Category Archives: BERITA / NEWS

Sarah Zoabi wanita Muslim yang tanpa takut membuka kebenaran tentang Israel

Sarah Zoabi Arab, seorang muslim hidup di Israel. Sarah mengeritik orang-orang Muslim yang berlaku tidak adil kepada bangsa dan negara Israel, sebuah negara yang telah merawat ribuan orang Suriah yang terluka selama perang sipil 6 tahun sementara negara-negara Arab menolak untuk menerima mereka untuk perawatan dan menutup perbatasan-perbatasan negara mereka untuk para pengungsi perang dengan tanpa memberi pertolonganan apapun – namun “kamu mengklaim bahwa Israel adalah sebuah negara apartheid,” Sarah berkata.

Dan Sarah memanggil orang-orang dari dunia Arab untuk menyelidiki hati nurani mereka – mereka yang menyadari kesalahan tersebut namun berdiam diri , “Kalian haruslah malu dengan sikap tutup mulut kalian …”

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

 

Iklan

Wanita Arab Israel cerita apa adanya tentang Israel

“Apakah Israel sebuah negara apartheid?” Wartawan TV berbahasa Arab menanyai tamunya seorang wanita Arab yang hidup di Israel.

Terjemahan bahasa Indonesia dibuat berdasarkan text Inggrisnya pada video di atas

Wartawan: Apakah Israel sebuah negara apartheid?

Wanita Arab Israel: Bukan! Israel bukanlah sebuah negara apartheid. Israel bukanlah sebuah negara apartheid dan setiap orang yang percaya ini haruslah ada malu pada dirinya sendiri. Anda hidup dalam negara ini dan menikmati seluruh keuntungan dari kewarganegaran tersebut, anda bebas untuk bekerja, belajar, mengekpresikan dirimu sendiri dan apapun yang kamu kehendaki. Anda memimpin dan mendidik generasi-generasi berikutnya dalam negara yang menghargai anda. Lihat pada Suriah, Irak, Mesir dan semua negara-negara Arab sisanya, apa yang mereka telah perbuat bagi kebaikan rakyat mereka?

Wartawan: Saya mencoba mengerti – apa yang ada di Israel?

Wanita Arab Israel: Israel adalah sebuah negara demokrat, sebagaimana itu dinyatakan dalam deklarasi kemerdekaannya dan memiliki (kelompok) minoritas seperti Muslim, Druse dan seterusnya.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Gereja Katolik Yerusalem dikecam keras, menjangkal Gunung Bait milik Israel demi menyenangkan orang Palestina

Namun, pada hari-hari terakhir akan terjadi bahwa Gunung Bait YAHWEH akan didirikan mengatasi puncak gunung-gunung; dan dia akan ditinggikan lebih daripada bukit-bukit dan bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun kepadanya.” (Mika 4:1)

Kota kuno dan modern Yerusalem.jpgMeresponi sengketa tanah Gunung Bait / Gunung Rumah YAHWEH (The Temple Mount) antara Israel dan Palestina, Gereja Katolik memilih ”melanggar Torah, nabi-nabi, tulisan-tulisan (kitab suci) dan Perjanjian Baru,” tokoh Kristen pro-Israel mengeritik sikap Gereja Katolik tersebut. ”Ini yang disebut ’Kepala-kepala dari Gereja-gereja di Yerusalem’ adalah nabi-nabi palsu.”

”Ini yang dipanggil ’Kepala-kepala dari Gereja-gereja di Yerusalem’ adalah nabi-nabi palsu. Kata-kata mereka adalah pelanggaran langsung kepada Torah, nabi-nabi, tulisan-tulisan (kitab suci) dan Perjanjian Baru,” Cardoza-Moore berkata kepada media Israel BreakingIsraelNews pada sebuah wawancara. Cardoza adalah Presiden Proclaming Justice to The Nations.

Sebuah kelompok gereja-gereja yang berada di bawah Patriak Latin Jerusalem dalam pernyataan bersama (Rabu, 26 Juli) menyalahi Israel dan merefer Gunung Bait sebagai ”Haram Ash Sharid” dan ”Al Aqsa” tanpa sama sekali merefer tanah tersebut kepada Alkitab. ”Kami, Kepala-kepala Gereja di Yerusalem, mengungkapkan keprihatian serius kami berkaitan dengan pertikain baru-baru ini pada perkembangan kekerasan di sekitar Haram ash-Sharif …”

”Ini [pernyataan] haruslah ditangani sebagai suatu peringatan untuk siapa saja – keluarlah dari nabi-nabi palsu ini dan gereje-gereja mereka,” Cardoza-Moore menyatakan, dan menambahkan, ”(seandainya) mereka sudah membaca Alkitab-alkitab mereka ganti mempromosikan kesesatan, mereka pastilah telah menemukan bahwa Gunung Bait (bukan Al Aqsa) adalah tempat tersuci di bumi menurut Elohim, Yudaisme dan Kristianiti.”

Ulangan 27:17 ”Terkutuklah orang yang memindahkan batas tanah sesamanya! Dan seluruh umat berkata: Amin!

”Para pemimpin gereja ini mempromosikan kesesatan pelanggaran langsung pada perintah-perintah Elohim – dan bentuk yang sangat jahat dari merevisi sejarah anti-Semit dan theologi penggantian,” ia berkata.

Theologi Penggantian (Replacement Theology) adalah sebuah doktrin yang mengajar Gereja telah menggantikan posisi Israel dalam rencana Elohim dan dalam perjanjian dengan para nenek moyang bangsa Israel. Sebelum negara Israel merdeka (1948), banyak badan-badan Gereja percaya theologi anti-Israel ini. Tahun 1965, Puas Paul VI pada Dewan Vatikan II pada dokumen bernama Nostra Aetate, meninggalkan doktrin yang dibuatnya, namun dalam praktek itu tetap dilakukan. Vatikan sampai hari ini tidak mengakui Yerusalem adalah ibukota dan milik bangsa Israel, dan awal 2017 Paus Francis I menyebut pemimpin Fatah Palestina M. Abbas sebagai “Malaikat Perdamaian,” orang yang sama yang memberi sumbangan uang kepada setiap keluarga dari para pelaku jihad yang mati di Israel.

Dengan mengganti nama ”Gunung Bait” menjadi ”Haram al-Sharif,” Presiden Proclaming Justice to The Nations ini dan Rabbi Tovia Singer (pendiri dan direktur dari Outreach Judaism) berpendapat adanya kemungkinan para pemimpin Gereja Katolik ini ”telah mengganti merek Kristianiti mereka dengan Islam.”

”Tulisan seperti ’Haram al-Sharif’ dan ’West Bank’ tidaklah dikenal oleh para penulis Perjanjian Baru,” Tovia Singer berkomentar.

Rabbi Tovia Singer, menurut Breaking Israel News, adalah seorang pendidik berpengalaman pada ketiga agama yang berkaitan dengan Abraham: Yudaisme, Kristianiti dan Islam.

Referensi: Catholic Kowtowing to Islamic Replacement Theology “Promotes Heresy”, “Violates Torah”  (July 27 2017).

Artikel berkait:

Read the rest of this entry

14 FACTS THAT EVERYONE SHOULD KNOW ABOUT ISRAEL by Shalach.org

Two peoples claim the same piece of real estate in the Middle East. Whose land is it? Who owns the title deed? Israel or the Palestinians? Both peoples? Who has the right to decide to whom the Land belongs? Israel? The Arab nations? The United States? The United Nations? How do we decide? By occupation? By war? By the claims of history? When the Word of God speaks authoritatively on any subject, that is the final word. God has much to say about the land and people of Israel in His supernatural revelation, the Bible.

A PEOPLE CHOSEN TO WITNESS
The Creator of all things chose the nation of Israel to be a unique
people that would witness to His reality. For you are a holy people to the Lord your God; the Lord your God has chosen you to be a people for His own possession out of all the people who are on the face of the earth (Deuteronomy 7:6). We were chosen to be witnesses of God’s reality to a world that had fallen away from God. You are My witnesses, declares the Lord, and My servant whom I have chosen, in order that you may know and believe Me, and understand that I am He. Before Me there was no God formed, and there will be none after Me. I, even I am the Lord; and there is no Savior beside Me (Isaiah 43:10-11). The Jewish people were chosen to demonstrate to the world that there was one true and living God. Read the rest of the article

Read also:

Read the rest of this entry

TEAM JIHAD; buku membongkar kualisi Liberal dan Islam untuk menghancurkan Amerika Serikat

Team Jihad buku membahas kualisi Liberal dan Islam menghancurkan Amerika

the Center for Security Policy

Frank Gaffney, Presiden dari the Center for Security Policy sangat antusias dengan buku elektronik baru yang diterbitkannya: Team JIHAD: How Sharia Supremacists Collaborate with Leftists to Destroy the United States.

Mr. Graffney berkata kepada wartawan, “Para Liberal (Leftists) telah bersedia bertoleransi untuk beberapa tingkat kekerasan jihad, tetapi mereka secara khusus santai tentang pendekatan “jihad yang bersifat kemasyarakatan” (“civilizational jihad”), “diam-diam, anti pemerintah” (the “stealthy, subversive”), yang disukai oleh beberapa organisasti tertentu seperti Muslim Brotherhood.”

Matt Vadim, penulis buku ini, mengawali bab pertamanya “The Left, Dawah dan Jihad” dengan mengutip pakar terorist 1970an yang sangat ditakuti negara-negara Barat saat itu:

“Hanya kualisi dari para Marxist dan Islamist dapat menghancurkan Amerika Serikat,” –  Ilyich Ramirez Sanchez, a.k.a. Carlor the Jackal

Pada bab dua, penulis buku menguraikan bahwa Islam dan Marxisme memiliki keterkaitan secara sejarah dan filsafat, ia mengutip karya beberapa nama pemikir Barat dan Islam.

Pada Bab 4 dan 5, buku membahas bagaimana istilah “Islamophobia” dipakai untuk menghancurkan masyarakat Amerika sementara menguatkan aksi kerja jihad

Mr. Graffney memuji penulisnya, “Matt telah membuat sebuah buku yang sangat luarbiasa. Ini tersedia online gratis (PDF file), pada SecureFreedoom.org.” dan menekankan, “Itu sungguh direkomendasikan untuk dibaca pada jaman kita.”

Ketika wartawan menyinggung tentang serangan-serangan terorist di Inggris dan Swedia,

“Kita dapat bungkus itu sebagai diversiti, atau multikulturalisme, atau sensitiviti, atau benar secaral politik untuk masalah tersebut, tetapi pada ujung harinya masalah-masalah tersebut adalah bagaimana sisi lainnya memahaminya.” Mr Graffney menjawab.

“Malangnya, cara mereka memahami itu tidaklah lain yakni sebagai penundukan, dan itu hanya akan meningkatkan bahaya dari jihad diam-diam, tentunya kondisi ini terus berkembang di sini maupun di tempat lainnya. Dan saya kuatir akan jenis kekerasan (jihad)nya juga.”

Read the rest of this entry