Mengapa Turki ditolak terlibat perang merebut balik Mosul dari Negara Islam Khalifat (NIK)?

lokasi-kota-mosul-di-irak-foto-bbc-diambil-dari-google-map

Peta Mosul, Kurdistan Irak

Perang merebut kembali kota Mosul, dimulai 17 Oktober 2016 adalah perang penting dan bernilai besar baik bagi orang Kurdi, Yazidi, Arab Irak, Turki, Iran serta suku-suku minoritas lainnya yang hidup di Kurdistan. Dan perang ini sangat bernilai besar khususnya bagi masyarakat Islam Timur Tengah dan Dunia Islam, baik Sunni maupun Syiah. Tambahan dari itu, perang ini penting bagi Amerika Serikat: ”Mengusir mereka [kelompok NIK] dari kota tersebut akanlah ada sebuah kemajuan strategi yang bernilai,” Josh Earnest, Jurubicara Gedung Putih berkata hari Senin (17/10). Mengapa begitu penting? Sebagai kota kedua terbesar di Irak, Mosul, yang terletak di Irak utara ini adalah kota strategis: jalur utama yang menghubungkan negara-negara di wilayah Kurdistan, sumber air minum (Sungai Tigris melewati tengah-tengah kota), dan sumber minyak bumi. Dalam kontek keagamaan dan budaya sosial dan politik, kota ini sangat bersejarah bagi penduduk Mesopotamia, kota ini bagian dari profinsi Ninive, wilayah yang terkenal di Alkitab Perjanjian Lama dalam kitab nabi Yunus, dan bahkan ditulis oleh Alkitab sebagai salah satu kota (saat itu) peradaban kuno yang dibangun oleh raja Nimrod dari Babilonia, sekitar 4.000 tahun sebelum Islam lahir. Sejak  kelompok NIK merebut kota Mosul dari penduduk aslinya (suku Kurdi Kristen dan Muslim serta suku Yazidis) pada 24 Juni 2014, Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin utama NIK, segera menjadi kota Mosul sebagai ibukota NIK untuk wilayah Irak, Abu Bakr kemudian menproklamasikan dirinya sendiri sebagai Khalifat, pemimpin umat Islam penerus Muhammad, pendiri agama Islam. Jika Mosul berhasil direbut dari NIK, itu berarti garis keras Islam tumbang, jika tidak berhasil, maka Darul Islam akan berkembang ke seluruh dunia bahkan Barat dengan cepat seperti jamur di musim semi.

Tentara kualisi vs militan NIK di kota Mosul, Ninive Kurdistan

Tentara kualisi yang memerangi NIK di Mosul terdiri dari sekitar 30.000 personal: mereka terbagi dalam tiga kelompok besar: Pemerintah Irak (Syiah + Sunni), Kurdi Peshmerga dan pejuang-pejuang suku Islam Sunni. Sementara dari pihak NIK, diperkirakan ada 4.000 sampai 8.000 pejuang.

Seorang jendral dari Kurdi Peshmerga berkata kepada seorang wartawan, ”Kami memiliki musuh yang kuat. Mereka tidak hanya memerangi orang-orang Kurdi atau Syiah, mereka sedang bertempur melawan seluruh dunia. Kami ingin mengalah mereka demi setiap orang.”

”Merebut kembali Mosul akanlah ada sebuah langkah penting menuju mengalahkan Daesh [NIK] di Irak dan mengahkhir tyrainya atas populasi masyarakat di kota tersebut,” Priti Patel Seketaris Pengembangan Internasional Britania berkata.

orang-irak-membakar-bendara-turki-menentang-campur-tangan-perang-mosul

Demo menentang campur tangan Turki di Irak

Mengapa Turki sangat ingin terlibat dalam Perang Mosul Oktober 2016?

Kembali kepada Turki. Negara ini telah terlibat langsung dan tidak langsung dalam Perang Syria, yang sekarang telah memasuki tahun ke enam, mengapa pada Perang merebut kembali kota Mosul yang justru sangat penting ini anggota negara NATO ini dilarang terlibat?

President Turki Tayyip Erdogan, hari Saptu berkata bahwa pemerintah Irak tidak akan mampu menghadapi NIK seorang diri. Ini dikatakannya setelah Pemerintah Iraq berkata secara resmi, ”Saya tidak akan mengijinkan militer-militer Turki terlibat dalam operasi-operasi membebaskan Mosul dalam segala cara yang mungkin.”

Erdogan juga berkata, ”Kami tidak akan membiarkan Mosul diberikan kepada Daesh atau organisasi terrorist  apa pun.”

”Tidak seorang pun membicarakan komplek militer Bashiqa kami. Kami akan tetap di sana. Bashiqa adalah jaminan kami menentang segala aktivitas-aktivitas terrorist di Turki,” Erdogan berkata. Bashiqa tidak jauh dari Mosul.

”Turki takut bahwa para militan Syiah, yang mana tentara Irak telah bergantung pada masa lalu, akan terlibat di dalam perang tersebut.” Reuters menulis,

Pasukan kualisi merebut Mosul tetap menolak campur tangan Erdogan

Di kota Basra, Irak, orang-orang Irak membakar gambar dari president Turki Tayyip Erdogan pada hari Minggu sebagai tanda protes mereka terhadap keinginan besar Erdogan untuk ”membantu” pemerintah Irak memerangi NIK.

Enam tahun perang di Syria dan lebih dari dua tahun penjajahan NIK atas beberapa kota penting di Irak telah membuat orang Irak (baik kelompok Syiah maupun Sunni) berkesimpulan bahwa pemerintah Turkilah yang ada di belakang kelompok NIK.

orang-irak-membakar-foto-president-erdogan

demo anti-president Erdogan di Irak

Dan bagi kelompok-kelompok pejuang Kurdi, baik yang berperang melawan NIK di Irak dan Syria, kelompok ”terrorist” yang Erdogan perangi adalah bukan Daesh (NIK) tetapi pejuang Kurdi. Pada peristiwa Perang Kobani, kota suku Kurdi di Syria yang terletak tidak jauh dari perbatasan dengan Turki, masyarakat Kurdi jelas sekali melihat Erdogan membela Daesh, hal ini pun juga jelas di media internasional. Media Russia mengejek president Erdogan setelah president Putin menuduh Erdogan beli minyak mentah dari NIK, dan ia berjanji akan mengundurkan diri jika Putin bisa membuktikan tuduhannya tersebut; dan Putin kemudian membeberkan beberapa fakta.

Gedung Putih kali ini juga tidak berdiri di belakang Turki, rekan NATO dan AS, untuk perang di Syria menentang president Assad. AS menyatakan setiap kekuatan-kekuatan asing di Iraq haruslah memiliki ijin dari Baghdad.

Erdogan menuduh Eropa dan AS berada di balik kuduta militer di negraranya awal Agustus 2016. Kudeta tersebut gagal, Erdogan menangkap lebih puluhan ribu orang Turki (para tentara dan beberapa jendral serta usahawan). Beberapa tentara mencari suaka politik ke negara lain.

Bacaan berkait:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 18/10/2016, in Akhir Jaman, Sunni VS Shiah, Timur Tengah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: