Category Archives: Dokma & Praktis

Muhammad, Utusan Allah, mencoba meng-Islamkan bangsa Yahudi

Dan sebuah cabang akan muncul dari batang Isai, dan sebuah tunas dari akarnya akan berbuah. Dan Roh YAHWEH akan tinggal pada-Nya; roh hikmat, dan pengertian, roh nasihat dan kekuatan, roh pengenalan dan takut akan YAHWEH (Yesaya 11:1-2)

Medina sebelum Muhammad berimigrasi, telah dihuni oleh orang-orang Yahudi. Mereka adalah masyarakat yang berhasil, sebagian mereka adalah ahli besi membuat pedang dan pisau, dan sebagian lainnya anggota kemasyarakatan setempat. Mungkin sebagian mereka telah mengenal Muhammad sebagai pelanggan mereka, sebab ia adalah seorang pemimpin karafan.

Kedatangannya Muhammad kali ini ke kota Yathrib (nama kota Medina sebelum Muhammad merubahnya), bukanlah sebagai seorang karafan, tetapi seorang agamawan, mengklaim memiliki pewahyuan baru tentang satu-satunya Elohim yang benar.

Kisah Muhammad mencoba mengislamakan masyarakat Yahudi ini terekam di Kuran di bab Laba-laba / Surah 29 ayat 45 sampai 52. Sebagaimana Alkitab menulis, bangsa Yahudi sedang menantikan Juruselamat mereka, yang telah dinubuatakan oleh nabi-nabi mereka sebelumnya, yakni Ha Mashiah atau Messias atau Al-Masih dalam agama Islam. Lihat Ulangan 18:17-22, Yesaya 40 dan Maleakhi 3:1-4.

Jadi, orang-orang Yahudi datang ke lapangan di mana Muhammad berbicara dan ditemani oleh sejumlah pengikutnya. Muhammad pada petemuan awal tesebut menyambut mereka dengan hangat. Memuji kehebatan hikmat dan nabi-nabi yang telah bangkit dari antara bangsa mereka.

Orang-orang Yahudi mendengarkan pengulangan cerita-cerita dari Alkitab mereka. Terkadang cerita-cerita tersebut hampir sama, namun detilnya berubah. Lain waktu sama sekali lain walau tokoh-tokoh Alkitabnya sama.

“Pengaruh Perjanjian Lama tidaklah memiliki pengaruh yang sedikit terhadap Kuran. Diperkirakan secara teliti memuat sedikitnya 7 persen dari tulisannya. 876 ayat dari 6.346 ayat Kuran.”[1]

Ketika cerita-cerita yang dibawakan oleh Muhammad menjadi sangat berbeda dengan isi Alkitab, dan kontradiksi tidak bisa dihindari, maka orang-orang Yahudi mulai meminta tanda ajaib untuk membuktikan kenabiannya.

Bacaan berkait:

Suatu waktu seorang pria Yahudi membawa sejumlah tulang-tulang manusia dan meletakkan mereka di depan Muhammad. ”Jika kamu seorang nabi Elohim, kamu dapat membuat tulang-tulang ini hidup,” ia berkata.[2]

“Muhammad tidak memiliki jawaban. Ia tidak bisa membuat tulang-tulang tersebut hidup kembali. Ia dipermalukan, demikian juga para Muslim sekitar dia. Menurut Hadith, ia bahkan menjadi kecewa kepada Allah atas hal ini,” DR. Gabriel menulis. Surah 36:76-82 adalah lahir dari kejadian di atas, professor ini menulis. Surah ini berisi pembelaan Muhammad bahwa Allahlah yang bisa memberi kehidupan pada tulang-tulang itu, bukan dirinya.

Namun jawaban itu tidak memuatkan mereka. Lalu mereka berkata “Mengapa tanda-tanda (ajaib) tidak diturunkan dari Tuhannya?” (Surah 29:50). Para Orang Yahudi ini meminta tanda karena nubuatan Perjanjian Lama seperti tertulis pada Yesaya 11:1-10 dan 25:9.

Ujian pertanyaan sejenis yang mereka tuntut kepada Yeshua Ha Mashiah sekitar 600 tahun sebelumnya. Namun di sini Adonai Yeshua memberi jawaban tantangan untuk pembuktian kuasa-Nya, Hancurkan tempat suci ini (Bait Elohim di Yerusalem), dan dalam tiga hari Aku akan mendirikanya kembali.” Injil berkata bahwa Yeshua berbicara tentang kebangkitan tubuh-Nya setelah Ia mati tersalib. Lihat Injil Yohanes 2:18-25.

Allah menyuruh Muhammad menjawab: “Tanda-tanda hanya bersama Allah, dan aku hanyalah seorang pengingat (a warner),” Apakah itu tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepada mu (Muhammad) Kitab yang dibacakan kepada mereka? (S. 29:50-51)

Ayat 52 nya adalah bukti putus asanya Muhammad terhadap orang-orang Yahudi tersebut, “Allah adalah cukup sebagai saksi antara aku dan kalian.” Dan menuduh mereka sebagai orang yang tidak beriman dan kalah.

Di bawah ini komentar Mantan Sejarah Islam Prof. Mark A. Gabriel:

“Saya percaya bahwa Muhammad menghadirkan cerita-cerita dan prinsip-prinsip dari Kitab-kitab Suci (Alkitab) sebagai bagian dari strateginya untuk memenangkan para orang Yahudi dan Kristen. Jika ia membangun agama barunya pada fondasi Yudaisme dan Kristianiti, ia dapat meraih lebih pengikut.
Jadi mengapa ada perbedaan-perbedaan antara Kuran dan Alkitab? Saya percaya Muhammad memperkenalkan perbedaan-perbedaan yang ia rasa akanlah mendukung Islam. Saya berpikir ia sungguh-sungguh mengharapkan orang-orang Yahudi tersebut menerima perbedaan-perbedaan ini. Mereka tidak menerima.”[3]

Bacaan berkait (dari SenjataRahani.wordpress.com)

 

FOOTNOTE:

  1. DR. Mark A. Gabriel, The Unfinished Battel Islam and the Jews. Mantan professor Sejarah Islam pada Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
  2. Orang Yahudi ini ingin tahu apakah Muhammad adalah nabi yang dijanjikan Elohim YAHWEH melalui nabi Yehezkiel di kitab Yehezkiel pasal 37
  3. Idem dengan nomor 1, Bab 13. Jews Resist Muhammad’s Claims to Their God and Their Scriptures

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Siapakah penasehat Gubernur DKI Anies Baswedan?

Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan. (Mazmur 10:2)

Anies BaswedanSiapa yang tidak tahu Anies Baswedan? Namanya terkenal bahkan sampai jauh di luar kota Jakarta. Pria kelahiran tahun 1969 pernah jadi rektor universitas dan Presiden Joko Widodo menjadikan ia menteri pendidikan dan kebudayaan. Ia juga mengantongi gelar PhD. dalam bidang ilmu politik dari sebuah universitas di Amerika Serikat. Namun yang membuat Anies terkenal di masyarakat bukanlah karena prestasi pendidikannya tersebut, tetapi kebijakan-kebijakan yang merusak ibukota Indonesia selama ia menjabat sebagai Guburnur DKI (Oktober 2017). Sehingga media masa dan media sosial Jakarta dibanjiri dengan kritik-kritik terhadap Gubernur Anies, bahkan seorang penulis di Seword.com melaporkan ia sebagai “Gubernur Terbodoh dan Otak Pendek.”

Contoh kritikan lainnya bisa dilihat di sini:
GUBERNUR SEIMAN TAPI AMBURADUL | Akhmad Sahal
SOLUSI MENGATASI KEMACETAN ALA ANIES, JALAN TROTOAR BAGUS DIBONGKAR, JALAN UTAMA D IPERSEMPIT – Ruhut P. Sitompul
Ade Armando: ROMA KORUPTOR DI DEKAT ANIES BASWEDA ; ANIES BASWEDAN AZAB BAGI DKI?
Denny Siregar: MENDING JADI YOUTUBER AJA, ANIES…
Eko Kuntadhi: JAKARTA KEBANJIRAN, ANIES MALAH NGELES

Ketidak puasan penduduk Jakarta atas kerja Anies tersebut, seorang telah membuat sebuah petisi “Copot Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta!” Petisi telah mencapai lebih dari 207.000 (4 Desember 2020). Dan sekarang lebih dari 234.000 (12 Pebuari 2020). Isi petisi pencopotan Anies bisa dibaca di sini.

MENYESAL! MASYARAKAT INGIN GUBERNUR ANIES DICOPOT

Apa reaksi balasan Anies Baswedan atas kritikan tersebut? Ia tetap tersenyum dan tetap saja membuat Jakarta semakin berantakan, yang terakhir adalah proyek bernama “Revitalisasi Monas” yang menebangi 190 pohon. 190 pohon ditebang demi nama Revitalisasi MonasMasyarakat Jakarta tahu bahwa Anies Baswedan mendapat posisi Guburnur setelah Basuki T. Purnama (Ahok) ditumbangkan atas nama agama Islam. Apakah Anies melakukan semua kebijakannya sebagai Gubernur berdasarkan Ilmu Politiknya tersebut untuk mendapat dukungan lebih besar dari kaum Muslim fundamental untuk mempersiapkan jalan bagi dirinya sendiri menjadi Presiden Indonesia. Siapakah penasehat politik Anies? Mengapa Anies memilih jalan popularitas dengan cara memberi dirinya semakin dibenci oleh masyarakat umum dan khususnya Jakarta dan sekitarnya demi mendapat simpati kelompok masyarakat lainnya?

Di Alkitab tercatat adanya kasus yang serupa seperti perbuatan Anies Baswedan, yaitu kisah Raja Absalom dengan penasehatnya Ahitofel, seperti tertulis pada kitab 2 Samuel pasal 15 sampai 17. Cerita singkatnya seperti ini:

Absalom adalah putra raja Daud. Ia seorang pria yang berparas sangat tampan dan sangat dipuji (2Sam 14:25). Ia berambisi besar ingin merebut kursi kerajaan ayahnya sendiri. Absalom mempersiapkan segala sesuatu untuk mencapai tujuannya, mulai dari membuat kereta kuda dan menyewa 50 orang yang berada didepan keretanya, lalu mencuri simpati rakyat bagi dirinya sendiri dengan menjelek-jelekan raja (15:1-3). Bahkan pangeran ini tidak segan-segan mencium tangan rakyat, demi mencuri hati rakyat Israel (15:6). 4 tahun kemudian ia pergi ke kota Hebron, untuk menobatkan dirinya sendiri jadi raja atas Israel. “Beserta Absalom turut pergi dua ratus orang dari Yerusalem, orang-orang undangan yang turut pergi tanpa curiga dan tanpa mengetahui apapun tentang perkara itu. (2 Samuel 15:11). Absalom juga mengundang Ahitofel, penasehat ayahnya (15:12).  Hal ini memaksa raja Daud meninggalkan kota Yerusalem, untuk menghindari tumpah darah. Ia membawa seisi keluarganya dan para hambanya yang setia ke padang gurun.

Kisah yang menarik adalah bagaimana nasehat Ahitofel kepada Absalom, raja baru Israel ini. Lihat 2 Sam. 16

Kemudian berkatalah Absalom kepada Ahitofel: “Berilah nasihat; apakah yang harus kita perbuat?” (16:20)

Nasehat Ahitofel kepada Absalom adalah sangat aneh, bagi otak setiap seorang berakal dan bermoral tinggi. Ahitofel berkata:

21 “Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya.”

Untuk menguatkan hati para pendukung Absalom berpihak kepada dirinya, penasehatnya menasehatkan bahwa ia haruslah menghasilkan berita besar kepada rakyat, berita yang akan membuat diriya dibenci oleh ayahnya. Caranya dengan meniduri seluruh gundik ayahnya di halaman terbuka atap rumah di siang hari di depan mata seluruh Israel.

Absalom yang memang gila kekuasaan, melihat nasehat Ahitofel ini luar biasa cerdik. Jadi Absalom melakukannya dengan rasa bangga. Absalom tidak berpikir dengan akal sehatnya, bahwa kejahatan dan perbuatan tidak bermoral tidak akan bisa mengokohkan kursi kerajaannya. Nasehat Ahitofel adalah melebih-lebihkan apa yang memang akan terjadi sesuai Firman Elohim. Ahitofel seorang penasehat yang hanya ingin menyenangkan setiap tuannya baik Daud maupun Absalom (16:23)

Nasehat Ahitofel yang lebih ektrim lagi adalah, ia meminta ijin untuk mengejar raja Daud untuk ia bunuh, dan membawa rakyat yang bersama Daud bisa menjadi pengikut-pengikut Abasalom (17:1-4).

Sekali lagi, Absalom setuju dengan nasehat gila tersebut: membunuh ayahnya sendiri demi mendapatkan lebih pendukung.

Dan semua tua-tua Israel juga setuju dengan nasehat tersebut; tua-tua Israel ini pasti tahu bahwa itu tidaklah benar di mata Elohim, namun mereka lebih suka mencari muka dan hanya perduli menyelamatkan diri mereka sendiri. Kebijakan politik sejenis ini disebut “politically correct;” karena kebijakan seperti inilah Gubernur Basuki T. P. harus kehilangan jabatan dan bahkan masuk penjara.

Untunglah raja Daud adalah orang yang pintar dan ahli strategi. Husai, sahabat baik Daud, yang ditempatkan raja Daud di istana untuk memata-matai Ahitofel. Husai berhasil membatalkan aksi assassinasi Ahitofel tersebut.

Ketika Ahitofel tahu, bahwa nasehatnya diabaikan Absalom, ia pulang kotanya, lalu menggantung dirinya sendiri. (17:23).

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

 

Fatah leader: Jesus was not only “first Palestinian” – he was “first Islamic Martyr”

Tawfiq Tirawi, senior Palestinian leader and Fatah Central Committee about Yeshua ha Mashiah

Tawfiq Tirawi & Yasser Arafat

Yeshua Ha Mashiah: “But let your word ‘yes’ be ‘yes,’ and your ‘no’ be ‘no.’ Anything more than this is from the evil one. (Matthew 5:37)

Many Muslims of Indonesia, who stand for Palestinians in Israel, don’t like to say “Happy Merry Christmas!” to Christians would be very shocked to know that the Palestinian Muslim leaders are, in fact, encouraging their people to celebrate the Christmas, even make this Holy Day become a National holiday in Palestina.  Tawfiq Tirawi, a top Palestinian leader and Fatah Central Committee, even goes further, according to Palestinian Media Watch, Tawfiq posted on his personal Facebook: Jesus the Messiah is a ‘shahid’ (Muslim martyr). This article bellow is a copy from the PMW.

Itamar Marcus  |
  • Fatah leader: Jesus was “first Palestinian,” and “first Islamic Martyr”
  • PA Prime Minister: “Christmas is a national holiday for the Palestinian people”
  • Abbas: “For all of us Palestinians, this holiday [Christmas] is ours”
  • Fatah: “Christmas is a Palestinian holiday”

There were repeated new claims this week, by senior Palestinian leaders and the official press, that Jesus was a “Palestinian” and the “first Palestinian.” A senior Palestinian leader this week also referred to Jesus as the “first Shahid,” or Islamic Martyr, which many believing Christians find very offensive. According to the Islamic tradition, which the Palestinian Authority has repeated many times to its people, among the rewards that the Islamic Martyr receives in Islam’s paradise are 72 dark-eyed virgins. Whereas claiming that Jesus who was a Judean (Jew) was a Palestinian is nonsensical for believing Christians, saying he is now in Islamic Paradise with 72 virgins is seen by many as defamation.

Tawfiq Tirawi, senior Palestinian leader and Fatah Central Committee member posted on his personal Facebook page:

“This is blessed Christmas, The birthday of our lord Jesus the Messiah, the first Palestinian and the first Shahid (Islamic Martyr).”

[Tawfiq Tirawi Facebook page, Dec. 24, 2019]

Others claiming Jesus include Laila Ghannam, District Governor of Ramallah:

“The entire Palestinian people celebrates Christmas because we are proud of Jesus being Palestinian.”

[Official PA daily Al-Hayat Al-Jadida, Dec. 24, 2019]

Muwaffaq Matar, Fatah Revolutionary Council member and regular columnist for the official PA daily, wrote:

“If someone could win the Nobel Peace Prize every year forever, it is Palestinian Jesus son of Mary who was born in Bethlehem… Palestinian Jesus son of Mary was a victim…”

[Official PA daily Al-Hayat Al-Jadida, Dec. 26, 2019]

It should be noted that the expression by Tirawi “our lord Jesus” is not an indication of Palestinian acceptance of the principles of Christianity. According to Islamic tradition, as explained in the following quote by the top PA religious figure, PA Mufti Muhammad Hussein, Jesus is said to have been a Muslim who preached Islam:

PA Mufti Muhammad Hussein: “We’re talking about an ongoing chain [of prophets of the Islam], from Adam to Muhammad. It’s an ongoing chain, representing the call for monotheism, and the mission of IslamThe prophets were all of the same religion [Islam]… Jesus was born in this land. He lived in this land. It is known that he was born in Bethlehem… He also lived in Nazereth, moved to Jerusalem. So he was a Palestinian par excellence… We respect Jesus, we believe in him [as a Muslim prophet], just as we believe in the prophet Muhammad.”

Finally, the PA, seeing themselves as part of Jesus’ nation, is now saying that in addition to it being a religious holiday for Christians, Christmas is also a national holiday for Palestinians.

PA leader Mahmoud Abbas himself said Christmas is a Palestinian national holiday:

“Christmas is a national-religious holiday and not just a religious one. For all of us Palestinians, this holiday is ours. Therefore we all celebrate it. The Palestinian leadership is going to church to be present for [Christmas] Mass… It is our obligation to do this, because it – as I told you – is a religious holiday for our [Christian] people, and you are our people, and it is [also] a national holiday for us all.”

[Official PA TV News, Dec. 28, 2019]

Mahmoud Abbas’ Fatah in a headline on its official Facebook page likewise declared:

Christmas is a Palestinian holiday… There is a special significance to the Christmas celebrations in Palestine, since it has clearly become a national holiday in which all of our people participate, starting from [PA] President of Palestine [Mahmoud Abbas] and down to the last of the children.”

[Official Fatah Facebook page, Dec. 20, 2019]

As documented many times by Palestinian Media Watch, the Palestinian Authority rewrites history, both ancient and recent, according to its political and internal needs. As a people without a history who are attempting to create a national identity, teaching Palestinians that Jesus, one of the most important and admired historical figures, was a Palestinian, is their attempt to trick primarily their own people into believing that they have not only an ancient history but a glorious national identity.

Look and see what the Israelis have responded to those claims, read their commands in this link

Read the rest of this entry

Dilemma Muslim di Indonesia

… Dan terjadilah perpecahan di antara mereka (Injil Yohanes 9:16)

Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim (orang Islam) terbesar di dunia telah lama menjadi sorotan banyak negara. Kehidupan umat Islamnya yang umumnya relatif toleran terhadap umat beragama lainnya dan ramah terhadap orang asing telah sering dipakai oleh banyak Muslim di barbagai jenis forum internasional untuk menyatakan bahwa “Islam adalah agama damai, lihat saja pada negara Indonesia!” Namun kita sebagai orang Indonesia, apalagi yang tinggal di Indonesia, kita tahu persis kondisi dapur rumah kita.

Di Indonesia, kita bisa temukan banyak pemuka Islam yang sangat vokal dalam menyuarakan iman mereka; mereka menyerang siap saja yang tidak seiman dengan keyakinan mereka, melabelkannya sebagai ‘orang kafir.’ Mereka bahkan tidak segan-segan menuduh orang Islam lainnya yang tidak sependapat sebagai musuh Islam dan menolak jenazahnya disembayangi di masjid-mesjid mereka. Baca: Difinisi KAFIR dalam Kitab Suci

Spanduk Mesjid tidak mensholatkan jenazah Muslim yang toleran pada agama lain

Spanduk di Mesjid anti Muslim moderat

Di sisi lainnya, kita temukan, memang tidak banyak, adanya Muslim Indonesia yang secara terang-terangan berani mengeritik para ‘Muslim radikal’ atau ‘Muslim fanatik’ tersebut sebagai para ‘perusak agama Islam.’

Muslim di Indonesia sedang berada dalam dilemma yang sangat besar, jika dua-tiga decade lalu, wadah medan pertempurannya hanyalah di masjid-mesjid, sekarang dimasa teknologi internet, wadahnya adalah di segala bentuk media sosial, yang hanya dalam satu minggu bisa dibaca dan ditonton oleh setengah juta orang.

Perang Dakwah Islam antar sesama Muslim Indonesia
Rizieq, ketua FPI yang juga bergelar “imam besar Islam” dan Uztad Abdul Somad adalah contoh dua tokoh Islam yang vocal dan radikal, keduanya dikeritik secara tegas oleh Dani Siregar, Ade Armando (Dosen UI) dan Eko Kuntadhi dan Radjab Sahda Nasution; keempat orang ini adalah juga Muslim.

Kritik mereka pada tokoh-tokoh Islam radikal dan pemimpin politik Muslim yang memakai agama Islam bisa dilihat pada YouTube di bawah ini beberapa contoh:

Dani Siregar:

  • BIDADARI BONGA-BONGA DI SURGA I TIMELINE (15/11/2019). Membahas Hadis

Ade Armando:

 Radjab Sahda Nasution:

Eko Kuntadhi:

Baru-baru ini Lalu Agus Firad Wirawan, seorang Muslim suku Sasak yang hidup di Bali, mengeritik dengan keras seorang Muslim setingkat menteri, yaitu Wishnuutama Kusubandio. Oleh sebab menteri ini berniat merubah Toba dan Bali menjadi ‘Ramah bagi wisatawan Muslim,’ dengan cara menyingkirkan hal-hal yang tergolong tidak halal dalam ajaran Islam. Ini surat kritik terbuka Lalu Agus.

Lalu Agus tidak berhenti di situ. Ia kemudian menulis surat terbuka lainnya di media sosial, mengalamatkannya kepada bapak Presiden Jokowi, berkaitan dengan diskriminasi pemerintah daerah Pulau Lombak kepada warga Hindu dalam hal ijin beribadah (15/2019); berjudul Jangan Memalukan Agamamu. Sedikit cuplikannya:

Saya malu pak! Seumur-umur saya hidup di Bali, di tengah lingkungan Hindu, saya tidak pernah sedetikpun diperlakukan tak baik oleh mereka! Waktu SMA di Buleleng, makan tidur dan pendidikan pun saya dibantu oleh saudara-saudara saya yang Hindu, bahkan makanan halal dan tempat ibadah saya pun disediakan khusus oleh mereka!

Lalu apa alasan kita, ummat yang kebetulan saja mayoritas di Lombok ini melarang ummat Hindu membangun tempat ibadatnya? Istigfar kawan! Nabi Muhammad tak perah sekalipun menganjurkan kalian untuk melarang ummat lain beribadah!

Bibit radikalisme yang kemudian berkembang jadi terorisme sesungguhnya berawal dari sikap-sikap intoleran yang muncul dari mulut-mulut para durjana yang menyamar jadi tokoh agama! Bangsa ini sudah terlalu banyak dilukai oleh kelompok penyundal ajaran Tuhan ini!

Itulah dilemma orang Islam di Indonesia! Kelompok yang radikal ingin menerapkan Hukum Islam secara lengkap kepada semua kelompok minoritas, bahkan bila perlu menjadikan Indonesia bagian dari Negara Kalifah, sementara kelompok Muslim lainnya menolak keras, saudara Firad Wirawan membela Islam dengan berkata, “Nabi Muhammad tak pernah sekalipun menganjurkan kalian untuk melarang ummat lain beribadah!” lalu ia berkata, “Bangsa ini sudah terlalu banyak dilukai oleh kelompok penyundal ajaran Tuhan ini!”

Kelompok Muslim yang manakah dari kedua kelompok di atas yang benar dalam menginterpretasikan kitab-kitab suci agama Islam? Dan kelompok mana yang salah? Pertanyaan sejenis ini sering muncul pada banyak orang, bahkan juga pada kalangan Muslim sendiri.
Dilemma ini juga terjadi antara Presiden Turki Recep T. Erdogan dengan Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Oktober 2017, Mohammed bin Salman berbicara pada Future Investment Initiative di Riyadh [1] ia bersumpah untuk menghancurkan “ideologi-idelogi extremist” dan kembali ke “sebuah Islam yang moderat.” Erdogan dihadapan para pendengarnya, wanita Turki, mengeritik Pangeran Saudi tersebut, “Islam tidak dapat ada ‘moderat’ maupun ‘bukan moderat.’” Ia berkata, konsep moderat Islam, patentnya berasal di Barat,” dan “Mereka (Parlemen Eropa) sekarang mencoba memompakan ide ini kembali. Apa yang mereka sungguh ingin lakukan adalah melemahkan Islam … Kami tidak ingin masyarakat belajar tentang agama dari fakta-fakta asing,” Presiden Turki ini menandaskan.[2]

Dilemma Muslim ini, menurut Al-Fadi, orang Arab Saudi, mantan Muslim, ternyata bersumber dari Kuran itu sendiri

Dilemma Muslim ini, menurut Al-Fadi, orang Arab Saudi, mantan Muslim, ternyata bersumber dari Kuran itu sendiri, yakni adanya dua pewahyuan Kuran yang berbeda sama sekali, yaitu, saat Muhammad masih berada di Mekkah (toleransi), dan kemudian saat hijrah ke Meddinah (radikal dan jihad).[3] Al-Fadi adalah tuan rumah dari acara Islamic Dilemma, dan pemimpin editor dari bukuThe Quran Dilemma. Baca: Kesaksian Fadil Mulya, Penelitian Kuran membawa imannya kepada Yeshua Ha Mashiah

Yeshua Ha Mashiah memberi jalan keluar dari dilemma ini

Aku adalah terang dunia. Siapa yang mengikut kepada-Ku, ia sekali-kali tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan mempunyai terang kehidupan (the light of life)” (Injil Yohanes 8:12)

Referensi:

  1. Saudi crown prince promises ‘a more moderate Islam’
  2. Erdoğan criticizes Saudi Crown Prince’s ‘moderate Islam’ pledge
  3. Ex-Muslim Speaks Out about ‘The Koran Dilemma’ – CBN.com; YouTube

Read the rest of this entry

Kementerian Agama menyegarkan aturan Penggunaan TOA di Mesjid dan Musholla di Indonesia

And just as you want men to do to you, you also do to them likewise.
Dan sebagaimana kamu menghendaki supaya orang berbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka – The Golden Rule of Adonai Yeshua

Logo 5 Tuntuan Pemakaian TOA di Mesjid & MushollahBerkaitan dengan kasus penganiayaan dan pemenjaraan seorang ibu di Sumatra Utara yang mengeluhkan kerasnya suara sembayang yang keluar dari Pengeras Suara (dikenal sebagai TOA; merek dagang) sebuah Mesjid Kementerian Agama baru-baru ini mengeluarkan Surat Edaran untuk menyegarkan kembali surat keputusan Direktorat Jendral Bimas Islam tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla di seluruh Indonesia.

Surat Edaran Kementerian Agama bernomor: B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/2018, seperti nampak di bawah, ditanda tangani oleh Muhammadiyah Amin, tertanggal 24 Agustus 2018 atau 12 Dzulhijjah 1439, bersifat pemberitahuan bahwa Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978 yang mengatur “Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla” tetap masih berlaku. Dan beliau atas nama Kementerian Agama meminta semua masyarakat Indonesia “Menyebarluaskan Instruksi dimaksud melalui media sosial seperti WhatApp group” dan lain-lainnya “dengan cara yang santun.”

Jika kita baca isi dari Intruksi Dirjen Bimas Islam 1978 maka jelas itu adalah suatu bimbingan yang bagus bagi masyarakat Muslim di Indonesia, membawa keuntungan bukan hanya bagi bukan-Muslim tapi juga umat Islam sendiri; Win-Win (kedua pihak untung).

5 Tuntunan Dasar Penggunaan Pengeras Suara di Mesjid dan Musholla

Keuntungan bagi Umat Islam sendiri di antarnya:

  • Umat Islam semakin mentaati ajaran yang tertulis dalam Kuran maupun Hadits Nabi Muhammad,
  • Masyarakat bukan-Muslim semakin mencintai/ menghargai agama Islam dan memahami keagungan Allah SWT
  • Pemasangan dan pengaturan volume suara Pengeras Suara di dalam dan di luar gedung ibadah membuat para Muslim yang sedang beribadah dan yang beristirahat di rumah tidak merasa terganggu

Dan keuntungan bagi masyarkat di luar Islam dan orang asing yang hidup di Indonesia, dikatakan diantaranya:

  • Sedikitnya tidak mengganggu orang yang sedang istirahat atau tidur berkait jam dan kegiatan kerja mereka yang berbeda waktu; hal ini khususnya di kota-kota besar
  • Adanya rasa nyaman hidup di lingkungan umat-Islam

Isi lengkap dari surat Kementerian Agama 2018 dan Pelaksanaan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla, bisa dilihat pada link ini (pdf)‎. Ayat di atas diambil dari Injil Lukas 6:31

Hormat yang keluar dari rasa takut, bukanlah hormat yang sejati,
Hormat yang sejati selalu keluar dari hati nurani yang bebas dan jiwa yang dicerahkan – Unta Angkat Bicara

Read the rest of this entry