Category Archives: Alkitab

Perjalanan Imanku; perpindahan dari Islam ke Ha Mashiah (Masud Masihiyyen)

Saya terlahir dalam sebuah keluarga Muslim. Saya tidak pernah menghadari sembayang Jumat, bagaimanapun saya sering membaca Kuran dan sembayang lima waktu secara rutin untuk beberapa tahun, dan juga berpuasa di bulan Ramadan. Saya sangat tertarik cerita-cerita tentang kehidupan Yeshua sehingga saya membaca Surah 19 (kitab Mariam, atau Maria orang Kristen menyebutnya) hampir setiap hari.

Perjalanan imanku dengan dan untuk Yeshua dimulai ketika aku masih kanak-kanak sekitar usia sepuluh tahun. Paman dari ayahku memiliki seorang putra yang sering berpergian ke beberapa negara Eropa, satu dari koleksi barangnya adalah sebuah salib kecil. Ketika aku ingin tahu apa artinya salib tersebut, sepupuku secara singkat mengkaitkannya kepada cerita Nabi Yeshua.

Ketika saya berusia 13 tahun, saya mendapat kesempatan belajar lebih tentang Kristianiti dengan bantuan kelas agamaku.

Masud secara panjang lebar bercerita bagaimana di negaranya masyarakat Muslim berpikir tentang Kristianiti dan Alkitabnya – semuanya buruk, yang paling benar adalah Islam dan Kurannya.

Saya tidak pernah mendapat kesempatan mendapatkan kitab suci Kristen sampai suatu hari beberapa sepupuku meminta saya pergi bersama mereka dan menolong satu dari sepupu kami dengan projek sekolahnya. Kami bertemu dan pergi ke toko kecil dimana buku-buku bekas dijual. Pada sebuah rak buku mataku melihat sebuah buku sangat tipis berdebu. Ketika saya ambil itu, itu ternyata kitab Injil Markus! Saya merasa kakiku tidak menginjak bumi oleh karena ketidak sabaranku tidak tertahan – saya ingin segera terbang pulang dan membacanya.

Saya membaca Injil Markus ini lebih dari tiga kali pada hari yang sama tersebut. Buku tipis ini secara sempurna menjabarkan apa artinya salib dalam kehidupan Yeshua dan bagaimana salib datang mewakili Yeshua.

Ketika berita tersiar di rumah bahwa saya telah membeli Injil Markus tersebut, kemarahan ibuku menyala-nyala. Yang mengejutkan setiap orang ayahku nampak tertarik untuk membacanya – ia telah lama ingin membaca kitab Injil. Jadi ayahnya membaca Injil Markus tersebut.

Sehari setelah hari Natal, secara berani saya bercerita kepada kedua orang tuaku bahwa saya telah merayakan Natal pertamaku; ia bikin sendiri meniru dari acara TV Kristen. Ini membuat kedua orang tuanya marah dan mengundang ahli agama ke rumah untuk membawa saya kembali ke Islam. Masud menangkis semua celaan tamu ini atas Kristianiti, “Saya berkata bahwa kesimpulannya tidaklah logis” dan “Kuran secara umum lebih tebal oleh karena itu mengulang-ulang cerita-cerita yang sama terus menerus.”

Jawaban saya ini membuat orang tua saya marah, khususnya ayah saya, yang siap memukulku. Saya diminta memilih satu dari dua kemungkina: melupakan Kristianiti dan kembali ke Muslim, atau meninggalkan rumah. Saya menjadi susah dan takut, ada sebagai anak remaja. Sementara air mata turun membasahi pipiku, saya berjanji untuk meninggalkan Kristianiti dan berhenti menjelekan Islam.

Tepatnya, kembaliku ke Islam tidaklah berarti melakukan praktek Islam. Saya tidak pernah lagi membaca Kuran atau sembayang lima waktu.

Setelah beberapa bulan kemudian, saya melakukan puasa Islam bersama ayahku. Bagaimapun, saya tidak dapat menahan ketertarikanku dalam Kristianiti.

Beberapa malam saya bermimpi Yeshua turun dari langit pada Hari Penghakiman. Pada suatu akhir minggu, saya pergi ke gereja terdekat ketika hujan deras turun dengan perasaan sukacita dan takut dan menunggu gerbang utama ada dibuka. Malangnya, gerbang belum dibuka, sebab ternyata saya tiba dua jam sebelum waktunya. Satu-satunya yang saya bisa lakukan adalah kembali ke rumah sementara hujan semakin deras.

Seorang dari sepupuku (dengan siapa saya merayakan Natal pertama saya) merayakan ulang tahunnya pada 15 Maret, saya mengunjunginya bersama sepupu lainnya (dengan siapa saya pergi ke toko buku dan membeli Injil Markus). Sekembali dari pesta, kami melewati gedung gereja, gerbang terbuka, jadi kami masuk dan melihat ibadah tersebut. Ini merupakan kunjungan gereja yang pertama bagi Masud. Ia berkata mengingat kejadian tersebut, “Benih dari imanku dalam Mashiah yang belum dewasa mulai berkembang ketika saya berada di jemaat tersebut, roh sukacita yang tidak bisa ditahan, kedamaian dan ringan. Roh tersebut menyakinkanku bahwa Yeshua hadir di Gereja dan saya tidak memerlukan agama lainnya untuk mencari Dia atau kebernaran-Nya.”

Karena saya masih dibawah usia 18 tahun, saya perlu mendapatkan permisi dari ayahku untuk menghadiri ibadah-ibadah Gereja. [Penterjemah: saya menduka, kejadian ini Mesir, ini adalah peraturan pemerintah Mesir untuk orang Islam yang ingin pindah ke Kristianiti]

Hal-hal mulai berubah untuk lebih baik ketika saya berhasil masuk universitas dan jauh dari kota dimana saya tinggal. Ini memampukan orangtuaku merindukanku dan mengevaluasi kasih mereka kepadaku. Tahun pertama sukses pendidikanku telah membuat kedua orangtuaku sangat bahagia dan menyebabkan mereka menghargai agama baruku. Ayaku kususnya lebih bahagia dari ibuku sebab saya pria satu-satunya dalam anggota keluarga yang mendapat gelas sarjana. Ini adalah telah menjadi impian dari kakekku bertahun-tahun.

Sebagai sorang Kristen muda setelah baptisanku, saya mulai bertanya entah saya layak mengikuti Yeshua. Saya secara salah telah berpikir bahwa pertobatanku akanlah membuat saya menjadi seorang pribadi yang sempurna dalam sekejap mata, namun saya gagal dan merasa mengecewakan Adonai. Suatu hari saya meninggalkan Alkitab di kamar saya dan pergi ke kamar lain untuk menghidupkan TV. Hal pertama yang saya dengan ketika saya hidupkan TV adalah kalimat “Bapa, ampunilah mereka; sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!” Itu adalah tayangan dari sebuah film Kristen (saya tidak ingat namanya sekarang) dan saya mengerti ketidak sengajaan ini adalah satu dari jalan-jalan rahasia dengan apa belah kasihan Yeshua memilih untuk berkomunikasi dengan ku. [Ini kemungkinan besar Film Jesus menurut Injil Lukas, lihat Lukas 23:34]

Ini bukanlah satu-satunya kejadian yang membuat saya yakin tentang kehadiran aktif Yeshua dalam kehidupanku. Suatu ketika saat saya sangat sakit dan jauh dari rumahku. Saya tidak tahu bagaimana mengatasi masalah-masalahku. Setelah berulang kali meminta Yeshua mengangkat ku dari bumi ini, saya menjadi sangat letih dari semua tagisan dan jeritan. Lalu saya jatuh tertidur, dalam mimpi saya saya melihat pintu kamar saya terbuka dan seorang pria dengan jubah putih datang ke ranjangku dan duduk pada sisi kakiku. Saya dapat mendengar Ia mengatakan sebuah kalimat yang saya belum pernah dengan sebelumnya, ”Therefore always being confident, and knowing that while we are in the body, we are away from home from the Lord.” Setelah mengatakan kalimat tersebut, pria tersebut menyentuh kakiku dan segera saya terbangun dengan kagum. Kemudian waktu saya temukan bahwa kalimat itu adalah sebuah ayat dari Kitab Suci Alkitab* dan menyimpulkan bahwa Adonai ada disana sebagaimana Dia selalu besertaku untuk menghibur dan menuntunku.

Diberkatilah Nama-Nya selamanya. Saya berharap tetap bertumbuh dalam iman dan menjadi layak bagi panggilan-Nya. Masud

  • 2 Corinthians 5:6, EMTV)

Catatan dari penterjemah: Terjemahan Indonesia ini adalah ringkasan dari terjemahan Inggris. Lengkapnya bisa dilihat disini: My Journey of Faith Conversion from Islam to the Messiah

Masud telah banyak menulis artikel perbandingan Alkitab dan Quran, sedikitnya 40 artikel, tiga diantaranya seperti ini:

Read the rest of this entry

Iklan

“Nabi Muhammad tidak lahir di kota suci Mekka!”, professor geologi menyatakan

Film dokumentasi Kota Suci menemukan tempat asli lahirnya IslamFilm dokumentasi ini sangat bagus untuk ditonton dan dipelajari bagi anda yang tertarik dengan sejarah dan khususnya sejarah permulaan Islam. GBU!

“Mereka mengakui bahwa sebelum 800 AD tidak ada catatan tentang Mekka,” professor ini berkata mengutip jawaban dari pertanyaannya kepada para tokoh pemimpin geologi asal Saudi dan Yordan pada sebuah seminar di sebuah universitas di Yordania tahun 2002 membahas tentang suku Nabatian.

Nabi Muhammad, seperti tercatat di buku-buku pelajaran agama, lahir tahun 570 AD, dan pindah ke Medinah tahun 622 AD. Jika Mekka belum ada di tahun 800 AD, jadi di kota apakah sesungguhnya Muhammad lahir? Tahukah anda bahwa kata “Mekka” pada Surah 48:24 dan “Bakka” pada surah 3:96 adalah dua kota yang berbeda dan berlokasi di dua negara yang berlainan? Video ini menjelaskan dengan bukti-bukti catatan sejarah dan bangunan sejarah.

Video dokumentasi yang anda akan lihat ini didasari pada buku-buku tulisan Professor Dan Gibson yang berjudul Qur’anic Geografy (Geografi Kuran) dan Early Islamic Qiblas (Kiblat Islam Permulaan).

The Sacred City (full video – without any text)

Video ini bisa dilihat juga online (rent or buy) di Vimeo  atau lihat disini gratis di Youtube dalam bahasa Inggris dengan text Arab atau bahasa Azeri (bahasa Azerbajan), bahasa Bangla (Banglades), dan bahasa Perancis

Pada film dokumentasi ini kita akan menemukan beberapa hal penting:

  • kota Mekka yang merupakan kota suci utama Islam ternyata tidak memiliki bukti-bukti arkiologi sebagaimana yang tradisi klasik Islam dan kitab-kitab suci Islam nyatakan; Mekka tidak ada aliran air, pepohonan dan persawahan, tidak ada tembok dan bukan jalur utama perdagangan
  • kiblat (arah sembayang) pada awal Islam ternyata tidak menghadap ke kota Yerusalam dan juga tidak ke kota Mekka
  • menginvestigasi ketepatan catatan sejarah Islam yang ditulis dalam hadis Bukhari
  • sejarah unik dibalik kota kuno Petra yakni Bekka / Becca di selatan Yordania
  • peranan Abdullah Ibn Zubayr (Abd Allah al-Zubayr) (624-692) terhadap sejarah Islam; perang besar antar Muslim, runtuhnya Bakka dan lahirnya Mekka dengan kaaba yang baru

Dokumentasi isi memberi beberapa kesimpulan

  • Nabi Muhammad karenanya tidaklah lahir di kota Mekka dimana setiap tahun orang pergi untuk ibadah Haji dan Umra
  • Kota Bakka atau Petra adalah kemungkinan kota yang cocok dimana Abdullah, ayah Muhammad hidup dan melahirkan Muhammad seperti yang digambarkan oleh Bukhari (salah satu dari beberapa penulis hadis ternama)
  • Bukit-bukti geologi menyatakan 100 (seratus) tahun sejak Islam berdiri semua bangunan Mesjid berkiblat menghadap ke kota Petra (Yordan selatan), baru mengarah ke kota Mekka setelah
  • Bangunan Kaaba kuno di Bakka yang berisi 360 berhala ternyata dihancurkan oleh Ibn Zubayr karena tidak sepaham dengan Kesultanan Ummayad (Damaskus), tepat seperti ditulis oleh Al Tabari (Al-Tabari 20:537)
  • Muslim di Kufa (kesultanan Abbasid, di Irak) berpihak dengan Ibn Zubayr memindahkan kiblat dari Bakka ke Mekka. Mesjid Banbhore, Pakistan adalah mesjid pertama berkiblat ke Mekka, dibangun sekitar 100 tahun setelah Muhammad meninggal dunia
  • Di Kufa Alkuran yang komplit terbentuk

Sanggahan: Professor Dan Gibson pada akhir dari film dokumentasinya dengan tegas menolak tuduhan beberapa sejarawan Islam bahwa ia mencoba menulis ulang seluruh sejarah Islam, “Saya tidak melakukan hal ini. Saya hanya menganjurkan satu perubahan kecil. (Yakni) masa lalu, kota suci Islam adalah merefer ke Bekka, saya percaya (kota) itu adalah Petra.”

Buku Dan Gibson lainnya adalah The Nabataeans, Builders of Petra, suku Nabatean adalah keturunan dari suku Edom yang bercampur dengan suku Ismael.

Professor Dan Gibson adalah Sejarawan dan Penulis ini hampir seluruh hidupnya ia telah habiskan di Timur Tengah dan melakukan penelitian tentang awal Islam lebih dari tiga puluh (30) tahun lamanya.

Bacaan berkait:

Read the rest of this entry