Category Archives: AGAMA PC (politically correct)

Bahaya Kemunafikan

Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Elohim tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. (Kejadian 20:11)

am-i-a-hypocrite

Apakah Saya Orang Munafik?

Di negara-negara komunis, sering kali dijumpai narapidana usia anak-anak sampai remaja. Ketika ditanya ”mengapa kamu bisa ada di sini? Apa kesalahan kamu?” Jawaban mereka sering kali memilukan hati kita: “mencuri mainan” dan atau ”mencuri roti karena lapar!” Di kota-kota besar kita bisa melihat hadirnya sejumlah anggota keamanan di mol-mol dan supermarket besar; mereka disewa oleh pemilik toko untuk mencegah pencurian.

”Badan Anti Korupsi” juga dibuat di banyak negara untuk mencegah (atau sedikitnya mengurangi) kerugian ekonomi. Banyak uang dikeluarkan untuk mencegah kerugian barang dan ekonomi, namun seberapa besar kita berani membayar untuk mencegah kerugian akibat praktek kemunafikan? Sedikit orang yang sadar bahwa praktek kemunafikan bukan hanya bisa merugikan barang, harta dan ekonomi negara, lebih dari itu menelan nyawa manusia yang tidak berdosa dan hancurnya sebuah negara. Uraian di bawah ini akan menyadarkan kita, bahwa Kemunafikan adalah sangat berbahaya, jauh melebihi dari efek buruk korupsi yang kelas kakap sekalipun.

Untuk mengerti betapa besarnya bahaya kemunafikan kita perlu mengerti arti sesungguhnya dari kata ”kemunafikan.”

Difinisi kemunafikan:

  • Kemunafikan adalah praktek berpura-pura memiliki kualitas, keyakinan, atau perasaan yang sesungguhnya ia tidak miliki. Seorang dikatakan sebagai seorang munafik adalah seorang yang berpura-pura memiliki kualitas, keyakinan (believe), atau perasaan yang sesungguhnya ia tidak miliki – Collins Cobuild English Language Dictionary
  • Kepura-puraan untuk menjadi seseorang yang adalah bukan, atau percaya sesuatu yang adalah tidak (percaya); secara khusus: assumsi yang palsu dari suatu penampakan kebajikan atau keagamaan – Marriam Webster (online)

Kedua kamus sekuler di atas, khususnya Marriam Webster, menyatakan secara jelas bahwa kemunafikan ini terjadi secara khusus pada bidang keagamaan. Jadi ada baiknya kita melihat Kitab Suci untuk mengerti bagaimana Elohim (God) melihat praktek kemunafikan.

Kitab nabi Yesaya 32:6 menulis:

  • “Sebab orang bodoh akan membicarakan kebodohan, dan hatinya akan megerjakan kejahatan, untuk melakukan kenajisan dan untuk mengutarakan kesalahan terhadap YAHWEH untuk mengosongkan jiwa orang yang lapar, dan membuat yang haus kekurangan minuman. (ILT)
  • For the vile person will speak villany, and his heart will work iniquity, to practise hypocrisy, and to utter error against the LORD, to make empty the soul of the hungry, and he will cause the drink of the thirsty to fail (KJV)

Firman-Nya di sini menjelaskan kemunafikan sebagai:

  • Perbuatan dan perkataan “yang bodoh” oleh karena ia adalah “orang bodoh.”
  • orang bodoh” di sini bukanlah orang yang kurang berpendidikan / tidak pintar secara intelektual, tetapi “orang berhati jahat” (hati nuraninya telah rusak atau kotor), tepat seperti pada Alkitab terjemahan King James: “the vile person” kata yang bermakna sama di Alkitab untuk “orang fasik.” Alkitab Indonesia Terjemahan Lama memakai kata “orang fasik” untuk ayat ini.
  • Kejahatannya begitu parah sehingga bahkan orang miskin pun menderita; ia mengosongkan jiwa orang yang lapar dan menyebabkan orang haus gagal untuk minum.
  • Kefasikan orang munafik begitu parah, sehingga ia berani menyalahi dan melawan Penciptanya, Elohim YAHWEH.

John Gill meguraikan to practise hypocrisy  pada ayat ini sebagai: to make men believe he is a very devout and religious man, when he has no good thing in him, and to put others upon a profession of religion that have none; which things are commonly done by foolish and ignorant preachers(Exposition of the Entire Bible) [terjemahan bebasnya: praktek kemunafikan; membuat orang-orang percaya dia adalah seorang yang sangat taat dan orang beragama ketika ia tidak memiliki hal yang baik di dalam dirinya, dan menempatkan orang-orang lain atas profesi agama yang mereka tidak punya; hal-hal mana adalah secara umum dilakukan oleh para pengkotbah bodoh dan tidak perduli]

President Abraham Lincoln tentang Hypocrite atau Orang Munafik.jpgSederhananya kemunafikan bisa didefinisikan dan diartikan sebagai: suatu gaya hidup berpura-pura untuk meyakinkan orang atau pihak lain agar percaya bahwa ia sungguh orang saleh dan beragama, sementara menempatkan orang atau pihak lain untuk memikul tuntutan moral dan keagamaan yang ia sendiri sesungguhnya tidak lakukan.

That the hypocrite reign not, lest the people be ensnared. (Job 34:30, KJV)

Yeshua Ha Mashiah memperingatan bahaya kemunifikan dengan baik sekali dan terperinci, tercatat pada Injil Matius pasal 23.

Dalam kehidupan sehari-hari praktek kemunafikan dan kerugian yang diakibatkannya bisa didaftarkan sebagai berikut:

  • Menempatkan peraturan keagamaannya setinggi mungkin, sehingga tidak sadar bahwa ia / mereka telah menginjak-ginjak Hak Asasi Manusia milik orang di sekitarnya,
  • Menuduh orang lain sebagai menyembah berhala, sementara ia / mereka sendiri telah menjadikan peraturan agamanya sebagai sosok yang disembah alias berhala akibatnya mereka tidak segan-segan membakar atau merusak rumah ibadah orang lain yang tidak sama dengan aturan agamanya, sementara menjadikan rumah ibadahnya sarang penyamun
  • Menyombongkan diri sebagai pembela hukum-hukum Elohim, faktanya si munafik menginjak-nginjak Hukum Elohim yang bahkan paling hakiki dan terpenting – suatu perbuatan yang bahkan tidak umum dilakukan oleh orang yang tidak beragama sekalipun -, yakni: keadilan, belas kasihan dan kesetian (Mat 23:23)
  • Orang munafik sering kali berprilaku lebih berkuasa dan lebih suci daripada Elohim Yang Mahakuasa dan Mahasuci; sehingga mereka cepat menghakimi dan main hakim sendiri
  • Tanpa ia / mereka sadari, ia bertindak seperti pemilik dan penguasa tunggal dari kota atau negara dimana ia / mereka hidup. Akibatnya kerusuhan dan ketidak adilan selalu terjadi.
  • Ia merasa sebagai “pelaku hukum yang 100% benar,” sementara orang lain harus dihukum, ahli hukum yang tidak berpihak kepadanya dituduhnya “orang kafir” dan “orang murtad;” sehingga badan pengadilan bisa lumpuh total.
  • Menempatkan dirinya sendiri / kelompoknya paling benar, siapa pun di luar mereka adalah “kafir” dan “najis/kotor, atau sedikitnya tergolong “tidak murni,” akibatnya mereka menteror siapapun, bahkan lebih sadis lagi kepada saudara-saudari seimannya yang dianggapnya “tidak murni” tersebut. Tidak heran perang saudara selalu terjadi atau sedikitnya negara menjadi terkebelakang dan HAM selalu terabaikan
  • Mereka sendiri tidak perduli dengan Kerajaan Sorga, sekalipun setiap perkataannya selalu menyebut nama ayat-ayat suci dan nama Elohim, parahnya mereka menghalangi rakyat yang rindu hidup kudus dan ingin masuk Sorga (Mat 23:13)

Nampak jelas sekarang bahwa praktek kemunafikan jauh lebih merugikan negara dan bangsa dibanding praktek korupsi. Yeshua Messiah menggolongkan praktek kemunafikan sama seperti penyebaran sel kanker ganas: “Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai munafik (hypocrites!), karena kamu menjelajahi lautan dan daratan, untuk menjadikan seseorang penganut agamamu dan manakala dia sudah jadi, kamu menjadikan dia anak neraka yang dua kali lipat daripadamu.” (Mat 23:15)

Di jaman Yeshua, pemungut pajak dikelompokan sebagai musuh bangsa Israel, sebab ia memungut cukai / pajak dari bangsanya sendiri bagi keuntungan penjajah Romawi, namun Adonai Yeshua tidak pernah mengutuki mereka sekeras Dia mengutuki orang-orang Farisi dan ahli-ahli kitab keagamaan, “Celakalah kamu … orang-orang munafik!” (ITB). Tahukah Anda bahwa Matius adalah bekas pemungut cukai, ketika Yeshua berkata kepadanya “Ikutlah Aku!” Segera Matius meninggalkan pekerjaanya. (Mat 9:9-10) “Memeras” rakyatnya sendiri bukanlah kehendak hatinya, itu hanya profesinya untuk hidup (Lukas 19).

Lebih baik dikenal sebagai orang berdosa daripada orang munafik.jpg

Lebih baik dikenal sebagai orang berdosa daripada orang munafik

“Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Lukas 6:42)

Adonai Yeshua tidak perlu mengatakan kepada para pemungut cukai: “Hi kamu orang berdosa, kafir, bertobatlah!” Cukup dengan kalimat “Ikutlah Aku!” atau “Aku harus menumpang di rumahmu” kepada Zakheus; itu telah cukup untuk menyadari dosa mereka dan membuat mereka bertobat.

Apa reaksi para pemimpin agama yang munafik dari kejadian ini? Mereka begitu buta rohani, sehingga bukannya malu dan bertobat, sebaliknya, mereka yang telah merebut rumah-rumah janda tua dan orang miskin dan membunuh banyak hamba Tuhan menegur Adonai Yeshua: “Mengapa kamu makan bersama-sama dengan orang berdosa?” Sungguh tidak bisa dipercaya bukan?! Namun itulah fakta kemunafikan mereka yang sesungguhnya!!

Namun itu belumlah klimak dari bahaya kemunafikan mereka. Seperti mungkin Anda telah tahu, mereka memfitnah Yeshua telah menghujat Elohim dan menentang Kaisar Romawi. Pilatus dan Herodes yang tidak percaya Elohim, atau “orang-orang Kafir” jika Anda suka menyebutnya, menyatakan “Yeshua tidak bersalah” (Lukas 23:13-15). Mereka yang dibelakang  punggung penguasa Romawi adalah penghasut untuk jangan bayar pajak dan berontak kepada Kaisar, di sisi lain, menyerahkan Yeshua, seorang dari bangsanya sendiri yang tentang Dia, Bapa Surgawi berkata “Inilah Putra-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia!” (Markus 9:7) untuk disiksa dan di hukum salib oleh bangsa Romawi. Para pengikut Yeshua teraniaya berat dan terpaksa mengungsi bahkan ke negara-negara tentangga.

Apakah hukuman mereka? Dan seberapa besar rakyat Yehuda menderita oleh karena berdiam diri atas kemunafikan pemimpin agama mereka?  Sejarah mencatat: Mereka dibakar hidup-hidup di dalam gedung Bait Elohim oleh tentara Romawi di bawah pimpinan Jendral Titus.  Mereka yang lari keluar dibunuh oleh pedang. Yang terlepas dari pedang tentara Romawi, perut mereka dibelah oleh bangsa lain yang tinggal di sekitar mereka (karena dikabarkan mereka menelan emas saat melarikan diri). Bait Suci mereka diratakan dan semua orang Yahudi yang tinggal di Yerusalem diusir kepembuangan. ‘Negara’ Yudea kembali dikontrol penuh oleh penjajah demi penjajah – dari 70 AD sampai 1948. Suatu harga yang sangat mahal!!

Jadi adakah obat untuk membebaskan bangsa dan negara dari ancaman kemunafikan? Ada!! Firman Elohim memberi jalan keluar.

  • Oleh karena kemunafikan adalah pamer kesombongan semu di muka umum, maka Yeshua tidak menegur mereka secara sembunyi-sembunyi atau empat mata. Ia menegur mereka di muka umum dihadapan banyak orang bahkan dengan suara yang keras: “Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai (para) munafik (hypocrites!). 8 kali Yeshua mengutip kalimat ini sementara mendaftakan kemunafikan mereka.
  • Mereka ditegur-Nya di Bait Suci. Mereka pemimpin keagamaan, Bait Suci adalah tempat kekuasaan mereka tertinggi. Di situlah Yeshua mengkonfrontasi kemunafikan mereka.
  • Lawan kemunafikan dengan “roh yang berlawanan.” Benci hadapi dengan kasih (Mat 5:43-48, Roma 12:9); gossip dan fitnah hadapi dengan nasehat dari hati yang suci dan murni (1 Tim 1:5-7); ibadah yang mengutamakan aturan nenek moyang hadapi dengan ibadah yang beralaskan kehidupan (Roh Kudus) dan kebenaran dan (Yoh 4:23-24) dst.

Kebodohan secara intelektual mudah diperbaiki, namun kebodohan secara rohani haruslah dikonfrontasi secepat mungkin, sebab orang munafik adalah figur teladan yang palsu serta berbahaya bagi manusia yang bersusila. Pengalaman Abraham di Negeb (Kej 20 di atas) membuktikan pada kita bahwa sering kali orang yang tidak mengenal Elohim lebih baik kelakuannya dari orang beragama yang munafik; Abraham diijinkan tinggal di negeri mereka di manapun ia suka, plus dihadiahi sejumlah besar binatang ternak, serta hamba laki-laki dan perempuan; kepada Sara dihadiahkan seribu syikal perak (Kej 20:14-16)

Bacaan menarik lainnya:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara