Category Archives: Akhir Jaman

Uskup Katolik menuntut Israel membebaskan Tanah Perjanjian di tahun Yobel ke bangsa Palestina

Awake, awake; put on thy strength, O Zion; put on thy beautiful garments, O Jerusalem, the holy city: for henceforth there shall no more come into thee the uncircumcised and the unclean. (Isaiah 52:1, KJV)

uskup-declan-lang-dengan-topi-ikannya

Uskup GRK Declan Lang

Uskup Gereja Roma Katolik Declan Lang untuk Clifton  dan sekaligus pemimpin Kordinasi Tanah Perjanjian  (Holy Land Coordination) dalam sebuah pernyataan tertulis dan ditandatangani oleh 11 uskup Katolik lainnya berkata, “Selama 50 tahun West Bank, Yerusalem Timur dan Gaza telah lenyap di bawah pendudukan, pelanggaran nilai kemanusian baik orang-orang Palestina dan orang-orang Israel. Ini adalah skandal yang kita harus tidak menjadi terbiasa.” Hal ini terjadi berkaitan dengan beralihnya kekuasaan Kota Yerusalem dari pemerintah Yordania ke pemerintah Israel setelah tentara Israel menang perang pada Perang Enam Hari 1967 (video dokumentasi).

”Begitu banyak orang di Tanah Perjanjian telah menghabiskan seluruh hidup mereka di bawah pendudukan, … Sekarang, lebih dari sebelumnya, mereka layak solidaritas kita.”

Bicara tentang orang-orang yang tinggal di Jalur Gaza, ia berkata, ”mereka masih hidup di tengah-tengah katastrop kemanusian buatan-orang.”

Declan Lang juga meminta jemaat untuk menolak pembangunan rumah-rumah untuk 600.000 orang Israel, dengan alasan tanah tersebut adalah tanah status “Hukum Internasional.”

Ia menutup penyataan ini dengan mengutip ayat Yobel / Jubilee, dimana bangsa Israel membebaskan para budak dan menghapus hutang-hutang setiap 50 tahun: ”Dan kamu harus menguduskan tahun itu, tahun kelima puluh. Dan kamu harus memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi seluruh penduduknya. Itu harus menjadi Yobel bagimu.  Dan kamu harus megembalikan setiap orang kepada miliknya, dan kamu harus megembalikan seseoragn kepada kaumnya,” ia mengutip Imamat 25:10

”Selama 50 tahun pendudukan ini kita harus berdoa untuk kebebasan setiap orang di Tanah Perjanjian dan secara praktis mendukung semua yang bekerja membangun perdamaian yang adil,” ia menyimpulkan.

Pernyataan uskup Clifton, Amerika Serikat ini dibantah oleh situs Israel, bahwa Declan Lang salah target dalam banyak point, diantaranya,

“Uskup ini kemungkinan lupa laporan 19 Desember 2016 yang dibuat oleh organisasi Katolik itu sendiri, the National Catholic Report (NCR). NCR menulis: ‘Di 1950, Betlehem dan desa-desa sekitarnya adalah 86% Kristen. 2016, populasi Kristen hanya 12%. Di West Bank, Kristen sekarang kurang dari 2% dari populasi, meskipun 1970, Kristen adalah 5%. Di Betlehem, tempat Yeshua lahir, hari ini hanya 11.000 Kristen.’

“Dari fakta-fakta statistik tersebut, NCR mencoba memindahkan tuduhan ke ‘pendudukan’ Israel (meskipun Betlehem adalah di bawah kekuasaan Pemerintah Palestina) dari intimidasi Muslim – kurang brutal tetapi dibungkus dengan ketidak toleransian dan kebencian yang sama atas serangan-serangan ke orang-orang Kristen di Irak, Syria sampai ke Mesir,” situs Israel ini menulis.

”Sungguh, satu-satunya negara di Timur Tengah dimana komunitas Kristen berkembang dan makmur adalah, secara umum – Israel.”

Baca juga:

Referensi:

Read the rest of this entry

Iklan

Probably the most enemy of Islam in the world

 Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda. Oleh karena pelanggaran maka suatu negeri banyak pemimpinya, tetapi karena seorang yang berpengertian yang mengerti kebenaran, kepemimpinan dapat diperpanjang (Amsal 28:1-2)

“Islam adalah agama yang menciut tercepat di Dunia” Ibn Warraq berkata (Juli 2015)[1]

“Saat-saat ini, di lebih dari 60 lokasi terpisah pada setidaknya 17 dari 49 negara dimana Islam berkuasa sedang tergoncang, komunitas-komunitas baru murtad (berlatar belakang) Muslim Pengikut Ha Mashiah (Kristus)  sedang bermunculan.” Garrison menulis pada bukunya.[2]

Siapa penyebab potensi keluarnya jutaan Muslim dari Islam yang berskala besar ini dalam 50 tahun terakhir?

Siapakah musuh terbesar Islam yang sesungguhnya, yang membuat para Muslim meninggalkan Islam alias murtad? Lihatlah fakta-fakta di bawah ini.

Abad Pertama Islam.  Sejak awal nabi Muhammad memberitakan ajaran Islam, beberapa suku bangsa Arab telah memusuhinya, bahkan sukunya sendiri, Quraysh, mereka mengusir, ”Pergilah Abu al-Qasim [nama asli Muhammad]; demi Allah, kamu tidak pernah berlaku kasar.” (Tabari VI:102). Sikap bermusuhan mereka terhadap nabi semakin nyata ketika paman dan istri pertamanya meninggal dunia: ”Kematian Abu Talib dan Khadija adalah pernderitaan yang besar untuk Utusan (the Messenger). Setelah kematian Abu Talib, Quraysh semakin berat dalam mempermainkan dia lebih dari apa yang mereka tidak pernah lakukan sepanjang dia hidup. Satu dari mereka bahkan menaburkan pasir di atas kepalanya. Nabi berkata, ’Quraysh tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak menyenenangkan sebelum Abu Talib mati.” Tabari VI:115

Nabi Muhammad detik-detik sebelum kematiannya, ia berpesan kepada orang-orang dekatnya, agar mereka membersihkan Dataran Arab dari orang-orang bukan-Muslim, yang ia sebut sebagai ”orang-orang pagan (penyembah berhala).”  Ia juga pernah berpesan agar para Muslim tidak mengambil teman dari kelompok Yahudi dan Kristen (Al-Madiah 51 / Surah 5:51). Sejarah Islam mencatat ada beberapa orang yang meninggalkan Islam saat nabi Muhammad masih hidup. Namun itu tidak berarti jika dibanding gelombang murtad Muslim pada 50 tahun belakangan sejak abad 20 ini.

Read the rest of this entry

Mengapa Turki ditolak terlibat perang merebut balik Mosul dari Negara Islam Khalifat (NIK)?

lokasi-kota-mosul-di-irak-foto-bbc-diambil-dari-google-map

Peta Mosul, Kurdistan Irak

Perang merebut kembali kota Mosul, dimulai 17 Oktober 2016 adalah perang penting dan bernilai besar baik bagi orang Kurdi, Yazidi, Arab Irak, Turki, Iran serta suku-suku minoritas lainnya yang hidup di Kurdistan. Dan perang ini sangat bernilai besar khususnya bagi masyarakat Islam Timur Tengah dan Dunia Islam, baik Sunni maupun Syiah. Tambahan dari itu, perang ini penting bagi Amerika Serikat: ”Mengusir mereka [kelompok NIK] dari kota tersebut akanlah ada sebuah kemajuan strategi yang bernilai,” Josh Earnest, Jurubicara Gedung Putih berkata hari Senin (17/10). Mengapa begitu penting? Sebagai kota kedua terbesar di Irak, Mosul, yang terletak di Irak utara ini adalah kota strategis: jalur utama yang menghubungkan negara-negara di wilayah Kurdistan, sumber air minum (Sungai Tigris melewati tengah-tengah kota), dan sumber minyak bumi. Dalam kontek keagamaan dan budaya sosial dan politik, kota ini sangat bersejarah bagi penduduk Mesopotamia, kota ini bagian dari profinsi Ninive, wilayah yang terkenal di Alkitab Perjanjian Lama dalam kitab nabi Yunus, dan bahkan ditulis oleh Alkitab sebagai salah satu kota (saat itu) peradaban kuno yang dibangun oleh raja Nimrod dari Babilonia, sekitar 4.000 tahun sebelum Islam lahir. Sejak  kelompok NIK merebut kota Mosul dari penduduk aslinya (suku Kurdi Kristen dan Muslim serta suku Yazidis) pada 24 Juni 2014, Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin utama NIK, segera menjadi kota Mosul sebagai ibukota NIK untuk wilayah Irak, Abu Bakr kemudian menproklamasikan dirinya sendiri sebagai Khalifat, pemimpin umat Islam penerus Muhammad, pendiri agama Islam. Jika Mosul berhasil direbut dari NIK, itu berarti garis keras Islam tumbang, jika tidak berhasil, maka Darul Islam akan berkembang ke seluruh dunia bahkan Barat dengan cepat seperti jamur di musim semi.

Tentara kualisi vs militan NIK di kota Mosul, Ninive Kurdistan

Tentara kualisi yang memerangi NIK di Mosul terdiri dari sekitar 30.000 personal: mereka terbagi dalam tiga kelompok besar: Pemerintah Irak (Syiah + Sunni), Kurdi Peshmerga dan pejuang-pejuang suku Islam Sunni. Sementara dari pihak NIK, diperkirakan ada 4.000 sampai 8.000 pejuang.

Seorang jendral dari Kurdi Peshmerga berkata kepada seorang wartawan, ”Kami memiliki musuh yang kuat. Mereka tidak hanya memerangi orang-orang Kurdi atau Syiah, mereka sedang bertempur melawan seluruh dunia. Kami ingin mengalah mereka demi setiap orang.”

”Merebut kembali Mosul akanlah ada sebuah langkah penting menuju mengalahkan Daesh [NIK] di Irak dan mengahkhir tyrainya atas populasi masyarakat di kota tersebut,” Priti Patel Seketaris Pengembangan Internasional Britania berkata.

orang-irak-membakar-bendara-turki-menentang-campur-tangan-perang-mosul

Demo menentang campur tangan Turki di Irak

Mengapa Turki sangat ingin terlibat dalam Perang Mosul Oktober 2016?

Kembali kepada Turki. Negara ini telah terlibat langsung dan tidak langsung dalam Perang Syria, yang sekarang telah memasuki tahun ke enam, mengapa pada Perang merebut kembali kota Mosul yang justru sangat penting ini anggota negara NATO ini dilarang terlibat?

President Turki Tayyip Erdogan, hari Saptu berkata bahwa pemerintah Irak tidak akan mampu menghadapi NIK seorang diri. Ini dikatakannya setelah Pemerintah Iraq berkata secara resmi, ”Saya tidak akan mengijinkan militer-militer Turki terlibat dalam operasi-operasi membebaskan Mosul dalam segala cara yang mungkin.”

Erdogan juga berkata, ”Kami tidak akan membiarkan Mosul diberikan kepada Daesh atau organisasi terrorist  apa pun.”

”Tidak seorang pun membicarakan komplek militer Bashiqa kami. Kami akan tetap di sana. Bashiqa adalah jaminan kami menentang segala aktivitas-aktivitas terrorist di Turki,” Erdogan berkata. Bashiqa tidak jauh dari Mosul.

”Turki takut bahwa para militan Syiah, yang mana tentara Irak telah bergantung pada masa lalu, akan terlibat di dalam perang tersebut.” Reuters menulis,

Pasukan kualisi merebut Mosul tetap menolak campur tangan Erdogan

Di kota Basra, Irak, orang-orang Irak membakar gambar dari president Turki Tayyip Erdogan pada hari Minggu sebagai tanda protes mereka terhadap keinginan besar Erdogan untuk ”membantu” pemerintah Irak memerangi NIK.

Enam tahun perang di Syria dan lebih dari dua tahun penjajahan NIK atas beberapa kota penting di Irak telah membuat orang Irak (baik kelompok Syiah maupun Sunni) berkesimpulan bahwa pemerintah Turkilah yang ada di belakang kelompok NIK.

orang-irak-membakar-foto-president-erdogan

demo anti-president Erdogan di Irak

Dan bagi kelompok-kelompok pejuang Kurdi, baik yang berperang melawan NIK di Irak dan Syria, kelompok ”terrorist” yang Erdogan perangi adalah bukan Daesh (NIK) tetapi pejuang Kurdi. Pada peristiwa Perang Kobani, kota suku Kurdi di Syria yang terletak tidak jauh dari perbatasan dengan Turki, masyarakat Kurdi jelas sekali melihat Erdogan membela Daesh, hal ini pun juga jelas di media internasional. Media Russia mengejek president Erdogan setelah president Putin menuduh Erdogan beli minyak mentah dari NIK, dan ia berjanji akan mengundurkan diri jika Putin bisa membuktikan tuduhannya tersebut; dan Putin kemudian membeberkan beberapa fakta.

Gedung Putih kali ini juga tidak berdiri di belakang Turki, rekan NATO dan AS, untuk perang di Syria menentang president Assad. AS menyatakan setiap kekuatan-kekuatan asing di Iraq haruslah memiliki ijin dari Baghdad.

Erdogan menuduh Eropa dan AS berada di balik kuduta militer di negraranya awal Agustus 2016. Kudeta tersebut gagal, Erdogan menangkap lebih puluhan ribu orang Turki (para tentara dan beberapa jendral serta usahawan). Beberapa tentara mencari suaka politik ke negara lain.

Bacaan berkait:

Read the rest of this entry

Majelis PGI Abad 21: “LGBT Tidak Menyalahi Ajaran Alkitab!”

Bialah tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan cara apa pun, kecuali bahwa pertama-tama kemurtadan itu datang dan manusia pendosa, yaitu anak kebinasaan itu disingkapkan          (2 Tesalonika 2:3)

surat-majelis-pgi-abad-21-menyatakan-lgbt-tidak-menyalahi-ajaran-alkitabMajelis Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dengan surat pastoralnya tertanggal 17 Juni 2016 bernomor: 360/PGI-XVI/2016 menyatakan sikapnya atas kelompok masyarakat Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT).

Difinisi LGBT: Lesbian adalah kaum wanita yang mempraktekan hubungan sex dengan sesama wanita; Gay adalah kaum pria yang mempraktekan hubungan sex dengan sesama pria. Keduanya disebut sebagai kaum “homosex;” Bisexual adalah seorang baik dia pria maupun wanita tetapi membuat dirinya memiliki karakter keduanya (wanita ber penis, pria menumbuhkan payudara), sehingga mereka memiliki kecenderungan napsu sex kepada dua jenis kelamin, Merriam-Webster Dict.; Transgender adalah pria dan wanita yang mentranform/ merubah jenis kelamin mereka, Wadam, orang Indonesia menyebutnya. Kalimat berwarna merah jambu adalah kutipan langsung dari surat PGI.

Surat yang terdiri dari lima halaman ini menerangkan bagaimana Majelis PGI menilai kehadiran masyarakat LGBT, melalui penelitian mereka atas ayat-ayat Alkitab dan penelitian ilmu kedokteran, lalu dari keduanya ini ditutup pada halaman terakhirnya menganjurkan Gereja-gereja di Indonesia  menerima kaum LGBT, “Kiranya gereja-gereja terus mengarahkan diri pada tuntunan Roh Kudus untuk memperdalam pemahaman dan memperkuat komitmen iman menyangkut penerimaan kaum LGBT.”

Mari kita lihat pemikiran para Majelis PGI ini melalui surat resminya tersebut sehingga mereka bisa sampai pada kesimpulan bahwa gaya hidup LGBT tidak menyalahi Alkitab dan tidak berdosa.

  1. Penelitian PGI tentang LGBT melalui ayat-ayat Alkitab

”Penafsiran terhadap teks Kitab Suci yang tidak mempertimbangkan maksud dan tujuan dari teks yang ditulis oleh para penulis Kitab Suci berpotensi menghasilkan interpretasi yang sama sekali berbeda dari tujuan teks itu ditulis,” PGI berkata. [Langkah pembukaan game yang sangat cerdik dan benar dan bagus]

”Berkenaan dengan LGBT,” PGI berargumen bahwa Alkitab tidak mengerik ”orientasi seksual” mereka, tetapi “mengeritik prilaku seksual yang jahat dan eksploitatif yang dilakukan oleh siapa pun.” Garis bawah ditambahkan. [Langkah tipuan yang dasyat, men-genaralkan topik masalah. Berbelok 15 derajat]

Menurut pengurus PGI dalam suratnya ini, ayat-ayat pada Kejadian 1:26-28; 2:18, 21-24 tentang penciptaan Adam (laki-laki) dan Hawa (perempuan), kisah ini ”sama sekali tidak ditujukan untuk menolak keberadaan kaum LGBT.” [Langkah tipuan kedua, merubah masalah ”prilaku sex” menjadi masalah ”jenis kelamin.” Sekarang belok menjadi 30 derajat]

lgbt-akhir-dari-sebuah-generasi

LGBT akhir dari sebuah generasi natural

Menurtu pengurus PGI, cerita di Kejadian 19 tentang kejahatan penduduk Sodom yang ingin memperkosa dua Malaikat YAHWEH (ingat: kedua pribadi ini ialah tiga pria yang mengunjungi Abraham pada pasal sebelumnya: Then the LORD appeared to Abraham. He looked up, and he saw three men standing near him. (Kej 18:1-2) di rumah Lot bukanlah masalah kejahatan prilaku sex, tetapi ”mengkritisi sikap xenofobia masyarakat Sodom.” Xenofobia adalah istilah abad 21 yang arti literalnya ”rasa takut yang tidak beralasan terhadap pendatang,” kata ini dipakai untuk menyerang orang yang kuatir dengan banyir imigran di dalam negara mereka. PGI juga memakai argument sejenis pada ayat-ayat Alkitab Hakim-hakim 19:1:30 kisah rencana pemerkosaan tamu pria oleh penduduk Gibea dan matinya gundik tamu tersebut karena diperkosa masal di kitab . [Langkah tipuan lihai lainnya: merubah topik dari “prilaku orientasi sex yang imoral” menjadi “anti-imigrasi” – PGI menyerang orang “nasionalis.” Telah berbelok  90 derajat dari target Kebenaran Alkitab]

Dan ayat pada Roma 1:22-32 yang dikenal sebagai kritikan terbuka rasul Paulus atas gaya hidup lesbian dan gay (hubungan sex antar pria) di pusat kerajaan Eropa saat itu, yang menurut Paulus praktek sex sumbang ini hadir akibat ”menukar kemulian Elohim yang tidak fana” dengan berhala-berhala (ayat 23-24), ditafsirkan oleh Majelis PGI sebagai kritik atas praktek ibadah ”penyembahan berhala Romawi” semata. [Langkah ”menutupi masalah” diperlukan ketika tidak bisa lari dari kenyataan. Langkah yang lihai! Telah keluar dari Target ajaran Alkitab sebesar 120 derajat]

Ayat-ayat lain yang dibahas di surat ini adalah Imamat 18:22; 20:13; 1Kor 6:9-10; 1Tim 1:10. PGI, pada ayat-ayat ini, berargumen bahwa yang ditolak oleh Firman Elohim bukanlah eksistensi LGBT, tetapi hanyalah “segala jenis perilaku seksual yang jahat dan eksplotatif.” Dengan kata lain, PGI menyatakan bahwa kumpul kebo, tidur dengan istri atau suami orang lain, main pelacuran dan segala bentuk perjinahan fisik tidaklah bertentangan dengan ajaran, perintah dan ketetapan Firman Elohim sejauh semua itu tidak dilakukan secara “eksplotatif.”  Pengurus umum PGI abad 21 mencoba mendefinikan ulang kata “berzinah.”Sementara Adonai Yeshua mempertegas arti “berzinah”pada Matius 5:27-28, Pemimpin PGI melakukan yang berlawanan: memutarkan balik dan sekaligus meremehkan peringatan Yeshua adanya hukuman yang berat bagi pelaku pezinahan, yakni neraka (ayat 29-30). [Apakah ada kata eksplotatif pada 1 Kor 6:9? Suatu langkah yang ceroboh saya pikir; atau sengaja? Adonai yang tahu persis hati dan motifasi mereka. Belokan telah menjadi 160 derajat]

Exploitative: unfairly or cynically using another person or group for profit or advantage; Merriam-Webster Dict.
  1. Penelitian tentang LGBT menurut dunia kedokteran

PGI merefer penerimaan  kehadiran LGBT dalam Gereja berdasarkan pernyataan WHO dan Human Right International bahwa “orientasi seksual LGBT” tidak lagi dikatagorikan “sebagai penyakit, penyimpangan  mental atau sebagai bentuk kejahatan.” [Bisakah organisasi mendifinisikan ulang apa yang Elohim telah nyatakan? Ini ilmu biologi Amerika abad 21 atau moral abad 21? Prilaku lesbian dan gay dinyatakan oleh dokter Amerika sebagai berasal dari genetik, barulah terjadi diakhir abad ke 20, berkaitan dengan gelombang tuntutan persamaan hak kelompok LGBT]

Setelah langkah semakin menjauh dari kebenaran Alkitab, kesimpulan akhirnya tentunya tidak mengherankan siapapun. Maka Pengurus PGI menyatakan prilaku LGBT bukanlah suatu dosa, oleh sebab itu kaum LGBT tidak perlu bertobat atau dipertobatkan, ”kecenderungan LGBT bukanlah merupakan pilihan, tetapi sesuatu yang terterima (given). Oleh karena itu, menjadi LGBT, apalagi yang sudah diterima sejak lahir, bukanlah suatu dosa, karena itu kita tidak boleh memaksa mereka bertobat.” Lalu menambahkan, ”kita harus menolong agar mereka bisa menerima dirinya sendiri sebagai pemberian Allah.” Garis bawah ditambahkan. [Beranikah Anda menyalahi Pencipta atas kesalahan yang ditimbulkan oleh pilihan Anda sendiri?; ini langkap permainan politik di dunia kerohanian yang terlalu berani dan sangat berbahaya. Sekarang belokan sudah mencapai 170 derajat!!]

Oleh karenanya pengurus PGI ini mengusulkan Gereja-gereja Indonesia menerima kaum LGBT sebagai bagian dari “Tubuh Kristus.”

ketua-dan-wakil-umum-pgi-ibu-henriette-labang-dan-bapa-gomar-gultom

Ketua dan Seketaris umum Majelis PGI

Pada bagian Penutup surat, PGI menulis: ”Kita harus menjauhkan diri dari kecenderungan menghakimi atau menyesatkan siapa pun.” [”Skakmat!!,” Kebenaran ajaran Alkitab terancam mati! Ehem, ehem, apakah kita ingat di Alkitab, siapa yang Adonai Yeshua sebut sebagai penyesat? Komplit berbalik 180 derajat dari Target ajaran Firman Elohim]

Menurut Hanny Setiawan, pada atikelnya yang berjudul PGI Akhirnya ‘Keluar Dari WC’ Menyatakan LGBT Tidak Menyalahi Firman, president Baraq Obama, ia menjulukinya sebagai ”tokoh LGBT modern,” telah mempengaruhi PBB untuk mendukung penyebaran gerakan LGBT ke negara-negara tertentu di Asia, termasuk Indonesia.  ia mengutip suatu sumber:

Untuk mendukung komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks (LGBTI), sebuah badan PBB, United Nations Development Programme (UNDP) menjalin kemitraan regional dengan Kedutaan Swedia di Bangkok, Thailand dan USAID.
Dana sebesar US$ 8 juta (sekitar Rp 108 miliar) pun dikucurkan dengan fokus ke empat negara: Indonesia, China, Filipina dan Thailand.”

Sumber ini diambil oleh Hanny dari koran detik.com berjudul:  UNDP Kucurkan Rp 108 M Untuk Dukung LGBT di Indonesia dan 3 Negara Asia

CATATAN PENTING: Tulisan ini tidak diartikan sama sekali bahwa baik Gereja secara korporat Tubuh Krisus dan juga orang Kristen secara pribadi untuk membenci orang-orang LGBT. Sesuai ajaran Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu umat-Nya diperintahkan untuk mengasihi sesama manusia termasuk imigran asing. Namun juga jelas Firman Elohim yang tertulis (Alkitab) menyatakan segala perbuatan dosa akan berakibat kematian kekal, pelakunya diperintahkan-Nya untuk bertobat. Umat-Nya dilarang untuk berada dalam kuk yang sama dengan orang-orang yang menolak Perintah-Nya. Adonai Yeshua memberi mandat kepada Gereja-Nya untuk memberitakan Kabar Baik / Injil Kerajaan Sorga kepada orang berdosa untuk mempertobatkan mereka, sehingga mereka juga bisa menikmati anugerah dan kemulian Bapa-Nya baik pada masa ini terlebih pada masa kekekalan. Tulisan ini dibuat tepatnya bagi kalangan Gereja, menasehatkan untuk Umat-Nya berhati-hati dengan tipuan Setan yang ingin memecah Tubuh Kristus dan berkompromi dengan dosa agar tidak kembali diperhamba oleh dosa, seperti rasul Paulus ingatkan di kitab Roma pasal 6. Jika seorang mengaku “pengikut Yeshua” (Kristen), maka ia harus meninggalkan gaya hidup duniawi dan memikul salibnya dan mengikuti Yeshua. Ayat Alkitab yang tepat untuk menggambarkan apa yang saya maksud pada tulisan ini ada terdapad di kitab Galatia 5:22-25, tertulis sebagai berikut:

Akan tetapi buah Roh (Roh Kudus yang berada hidup di dalam tubuh orang Kristen) adalah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, iman, kelemah lembutan,  pengendalian diri (ekpresi keluar). Tidak ada hukum yang menentang hal-hal seperti itu. Dan, orang-orang milik Kristus telah menyalibkan daging bersama nafsu dan keinginan. Jika kita hidup oleh Roh, kita juga dapat berjalan di dalam Roh (ekpresi ke dalam).

Terima kasih dan Adonai Yeshua Ha Mashiah memberkati kita semua.

Read the rest of this entry

Afghanistan: boys are used for sex slaves and suicide boomers by Taliban against police officers

Bacja bazi praktek homosex pedofilia di kalangan pria dewasa Afganistan“Taliban mengirim anak-anak laki, yang tampan-tampan untuk menerobos pos-pos pemeriksaan untuk tujuan membunuh, membius (dengan obat-obatan) dan meracuni para polisi,” mantan pemimpin polisi Ghulam Sakhi Rogh Lewanai berkata kepada wartawan AFP

Tahun ini saja sudah ada sedikitnya enam serangan yang mematikan sejak bulan Januari, menyebabkan ratusan meninggal dunia.

Praktek yang disebut sebagai “bacha bazi,” yang berarti “bermain anak laki-laki pedofil” (praktek homosex pedofilia di kalangan pria dewasa Afghanistan / praktek homosexual pria dewasa dengan memakai anak-anak laki di bawah umur) adalah praktek yang dikenal umum di Afghanistan. Remaja pria ini dikenakan pakaian wanita dan diminta bertindak seperti wanita.

Negara ini merupakan medan pertahanan Islam melawan komunis Russia  (tahun 80 an) dan Amerika Serikat dengan semua sekutunya pada saat ini. Dari sinilah Osama bin Laden memimpin gerakan perjuangan Islamnya yang ditakuti Barat, disebut Al-Qaeda.

Banyak para komando polisi yang hebat memiliki remaja-remaja laki sebagai budak-budak sex mereka, laporan menulis.

“Mereka (para pejuang Taliban) telah menemukan kelemahan terbesar pasukan-pasukan polisi (ada pada) bacha bazi,” Lewanai berkata kepada AFP – ini terjadi umumnya di profinsi Uruszgan, selatan Afghanistan.

Keterikatan pemimpin polisi atas bacha bazi begitu kuat seperti kecanduan opium (Afghanistan adalah pengexport opium terbesar di dunia)

Seorang hakim yang menyadari masalah ini pernah mengusulkan, “Untuk memperbaikit kembali keamanan di Uruzugan, pertama-tama kita harus memisahkan para polisi dari bacha-bacha mereka!”

”Tetapi jika mereka diperintahkan mereformasi cara hidup mereka, jawaban yang umum adalah: ’Jika kalian memaksa saya untuk meninggalkan kekasih remaja priaku, saya akan juga meninggalkan pos pemeriksaan.’ Taliban tidaklah buta untuk melihat bahwa kecanduan ini adalah lebih buruk dari opium.”

Pria Taliban mencium paksa remaja pria di depan umumPara pejuang Taliban telah lama diketahui melakukan praktek bacha bazi. Menurut laporan pemerintah AS dari departemen the National Directorate of Security (NDS), ”para komando Taliban menculiki remaja-remaja pria untuk tujuang kerja paksa dan kepuasan sex pada kamp-kamp militan di seluruh wilayah Afganistan,” laporan menulis.

Taliban tidak hanya menculik / mengambil paksa para remaja pria dari rumah-rumah orang tua mereka, sebagian dijadikan pejuang Islam, sebagian jadi budak sex bagi mereka sendiri dan sebagian dijadikan  pelacur sex atau sekaligus sebagai alat serangan-serangan terror menentang pemerintah Afghanistan.

Juni 2016 ini, dunia diguncang dengan peristiwa pembantaian di sebuah nightclub homosex di Orlonda yang dilakukan oleh Muslim kelahiran Afghanistan yang berimigran ke Amerika Serikat, dan ayahnya adalah pemdukung Taliban. “Namun di Afghanistan praktek pedofil di kalangan pria Afganistan dipandang secara luas sebagai praktek budaya dan bukan sebuah kejahatan moral. Banyak (orang) di Uruzgan melihat bacha bazi bukanlah sebagai pedofilia tidak juga homosexualiti, yang dilarang dalam Islam,” laporan menulis. Pola pikir yang tidak konsisten ini juga terjadi di kalangan komando militer Negara Islam Kalifah (NIK/ ISIS).

Praktek bacha bazi di mata negara-negara berkembang dan maju jelas adalah praktek pelanggaran hak-hak asasi manusia, dalam hal ini penculikan dan perampokan anak-anak remaja dari orang tua mereka dan sekaligus menghancurkan hak-hak asasi dan kehidupan para remaja pria.

Bagaimana kita bisa merubah budaya masyrakat yang sakit seperti ini dan menjadikan masyarakat yang bemoral dan memberi harapan masa depan bagi remaja-remajanya?

 Sumber:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.

Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara