Category Archives: Benua Afrika

Upaya para Islamist mengambil kekuasaan setelah Arab Spring adalah kesalahan: Professor Eiji Nagasawa

Professor Eiji Nagasawa Modern Egypt through Jepanise Eyes

Prof. Nagasawa dan bukunya

Adham Youssef, wartawan Daily News Egypt (DNE) mewancarai akademi veteran Jepang dan pakar masalah sosial Mesir mengkaji ulang beberapa masalah, termasuk peranan Islamisme, gerakan sayap kiri, dan kebijakan ekonomi pemerintah saat ini. Artikel ini dipublikasikan oleh DNE 28 Maret 2017

Saya terjemahkan sebagian, hanya yang berkaitan dengan judul aslinya. lengkapnya bisa lihat langsung pada sumbernya. Mungkin artikel ini bisa membantu bangsa Indonesia, khususnya pada periode politik yang sedang tidak stabil: Pilkada dan makar.

Berbicara tentang Politik Islam dan gerakan revolusi Arab yang orang Barat sebut Arab Spring (Arab Bersemi) atau Jalan Arab  (Arab’s Way) seorang Mesir Amerika menyebutnya. Saya lebih suka menyebutya ”Jalan Arab” – lebih cocok karena di dalamnya mengandung gayahidup dan polapikir orang Arab itu sendiri, professor ini berkata:  kebebasan penelitian dan jalur akademi telah semakin buruk setelah 2013, dibanding tahun-tahun sebelum Jalan Arab.

Menurut professor ini, gerakan Islamist yang saat ini berlansung haruslah mempertimbangkan kembali metodenya dalam mencapai kekuasaan, sementara mengkritik stategi-strategi mereka sebelumnya yang mencoba merebut kekuasaan dari atas (menumbangakan presiden). Mereka tetap memiliki kemungkinan hanya jika mereka mempertimbangkan gerakan mereka sebagai sebuah gerakan sosial, Nagasawa menerangkan.

Ia berkata bahwa mereka dapat menjangkau perubahan sosial dari bawah melalui amal-bakti dan pendidikan, bagaimanapun tindakan mereka merebut kekuasaan adalah sebuah kesalahan. Ia menjelaskan bahwa para Islamist setelah Jalan Arab terperangkap oleh struktur utopia sebuah negara Islam. (penekanan ditambahkan)

Komentara saya: Melihat kembali kebelakang Jalan Arab di Mesir, para Islamist dari Salafi dan Muslim Brotherhood berhasil menggerakan massa untuk menumbangkan Presiden H. Mubarrak, karena organisasi MB bergerak melalui amal tahun-tahun sebelum Jalan Arab; bagaimanapun ketika para MB memaksakan diri untuk memegang pucuk pemerintahan – ya, mereka berhasil; Mohammad Morsi jadi presiden, namun tidak lebih dari setahun menguasai pemerintahan, massa yang semula mendukung menjadi anti MB. Jendral Al-Sisi atas permintaan tiga juta rakyat Mesir mencabut M. Morsi dan bahkan lebih dari seratus Islamist MB dipenjarakan. Suatu kesalahan yang harus dibayar mahal baik bagi Islamist MB maupun rakyat yang mendukung gerakan makar tersebut.

Professor Nagasawa adalah professor pada Departement of West Asian Studies di Institute for Advanced Studies di Asia sejak 1998. Bekerja di Kairo dari 1981 sampai 1983, menjadikan dia direktur Masyarakat Jepang untuk Promosi Science (JSPS) Pusat Penelitian di Kairo dari April 98 sampai Maret 1999. Bukunnya: “Modern Egypt through Japanese Eyes: A Study on Intellectual and Socio-economic Aspects of Egyptian Nationalism.”

Karena pemerintah adalah hamba Elohim untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Elohim untuk membalaskan murka Elohim atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Elohim, tetapi juga oleh karena suara hati kita. (Roma 13:4-5)

Bacaan berkait:

Read the rest of this entry

Kenya: Kantor Polisi Mombasa diserang tiga wanita berpakaian seperti burqa, ketiganya ditembak mati

Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. (Amsal  16:25)

Tiga wanita berpakaian bui-bui, pakaian wanikenya-tiga-wanita-muslim-menyerang-kantor-polisi-mati-tertembakta Muslim Afrika, seperti nijab dan burga, berpura-pura melapor telah kecurian telpon datang ke Kantor Pusat Polisi Mombasa untuk membunuh pihak keamanan dan membebaskan rekan mereka.

Seorang petugas polisi dilaporkan tertusuk, luka parah namun berhasil dibawa ke rumah sakit.

”Sementara ditanya oleh petugas polisi, seorang mengeluarkan pisau, dan lainnya melempar bomb minyak ke para petugas polisi,” Komando polisi Negara Mombasa berkata.

Saksi mata berkata, seorang wanita lainnya mencoba meledakan bom pinggang yang ada pada tubuhnya, namun tidak meledak. Ketiganya dilaporkan ditembak mati setelah aksi serangan tersebut. Semua senjata ini tersembunyi di balik baju keagamaan mereka.

Dua dari tiga wanita ini dikenali indentitasnya: Fatuma Omar dan Tasmin Yakub Abdullahi Farah. Keduanya orang Muslim Kenya.

Kelompok Al-Shabaab, yang berpusat di Somalia, yang bernaung di bawah Al-Qaida, telah menklaim bertanggung jawab atas serangan di Mombasa ini.

Surat berbahasa Inggris, bertulisan tangan, yang mengaku setia dengan kelompok Negara Islam Khalifat juga mengklaim serangan tersebut. Mengancam banjir darah untuk balas dendam pemenjaraan dan kematian rekan-rekan Muslim mereka di Mombasa.

Kejadian ini terjadi Minggu pagi, ketika dunia sedang memperingati korban serangan teroris Al-Qaida 11 September yang meruntuhkan dua gedung kembar di kota New York yang menelan banyak korban jiwa.

Pemerintah Kenya semakin prihatin atas NIK yang mencoba masuk ke negara mayoritas Kristen ini dan merekrut remaja untuk berjihad. Sejauh ini ada lebih dari 20 pemuda-pemudi Kenya yang telah direkrut oleh NIK.

Pada bulan April 2015, lima jihadist bersenjata api menyerang Universitas Garissa, menewaskan 148 orang.

negara-negara-afrika-di-bawah-ancaman-islam

Negara-negara Afrika dalam ancaman

Kelompok-kelompok Islam Somalia sering menyerang negara-negara tetangganya, Ethiopia dan Kenya, dengan alasan karena kedua negara ini mengirim bantuan militer untuk membantu pemerintah Somalia yang mereka perangi. Somali adalah negara Islam hampir 100 % berpenduduk Muslim, dan perang sipil Somalia masih berlanjut lebih dari 20 tahun lamanya. Kenyataannya adalah para militan Islam ini, apapun nama kelompok Islam mereka, ingin memperluas wilayah kekuasaan mereka turun dari Afrika utara menuju selatan, dan dari Somalia ke negara-negara Afrika Timur, itulah sebabnya Pemerintah Marokko, Algeria, Tunisia, Mesir, Mali (semuanya negara Islam) dan Ethiopia, Kenya, Nigeria dan Tunisia memperkuat pasukan keamanan mereka baik diperbatasan dan di dalam negeri mereka.

Dalam kurun waktu dua-tiga dekade belakangan ini semakin banyak orang Muslim Afrika yang meninggalkan agama Islam mereka dan menjadi Kristen, di lain sisi, masyarakat Kristen Afrika tidak bisa dimurtadkan melalui jalan dakwah (penyebaran Islam melalui ceramah dan kotbah), oleh sebab itu cara jihad / terror adalah aternatif terakhir mereka.

Pertanyaanya ialah, “Apakah dengan jalan terror dan paksaan Islam akan semakin kuat dan besar?”

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry