Probably the most enemy of Islam in the world

 Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda. Oleh karena pelanggaran maka suatu negeri banyak pemimpinya, tetapi karena seorang yang berpengertian yang mengerti kebenaran, kepemimpinan dapat diperpanjang (Amsal 28:1-2)

“Islam adalah agama yang menciut tercepat di Dunia” Ibn Warraq berkata (Juli 2015)[1]

“Saat-saat ini, di lebih dari 60 lokasi terpisah pada setidaknya 17 dari 49 negara dimana Islam berkuasa sedang tergoncang, komunitas-komunitas baru murtad (berlatar belakang) Muslim Pengikut Ha Mashiah (Kristus)  sedang bermunculan.” Garrison menulis pada bukunya.[2]

Siapa penyebab potensi keluarnya jutaan Muslim dari Islam yang berskala besar ini dalam 50 tahun terakhir?

Siapakah musuh terbesar Islam yang sesungguhnya, yang membuat para Muslim meninggalkan Islam alias murtad? Lihatlah fakta-fakta di bawah ini.

Abad Pertama Islam.  Sejak awal nabi Muhammad memberitakan ajaran Islam, beberapa suku bangsa Arab telah memusuhinya, bahkan sukunya sendiri, Quraysh, mereka mengusir, ”Pergilah Abu al-Qasim [nama asli Muhammad]; demi Allah, kamu tidak pernah berlaku kasar.” (Tabari VI:102). Sikap bermusuhan mereka terhadap nabi semakin nyata ketika paman dan istri pertamanya meninggal dunia: ”Kematian Abu Talib dan Khadija adalah pernderitaan yang besar untuk Utusan (the Messenger). Setelah kematian Abu Talib, Quraysh semakin berat dalam mempermainkan dia lebih dari apa yang mereka tidak pernah lakukan sepanjang dia hidup. Satu dari mereka bahkan menaburkan pasir di atas kepalanya. Nabi berkata, ’Quraysh tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak menyenenangkan sebelum Abu Talib mati.” Tabari VI:115

Nabi Muhammad detik-detik sebelum kematiannya, ia berpesan kepada orang-orang dekatnya, agar mereka membersihkan Dataran Arab dari orang-orang bukan-Muslim, yang ia sebut sebagai ”orang-orang pagan (penyembah berhala).”  Ia juga pernah berpesan agar para Muslim tidak mengambil teman dari kelompok Yahudi dan Kristen (Al-Madiah 51 / Surah 5:51). Sejarah Islam mencatat ada beberapa orang yang meninggalkan Islam saat nabi Muhammad masih hidup. Namun itu tidak berarti jika dibanding gelombang murtad Muslim pada 50 tahun belakangan sejak abad 20 ini.

Abad Keemasan Islam. Abad pertengahan, para Crusider di bawah komando Gereja Roma Katolik memerangi tentara Islam. Perang terjadi di Yerusalem, Syria, Libanon, dan berbagai negara Eropa.

Tidak ada jumlah yang berarti orang-orang Muslim meninggalkan Islam karena perang tersebut, hal ini nampak dari data-data terkini.

Islam di abad 20 dan 21. Di jaman modern ini kita mendengar di Asia, Russia dan Republik Rakyat Cina dan Filipina dan Burma memerangi penduduk Muslim. Di Afrika utara, dari negara terbitnya matahari (Mesir) sampai negara magrib / terbenamnya matahari (Marokko) organisasi-organisasi bernafaskan Islam juga diperangi; negara-negara Afrika utara adalah negara-negara berbahasa Arab. Di Timur Tengah, banyak organisasi pembela Islam di tentang oleh pemimpin negara (raja dan presiden). Islam dimusuhi oleh banyak kelompok. Siapakah yang Anda pikir adalah kemungkinan musuh utama Islam di dunia ini?

Apakah masyarakat Kristen musuh utama Islam di dunia saat ini? Negara-negara Skandinavia, yang tergolong 10 negara termakmur di dunia, adalah negara mayoritas Kristen Protestan dan Injili (berpegang kepada ajaran Yeshua Ha Mashiah), mereka adalah negara yang menerima pengungsi Timur Tengah dengan baik. Finlandia pernah menjadi pendamai antara Pemerintah Indonesia dengan Separatis Islam Aceh, dan negara moyoritas Muslim Kosovo merdeka karena negara Finlandia. Bicara tentang Aceh, satu-satunya profinsi di Indonesia yang memakai Hukum Islam sebagai hukum pemerintahan, ketika Tzunami melanda Aceh dengan dasyatnya, para penolong utama adalah negara-negara Kristen dan organisasi Kristen. Sejarah panjang telah menunjukkan bahwa Pengikut ajaran Alkitab ini bukanlah musuh Islam, sebaliknya kelompok yang sangat bisa dipercaya baik dalam suka maupun duka.

Bagimana dengan masyarakat Yahudi, bangsa Israel, apakah mereka musuh utama Islam di dunia? Satu-satunya negara Timur Tengah yang memperlakukan masyarakat Arab-Palestina  sederat dalam hukum adalah Israel. Ada banyak kesaksian dari para Muslim yang anti-Israel setelah mereka berkunjung ke Israel, mereka menjadi simpati dan pembela Israel. Apakah Anda tahu bahwa di parlemen Israel ada partai orang Arab dan mereka beragama Islam?

Israel dan bangsa Yahudi bukanlah musuh Islam, baik di dalam Israel maupun di luar Israel. Pemerintah Mesir, Yordania dan baru terakhir ini Arab Saudi mengikat perjanjian damai dengan Israel. Israel pendukung proses kemerdekaan suku Kurdi (mayoritas Sunni).

Bagaimana dengan masyarakat Komunisme, Hindu dan Budha? Pemerintah Komunis, seperti Russia dan RRC, memang bersikap keras kepada pengikut ajaran Islam, namun itu terjadi sejauh jika mereka terganggu. Bagaimana pun pemerintah tidak pernah memaksakan mereka untuk meninggalkan agama Islam mereka. Demikian pula dengan pemerintah negara Hindu (India) dan Buddha (Burma, Thailand), para Muslim bisa hidup tentram dan bebas beribadah. Jadi, mereka tidak bisa digolongkan sebagai musuh utam Islam.

Bukti di bawah ini adalah kemungkinan musuh terbesar Islam di dunia; penyebab terbesar murtadnya para Muslim dari agama Islam

Peristiwa di Iran

Orang Muslim di Iran lebih dari 99 % sebelum Ayatolah Khomeini menjadikan negara Iran sebagai Negara Islam Republik Iran di tahun 1979.

”Dalam 20 tahun terakhir, lebih banyak orang Iran datang kepada Yeshua dibanding abad 14 terakhir,” kata Lazarus Yeghnazar, 55, penginjil kelahiran Iran kepada majalah Charisma (Juni 2004). Di Iran saja lebih dari satu juta Muslim dalam 15 tahun belakangan ini.” organisasi Persian Ministries Internasional (PMI)

Mr. Maybodi, satu dari beberapa jurnalis Muslim yang sangat disegani di media Iran berkata kepada penginjil dari PMI: ”Itu nampak bahwa kejahatan regim Islam telah menyebabkan jutaan para Iran meninggalkan Islam untuk Kristianiti!” Ini dikatakannya setelah Mr. Maybodi mendengar respond dari para pemirsanya di dalam dan di luar Iran pada sebuat interview TV satelit dengan orang PMI tersebut. Lihat: Iran: Kebangunan Rohani besar-besaran telah datang!

Peristiwa di Algeria

Perang sipil antara pemerintah dengan para kelompok radikal Islam (Desember  1991 – 2002)  telah menyebabkan hampir 200.000 orang Algeria meninggal dunia. ”Perang ini digolongkan sebagai ’Perang Kotor,’ dan mempertunjukkan kekerasan dan kebrutalan ekstrim yang dipakai menentang orang-orang sipil”[3]

Di tengah-tengah masa perang ini, Courrier International media Perancis, pada jurnal Januari 2001 melaporkan adanya perpindah beberapa Muslim ke Kristianiti, “Di Kabylie, orang-orang dari segala umur berpindah ke Kristianiti.”[4]

”Dua belas tahun kemudian, kita menemukan laporan berikut (13 November 2012),” artikel yang sama berkata bahwa sebuah jurnal IIaf online berbahasa Arab melaporkan perpindahan orang-orang Algeria Arab dan Algeria Amazigh (suku asli Afrika utara; Eropa menamai mereka suku Berber): “Orang-orang Algeria yang meninggalkan Islam adalah sebuah phenomena yang tidak bisa disangkali oleh pemerintah atau organisasi-organisasi kemasyarakatan. … mencapai 10.000 orang, rata-rata enam orang per hari, kebanyakan mereka adalah remaja.” Ditambahkan, “The U. S. Bureau of Democracy dan Hak-hak Asasi Departement Negara memperkirakan jumlah bukan-Muslim di Algeria telah mencapai 500.000. Mereka menghadiri 300 gedung Gereja.[5]

 Peristiwa di Indonesia

Memasuki 1914, Abraham Kuyper, pemimpin Gereja Reform Belanda di Holland, menganjurkan badan missinya untuk meninggalkan Jawa berkaitan kurangnya respond; hanya menghasilkan 1.614 jiwa termasuk wanita dan anak-anak.[6] Muslim populasi di Indonesia di awal tahun 1960 ada sekitar 99%. Ketika orang-orang Muslim melalui Orde Baru melakukan kudeta mengulingkan president Soekarno (yang dianggap komunis). Setiap orang terkait dengan ajaran Komunis atau atheis akanlah dipenjarakan, dieksekusi, atau dibantai. Menurut Almarhum Jendral Sarwo Edhie Wibowo, ada sekitar 2,5 juta ‘orang Komunis Indonesia’ terbunuh pada kejadian G30S PKI tersebut. Data diambil dari Film JAGAL (The Act of Killing).[7] Lalu pemerintah Orde Baru segera mengeluarkan undang-undang mengharuskan semua orang Indonesai memilih satu dari lima agama: Islam, Kristen Protestant, Katolik, Hindu dan Buddha. Hal ini membuat perubahan besar ke gereja-gereja Kristen untuk berlindung dan membangkitkan kejijikan atas kekejaman yang dilakukan di dalam nama Islam. Data mengatakan sedikitnya dua juta orang Indonesia, mayoritas dari latar belakang Muslim masuk gereja-gereja Protestant dan Katolik.[8]

Menurut studi terbaru, ada sebesar 6.5 juta orang Muslim Indonesia menjadi Kristen dalam periode 50 tahun, 1960 ke 2010. Lihat: Sensus Global Pertumbuhan Pengikut Yeshua dari Mantan Muslim

Saat ini populasi Muslim di Indonesia merosot menjadi antara 85%-65%. Kita kelak akan melihat efek sampingan terhadap Islam akibat demontrasi ’nasional’ 4 November 2016 hanya karena video provokasi buatan Buni Yani, dosen media. Sekarang banyak orang yang membuat petisi meminta pemerintah mengadili Buni Yani. Lihat di sini: JALANKAN PROSES HUKUM BUNI YANI, PENGEDIT TRANSKRIP DAN PROVOKATOR

 Peristiwa di Barat (Eropa, Amerika Serikat dst.)

Menurut laporan Pew Research Center, Islam adalah agama yang paling cepat bertumbuh, 50% datang dari latar belakang kulit hitam (Negro); bertumbuh kira-kira 134.860 jiwa pertahun (antara 2007 sampai 2011). Data ini dipertanyakan oleh sebuah situs: Agama/ kepercayaan apa yang paling cepat bertumbuh di dunia? Data pertumbuhan Kristen

Ibn Warraq memberi data yang mengejutkan, kutip: “Menurut Dr. Ilyas Ba-Yunus, seorang Muslim Amerika kelahiran Pakistan dan Emiritus Professor  Sosiologi, Universiti New York di Cortland, 75% [data terbaru 50-60%] Muslim murtad baru di AS meninggalkan Islam dalam beberapa tahun saja.[9] Hal ini dikonfirmasi oleh Imam Abu Laith Luqman Ahmad (Januari 2010).[10]

Efek buruk aksi terror Arab 11 September atas Muslim dan Islam. Runtuhnya gedung Twin Tower di New York pada 11/9 yang menewaskan hampir 3.000 orang,[11] telah menimbulkan dua gelombang ekstrim di masyarakat Islam.

  • Ekstrim kanan: Osama bin Laden menjadi lambang pahlawan Islam di negara-negara Islam. “Itu sesuai dengan Sharia Islam (Hukum Islam),” survey berkata; Pakistan (24%), Indonesia (50%), Daniel Pipes menulis (2002). Ia memberi contoh: “Bin Laden hari ini adalah figur paling populer di West Bank (Samaria, Israel) dan Gaza, hanya kedua dari Arafat.” Hussam Khadir berkata.[12]
  • Ekstrim kiri: banyak orang Muslim di AS yang hidup sejahtera tiba-tiba bersembunyi, dan mempertanyakan agama yang mereka percaya adalah ”agama damai;” banyak dari mereka yang meninggalkan Islam, khususnya setelah dua bulan setelah 11/9 dimana pemerintah AS menyerang Afganistan, tempat Osama bin Laden tinggal saat itu. Kuran dan Hadis serta sejarah Islam mulai dipelajari oleh pihak keamanan AS, pemimpin Kristen dan bukan-Kristen di Barat, bahkan oleh para Muslim.

”Ketika 11 Septermber terjadi, ketika NIK (ISIS) datang, ketika Al-Qaida datang, beberapa Muslim mulai membaca lebih tentang entah (terrorism dan kekerasan) adalah sungguh ajaran Islam,” Pastor Mokles Hanna dari Atlanta Gereja Baptis Arab berkata kepada Baptist Press. ”Beberapa dari mereka mulai sadar, ’Wow, ini adalah Islam yang kita tidak tahu sebelumnya …Muhammad membunuh. Para pengikutnya membunuh. Dan ini adalah apa yang Kuran mengajar.’” Pendeta Arab ini melanjutkan. ”Karena kesadaran ini, ribuan Muslim yang tercerahkan meningglkan Islam, sebagian menjadi sekuler atau atheist dan lainnya berpindah ke Mashiah.[13]

Contoh beberapa Muslim yang murtad dari Islam karena aksi terror 11/9 di New York 2001

  • A. Khan; mantan Muslim kelahiran India: “Ketika 9/11 terjadi. … Saya telah menjadi jakin secara naruni bahwa ritual-ritual keagamaan- doa, puasa dan berkunjung ke tempat suci- semuanya tidak berarti. …; mengagetkan pasangan-pasangan Muslim saya, saya makan makanan-makanan yang haram (terlarang), minun bir (tidak banyak).”[14]
  • Nabil Qureshi, mantan Muslim Pakistan dari keturunan penyebar agama Islam. Bukunya: Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity
  • Kesaksian Nabil: An Intellectual and Spiritual Journey from Islam to Christianity dan di depan banyak orang lihat di sini (YouTube) 

 Peristiwa di Mesir

Di bawah pemerintahan president Muhammad Hosni Mubarak (1981-2011), Mayoritas Muslim di Mesir menikmati agamanya sementara organisasi Muslim Brotherhood dilarang secara hukum. Melalui aksi Arab Spring, Muslim Brotherhood menumbangkan Mubarak, dan menjadikan M. Morsi jadi president. Kediktatoran Morsi membuat 3 juta rakyat turun kejalan; 3 Juli 2013, ia digeser, Jendral Abdel Fattah el-Sisi jadi president. Setengah tahun Morsi memerintah, Nageh Ibrahim, pendiri Jemaat Islamiah (Al-Gamaa Al-Islamiya) berkata dengan sedih, “Meskipun gerakan Islam berhasil mencapai kekuasaan, itu tetap tidak ada perubahan president di hati banyak orang Mesir,” Mohamed Abdelfattah, jurnalis Kairo menulis. ”Beberapa pengkhotbah lain telah mengatakan beberapa kali baru-baru ini di TV bahwa Al-Da’wa, atau daya usaha menarik masyarakat bergabung ke Islam, telah kehilangan banyak kredibilitas sebagai akibat dari politik-politik.” Jornalis ini berkata dan menyimpulkan, ”Kebangkitan Islam ke kuasaan tidak menghasilkan fantasi yang sangat mereka tunggu-tunggu saat segala sesuatu berbalik menjadi Islam. Sebaliknya, itu adalah berkontribusi kepada gelombang baru skeptikisme, sosial sekularisasi dan atheisme.[15] Garis bawah ditambahkan.

Agustus 2013, orang-orang Muslim yang berkaitan dengan Muslim Brotherhood merusak dan membakar gereja-gereja dan kantor-kantor pemerintah. Menurut Samuel Tadros, serangan-serangan tersebut adalah yang kekerasan terburuk melawan Gereja Koptik sejak abad ke 14.[16]

Apa efek buruk dari satu tahun organisasi memimpin Mesir melalui Morsi: para pentolan utama organisasi ini dimakukkan ke dalam penjara, organisasinya dilarang kembali. Pemerintah Mesir yang semula tidak perduli dengan penganiayaan Muslim atas masyarakat Kristen sekarang menjadi perduli, President al-Sisi memerintahkan para ulama untuk berhenti mengkotbahkan jihad. Dan raja-raja Arab melabelkan organisasi MB sebagai organisasi Islam terrorist.

Belum ada data berapa banyak orang Muslim Mesir yang meninggalkan Islam sejak Morsi tumbang, namun ada cukup banyak yang berani buka mulut, diantarnya:

Kesaksian sejenis dengan Mark A. Gabriel terjadi pada diri Hosab Hassan Yousef, dikenal dengan bukunya ”Son of Hamas / Putra Hamas,” putra tertua dari pemimpin senior organisasi Hamas menjadi benci Islam justru saat ia berada di penjara Israel, dimana ia menyaksikan sendiri, yang ia simpulkan dengan kalimat “bangsa Palestina lebih banyak mati ditangan Hamas disbanding oleh orang Israel.”Kesaksian singkatnya lihat di sini.

Bacaan sejenis yang direkomendasikan:

Beberapa dari mantan Muslim ini telah menulis kesaksian mereka lihat di sini:

Footnotes:

  1. [1] Islam: Fastest Shrinking Religion in the World https://www.jihadwatch.org/2015/07/islam-fastest-shrinking-religion-in-the-world
  2. [2] Garrison; A Wind in the House of Islam
  3. [3] Algerian Civil War, Wiki  https://en.wikipedia.org/wiki/Algerian_Civil_War
  4. [4] JihadWatch.org Islam: Fastest Shrinking Religion in the World. Mengutip French journal Courrier International of January 4-10, 2001, page 29
  5. [5] Idem, mengutip Jacob Thomas, The Christianization of Algeria, published 2013 at http://www.answeringislam.org/authors/thomas/christianization_algeria.html
  6. [6] Missions at the Crossroads: Indigenous Churches, European Missionaries, Islamic Associations and the Socio-Religious Change in Java 1812-1936.
  7. [7] Mari kita bicara tentang Film Jagal – The Act of Killing
  8. [8] Willis, Avery T. 1977 Indonesian Revival: Why Two Million Muslims Chose Christ
  9. [9]http://www.irfi.org/articles4/articles_5001_6000/why%20muslims%20in%20the%20west%20leave%20islam%20and%20what%20can%20we%20do%20about%20ithtml.htm
  10. [10] https://imamluqman.wordpress.com/2010/01/13/seven-out-of-every-ten-converts-leave-islam-by-imam-luqman-ahmad/
  11. [11] Islamic Terror on American Soil
  12. [12] A New Round of Anger and Humiliation: Islam after 9/11 by Daniel Pipes. Ia mengutip The Independent, 11 October 2001
  13. [13] 9/11 Islamic terrorists unintentionally brought down walls separating Muslims from Christians 
  14. [14] M.A. Khan; Islamic Jihad: A Legacy of Forced Conversion, Imperialism, and Slavery. Book
  15. [15] Mohamed Abdelfattah, Leaving Islam in the age of Islamism http://www.dailynewsegypt.com/2013/01/24/leaving-islam-in-the-age-of-islamism/ (23/1/2013) 2011 ia memenangkan hadiah International Press Freedom Award
  16. [16] Powers, Kirsten. “The Muslim Brotherhood’s War on Coptic Christians”. Aug 22, 2013. Daily Beast. Retrieved 22 August 2013.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 05/11/2016, in Akhir Jaman, Jihad and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: