“Doa saja tidak cukup!” Pendeta ex-Muslim Umar Mulinde memperingati Tubuh Kristus se dunia

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Markus 16:15-16, ITB)

pendeta-umar-mulinde-berbicara-di-tel-aviv-setelah-perawatan-kulitnya-di-israel

Pendeta Umar Mulinde dari Uganda

Pendeta Uganda yang luka-luka berat akibat serangan orang-orang Islam oleh karena imannya telah membuat permohonan yang serius untuk menolong saudara-saudara mereka yang teraniaya di belahan dunia lainnya.

Berbicara di sebuah jemaat di Doncaster, South Yorkshire, selama tour singkat di Britania Raya berkaitan dengan perawatan oleh para dokter Israel menceritakan aniaya di Nigeria dan Uganda dan Syria baru-baru ini.

“Saya bertahan hidup dari sepuluh serangan atas kehidupanku melalui senjata-senjata api, bom-bom dan racun,” Umar bercerita tentang dirinya, ”Pada Malam Natal 2011, ketika saya keluar dari Gereja, saya diikuti oleh beberapa ektrimis yang, hanya sebelum saya memasuki mobil, menuangkan asam sulfat pada wajahku. Metal apapun diluar emas akan segera lumer dalam cairan tersebut, jadi kalian bisa bayangkan apa yang telah terjadi dengan kulitku.”

Mengingat perisitiwa tersebut, ia berkata: “Saya menjerit, ‘Yeshua!’ Tetapi mereka berteriak ‘Allahu Akbar.’ Mereka memuji Allah sementara meyakiti diriku. Elohim macam apa itu (What kind of God is that)? Tetapi kalian melihat saya berdiri di sini adalah suatu mujizat. Yeshua menyisahkan hidupku.”

”Tidak ada negara dapat berkata mereka aman. Itu hanyalah masalah waktu. Ini bukanlah nubuatan; itu adalah kenyataan. Bahkan di Britania Raya kalian sedang duduk pada sebuah bom waktu,” pendeta Uganda berkata berkaitan dengan penderitaan orang-orang Kristen di dunia dan memperingatkan pendengarnya.

Meskipun konstitusi Uganda menggaransi kebebasan beragama dan lebih dari 80% populasinya adalah Kristen, berpindah dari Islam di sana tetap dianiaya.

“Jika satu bagian tubuh menderita sakit, seluruh tubuh menderita,” ia berkata mengutip surat rasul Paulus untuk Gereja di Korintus (1 Kor 12:26).

Umar menyarankan bahwa itu bukanlah ’Islamophobia’ (ketakutan pada Islam yang tidak beralasan) yang kita haruslah perduli, tetapi ’Christophobia’ (ketakutan pada Kristianiti yang tidak beralasan). Usaha-usaha oleh Media dan para politikus untuk membela Islam sebagai sebuah ’agama damai’ adalah penyesatan.

”Korban-korban aniaya merasa saudara-saudara Kristen mereka telah menghianati mereka,” Umar berkata, menambahkan bahwa ia berhubungan dengan teman-teman di Aleppo, Syria, yang telah menyaksikan pemenggalan kepala puluhan orang Kristen. Ia memiliki video untuk membuktikan itu.

Ia berkata, dahulu orang-orang Yahudi diusir dari dataran Arab, sekarang para Islam fundamentalis mengusir orang-orang Kristen. Ia mengingatkan serangan-serangan jihad di London, Paris, Brussel dan Berlin sebagai bagian membawa seluruh dunia di bawah kekuasaan Islam.

“Perang Israel adalah perang kita jika kalian adalah seorang Kristen. Saya bukanlah seorang pengkotbah kebencian. Saya mengasihi orang-orang Muslim dan berdoa bagi mereka setiap hati, bahkan mereka yang telah menyerang saya dengan asam sulfat. Bahkan saat pertama saya telah lakukan pada waktu (serangan) itu, adalah meminta Elohim untuk mengambpuni mereka!,” Umar Mulinde berkata.

”Suka atau tidak, invasi sedang berlangsung. Para Muslim ektrimist sedang mencoba sebisa mungkin memakai intimidasi dan kekerasan dengan tujuan menegakkan sebuah kerajaan Islam dunia di bawah Hukum Islam / Sharia Islam. Ada bahkan beberapa tempat di Britania dimana polisi Britania tidak dapat masuk.”

Mengutip sejumlah ayat-ayat Kuran yang memerintahkan untuk melakukan kekerasan melawan ’para infidel’ (orang kafir menurut Islam), pendeta ex-Muslim ini berkata: ”Setiap orang bukan-Muslim adalah kandidat bagi kematian,” menambahkan: ”Jika Gereja (hanya) berdoa dan tidak berbuat, itu akan ada dikalahkan.”

Setelah membaca artikel ini, sebuah bertanya muncul dipikiran saya dan juga mungkin dipikiran Anda:

  1. Apa yang Gereja secara tubuh Kristus dan saya pribadi bisa lakukan untuk menolong saudara-saudari kita yang teraniaya?
  2. Apa yang Gereja secara tubuh Kristus dan saya pribadi bisa lakukan untuk menolong orang-orang Islam (khususnya yang fanatik/ektrim/radikal) terbuka pikirannya bahwa membunuh sesama manusia bukanlah jalan yang dikendaki oleh Elohim Abraham dan itu tidak sesuai dengan karakter dan firman-Nya yang mulia serta kudus?

“Bapa Sorgawi, saya minta Roh-Mu menolong saya dan yang lainya. Jadikan kami sebagai alat berkat-Mu bagi saudara-saudari kami yang teraniaya. Jadikan kami juga sebagai terang dan garam-Mu bagi saudara-saudari kami yang Muslim. Di dalam Nama Putra-Mu yang tunggal, Yeshua Ha Mashiah aku berdoa. Amin

Diterjemahkan dari  ‘What Kind of God is This?’by Charles Gardner; IsraelToday.co.il. 23/11/2016

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 30/11/2016, in Misi & Visi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: