Uskup Agung menuduh Paus Francis menutupi kasus pelecehan sex pejabat senior Gereja Roma Katolik

Paus Francis I dituntut bawahannya

Adanya surat tuntutan atas nama Carlo Mario Vigano, bekas Uskup Agung dan pensiunan Duta Besar Vatikan untuk Washington D.C. yang menuduh keterlibatan Paus Francis I dalam menutup-nutupi skandal pelecehan sex bawahannya, telah meramaikan halaman utama media.

Paus baru-baru ini memulihkan posisi jabatan Kardinal Theodore McCarrick sekalipun ia telah mengetahui catatan pelanggaran homosex yang cardinal ini lakukan atas para pastor dan murid-murid seminari, media berkata.

“Vigano berkata benar. Itu adalah semuanya,” Monsignor Lantheaume, bekas pemimpin senior Katolik Washington D.C. lainnya menulis menjawab pertanyaan dari Kantor Berita Katolik (the Catholic News Agency (CNA)) tentang kebenaran berita tersebut.

Paus Francis bukan saja mengembalikan jabatan Kardinal McCarrick yang telah di larang melakukan pelayanan ibadah oleh Paus Benedict XVI pada tahun 2010, bahkan menjadi dia sebagai penasehat pribadi dekat Francis I; hal ini membuat Vigano buka suara, ia menulis: “Korupsi telah mencapai puncak teratas dari hirarki Gereja (Roma Katolik), hati nuraniku memaksaku menyingkap fakta-fakta yang berkaitan masalah yang menghancurkan hati dari Unkup Agung Washington D.C., Theodore McCarrick, yang aku telah tahu pada masa jabatanku.”

Pada kesaksiannya, Vigano menyatakan bahwa ia secara pribadi telah memberitahukan Francis kasus pelecehan sex cardinal tersebut pada tanggal 23 Juni 2013,

Berita panas yang sekarang beredar bersumber dari tulisan Vigano 11 halaman, tertanggal 22 Agustus 2018, Roma, berjudul “Kesaksian oleh Carlo Maria Vigano” Awal paragraf terbaca:

“Dalam saat yang tragis ini karena Gereja (Katolik) di berbagai bagian dunia – Amerika Serikat, Chili, Honduras, Australia, dst.”

Kasus skandal pelecehan sex atas anak-anak dan murid seminari juga terjadi di Spanyol, Irlandia, Belanda dst, baca: Skandal sex abuse anak Gereja Roma Katolik tumbuh seperti jamur

Dalam suratnya ia menulis nama-nama sejumlah Kardinal dan Uskup Katolik di bawah kuasa McCarrick yang juga berkelakuan sama, namun Francis “berkelanjutan melindungi dia” dan “mengabaikan sangsi-sangsi Paus Benedict yang ditetapkan pada dia dan menjadikan dia konselor kepercayaannya beserta dengan Maradiaga.”

Pada halaman 10, Vigano meminta kepada semua orang khususnya para Uskup membongkar kerusakan moral ini ke media dan pemerintah negara: “Saya mohon kita semua, terutama para Uskup, membuka suara demi mengalahkan persekongkolan keheningan ini yang begitu luas, dan melaporkan kasus-kasus tentang penyalahgunaan yang mereka ketahui ke media dan penguasa-penguasa Sipil (hutuf tebal dan garis miring dari sumber aslinya)

Vigano secara cerdik mengutip pernyataan Paus Francis sendiri untuk menegur Paus demi membangkitkan gelombong reformasi kekudusan di Gereja Roma Katolik, ”Setiap orang bersalah untuk kebaikan yang ia dapat lakukan namun tidak melakukannya … Jika kita tidak melawan kejahatan, kita makan itu secara diam-diam. Kita perlu campur tangan dimana kejahatan sedang tersebar; sebab kejahatan menyebar dimana orang-orang Kristen yang berani melawan kejahatan dengan kebaikan sedang berkurang.” (“Everyone is guilty for the good he could have done and did not do … If we do not oppose evil, we tacitly feed it. We need to intervene where evil is spreading; for evil spreads where daring Christians who oppose evil with good are lacking.)

Bagian terakhir surat ia menuntut Paus untuk mengakui kesalahannya dan menjadi contoh:

”dia harus mengakui kesalahan-kesalahannya dan berpengang dengan prinsip nol toleransi yang telah diproklamasikan, Paus Francis haruslah ada yang pertama menetapkan sebuah contoh yang baik bagi kardinal-kardinal dan uskup-uskup yang telah menutupi pelanggaran-pelanggaran McCarrick dan mengundurkan diri beserta mereka semua.” (hutuf tebal dan garis miring dari sumber aslinya)

Paus Francis sering kali membingungkan baik orang Katolik maupun di luar Katolik. Suatu kali seorang pendeta Kristen berkata dengan sangat antusias kepada saya dan teman saya, kami menjemput pendeta ini dari lapangan terbang untuk sebuah seminar, ia berkata, ”Wau luar biasa sekali Paus adalah penginjil. Ia berkata setiap orang perlu Yeshua.” Saya hanya menimpali, ”Ya, diakan seorang paus Jesuit. Di tempat lain ia sebelumnya berkata, ‘siapa yang berhubungan langsung (doa) dengan Yeshua adalah orang tersesat.’”

Referensi:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

 

Iklan

Posted on 28/08/2018, in Alkitab, Dokma & Praktis and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: