Category Archives: Anti-Islam di Barat

TEAM JIHAD; buku membongkar kualisi Liberal dan Islam untuk menghancurkan Amerika Serikat

Team Jihad buku membahas kualisi Liberal dan Islam menghancurkan Amerika

the Center for Security Policy

Frank Gaffney, Presiden dari the Center for Security Policy sangat antusias dengan buku elektronik baru yang diterbitkannya: Team JIHAD: How Sharia Supremacists Collaborate with Leftists to Destroy the United States.

Mr. Graffney berkata kepada wartawan, “Para Liberal (Leftists) telah bersedia bertoleransi untuk beberapa tingkat kekerasan jihad, tetapi mereka secara khusus santai tentang pendekatan “jihad yang bersifat kemasyarakatan” (“civilizational jihad”), “diam-diam, anti pemerintah” (the “stealthy, subversive”), yang disukai oleh beberapa organisasti tertentu seperti Muslim Brotherhood.”

Matt Vadim, penulis buku ini, mengawali bab pertamanya “The Left, Dawah dan Jihad” dengan mengutip pakar terorist 1970an yang sangat ditakuti negara-negara Barat saat itu:

“Hanya kualisi dari para Marxist dan Islamist dapat menghancurkan Amerika Serikat,” –  Ilyich Ramirez Sanchez, a.k.a. Carlor the Jackal

Pada bab dua, penulis buku menguraikan bahwa Islam dan Marxisme memiliki keterkaitan secara sejarah dan filsafat, ia mengutip karya beberapa nama pemikir Barat dan Islam.

Pada Bab 4 dan 5, buku membahas bagaimana istilah “Islamophobia” dipakai untuk menghancurkan masyarakat Amerika sementara menguatkan aksi kerja jihad

Mr. Graffney memuji penulisnya, “Matt telah membuat sebuah buku yang sangat luarbiasa. Ini tersedia online gratis (PDF file), pada SecureFreedoom.org.” dan menekankan, “Itu sungguh direkomendasikan untuk dibaca pada jaman kita.”

Ketika wartawan menyinggung tentang serangan-serangan terorist di Inggris dan Swedia,

“Kita dapat bungkus itu sebagai diversiti, atau multikulturalisme, atau sensitiviti, atau benar secaral politik untuk masalah tersebut, tetapi pada ujung harinya masalah-masalah tersebut adalah bagaimana sisi lainnya memahaminya.” Mr Graffney menjawab.

“Malangnya, cara mereka memahami itu tidaklah lain yakni sebagai penundukan, dan itu hanya akan meningkatkan bahaya dari jihad diam-diam, tentunya kondisi ini terus berkembang di sini maupun di tempat lainnya. Dan saya kuatir akan jenis kekerasan (jihad)nya juga.”

Read the rest of this entry

Presiden Erdogan menteror Uni Eropa: Segera orang Eropa ’Tidak lagi aman berjalan-jalan di dunia’

Recep Edorgan meninggikan KuranRecep Tayip, presiden Turki, hari Rabu memberi komentar yang menambah ketegangan antara Turki dengan negara-negara Uni Eropa dan Britania Raya, ia berkata, ”Jika kalian tetap berlaku seperti ini, (maka) tidak seorang Eropa pun  di belahan dunia mana pun dapat berjalan di jalan-jalan dengan aman.”

Hal ini disampaikan oleh Erdogan pada sebuah konferensi wartawan, ia menambahkan: ”Kami sebagai orang Turki memanggil Eropa untuk menghargai hak-hak manusia dan demokrasi.” Erdogan: Soon Europeans ‘Will Not Walk Safely on Their Streets’ dan Will Erdogan be banned from U.K. for threatening Europe?

Laporan menulis, Erdogan tidak menguraikan ancamannya itu secara menditel.

Erdogan menyatakan ini pada hari yang sama beberapa jam sebelum serangan teror Islam terjadi di depan gedung parlemen Inggris yang menelan korban jiwa 3 orang dan melukai 40 lainnya. Pemuda usia 30 an menabrakan mobilnya pada orang-orang yang sedang berjalan di kaki lima pada jam sibuk tersebut, lalu ia keluar dari mobilnya dan menusuk mati seorang polisi. Ia ditembak mati setelah aksi terornya tersebut.

Seminggu sebelumnya pemerintah Belanda melarang seorang penting partai politik Erdogan untuk berkampanye di tanah Belanda. Erdogan memukul balik jauh lebih keras, para pekerja deplomat Belanda tidak boleh terbang ke Turki dan menyebut Belanda ”rasis.” Dan ketika Konselor Jerman Angela Merkel memperingatkan Erdogan untuk berlaku sopan, Erdogan mengklaim Markel sebagai ”mendukung para teroris,” dan koran Turki Gunes pada halaman pertamanya memuat gambar Angela Markel seperti Nazi Hitler dengan kalimat: Jerman, telah membuka tanganya untuk organisasi-organisasi teroris … mencoba untuk memprovokasi seluruh Eropa menentang Turki.” Turkish Newspaper Depicts Merkel as ‘Frau Hitler’ on Front Page

Erdogan juga belum lama ini mengancam Brussel (pusat kantor Uni Eropa), untuk membuka kembali gerbang negaranya untuk mengalirkan imigran ke Eropa. Hal ini dikatakan setelah mayoritas parlemen UE setuju untuk melarang warga Turki masuk ke Eropa bebas visa. UE sebelumnya telah membayar enam juta Euro ke Turki menyetop impor imigran Timur Tengah ke Eropa.

Tindak tanduk Edorgan semakin menkuarkan pemerintah negara-negara Barat, koran The Economist mempertanyakan apakah Erdogan ini seorang Demokrat atau Sultan (raja dalam dunia Islam). The Economist edisi Juni 2013 Erdogan democrat atau Sultan.jpg

Kegagalan kuduta militer bulan Agustus 2016, telah membuat Erdogan semakin berkuasa di negaranya. Ia memenjarakan puluhan ribu tentara dan politikus serta orang-orang media. Dan awal Maret ia menuntut kekuasaan yang lebih besar lagi, parlement Turki telah setuju memberikannya.

Sebelum Erdogan menjadi Perdana Menteri, ia pernah dipenjarakan pemerintah Turki berkaitan dengan aktivitas organisasi Islamnya yang sangat radikal.

Read the rest of this entry

Jerman: Pemerintah menyiapkan peraturan hukum larangan wanita Muslim memakai selubung muka (burqa dan niqab)

Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.  (2 Korintus 3:16-17)

Ditengah banjirnya imigran Muslim di Jerman, lebih dari satu juta orang, mayoritas

AFGHANISTAN-POLITICS-REFUGEES

Muslim, berasal dari Syria, Irak dan Afganistan, dan ditambah dengan kekuatiran masyarakat setelah dua serangan terror dan peristiwa tembakan terjadi, pemerintah Jerman hari Jumat kemarin (19/8/2016) telah menyetujui untuk melarang para wanita mengenakan selubung muka di sekolah-sekolah, di kampus-kampus, dan sementara mengemudi mobil.

Sementara, menteri dalam negeri untuk wilayah Mecklenburg-Vorpommern, Lorenz Caffier, berkata bahwa pakaian Islam yang menutup seluruh tubuh tidaklah bisa diterima sebab itu sebuah penghambat untuk berintegrasi, memdorong perbandingan masyarakat-masyarakat dan memberi pemikiran bahwa para wanita adalah lebih rendah martabatnya (inferior).

”Kami semua menolak (pakaian) selubung penuh (the full veil) – tidak hanya burqa, tetapi juga jenis-nesi lain selubung penuh yang yanya menyisahkan hanya mata terlihat (niqab) …. Yang sedemikian tidak punya tempat di dalam masyarakat kami,” ia berkata kepada para reporter

Para wanita Muslim berpakaian niqab (menutup seluruh tubuhnya kecuali mata)”Kami ingin memperkenalkan sebuah hukum untuk membuat orang-orang menunjukkan wajah-wajah mereka dan itu berarti bagi mereka yang melanggar itu hukum akanlah harus merasakan konsekuensi-konsekuensinya,” menteri ini menegaskan.

Tidak semua menteri setuju dengan hukum yang akan ditetapkan ini. Andrea Nahles dari partai Sosial Demokrat (SDP) menyebut keputusan tersebut sebagai tanda ”bertambahnya xenophobia” politik di Jerman. Heiko Mass, juga dari SDP berkata debat tentang burqa dan keamaman seharusnya ada dijaga terpisah.

Debat umum tentang larangan selubung penuh tubuh wanita telah bangkit di negara-negara Eropa sejak kota-kota Mediteranian di Perancis membuat larangan wanita Muslim berpakaian renang “burqini/ burkini” di pantai. Belgia pada bulan Juli 2011 telah mengeluarkan peraturan dilarangnya wanita berpakaian penutup muka tersebut di tempat-tempat umum. Di Spanyol, kota turis Barcelona juga melarang pemakaian pakaian Islam yang menutup muka di tempat-tempat umum seperti kantor, pasar dan perpustakaan. Masalah pakaian wanita Muslim di Eropa juga telah menjadi pembicaraan panas di Belanda, Swiss, Denmark dan banyak negara Eropa lainnya. Pemerintah Bulgaria memberi pinalti 150 € sebagai peringatan pertama bagi wanita berburqa atau berniqab. Lalu menjadi 500 € untuk pelanggaan kedua. Seorang pemimpin polisi Bulgaria meresponi pertanyaan wartawan berkaitan dengan 7 wanita Muslim yang terkena denda, ia hanya menjawab: “Saya tahu tradisi mereka, kebiasaan mereka, agama mereka dan hidup mereka. Saya tidak ingin berkata apa-apa tentang itu.”

Bagi sekolompok Muslim yang hidup di negara-negara Eropa larangan ini merupakan pelanggaran hak beribadah mereka dan sekaligus menyerang Islam.

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry

Demo Anti-Pemerintah Iran digelar orang Persia saat President Iran bicara di Gedung PBB

Masyarakat Iran di Amerika demo anti-RouhaniSementara President Iran, Hassan Rouhani, siap berbicara di depan para pemimpin dunia para Rapat Umum Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, ratusan orang berdemo menentang Rouhani.
Ratusan bendera pre-Islam Republik Negara Iran (hijau putih merah dengan Singa dan Matahari berwarna emas, berkibar) di depan gedung PBB. Orang-orang Persia (mereka tidak suka disebut “orang Iran”) menggelar demo dengan berbagai spanduk besar dan berteriak-teriak dalam bahasa Persia, bahasa ibu mereka.
“#NO2ROUHANI; 200 digantung: satu setiap 7 jam, Terrorsit & Nuclear Proliferator,” tertulis pada sebuah spanduk besar.
“RALLY TO A NUCLEAR IRAN, TO REGIME CHANGE by IRANIANS,” spanduk lainnya tertulis.
Demo rally ini diorganisasikan oleh Organization of Iranian-American Communities (OIAC), bertujuan menekan komunitas internasional untuk menuntut regim yang sedang berkuasa di Iran bertanggung jawab untuk catatan pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusianya,” koran elektronik Iran NCRI melaporkan.
Dengan jeritan-jeritan yang keras, orang-orang Iran warga Amerika ini meyampaikan pesan mereka:

  • Menguatkan bangsa mereka sendiri yang tinggal di Iran, yang menderita di bawah tekanan regim Iran.
  • Mengabarkan kepada penduduk dunia untuk menentang dan mengadili rejim yang sedang berkuasa di Iran.

Seorang pemimpin demo berkata kepada mereka yang sedang demo, ”Wajahmu sedang dipancarkan langsung di Iran! Biarlah mereka mendengar bahwa kami adalah suara mereka dan kami tidak akan pernah membiarkan mereka direndahkan.”
“Kami kaum muda Iran-Amerika di Amerika Serikat berdiri dengan kalian, (generasi) remaja di Iran!,” seorang gadis Iran berbicara di depan orang banyak.

Ratusan orang Iran demo anti-Rouhani sementara President Iran bicara di PBB
Berdiri di podium, Safideh, seorang wanita muda Iran berkata ”Saya mewakili ratusan ribu wanita-wanita muda yang tidak memiliki kebebasan berbicara di Iran,” menyatakan: “Saya berada disini bagi para wanita yang terpenjara oleh karena mereka ingin berdiri pada kaki mereka sendiri, atau karena mereka hanyalah ingin kebebasan di Iran,” lanjut, “Saya berada disini karena saya tidak mendukung rejim barbar di Iran.”
“Kami berada disini untuk mengatakan kepada rakyat Iran bahwa kami tidak akan berhenti hingga adanya sebuah Iran yang bebas,” ia menyimpulkan.
Selain orang Iran-Amerika, turut serta kelompok-kelompak lainnya, seperti Kristen Afrika-Amerika, dan para pemuka, diantaranya Tom Ridge (bekas Seketaris Kemanan Tanahair AS), Mrs. Maryam Rajavi (President terpilih NCIR).

Diantara kelompok rally yang menentang kebijakan pemimpin negara, seperti anti-Putin, anti-Komunis Cina, rally Anti-Rouhani adalah yang terbesar, laporan menulis.
Diperkirakan 2000 eksekusi telah dilakukan sejak Rouhani terpilih di tahun 2013, para pengorganisasi demo protes, 700 eksekusi telah dilakukan hanya dalam enam bulan terakhir. Pemerintah Islam Iran memenjarakan dan menggantung orang Persia yang tidak mau mengikuti aturan Hukum Syariah, dan orang-orang Kurdi-Iran.

Berita lainnya tentang Iran lihat di sini: NCRI.org (National Council of Resistance of Iran)

Bacaan berkait:

Referensi:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out.