Author Archives: The Camel Speaks Out

Kementerian Agama menyegarkan aturan Penggunaan TOA di Mesjid dan Musholla di Indonesia

And just as you want men to do to you, you also do to them likewise.
Dan sebagaimana kamu menghendaki supaya orang berbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka – The Golden Rule of Adonai Yeshua

Logo 5 Tuntuan Pemakaian TOA di Mesjid & MushollahBerkaitan dengan kasus penganiayaan dan pemenjaraan seorang ibu di Sumatra Utara yang mengeluhkan kerasnya suara sembayang yang keluar dari Pengeras Suara (dikenal sebagai TOA; merek dagang) sebuah Mesjid Kementerian Agama baru-baru ini mengeluarkan Surat Edaran untuk menyegarkan kembali surat keputusan Direktorat Jendral Bimas Islam tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla di seluruh Indonesia.

Surat Edaran Kementerian Agama bernomor: B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/2018, seperti nampak di bawah, ditanda tangani oleh Muhammadiyah Amin, tertanggal 24 Agustus 2018 atau 12 Dzulhijjah 1439, bersifat pemberitahuan bahwa Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978 yang mengatur “Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla” tetap masih berlaku. Dan beliau atas nama Kementerian Agama meminta semua masyarakat Indonesia “Menyebarluaskan Instruksi dimaksud melalui media sosial seperti WhatApp group” dan lain-lainnya “dengan cara yang santun.”

Jika kita baca isi dari Intruksi Dirjen Bimas Islam 1978 maka jelas itu adalah suatu bimbingan yang bagus bagi masyarakat Muslim di Indonesia, membawa keuntungan bukan hanya bagi bukan-Muslim tapi juga umat Islam sendiri; Win-Win (kedua pihak untung).

5 Tuntunan Dasar Penggunaan Pengeras Suara di Mesjid dan Musholla

Keuntungan bagi Umat Islam sendiri di antarnya:

  • Umat Islam semakin mentaati ajaran yang tertulis dalam Kuran maupun Hadits Nabi Muhammad,
  • Masyarakat bukan-Muslim semakin mencintai/ menghargai agama Islam dan memahami keagungan Allah SWT
  • Pemasangan dan pengaturan volume suara Pengeras Suara di dalam dan di luar gedung ibadah membuat para Muslim yang sedang beribadah dan yang beristirahat di rumah tidak merasa terganggu

Dan keuntungan bagi masyarkat di luar Islam dan orang asing yang hidup di Indonesia, dikatakan diantaranya:

  • Sedikitnya tidak mengganggu orang yang sedang istirahat atau tidur berkait jam dan kegiatan kerja mereka yang berbeda waktu; hal ini khususnya di kota-kota besar
  • Adanya rasa nyaman hidup di lingkungan umat-Islam

Isi lengkap dari surat Kementerian Agama 2018 dan Pelaksanaan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla, bisa dilihat pada link ini (pdf)‎. Ayat di atas diambil dari Injil Lukas 6:31

Hormat yang keluar dari rasa takut, bukanlah hormat yang sejati,
Hormat yang sejati selalu keluar dari hati nurani yang bebas dan jiwa yang dicerahkan – Unta Angkat Bicara

Read the rest of this entry

Iklan

Uskup Agung menuduh Paus Francis menutupi kasus pelecehan sex pejabat senior Gereja Roma Katolik

Paus Francis I dituntut bawahannya

Adanya surat tuntutan atas nama Carlo Mario Vigano, bekas Uskup Agung dan pensiunan Duta Besar Vatikan untuk Washington D.C. yang menuduh keterlibatan Paus Francis I dalam menutup-nutupi skandal pelecehan sex bawahannya, telah meramaikan halaman utama media.

Paus baru-baru ini memulihkan posisi jabatan Kardinal Theodore McCarrick sekalipun ia telah mengetahui catatan pelanggaran homosex yang cardinal ini lakukan atas para pastor dan murid-murid seminari, media berkata.

“Vigano berkata benar. Itu adalah semuanya,” Monsignor Lantheaume, bekas pemimpin senior Katolik Washington D.C. lainnya menulis menjawab pertanyaan dari Kantor Berita Katolik (the Catholic News Agency (CNA)) tentang kebenaran berita tersebut.

Paus Francis bukan saja mengembalikan jabatan Kardinal McCarrick yang telah di larang melakukan pelayanan ibadah oleh Paus Benedict XVI pada tahun 2010, bahkan menjadi dia sebagai penasehat pribadi dekat Francis I; hal ini membuat Vigano buka suara, ia menulis: “Korupsi telah mencapai puncak teratas dari hirarki Gereja (Roma Katolik), hati nuraniku memaksaku menyingkap fakta-fakta yang berkaitan masalah yang menghancurkan hati dari Unkup Agung Washington D.C., Theodore McCarrick, yang aku telah tahu pada masa jabatanku.”

Pada kesaksiannya, Vigano menyatakan bahwa ia secara pribadi telah memberitahukan Francis kasus pelecehan sex cardinal tersebut pada tanggal 23 Juni 2013,

Berita panas yang sekarang beredar bersumber dari tulisan Vigano 11 halaman, tertanggal 22 Agustus 2018, Roma, berjudul “Kesaksian oleh Carlo Maria Vigano” Awal paragraf terbaca:

“Dalam saat yang tragis ini karena Gereja (Katolik) di berbagai bagian dunia – Amerika Serikat, Chili, Honduras, Australia, dst.”

Kasus skandal pelecehan sex atas anak-anak dan murid seminari juga terjadi di Spanyol, Irlandia, Belanda dst, baca: Skandal sex abuse anak Gereja Roma Katolik tumbuh seperti jamur

Dalam suratnya ia menulis nama-nama sejumlah Kardinal dan Uskup Katolik di bawah kuasa McCarrick yang juga berkelakuan sama, namun Francis “berkelanjutan melindungi dia” dan “mengabaikan sangsi-sangsi Paus Benedict yang ditetapkan pada dia dan menjadikan dia konselor kepercayaannya beserta dengan Maradiaga.”

Pada halaman 10, Vigano meminta kepada semua orang khususnya para Uskup membongkar kerusakan moral ini ke media dan pemerintah negara: “Saya mohon kita semua, terutama para Uskup, membuka suara demi mengalahkan persekongkolan keheningan ini yang begitu luas, dan melaporkan kasus-kasus tentang penyalahgunaan yang mereka ketahui ke media dan penguasa-penguasa Sipil (hutuf tebal dan garis miring dari sumber aslinya)

Vigano secara cerdik mengutip pernyataan Paus Francis sendiri untuk menegur Paus demi membangkitkan gelombong reformasi kekudusan di Gereja Roma Katolik, ”Setiap orang bersalah untuk kebaikan yang ia dapat lakukan namun tidak melakukannya … Jika kita tidak melawan kejahatan, kita makan itu secara diam-diam. Kita perlu campur tangan dimana kejahatan sedang tersebar; sebab kejahatan menyebar dimana orang-orang Kristen yang berani melawan kejahatan dengan kebaikan sedang berkurang.” (“Everyone is guilty for the good he could have done and did not do … If we do not oppose evil, we tacitly feed it. We need to intervene where evil is spreading; for evil spreads where daring Christians who oppose evil with good are lacking.)

Bagian terakhir surat ia menuntut Paus untuk mengakui kesalahannya dan menjadi contoh:

”dia harus mengakui kesalahan-kesalahannya dan berpengang dengan prinsip nol toleransi yang telah diproklamasikan, Paus Francis haruslah ada yang pertama menetapkan sebuah contoh yang baik bagi kardinal-kardinal dan uskup-uskup yang telah menutupi pelanggaran-pelanggaran McCarrick dan mengundurkan diri beserta mereka semua.” (hutuf tebal dan garis miring dari sumber aslinya)

Paus Francis sering kali membingungkan baik orang Katolik maupun di luar Katolik. Suatu kali seorang pendeta Kristen berkata dengan sangat antusias kepada saya dan teman saya, kami menjemput pendeta ini dari lapangan terbang untuk sebuah seminar, ia berkata, ”Wau luar biasa sekali Paus adalah penginjil. Ia berkata setiap orang perlu Yeshua.” Saya hanya menimpali, ”Ya, diakan seorang paus Jesuit. Di tempat lain ia sebelumnya berkata, ‘siapa yang berhubungan langsung (doa) dengan Yeshua adalah orang tersesat.’”

Referensi:

Read the rest of this entry