New York, AS: Yasmin, Muslim membuat laporan ”diganggu pendukung Trump” ngaku bohong; dibotakin kepalanya

Enam perkara ini yang dibenci YAHWEH, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. (Amsal 6:16-19)

yasmin-seweid-facebook-yahoo-mahasiswi-baruch-college-fitnah

Yasmin Seweid, penyebar kebencian atas Amerika

Seorang remaja putri Muslim yang telah melapor telah dilecehkan di subway Kota New York oleh para pendukung presiden terpilih Donald Trump telah mengarang-ngarang ceritanya, Jurubicara Departemen Polisi New York berkata kepada Business Insider, Yahoo.com mengutip.

Yasmin Seweid, 18 tahun mahasiswi Baruch College, secara sengaja melapor bahwa tiga pria kulit putih menjerit ”Donald Trump” kepada dirinya sekitar pukul 10 malam setelah meninggalkan kampusnya pada tanggal 1 Desember.

Laporan palsu: ”Trump! Trump! Dan memanggil dirinya ”terrorist” saat mereka mencuri kerudung kepalanya. ”Kembalilah ke negaramu!” Yasmin berkata mereka berteriak pada serangang 1 Desember tersebut.

”Mereka yang mengelilingi saya dari belakang dan mereka adalah seperti, ‘Oh Lihat, itu adalah sebuah f—ing terrorist,'” CBS menulis, “Saya tidak menjawab. Mereka menarik tas tali saya  dan robek, dan ketika saya berbalik dan saya sungguh-sungguh sopan dan saya adalah seperti, ‘Dapatkah kalian meninggalkan saya sendirian?’ Dan semua orang memperhatikan, tidak ada seorang pun yang mengatakan sesuatu, semua orang hanya memalingkan pandangan,” Yasmin bercerita kepada CBS News.

Yasmin juga mengklaim, orang-orang disekitarnya menghentikan pelecehan atas dirinya – bahkan ketika para pria (kulit putih) tersebut merobek hijabnya (tutup kepala wanita Muslim); Ia menulisdi Facebooknya: ”Itu menghancurkan hati saya bahwa begitu banyak pribadi-pribadi yang ada mengamati sementara melihat saya ada dilecehkan secara verbal dan fisik oleh babi-babi yang menjijikan. Orang Amerika Trump adalah nyata dan saya telah menyaksikan itu sendiri semalam! Suatu malam yang mentraumakan.”

Ayahnya yang menganut Islam garis keras mengadu ke polisi ketika Yasmin tidak pulang dan pemimpin kampus mengeluhkan peristiwa ”rasisme” yang menimpa mahasiswinya.

Baca juga:

Reaksi polisi NY: Tetapi ketika para polisi mencoba mengkonfirmasikan ceritanya melalui pemeriksaan video keamanan dan banyak sumber lainnya, mereka memutuskan bahwa ceritanya tidak sesuai. Para penyelidik kebencian-kejahatan yang berurusan dengan pemimpin kampusnya juga meneguhkan kesimpulan polisi, sumber lain menulis.

Namun setelah Kepolian kerja keras dan menunjukkan semua bukti, Yasmin akhirnya mengakui bahwa ia saat itu minun dengan rekan-rekannya larut malam setelah acara fashion show di kampus dan kemudian membuat laporan palsu tersebut.

yasmin-seweid-muslim-terbukti-membuat-tuduhan-rasis-dan-islamophobia-palsu-dibotakin-polisi

Yasmin Seweid dipengadilan

Polisi membawa kasus ini ke pengadilan. Rabu sore ia telah dinyatakan bersalah dalam dua hal: telah membuat laporan palsu dan juga menggangu admistrasi pemerintah.

”Ini bukanlah sesuatu kami biasanya lakukan, ia telah memiliki sejumlah kesempatan untuk mengakui kejadian tersebut tidak ada dan ia tetap saja berkukuh pada ceritanya,” pihak kepolisian NY berkata.

Pada kejadian yang terpisah, seorang mahasiswi muslim berusia 18 tahun juga melakukan pengaduan palsu sejenis.

Mahasiwi dari Universitas Louisiana ini mengklaim bahwa ia dilecehkan dan dirampok oleh dua pria kulit putih di Lafayette. Pada laporannya kepada polisi kedua pria ini (Lationo dan Kulit Putih) mengenakan topi putih ”Make America Great Again” memukul dengan benda besi dan menarik copot penutup kepalanya.” Mahasiswi ini dibela oleh presiden Assosiasi Muslim Lafayett, Kareem Attia, ia berkata kepada media AP. ”Saya tidak berpikir bahwa itu sopan. Tetapi saya akan katakan sebuah kejahatan kebencian adalah kejahatan kebencian. Itu tidak diterima oleh agama kami. Itu juga tidak diterima oleh kelas kemanusian kami.” Business Insider melapor.

Oops, ternyata tuduhan palsu lainnya! Namun wanita ini tidak dihukum menurut Yahoo.com.

Berapa lama lagi Liberal Media dan Islam fanatik akan terus menyebarkan kebohongan dan menyudutkan kelompok konservatif? Poll terbaru berkata: “The mainstream media is viewed negatively by 57 percent of Americans with just 25 percent viewing mainstream media outlets favorably,” Laporan menulis

Bacaan berkait:

Referensi:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Iklan

Posted on 15/12/2016, in Benua Amerika, Dokma & Praktis, Jihad and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: