir dengan banyir imigran di dalam negara mereka. PGI juga memakai argument sejenis pada ayat-ayat Alkitab Hakim-hakim 19:1:30 kisah rencana pemerkosaan tamu pria oleh penduduk Gibea dan matinya gundik tamu tersebut karena diperkosa masal di kitab . [Langkah tipuan lihai lainnya: merubah topik dari “prilaku orientasi sex yang imoral” menjadi “anti-imigrasi” – PGI menyerang orang “nasionalis.” Telah berbelok  90 derajat dari target Kebenaran Alkitab]

Dan ayat pada Roma 1:22-32 yang dikenal sebagai kritikan terbuka rasul Paulus atas gaya hidup lesbian dan gay (hubungan sex antar pria) di pusat kerajaan Eropa saat itu, yang menurut Paulus praktek sex sumbang ini hadir akibat ”menukar kemulian Elohim yang tidak fana” dengan berhala-berhala (ayat 23-24), ditafsirkan oleh Majelis PGI sebagai kritik atas praktek ibadah ”penyembahan berhala Romawi” semata. [Langkah ”menutupi masalah” diperlukan ketika tidak bisa lari dari kenyataan. Langkah yang lihai! Telah keluar dari Target ajaran Alkitab sebesar 120 derajat]

Ayat-ayat lain yang dibahas di surat ini adalah Imamat 18:22; 20:13; 1Kor 6:9-10; 1Tim 1:10. PGI, pada ayat-ayat ini, berargumen bahwa yang ditolak oleh Firman Elohim bukanlah eksistensi LGBT, tetapi hanyalah “segala jenis perilaku seksual yang jahat dan eksplotatif.” Dengan kata lain, PGI menyatakan bahwa kumpul kebo, tidur dengan istri atau suami orang lain, main pelacuran dan segala bentuk perjinahan fisik tidaklah bertentangan dengan ajaran, perintah dan ketetapan Firman Elohim sejauh semua itu tidak dilakukan secara “eksplotatif.”  Pengurus umum PGI abad 21 mencoba mendefinikan ulang kata “berzinah.”Sementara Adonai Yeshua mempertegas arti “berzinah”pada Matius 5:27-28, Pemimpin PGI melakukan yang berlawanan: memutarkan balik dan sekaligus meremehkan peringatan Yeshua adanya hukuman yang berat bagi pelaku pezinahan, yakni neraka (ayat 29-30). [Apakah ada kata eksplotatif pada 1 Kor 6:9? Suatu langkah yang ceroboh saya pikir; atau sengaja? Adonai yang tahu persis hati dan motifasi mereka. Belokan telah menjadi 160 derajat]

Exploitative: unfairly or cynically using another person or group for profit or advantage; Merriam-Webster Dict.
  1. Penelitian tentang LGBT menurut dunia kedokteran

PGI merefer penerimaan  kehadiran LGBT dalam Gereja berdasarkan pernyataan WHO dan Human Right International bahwa “orientasi seksual LGBT” tidak lagi dikatagorikan “sebagai penyakit, penyimpangan  mental atau sebagai bentuk kejahatan.” [Bisakah organisasi mendifinisikan ulang apa yang Elohim telah nyatakan? Ini ilmu biologi Amerika abad 21 atau moral abad 21? Prilaku lesbian dan gay dinyatakan oleh dokter Amerika sebagai berasal dari genetik, barulah terjadi diakhir abad ke 20, berkaitan dengan gelombang tuntutan persamaan hak kelompok LGBT]

Setelah langkah semakin menjauh dari kebenaran Alkitab, kesimpulan akhirnya tentunya tidak mengherankan siapapun. Maka Pengurus PGI menyatakan prilaku LGBT bukanlah suatu dosa, oleh sebab itu kaum LGBT tidak perlu bertobat atau dipertobatkan, ”kecenderungan LGBT bukanlah merupakan pilihan, tetapi sesuatu yang terterima (given). Oleh karena itu, menjadi LGBT, apalagi yang sudah diterima sejak lahir, bukanlah suatu dosa, karena itu kita tidak boleh memaksa mereka bertobat.” Lalu menambahkan, ”kita harus menolong agar mereka bisa menerima dirinya sendiri sebagai pemberian Allah.” Garis bawah ditambahkan. [Beranikah Anda menyalahi Pencipta atas kesalahan yang ditimbulkan oleh pilihan Anda sendiri?; ini langkap permainan politik di dunia kerohanian yang terlalu berani dan sangat berbahaya. Sekarang belokan sudah mencapai 170 derajat!!]

Oleh karenanya pengurus PGI ini mengusulkan Gereja-gereja Indonesia menerima kaum LGBT sebagai bagian dari “Tubuh Kristus.”

ketua-dan-wakil-umum-pgi-ibu-henriette-labang-dan-bapa-gomar-gultom

Ketua dan Seketaris umum Majelis PGI

Pada bagian Penutup surat, PGI menulis: ”Kita harus menjauhkan diri dari kecenderungan menghakimi atau menyesatkan siapa pun.” [”Skakmat!!,” Kebenaran ajaran Alkitab terancam mati! Ehem, ehem, apakah kita ingat di Alkitab, siapa yang Adonai Yeshua sebut sebagai penyesat? Komplit berbalik 180 derajat dari Target ajaran Firman Elohim]

Menurut Hanny Setiawan, pada atikelnya yang berjudul PGI Akhirnya ‘Keluar Dari WC’ Menyatakan LGBT Tidak Menyalahi Firman, president Baraq Obama, ia menjulukinya sebagai ”tokoh LGBT modern,” telah mempengaruhi PBB untuk mendukung penyebaran gerakan LGBT ke negara-negara tertentu di Asia, termasuk Indonesia.  ia mengutip suatu sumber:

Untuk mendukung komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks (LGBTI), sebuah badan PBB, United Nations Development Programme (UNDP) menjalin kemitraan regional dengan Kedutaan Swedia di Bangkok, Thailand dan USAID.
Dana sebesar US$ 8 juta (sekitar Rp 108 miliar) pun dikucurkan dengan fokus ke empat negara: Indonesia, China, Filipina dan Thailand.”

Sumber ini diambil oleh Hanny dari koran detik.com berjudul:  UNDP Kucurkan Rp 108 M Untuk Dukung LGBT di Indonesia dan 3 Negara Asia

CATATAN PENTING: Tulisan ini tidak diartikan sama sekali bahwa baik Gereja secara korporat Tubuh Krisus dan juga orang Kristen secara pribadi untuk membenci orang-orang LGBT. Sesuai ajaran Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu umat-Nya diperintahkan untuk mengasihi sesama manusia termasuk imigran asing. Namun juga jelas Firman Elohim yang tertulis (Alkitab) menyatakan segala perbuatan dosa akan berakibat kematian kekal, pelakunya diperintahkan-Nya untuk bertobat. Umat-Nya dilarang untuk berada dalam kuk yang sama dengan orang-orang yang menolak Perintah-Nya. Adonai Yeshua memberi mandat kepada Gereja-Nya untuk memberitakan Kabar Baik / Injil Kerajaan Sorga kepada orang berdosa untuk mempertobatkan mereka, sehingga mereka juga bisa menikmati anugerah dan kemulian Bapa-Nya baik pada masa ini terlebih pada masa kekekalan. Tulisan ini dibuat tepatnya bagi kalangan Gereja, menasehatkan untuk Umat-Nya berhati-hati dengan tipuan Setan yang ingin memecah Tubuh Kristus dan berkompromi dengan dosa agar tidak kembali diperhamba oleh dosa, seperti rasul Paulus ingatkan di kitab Roma pasal 6. Jika seorang mengaku “pengikut Yeshua” (Kristen), maka ia harus meninggalkan gaya hidup duniawi dan memikul salibnya dan mengikuti Yeshua. Ayat Alkitab yang tepat untuk menggambarkan apa yang saya maksud pada tulisan ini ada terdapad di kitab Galatia 5:22-25, tertulis sebagai berikut:

Akan tetapi buah Roh (Roh Kudus yang berada hidup di dalam tubuh orang Kristen) adalah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, iman, kelemah lembutan,  pengendalian diri (ekpresi keluar). Tidak ada hukum yang menentang hal-hal seperti itu. Dan, orang-orang milik Kristus telah menyalibkan daging bersama nafsu dan keinginan. Jika kita hidup oleh Roh, kita juga dapat berjalan di dalam Roh (ekpresi ke dalam).

Terima kasih dan Adonai Yeshua Ha Mashiah memberkati kita semua.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 16/10/2016, in AGAMA Kristen, Akhir Jaman and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: