Afghanistan: Bentrok senjata antara Muslim Taliban dan ISIS semakin besar

Rakyat Afghanistan terjebak perang Taliban lawan ISISPara Jihadist ISIS membunuh 5 pejuang Muslim Taliban, dan menahan 4 lainnya di Provinsi Nangarhar. Sediktinya tiga ratusan keluarga lari mengungsi. Berita ini diteguhkan oleh Ataullah Khogyani, jurubicara gubernur Nangarhar pada sebuah wawancara dengan wartawan Khaama Press, terbit hari Kamis 25/4/2019.

Bentrokan bersenjata ini antar keduanya juga terjadi di Provinsi Kunar dimana tiga ribu keluarga harus pindah tempat sekaitan dengan bentrokan-bentrokan yang masih berlangsung antara keduanya di wilayah Chapa Dara.”

Kelompok Muslim Taliban (arti leteralnya: murid-murid) yang selalu berperang melawan Pemerintah Muslim Afganistan dan kelompok-kelompok Islam dukungan pemerintah. Belum lama ini Taliban menolak kehadiran delegasi Pemerintah dalam pertemuan damai yang diprakarsai oleh Pemerintah Amerika Serikat. Taliban menguasai sepertiga negara Afganistan, dan juga memiliki pengaruh di sejumlah wilayah perbatasan di dalam wilayah Pakistan. Taliban menerapkan Syariah Islam yang keras dan memiliki ajaran Islam yang ketat terhadap kaum wanita; wanita dilarang sekolah dan harus memakai kemeja Burqa – pakaian hitam dengan wajah tertutup, matapun tidak terlihat jelas, wanita sering ditembak mati di depan umum. Namun Taliban, bagaimanapun tidak setuju dengan kepemimpinan ISIS.

Lenyapnya wilayah kekuasan ISIS di Irak dan Syria, membuat Jihadist ISIS semakin konsentrasi kekuatan, dan pelebaran wilayah di Afganistan.

Tentara Taliban dengan panen bunga opiumnya

Tentara Taliban dan panen opiumnya

“Pentagon (Departemen Pertahanan Keamanan AS) telah mengenali Nangarhar sebagai satu dari propinsi-propinsi penghasil opium yang tertinggi, yang adalah benteng pertahanan utama ISIS Afganistan, dikenal sebagai Negara Islam Khorasan (ISIS-K). Breitbart.com menulis, dan menambahkan,

“Para Jihadis seperti Taliban menghasilkan sebagian besar pendanaan mereka dari penyelundupan dan persawahan opium, unsur utama dalam heroin. Afganistan tetap produser opium teratas sedunia.

Mungkin pembaca masih ingat nama Osama bin Laden (putra dari milyuner Arab Saudi) pendiri Al-Qaida. Bin Laden juga memakai Afganistan sebagai tempat persembunyian sekaligus pusat komando gerakan Islamnya.

Saat ini, Pemerintah Negara Islam (Syhia) Republik Iran mendanai militan Taliban (Muslim Sunni) sementara memerangi kelompok-kelompok radikal Sunni di tempat lain. Taliban juga didukung Pemerintah Qatar (pemilik media Arab terbesar Al-Jazeera).

Di negara manapun ada hidup kelompok Islam radikal, di situ akan selalu ada peperangan yang tidak ada akhirnya. Mungkin ini penyebab utama, mengapa mayoritas Muslim Indonesia menolak tegas setiap kemungkinan berdirinya suatu Negara yang berasaskan Islam. Calon presiden paslon Nomor 2 kalah telek di Jawa Tengah, dan bahkan di Jawa Barat yang terkenal dengan desa-desa Muslimnya di Pemilu 2019 dan kalah juga di Jawa Timur, serta kalah hampir di seluruh TPS luar negeri, oleh karena Prabowo menjanjikan berdirinya Negara Islam Khilafa jika ia menang jadi presiden.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Posted on 28/04/2019, in AGAMA Islam and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: