Arab Saudi: Setelah menyiksa dan pengakuan paksa, Saudi siap menghukum mati pemuda setengah buta tuli

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dipilih YAHWEH daripada kurban (Amsal 21:3)

Saudi-Fighting al-Qaida

Pemuda Saudi mendengarkan kotbah

Organisasi kemanusian melaporkan Munir al-Adam dan Abdullah al-Tarif akanlah bergabung dengan 57 napi lainnya untuk dieksekusi pemerintah Saudi, organisasi Americans for Democracy & Human Rights in Bahrain (ADHRB) menulis.

Munir al-Adam, ditahan tanggal 8 April 2012 atas tuduhan berpartisipasi dalam protes di desanya sendiri Qatif. Pada saat itu sudah setengah buta dan setengah tuli. Saat itu ia berumur 18 tahun.

Sumber-sumber yang pasti berkata kepada ADHRB, sementara Munir di penjara, pemerintah Saudi menyiksa dia secara berulang-ulang menyebabkan satu telinganya menjadi total tuli. Di bawah siksaan tersebut, ia dipaksa menandatangani suatu dokumen pengakuan bahwa ia telah ”mengirim SMS” melalui telpon genggamnya dan ”menyerang polisi pada aksi protes 2011, dikenal sebagai ”Jalan Arab” atau ”Arab Spring.”

Pihak keluarga Munir menolak keputusan Hakim, berkata tidak mungkin ia melakukan itu sebab ia terlalu miskin untuk memiliki sebuah telpon genggam. Organisasi anti-hukuman mati berkata satu-satunya bukti yang dihadirkan pada sidang Pengadilan Umum Saudi (5 /6 September 2015) yang membawa ia pada hukuman mati adalah surat pengakuan yang ia telah tanda tangani.

Tertuduh lainnya adalah Abdullah al-Tarfif, ia ditahan saat berada di pusat pasport King Fahd Causeway tanggal 27 Juni 2012 saat ingin ke Bahrain, berusia 22 tahun saat itu. 13 hari ia ditahan dipenjara sebelum keluarganya diberitahu dan boleh menghubungi Abdullah, selama priode Juli ke Oktober. Setelah itu dia ditempatkan di kamar penjara seorang diri, disiksa dan juga dipaksa menandatangani pernyataan bersalah termasuk ”menyerang polisi-polisi yang bertugas,” “memakai bom-bom molotov” dan ”membeli dan menjual senjata api” dan ”terlibat dalam demontrasi.” Tanpa diberikan bantuan hukum pada pengadilan, Hakim memutuskan hukuman mati berdasarkan surat pengakuan yang ia buat di bawah siksaan yang terus menerus.

Kerajaan Arab Saudi adalah salah satu anggota Dewan Hak-hak Asasi Manusia Persatuan Bangsa-bangsa (Dewan HAM PBB) dan juga rekan kerja Pemerintah Amerika di bawah Presiden Obama dalam memerangi ”terorisme Timur Tengah.”

Human Rights Watch menulis bahwa pertengahan Oktober 2016, pemerintah Arab Saudi telah mengeksekusi 134 orang, mayoritas dari mereka dipenggal di depan umum. Orang Islam Shiah tidak punya hak untuk protes di negara-negara Arab Sunni, Imam Shia Nimr al-Nimr Januari 2015 dihukum mati karena protes. Perlakuan sejenis ini juga dilakukan Pemerintah Iran terhadap suku Kurdi dan Kristen.

Referensi: After torture and coerced confessions Saudi sentences two more people to death (ADHRB)

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out

Iklan

Posted on 05/01/2017, in Dokma & Praktis, Sunni VS Shiah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: