Category Archives: BERITA / NEWS

Gereja Katolik Yerusalem dikecam keras, menjangkal Gunung Bait milik Israel demi menyenangkan orang Palestina

Namun, pada hari-hari terakhir akan terjadi bahwa Gunung Bait YAHWEH akan didirikan mengatasi puncak gunung-gunung; dan dia akan ditinggikan lebih daripada bukit-bukit dan bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun kepadanya.” (Mika 4:1)

Kota kuno dan modern Yerusalem.jpgMeresponi sengketa tanah Gunung Bait / Gunung Rumah YAHWEH (The Temple Mount) antara Israel dan Palestina, Gereja Katolik memilih ”melanggar Torah, nabi-nabi, tulisan-tulisan (kitab suci) dan Perjanjian Baru,” tokoh Kristen pro-Israel mengeritik sikap Gereja Katolik tersebut. ”Ini yang disebut ’Kepala-kepala dari Gereja-gereja di Yerusalem’ adalah nabi-nabi palsu.”

”Ini yang dipanggil ’Kepala-kepala dari Gereja-gereja di Yerusalem’ adalah nabi-nabi palsu. Kata-kata mereka adalah pelanggaran langsung kepada Torah, nabi-nabi, tulisan-tulisan (kitab suci) dan Perjanjian Baru,” Cardoza-Moore berkata kepada media Israel BreakingIsraelNews pada sebuah wawancara. Cardoza adalah Presiden Proclaming Justice to The Nations.

Sebuah kelompok gereja-gereja yang berada di bawah Patriak Latin Jerusalem dalam pernyataan bersama (Rabu, 26 Juli) menyalahi Israel dan merefer Gunung Bait sebagai ”Haram Ash Sharid” dan ”Al Aqsa” tanpa sama sekali merefer tanah tersebut kepada Alkitab. ”Kami, Kepala-kepala Gereja di Yerusalem, mengungkapkan keprihatian serius kami berkaitan dengan pertikain baru-baru ini pada perkembangan kekerasan di sekitar Haram ash-Sharif …”

”Ini [pernyataan] haruslah ditangani sebagai suatu peringatan untuk siapa saja – keluarlah dari nabi-nabi palsu ini dan gereje-gereja mereka,” Cardoza-Moore menyatakan, dan menambahkan, ”(seandainya) mereka sudah membaca Alkitab-alkitab mereka ganti mempromosikan kesesatan, mereka pastilah telah menemukan bahwa Gunung Bait (bukan Al Aqsa) adalah tempat tersuci di bumi menurut Elohim, Yudaisme dan Kristianiti.”

Ulangan 27:17 ”Terkutuklah orang yang memindahkan batas tanah sesamanya! Dan seluruh umat berkata: Amin!

”Para pemimpin gereja ini mempromosikan kesesatan pelanggaran langsung pada perintah-perintah Elohim – dan bentuk yang sangat jahat dari merevisi sejarah anti-Semit dan theologi penggantian,” ia berkata.

Theologi Penggantian (Replacement Theology) adalah sebuah doktrin yang mengajar Gereja telah menggantikan posisi Israel dalam rencana Elohim dan dalam perjanjian dengan para nenek moyang bangsa Israel. Sebelum negara Israel merdeka (1948), banyak badan-badan Gereja percaya theologi anti-Israel ini. Tahun 1965, Puas Paul VI pada Dewan Vatikan II pada dokumen bernama Nostra Aetate, meninggalkan doktrin yang dibuatnya, namun dalam praktek itu tetap dilakukan. Vatikan sampai hari ini tidak mengakui Yerusalem adalah ibukota dan milik bangsa Israel, dan awal 2017 Paus Francis I menyebut pemimpin Fatah Palestina M. Abbas sebagai “Malaikat Perdamaian,” orang yang sama yang memberi sumbangan uang kepada setiap keluarga dari para pelaku jihad yang mati di Israel.

Dengan mengganti nama ”Gunung Bait” menjadi ”Haram al-Sharif,” Presiden Proclaming Justice to The Nations ini dan Rabbi Tovia Singer (pendiri dan direktur dari Outreach Judaism) berpendapat adanya kemungkinan para pemimpin Gereja Katolik ini ”telah mengganti merek Kristianiti mereka dengan Islam.”

”Tulisan seperti ’Haram al-Sharif’ dan ’West Bank’ tidaklah dikenal oleh para penulis Perjanjian Baru,” Tovia Singer berkomentar.

Rabbi Tovia Singer, menurut Breaking Israel News, adalah seorang pendidik berpengalaman pada ketiga agama yang berkaitan dengan Abraham: Yudaisme, Kristianiti dan Islam.

Referensi: Catholic Kowtowing to Islamic Replacement Theology “Promotes Heresy”, “Violates Torah”  (July 27 2017).

Artikel berkait:

Read the rest of this entry

Iklan

14 FACTS THAT EVERYONE SHOULD KNOW ABOUT ISRAEL by Shalach.org

Two peoples claim the same piece of real estate in the Middle East. Whose land is it? Who owns the title deed? Israel or the Palestinians? Both peoples? Who has the right to decide to whom the Land belongs? Israel? The Arab nations? The United States? The United Nations? How do we decide? By occupation? By war? By the claims of history? When the Word of God speaks authoritatively on any subject, that is the final word. God has much to say about the land and people of Israel in His supernatural revelation, the Bible.

A PEOPLE CHOSEN TO WITNESS
The Creator of all things chose the nation of Israel to be a unique
people that would witness to His reality. For you are a holy people to the Lord your God; the Lord your God has chosen you to be a people for His own possession out of all the people who are on the face of the earth (Deuteronomy 7:6). We were chosen to be witnesses of God’s reality to a world that had fallen away from God. You are My witnesses, declares the Lord, and My servant whom I have chosen, in order that you may know and believe Me, and understand that I am He. Before Me there was no God formed, and there will be none after Me. I, even I am the Lord; and there is no Savior beside Me (Isaiah 43:10-11). The Jewish people were chosen to demonstrate to the world that there was one true and living God. Read the rest of the article

Read also:

Read the rest of this entry

TEAM JIHAD; buku membongkar kualisi Liberal dan Islam untuk menghancurkan Amerika Serikat

Team Jihad buku membahas kualisi Liberal dan Islam menghancurkan Amerika

the Center for Security Policy

Frank Gaffney, Presiden dari the Center for Security Policy sangat antusias dengan buku elektronik baru yang diterbitkannya: Team JIHAD: How Sharia Supremacists Collaborate with Leftists to Destroy the United States.

Mr. Graffney berkata kepada wartawan, “Para Liberal (Leftists) telah bersedia bertoleransi untuk beberapa tingkat kekerasan jihad, tetapi mereka secara khusus santai tentang pendekatan “jihad yang bersifat kemasyarakatan” (“civilizational jihad”), “diam-diam, anti pemerintah” (the “stealthy, subversive”), yang disukai oleh beberapa organisasti tertentu seperti Muslim Brotherhood.”

Matt Vadim, penulis buku ini, mengawali bab pertamanya “The Left, Dawah dan Jihad” dengan mengutip pakar terorist 1970an yang sangat ditakuti negara-negara Barat saat itu:

“Hanya kualisi dari para Marxist dan Islamist dapat menghancurkan Amerika Serikat,” –  Ilyich Ramirez Sanchez, a.k.a. Carlor the Jackal

Pada bab dua, penulis buku menguraikan bahwa Islam dan Marxisme memiliki keterkaitan secara sejarah dan filsafat, ia mengutip karya beberapa nama pemikir Barat dan Islam.

Pada Bab 4 dan 5, buku membahas bagaimana istilah “Islamophobia” dipakai untuk menghancurkan masyarakat Amerika sementara menguatkan aksi kerja jihad

Mr. Graffney memuji penulisnya, “Matt telah membuat sebuah buku yang sangat luarbiasa. Ini tersedia online gratis (PDF file), pada SecureFreedoom.org.” dan menekankan, “Itu sungguh direkomendasikan untuk dibaca pada jaman kita.”

Ketika wartawan menyinggung tentang serangan-serangan terorist di Inggris dan Swedia,

“Kita dapat bungkus itu sebagai diversiti, atau multikulturalisme, atau sensitiviti, atau benar secaral politik untuk masalah tersebut, tetapi pada ujung harinya masalah-masalah tersebut adalah bagaimana sisi lainnya memahaminya.” Mr Graffney menjawab.

“Malangnya, cara mereka memahami itu tidaklah lain yakni sebagai penundukan, dan itu hanya akan meningkatkan bahaya dari jihad diam-diam, tentunya kondisi ini terus berkembang di sini maupun di tempat lainnya. Dan saya kuatir akan jenis kekerasan (jihad)nya juga.”

Read the rest of this entry

AS: Bernie Sanders dikecam atas ‘Test Agama’ Kristophobia dalam politik Amerika

“Your own evil will discipline you; your own apostasies will reprimand you. Think it over and see how evil and bitter it is for you to abandon the LORD your God and to have no fear of Me. This is the declaration of the Lord GOD of Hosts. (Jeremiah 2:19, HCSB)

Status Agama dan Negara di Amerika Serikat

Status Agma dan Negara di Amerika Serikat

Sejumlah Pemimpin Kristen Amerika mengecam keras tindakan Senator Bernie Sanders memperlakukan Russell Vought, kandidat pilihan presiden Trump untuk posisi Office of Management and Budget.

Pada rapat dengar pendapat untuk calan pegawai Gedung Putih, Rabu kemarin, Senator Sanders memasukkan ‘Test Agama’ ke meja politik Amerika Serikat, memakai pernyataan masa lalu Russell tentang Muslim.

“Orang Muslim sederhananya tidak hanya kekurangan theologia. Mereka tidak tahu Elohim sebab mereka telah menolak Yeshua Ha Mashiah Putra-Nya, dan mereka berdiri tertuduh,” Russell menulis di blog Kristen The Resurgent tahun 2016. Russell menulis membela alma mater Kampus Kristen, Wheaton College, yang dikritik karena telah memecat seorang professor yang berkata Orang Kristen dan Muslim “menyembah Elohim yang sama.”

Bernie Sanders bertanya pada Russell Vought apakah pernyataannya tersebut adalah Islamophobia.

“Tidak sama sekali,” Vought menjawab, “Saya seorang Kristen,” Vought memulai, “… dan saya percaya dalam prinsip-prinsip aturan berdasar pada iman saya. Pernyataan saya tersebut untuk membela alma mater saya, Wheaton College, sekolah Kristen yang memiliki sebuah pernyataan iman yang menyertakan pemusatan Yeshua Ha Mashiah untuk keselamatan.”

Bernie memotong Vought dengan tidak sabar, bertanya kembali, “Apakah kamu percaya bahwa orang-orang di Agama Islam berdiri tertuduh?”

“Sekali lagi, senator, saya seorang Kristen,” Vought memulai, “dan saya menulis bagian tersebut …”

“Saya mengerti itu, …” Bernie memotong, kali ini dengan nada kesal, “Saya tidak tahu berapa banyak Muslim di Amerika. Kamu menganggap semua orang tersebut berdiri tertuduh? Bagaimana dengan orang Yahudi? Mereka berdiri tertuduh juga?”

(Ingat, Senator  Sanders adalah seorang Yahudi, namun dikenal sebagai penganut Sosialisme)

“Senator, saya seorang Kristen …” Vought kembali mengingatkan senator Senders

“The idea that religion and politics don’t mix was invented by the Devil to keep Christians from running their own country.” Jerry Falwell (Southern Baptist Pastor of America)

Senator ini kembali memotong kalimat Vought kali ini dengan muka merah dan nada suara yang tinggi ia berkata, “Saya mengerti kamu seorang Kristen!” Ada orang lain yang berbeda agama di negeri ini dan di dunia. Pada penilaianmu, apakah kamu pikir orang-orang itu yang bukan orang Kristen akan ada disalahkan?”

Jawaban Vought kali ini menjelaskan dengan baik bagaimana ajaran Kristen melihat dan harus berlaku terhadap orang-orang bukan Kristen, ia berkata

“Sebagai seorang Kristen saya percaya bahwa semua orang secara individu adalah diciptakan dalam gambar Elohim dan layak akan martabat dan kehormatan diluar keyakinan-keyakinan agama mereka.” Saya percaya, sebagai seorang Kristen begitulah saya harus memperlakukan semua pribadi …” [Lihat: Kejadian 1:26-27; Keluaran 23:9; Imammat 19:9-10; Matius 5:43-48; Mat 22:36-40; Yohanes 15:17; Yakobus 2:8; 1 Petrus 2:8; 1 Yoh. 4:7-8]

Kembali Senator ini memotong kalimat Vought, dan berkata kepada pemimpin rapat:

“Dengan sederhana saya berkata Tuan Pemimpin, bahwa calon ini sungguh bukan seorang yang negeri ini seharusnya menjadi. Saya akan mem-veto ‘Tidak’.”

Senator Senders ini lupa (atau pura-pura lupa) bahwa para pendiri negara Amerika Serikat adalah orang-orang Kristen, dan sesuai Konstitusi Amerika Serikat pada Article VI, bagian 3 tertulis , “… but no religious test shall ever be required as a qualification to any office or public trust under the United States.”

Kritik pedas membanjiri Senator B. Sanders:

Presiden Etik dan Komisi Kebebasan Beragama (ERLC) dari Southern Baptist Convention, Russell Moore, perbuatan senator Sanders ia gambarkan sebagai pengabaian yang mengejutkan, baik pada sisi Konstitusi AS maupun doktrin dasar Kristianiti

“”Senator Sanders’ comments are breathtakingly audacious and shockingly ignorant—both of the Constitution and of basic Christian doctrine.” Situs erlc.com menulis

Mr. Moore mengejek sosialis Sanders akting seperti Kristen theologi, ia berkata: “While no one expects Senator Sanders to be a theologian, we should expect far more from an elected official who has taken an oath to support and defend the Constitution.”

Reverance Penginjil Franklin Graham pada Facebooknya berkomentar singkat namun pedas:

Is Bernie Sanders right? NO. Is he wrong? YES.
Is Russell Vought politically correct? NO. Is he right? YES!

Jesus said, “I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through Me.” End of discussion.

Presiden Dewan Penelitian Keluarga (FRC), Tony Perkins. Ia mengajak semua orang Amerika untuk mengisi petisi menuntut Sanders minta maaf  untuk “mengingatkan setiap Senator AS bahwa Konstitusi AS menggaransi tidak adanya test pewarnaan agama. Orang-orang Amerika haruslah tidak ada dipaksa untuk memilih antara iman mereka dan pelayanan masyarakat.”

FRC memperingatkan rakyat Amerika: “Instead of big-picture financials, the debate became a firefight over Vought’s Christian faith — the latest proof that eight years of Obama’s religious hostility still lingers.” Baca: Bern Victim: Sanders Wars against Nominee’s Faith

Read the rest of this entry

Negara Persatuan Arab mendisiplin keras Qatar, apa alasannya?

Negara-negara Arab menhukum Qatar karena IranEmpat utama negara Arab dan tiga negara lainnya memutuskan segala hubungan dengan negara Qatar sejak  Senin, 5 Juni. Mereka adalah Arab Saudi, Persatuan Uni Arab, Mesir dan Bahrain, dan tiga lagi adalah Yemen, Maldives dan pemerintah Libya yang berpusat di Timur.

Negara-negara tesebut mengusir para dipolomat Qatar keluar dari negara tersebut dalam 2 x 24 jam, jalur penerbangan, dan laut serta darat terputus dengan Qatar, dan yang lebih keras adalah warga negara Qatar harus meninggalkan negara-negara tersebut dalam waktu 2 x 7 hari. Ini juga berarti secara tidak langsung menghentikan suplai ekonomi dan makanan masuk ke Qatar dan menguncangkan negara ini sebagai tuan rumah untuk Kejuaraan Dunia sepak bola  (2022). Ini merupakan disiplin terberat yang Qatar pernah terima.

Apakah kesalahan Qatar sehingga mendapat disipilin yang begitu keras?

Tahun 2014, Qatar pernah dikucilkan oleh negara-negara Arab oleh sebab terang-terangan mendukung organisasi-organisasi Islam garis keras: Muslim Brotherhood (Mesir), Hamas (Gaza), Hisbollah (Libanon). Dukungan Qatar tersebut kepada organisasi Islam yang digolongkan sebagai organisasi terorist berupa bantuan uang dan media. Media raksasa berbahasa Arab dan Inggris Al-Jazeerah adalah milik negara Qatar, dan berperan besar dalam menggulingkan Presiden H. Mubarak dan menjadikan orang Muslim Brotherhood, Mohammad Morsi, jadi presiden Mesir.

“[Qatar] embraces multiple terrorist and sectarian groups aimed at disturbing stability in the region, including the Muslim Brotherhood, ISIS and Al Qaeda, and promotes the message and schemes of these groups through their media constantly,” Saudis Press Agency (SPA) menulis.

Kebijakan Qatar mendukung organisasi-organisasi tersebut tidak berubah, bahkan

Penguasa Qatar Emir Tamim bin Hamad al-Thani

Tamin bin Hamad al-Thani

semakin ’melewati garis merah’ menurut ukuran para pemimpin negara Arab tersebu di atas. Akhir bulan Mei 2017, Tamin bin Hamad al-Thani, Emir Qatar pada sebuah pidatonya sengaja mengeritik Amerika Serikat (Bodyguard bagi negara-negara kerajaan Arab dari ancaman Iran dan Irak), menguatkan kembali dukungan keuangan Qatar bagi organisasi-organisasi Islam radikal yang di black-list (baik oleh Persatuan Negara Arab dan Internasional). Dan ini membahayakan keamanan negara Saudi, SPA menulis.

Namun yang mungkin membuat mereka marah besar adalah pernyataan Emir Qatar ini untuk mendukung Iran. Iran bukan saja sebuah negara Islam Shiah terbesar dan terkuat di Dunia, lebih lagi Iran adalah ancaman terbesar Kerajaan Arab Saudi dalam hak pengelolaan ibadah Haji maupun sumber minyak di wilayah Teluk Persia.

Akankah Qatar masuk ke dalam rangkulan Negara Islam Republik Iran, untuk bisa menghidupkan ekonomi dan bisnis penerbangannya? Read the rest of this entry