Medinah: Ajaran Rizieq Ketua FPI “memanipulasi fakta via media” dalam kehidupan bangsa Indonesia

Rizieq memakai istilah yang dibuat oleh RAND Corporation, organisasi Amerika melihat dunia Islam, RAND Corp. membagi dunia Islam kedalam 4 kelompok Muslim, dikutip dari penjelasan Rizieq:

  • Islam Fundamentalist: mendukung Syariah Islam (SI), mendukung penegakan negara Kalifat, anti Demokrasi, sangat kritis terhadap pemikiran dan budaya Barat
  • Islam Moderat / Mordernist: anti SI, anti Kilafah, pro demokrasi, sedikit kritis terhadap Barat
  • Islam Liberalist: 1-3 sama dengan Moderat. Pro budaya Barat
  • Islam Tradisionalist: Sama dengan Fundamentalist tapi netral terhadap sistim demokrasi.

WAJIB N0NT0N !! CERAMAH Terbaru HABIB RIIZEQ Di MADINAH Saudi ARABIA

 

Ketua Front Pembela Islam (FPI) ini, pada ceramahnya di Medinah, Mei 2017, mengajar para pendengarnya bagaimana berurusan dengan Pemerintah; dimulut (media) menolak suara-suara yang keluar dari “Muslim Fundamentalist” namun dalam praktek tetap radikal: “kalau tidak bisa dirangkul, dipukul” dan “kalau tidak bisa dipeluk, digebuk,” Rizieq memerintahkan.

Berikut ini sedikit salinan apa yang ketua FPI ini ajarkan kepada umat Muslim Indonesia saat berada di Medinah:

“Jangan pernah memberitakan segala kebaikan sebesar apapun yang dilakukan kelompok Fundamentalist.” Sebaliknya, “Segala kesalahan sekecil apapun yang dilakukan kelompok Fundamentalist harus di-viral-kan, harus disebar luaskan dan harus di-ulang-ulang supaya itu melekat di hati masyarakat bahwa mereka orang-orang yang tidak layak diberikan tempat di kita punya negeri.”

Rizieq berlanjut: “jangan mencantumkan titel mereka baik kehormatan maupun akademi supaya memberi opini ke masyarakat bahwa mereka ‘kuper, bodoh, tidak berpendidikan dan tidak punya gelar.’”

Sebaliknya ia meminta semua umat Islam untuk memperlakukan Kelompok (Muslim) Modernist dan Liberal dengan rasa hormat yang tinggi.

“Berikan ruang bicara, jika ada dari mereka berbuat kesalahan jangan di-veral-kan, tapi jika berbuat baik sekecil apapun itu harus di-viral-kan dan harus disebar luaskan, dengan tujuan “seolah-olah itu adalah pendapat Islam Internasional”

Ia menambahkan, “Kejelekan mereka sebesar apapun harus disembunyikan. Penyebutan nama mereka harus lengkap dengan segala gelar kehormatan dan akademisnya.”

Sederhananya tak-tik Rizieq, ketua FPI, bagaimana umat Islam bisa membela dan memenangkan Islam di Indonesia melalui media: Pada satu sisi mempermalukan kelompok intelektual Islam dan Kuran yang berani bicara terang-terangan, yang disebut “Islam Fundamentalist” (menolak kenyataan) dan pada sisi lainnya, menjunjung tinggi “kelompok Islam Moderat” dan “Islam Liberal” sekalipun merekia tidak mengerti ajaran Islam dan kitab sucinya (menampilkan wajah manis)

Dengan kata lain ketua FPI ini mengajar: “menolak fakta Islam yang diberitakan oleh para Intelektual Islam dan menjadikan opini-opini Muslim Nominal/ KTP (Modernist dan Liberal) sebagai fakta Islam” – untuk mengelabui masyarakat dan Pemerintah.

Dalam dunia perang, tak-tik Rizieq ini dikenal sebagai taktik gerilya (menyerang ketika musuh lengah), dan taktik musuh dalam selimut (berpura-pura sepihak, menghancurkan dari dalam).  Taktik ini dipakai oleh NIK (Daesh/ ISIS) pada tahun-tahun pertama gerakan militer mereka, hasilnya banyak pemuda dan pemudi Muslim dari berbagai dunia tertarik untuk bergabung. Namun hanya dalam dua tahun NIK menunjukkan karakter aslinya, mereka membantai tanpa belas kasihan bukan saja tentara Muslim Pemerintah Irak dan Syria, namun juga anggota mereka sendiri yang berbeda pendapat tentang berperang dan yang ingin pulang.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Posted on 01/06/2017, in Alkitab, Dokma & Praktis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: