Category Archives: Benua Amerika

Donald Trump’s Comprehensive Border Reforms Kill Obama’s Pro-Migration Policies

The Department of Homeland Security is discarding many of President Barack Obama’s catch-and-release border policies and will hire an additional 15,500 enforcement and border officers, according to two new policy memos.

The comprehensive immigration reforms of Obama’s policies were signed by DHS chief Gen. John Kelly on Feb. 17. They direct DHS officials to use an expedited repatriation process for illegals who have been in the United States for up to two years, to return border-crossing Mexicans home while their appeals for entry are adjudicated, and to prosecute illegal aliens who hire migrant-smugglers to get their children into the United States. Read more at here

Read the rest of this entry

New York, AS: Yasmin, Muslim membuat laporan ”diganggu pendukung Trump” ngaku bohong; dibotakin kepalanya

Enam perkara ini yang dibenci YAHWEH, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. (Amsal 6:16-19)

yasmin-seweid-facebook-yahoo-mahasiswi-baruch-college-fitnah

Yasmin Seweid, penyebar kebencian atas Amerika

Seorang remaja putri Muslim yang telah melapor telah dilecehkan di subway Kota New York oleh para pendukung presiden terpilih Donald Trump telah mengarang-ngarang ceritanya, Jurubicara Departemen Polisi New York berkata kepada Business Insider, Yahoo.com mengutip.

Yasmin Seweid, 18 tahun mahasiswi Baruch College, secara sengaja melapor bahwa tiga pria kulit putih menjerit ”Donald Trump” kepada dirinya sekitar pukul 10 malam setelah meninggalkan kampusnya pada tanggal 1 Desember.

Laporan palsu: ”Trump! Trump! Dan memanggil dirinya ”terrorist” saat mereka mencuri kerudung kepalanya. ”Kembalilah ke negaramu!” Yasmin berkata mereka berteriak pada serangang 1 Desember tersebut.

”Mereka yang mengelilingi saya dari belakang dan mereka adalah seperti, ‘Oh Lihat, itu adalah sebuah f—ing terrorist,'” CBS menulis, “Saya tidak menjawab. Mereka menarik tas tali saya  dan robek, dan ketika saya berbalik dan saya sungguh-sungguh sopan dan saya adalah seperti, ‘Dapatkah kalian meninggalkan saya sendirian?’ Dan semua orang memperhatikan, tidak ada seorang pun yang mengatakan sesuatu, semua orang hanya memalingkan pandangan,” Yasmin bercerita kepada CBS News.

Yasmin juga mengklaim, orang-orang disekitarnya menghentikan pelecehan atas dirinya – bahkan ketika para pria (kulit putih) tersebut merobek hijabnya (tutup kepala wanita Muslim); Ia menulisdi Facebooknya: ”Itu menghancurkan hati saya bahwa begitu banyak pribadi-pribadi yang ada mengamati sementara melihat saya ada dilecehkan secara verbal dan fisik oleh babi-babi yang menjijikan. Orang Amerika Trump adalah nyata dan saya telah menyaksikan itu sendiri semalam! Suatu malam yang mentraumakan.”

Ayahnya yang menganut Islam garis keras mengadu ke polisi ketika Yasmin tidak pulang dan pemimpin kampus mengeluhkan peristiwa ”rasisme” yang menimpa mahasiswinya.

Baca juga:

Reaksi polisi NY: Tetapi ketika para polisi mencoba mengkonfirmasikan ceritanya melalui pemeriksaan video keamanan dan banyak sumber lainnya, mereka memutuskan bahwa ceritanya tidak sesuai. Para penyelidik kebencian-kejahatan yang berurusan dengan pemimpin kampusnya juga meneguhkan kesimpulan polisi, sumber lain menulis.

Namun setelah Kepolian kerja keras dan menunjukkan semua bukti, Yasmin akhirnya mengakui bahwa ia saat itu minun dengan rekan-rekannya larut malam setelah acara fashion show di kampus dan kemudian membuat laporan palsu tersebut.

yasmin-seweid-muslim-terbukti-membuat-tuduhan-rasis-dan-islamophobia-palsu-dibotakin-polisi

Yasmin Seweid dipengadilan

Polisi membawa kasus ini ke pengadilan. Rabu sore ia telah dinyatakan bersalah dalam dua hal: telah membuat laporan palsu dan juga menggangu admistrasi pemerintah.

”Ini bukanlah sesuatu kami biasanya lakukan, ia telah memiliki sejumlah kesempatan untuk mengakui kejadian tersebut tidak ada dan ia tetap saja berkukuh pada ceritanya,” pihak kepolisian NY berkata.

Pada kejadian yang terpisah, seorang mahasiswi muslim berusia 18 tahun juga melakukan pengaduan palsu sejenis.

Mahasiwi dari Universitas Louisiana ini mengklaim bahwa ia dilecehkan dan dirampok oleh dua pria kulit putih di Lafayette. Pada laporannya kepada polisi kedua pria ini (Lationo dan Kulit Putih) mengenakan topi putih ”Make America Great Again” memukul dengan benda besi dan menarik copot penutup kepalanya.” Mahasiswi ini dibela oleh presiden Assosiasi Muslim Lafayett, Kareem Attia, ia berkata kepada media AP. ”Saya tidak berpikir bahwa itu sopan. Tetapi saya akan katakan sebuah kejahatan kebencian adalah kejahatan kebencian. Itu tidak diterima oleh agama kami. Itu juga tidak diterima oleh kelas kemanusian kami.” Business Insider melapor.

Oops, ternyata tuduhan palsu lainnya! Namun wanita ini tidak dihukum menurut Yahoo.com.

Berapa lama lagi Liberal Media dan Islam fanatik akan terus menyebarkan kebohongan dan menyudutkan kelompok konservatif? Poll terbaru berkata: “The mainstream media is viewed negatively by 57 percent of Americans with just 25 percent viewing mainstream media outlets favorably,” Laporan menulis

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry

Hate Hoax: NYC Muslim Arrested After Claiming Attack by Trump Fans

by John Binder 14 Dec 2016. New York, NY

yasmin-seweid-facebook-yahoo-mahasiswi-baruch-college-fitnah

Yasmin Seweid (Facebook)

A Muslim woman who drummed up mainstream media hysteria claiming she was attacked on a New York City subway by President-Elect Donald Trump supporters is now under arrest for fabricating the hate crime and filing a false police report.

Yasmin Seweid, 18, has been charged by the New York City Police Department (NYPD) for filing a fraudulent police report after she claimed Trump supporters called her a terrorist and attempted to pull her hijab off her head, the New York Daily News reported. Read the rest

Read the rest of this entry

Hate Hoax: Man Faked ‘KKK’ Crimes, Abduction

A (black) man looking to blame President-Elect Donald Trump supporters for a hate crime confessed to police that he fabricated an incident involving a racially-charged message, a fire, and a staged abduction.

Vincent Palmer, 27, told local police in Volusia County, Florida that he wrote a message using racial slurs with with “KKK” and “Trump” references taped to his ex-girlfriend’s car just before throwing a brick through the back window–dousing it in gasoline and setting it ablaze, the Orlando Sentinel reported. Read the rest

Read the rest of this entry

Pemimpin komunis Kuba Fidel Castro ditangisi oleh para komrad dekatnya

 “Karena tiga hal bumi gemetar, bahkan, karena empat hal ia tidak dapat tahan: …” (Amsal 30:21, ITB)

Fidel Castro membuka tabir agenda Luciferisme tahun 1973.jpg

F. Castro tahu agenda NWO

Kematian Fidel Castro, 47 tahun lamanya memimpin Kuba (1959-2006) diperingati dengan  sedih oleh para komradnya (comrade: panggilan di duna komunis untuk ”rekan seperjuangan”), namun sukacita bagi lawanya atau orang yang tidak setuju kepada gerakan komunisme Castro. Di bawah ini laporan Media siapa yang merupakan komrad dari Fidel Castro.

Bagi Anda yang sedikitnya berusia 40 tahun, tentu tidak asing dengan Fidel Castro, ia terkenal sebagai seorang diktator komunis Amerika Latin. Preseden terpilih AS Donald Trump mengkomentari kematian Fidel sebagai ”seorang diktator brutal yang telah menekan masyarakatnya sendiri hampir 6 dekade.” Selama kepemimpinannya ribuan orang Kuba terbunuh dan lenyap, tercatat lebih dari 5.700  jiwa, jumlahnya dua kali lipat dari korban kediktatoran regim Chili Jenderal Augusto Pinochet, Direktur Exsekutif  Cuba Archive menulis. Masyarakat Kuba dipengasingan seperti di AS merayakan kematian Fidel Castro dengan sukacita, media melaporkan. Di Kuba sementara puluhan ribu berdatangan untuk memberi hormat terakhir, FranceTV mewawancarai beberapa orang pemuda seorang berkata, “boss saya memerintahkan pergi. jadi saya disini karena hanya tidak ingin kehilangan pekerjaan saya.”

Kuba di bawah Castro telah menjadi negara yang hampir mati; miskin, penduduk yang semakin berkurang (usia pemuda berimigrasi dan tingkat aborsi yang tinggi). 30 aborsi per 1000 (seribu) wanita usia melahirkan; hampir dua kali lipat dibanding Amerika Serikat laporan lainnya menulis.

Para Komrad Fidel Castro. Pemimpin diktator Korea Utara memerintahkan negara Korut berkabung selama tiga hari. Castro berkunjung menemui Kim Il Sung tahun 1986, dan dikirim balik ke Kuba oleh Kim sebagai ”seorang komrad dalam bersenjata melawan Amerika Serikat.” Presiden yang sekarang, Kim Jong Un mengirim kabar turut berduka, menyebut Castro seorang ”teman dekat dan comrade” dari masyarakat Korea Utara. ”Kematian Fidel Castro Ruz adalah sebuah kehilangan besar bagi masyarakat kedua negara yang berjuang untuk revolusi Kuba dan penjangkauan kemasyarakatan besar,” koran partai komunis Korut Rodong Sinmun menulis.

yasser-arafat-fidel-castro-2001

F. Castro bersama Yasser Arafat

Pemerintah Negara Republik Islam Iran (NRII) berjanji akan mengirim delegasi kenegaraan pada pembakaran mayat Castro, bagi Pemerintah  NRII, Castro adalah ”lambang   perjuangan mencari-kemerdekaan bagi yang tertekan,” PM Iran berkata.

Dewan Nasional Palestina, dalam pernyataan turut berkabung bagi Castro, menggaris bawahi hubungan dekat antara Yasser Arafat (Pemimpin PLO) dengan Castro. Arafat berkunjung menemui Castro di Kuba sedikitnya delapan kali. Castro bukan hanya penasehat Arafat di dalam memerangi Israel, ia juga memberikan bantuan militer bagi gerakan Fatah yang dipimpin oleh Arafat dikenal dengan Intifada Pertama (1987-1991). Koran Israel menulis.

paus-francis-orang-roma-besar-di-amerika-latin-mengunjungi-castro-di-kuba

Paus Francis I mengunjungi Fidel Castro

Vatikan, Paus Francis I menyampaikan telegram duka cita ke saudara Fidel Castro, Raul, kematian Fidel sebagai “berita menyedihkan.” Paus berkata, “ Saya mempersembahkan doa-doa kepada Tuhan bagi kematiannya dan saya mempercayakan seluruh masyarakat Kuba kepada ibu syafaat Perempuan Amal Kita El Cobre (Our Lady of Charity of El Cobre; nama lain dari Bunda Maria), pelindung dari negeri ini, ” tulis Koran Katolik Catholic Herald mengutip isi telegram tersebut. Paus Francis I adalah Paus Amerika Latin (orang Itali besar di Argentina) dan Presiden Baraq Obama, adalah presiden AS – kulit hitam – yang pertama berkunjung ke Kuba sejak Fidel Castro berkuasa. Perkataan Castro 1973 di atas menyatakan ia tergolong orang cukup penting di dalam pembentukan NWO.

Hubungan Fidel Castro dengan Vatikan telah terjalin baik sejak lama; Paus Francis I berkunjung ke Cuba tahun 2015, Paus Benedictus XVI dan bahkan Paus Yohanes Paulus XII (1998).

paus-benedict-xvi-menjumpai-fidel-castro

Paus Benedict XVI megunjungi Fidel Castro

“Fidel Castro – yang memerintah dari 1959 ke 2008 telah didefinisikan oleh HAM kekejaman terhadap para pembangkang politik, orang-orang Kristen, para LGBT Kuba, dan ‘yang tidak diinginkan’ lainnya.”

Koran online Breitbart.com menulis “Siapa adalah siapa dari Elite Anti-Amerika yang menghadiri Pembakaran mayat diktator Fidel Castro.” linknya ada di bawah.

Referensi:

Read the rest of this entry