Category Archives: Israel

PM Israel Netanyahu menyatakan pesan Selamat Natal regim Iran sebagai puncak kemunafikan

Perhatikan ini baik-baik: Hanya beberapa hari yang lalu, Mentri Luar Negeri Iran men-tweet “Natal yang sangat berbahagia dan damai bagi semua.”

Saya bertanya-tanya apa yang orang-orang Kristen yang dipenjarakan di bulan ini akan berpikir tentang tweet tersebut

Saya bertanya-tanya apa yang remaja Iran akanlah berpikir tentang tweet tersebut, tetapi sedihknya regim melarang Twitter

Terkecuali, tentunya, jika Anda adalah seorang pejabat tingkat tinggi.

Sekarang bayangkan berdoa secara pelan-pelan dalam rumahmu, dikelilingi oleh keluargamu. Dan secara mendadak, orang yang kasar bersenjata menerjang masuk dan menyeret anda keluar masuk penjara. Mereja menyiksa anda hanya karena mempraktekan iman Kristen Anda.

Selamat datang di Iran!

Mengatakan “Selamat Natal” sementara memenjarakan orang-orang Kristen dalam negaramu sendiri adalah puncak kemunafikan

Jika Anda berdiri bagi kebebasan, sebarkan pesan ini

Jika Anda berdiri menentang kemunafikan, sebarkan pesan ini

Dan di atas semuanya, katakan sebuah doa yang hening bagi para saudara dan saudari kita yang sedang menderita di tangan regim Iran yang jahat ini

Kami berdiri bersama kalian, para saudara dan saudari

Dunia berdiri bersama kalian.

Baca juga;

Read the rest of this entry

Iklan

Mr. Hakeem cendikiawan Arab lainnya membenarkan Trump “Yerusalem milik Israel”

Abulhameed Hakeem Direktur Pusat Timur Tengah untuk Studi-studi Strategi dan Legal

Abdulhameed Hakeem, Arab Saudi

“Para Arab haruslah menerima hak sejarah Israel atas Yerusalem,” direktur Pusat Timur Tengah untuk Studi-studi Strategi dan Legal di Jeddah berkata baru-baru ini. Pernyataannya telah menjadi viral di Timur Tengah dan di dalam dunia Islam di Asia,” tulis Esor Ben-Sorek, pensiunan professor Israel mengutip hasil wawancara Arab TV.

Jumlah pemuka dan intelektual Arab yang mendukung pernyataan Presiden Donald Trump bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel – dengan kata lain kota Yerusalem adalah milik negara Israel semakin bertambah banyak.

Konflik Israel-Palestina atas Yerusalem telah berlajut lebih dari 50 tahun – sejak kota Yerusalem kembali ke tangan Israel sejak kalahnya Yordan di Perang 6 Hari yang sangat bersejarah tersebut.

Dukungan atas Presiden Donald Trump kali ini datang dari Direktur Pusat Timur Tengah untuk Studi-studi Strategi dan Legal (the Middle East Center for Strategic and Legal Studies) dari kota Jeddah, Arab Saudi, Abulhameed Hakeem.

Pada suatu wawancara pada Al-Hurra TV, suatu saluran TV berbahasa Arab yang berpusat di Amerika Serikat, Mr. Hakeem menjelaskan mengapa keputusan Trump tepatnya telah bertemu dengan penerimaan diam-diam, bahkan menjangkau beberapa derajat penghargaan,

“Keputusan tersebut akan mengarahkan sebuah kejutan positif menuju kegerakan negosiasi-negosiasi air yang macet. Kita sebagai orang-orang Arab, haruslah datang pada sebuah pengertian dengan sisi lain dan mengetahui permintaan-permintaanya sehingga kita dapat sukses dalam usaha-usaha negosiasi,” direktur Pusat Timur Tengah untuk Studi-studi Strategi dan Legal berkata.

Mr. Hakeem tidak hanya setuju dengan cara Presiden Donald Trump di dalam mengakhiri konflik Israel-Palestina, ia lebih lanjut mengingatkan para Muslim dan orang Arab untuk meninggalkan sikat membenci orang Yahudi – yang ia sebut sebagai “Arab mentalitas warisan Nasser” dan “murni ketertarikan politik Islam baik Sunni dan Shia,”

“Kita harus menyesuaikan dan sadari bahwa Yerusalem adalah lambang keagamaan bagi orang-orang Yahudi yang adalah tidak hanya sekedar suci bagi mereka sebagaimana Mekka dan Medina bagi para Muslim.”

“Mental Arab sendiri haruslah bebas dari warisan (Presiden Mesir) Gamal Abdel Nasser dan Islam politik baik sekte Sunni dan sekte Shia, yang telah ditanamkan demi semata-mata kepentingan politik dari budaya membenci orang-orang Yahudi dan menyangkali hak sejarah mereka di wilayah tersebut.”

Seorang sejarawan Pakistan, Mobarak Haidar, menulis, “Para Muslim di dunia tidak memiliki basis yang nyata untuk menguasai Yerusalem,” Ben-Sorek mengutip tulisan orang Pakistan dari akun Facebooknya pada artikel “Yerusalem dan Klaim-klaim Muslim.” Haidar di sini menyatakan klaim Muslim tersebut sebagai “dongeng,” menandaskan bahwa Yerusalem “telah menjadi ibukota bangsa Yahudi untuk sedikitnya 3000 tahun, lama sebelum Islam terlahir.”

Professor Yahudi ini juga mengutip penyataan serupa dari Professor Youssef Ziedan, penulis dan cendikiawan Mesir yang terkenal baik saat Ziedan diwawancarai di tahun 2015.

Koran online Israel menyatakan “pendirian-pendirian yang dipegang oleh Hakim dan para intelektual Saudi lainnya yang seperti dia adalah satu dari banyak alasan mengapa bangsa Israel semakin terbuka bagi Arab Saudi mengambil sebuah role kepemimpinan di dalam proses perdamaian Timur Tengah.”

Referensi:

Read the rest of this entry

Dua Pakar Arab Muslim beda pendapat tentang kepemilikan Tanah Suci dan kota Yerusalem

Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Injil Matius 2:6 // Mihka 5:2

Sheikh Ahmad al-Adwan VS Dr. Ghada KarmiSheikh Ahmad al-Adwan versus Dr. Ghada Karmi, siapakah yang berbicara berdasarkan fakta yang lebih legal? Keduanya memiliki pandangan yang sama sekali berbeda tentang siapa yang berhak atas tanah yang saat ini negara Israel berada beserta ibukotanya Yerusalem.

Latar belakang mereka:

  • Dr. Ghada Karmi. Ia Arab Palestina kelahiran Yerusalem (1939) adalah seorang dokter kesehatan lahir di Palestina migrasi ke Inggris. Penulis rutin masalah Palestina di media Inggris. Ia juga dosen pada Institure Arab dan Ilmu Islam pada Universitas Exeter di Inggris.
  • Sheikh al-Adwan. Ia Arab Yordania kelahiran Amman (1952) tinggal di negara Yordania. Menekuni ilmu Islam sejak 1997 dan kehidupan Ummah Islam (Masyarakat Islam). Ia sering berkomunikasi dengan banyak pakar agama termasuk dari Kerajaan Yordania serta sejumlah instruktor Sharia Islam dari Yordania, Arab dan universitas-universitas lainnya.

Pernyataan Dr. Ghada Karmi kepada Emily Maitlis wartawan BBC saat itu dihadiri juga Duta Besar Israel untuk Britania Raya Mark Regev berkaitan dengan keputusan Presiden Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ibu ini berkata dengan penekanan suara yang tegas:
“Israel adalah pemilik illegal/ tidak sah atas Yerusalem Timur dan Yerusalem Barat. Bangsa Palestina punya hak atas kota tersebut. Saya lahir di Yerusalem, bagian dari orang asli Yerusalem!
Ditanya seharusnyakan orang Palestina protes atau berdialog dalam menghadapi pengakuan Trump tersebut, Karmi menjawab: “Saya tidak tahu bagaimana mereka harus berbuat, tapi saya tahu apa yang mereka rasakan. Mereka protes, mereka marah, mereka memiliki segala hak untuk marah! Duta Besar Israel menanggapi pernyataan ibu ini, “Why Is Israel the Only Country Without the Right to Choose Its Capital?  (klik untuk melihat wawancara kedua tamu BBC tersebut).
Pernyataan Sheikh Ahamad al-Adwan kepada wartawan Israel on Arabic tentang Tanah Suci / Tanah Perjanjian dan kota Yerusalem:
”Saya percaya pada kitab suci Kuran, fakta ini dinyatakan banyak kali di Kitab. Contoh ”O umat-Ku! Masuklah ke Tanah Suci yang Allah telah tetapkan bagimu” [Koran 5:21], ”Kami telah membuat anak-anak Israel pemilik hal-hal demikian [Koran 26:59], dan ayat-ayat tambahan lainnya di Kitab Suci,” itu jawaban Sheikh al-Adwan ketika ditanya mengapa ia mengakui tanah Israel / Palestina sebagai milik bangsa Israel.
”Siapapun yang berkata ”ini adalah Negara Palestina” adalah entah ia tertidur atau seorang yang suka tidur tengah hari bolong … teroris dan seorang pribadi yang jahat.
Wartawan: Sebagai seorang agamawan, apakah Anda percaya bahwa mereka yang menyebut diri mereka sendiri “bangsa Palestina” memiliki hak untuk mendirikan negara di tanah bersejarah bangsa Yahudi?
”Allah (terpujilah Dia) menulis di Torah bahwa ini adalah tanah anak-anak Israel, Dia telah menyerahkan Tanah Suci kepada anak-anak Israel dan menyebut Tanah tersebut dengan Nama ini (Tanah Israel) dan sebagaimana itu dinyatakan oleh Kitab Kuran: … (Sheikh ini kembali mengutip ayat-ayat Kuran yang ia telah sebutkan sebelumnya dan Kuran 17:104 ”Tinggallah dengan aman di Tanah (Perjanjian), lalu menjawab pertanyaan tersebut,) ”Jadi jawaban untuk pertanyaan Anda, bagaimana mereka (bangsa Palestina) mempunyai hak untuk mendirikan sebuah Negara pada Tanah Israel bangsa Yahudi. Lebih dari itu, bahkan jika semua penduduk dari Tanah (Israel) melupakan hak mereka, atau jadi gila dan bekerja sama dengan mereka yang menyebut dirinya sendiri ”bangsa Palestina” untuk mendirikan sebuah negara bagi yang kemudian (bangsa Palestina), mereka (bangsa Israel) tidak akan berhasil, Allah tidak akan mengijinkan ini sampai Hari Penghakiman, sebab ini adalah kehendak Allah sendiri dan secara khusus telah menulis di Kitab-Nya bahwa Tanah ini akanlah ada sebagai Tanah bangsa Israel di bawah penguasaan orang Israel sehingga tidak seorang pun kemudian akan memperebutkan itu.” Bagian terakhir pernyataan Sheikh ini mungkin beralaskan Surah 5:21 di atas, anak kalimatnya berbunyi: “dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Kuran Indonesia).

Apa yang Alkitab sendiri katakan tentang Tanah Perjanjian / Tanah Suci yang saat ini ditempati oleh bangsa Israel? Ada puluhan ribu ayat, ini adalah satu dari antaranya: Kisah Para Rasul 13: 16-19

Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata:

“Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah! Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.

Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun. Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry

Sarah Zoabi wanita Muslim yang tanpa takut membuka kebenaran tentang Israel

Sarah Zoabi Arab, seorang muslim hidup di Israel. Sarah mengeritik orang-orang Muslim yang berlaku tidak adil kepada bangsa dan negara Israel, sebuah negara yang telah merawat ribuan orang Suriah yang terluka selama perang sipil 6 tahun sementara negara-negara Arab menolak untuk menerima mereka untuk perawatan dan menutup perbatasan-perbatasan negara mereka untuk para pengungsi perang dengan tanpa memberi pertolonganan apapun – namun “kamu mengklaim bahwa Israel adalah sebuah negara apartheid,” Sarah berkata.

Dan Sarah memanggil orang-orang dari dunia Arab untuk menyelidiki hati nurani mereka – mereka yang menyadari kesalahan tersebut namun berdiam diri , “Kalian haruslah malu dengan sikap tutup mulut kalian …”

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

 

Wanita Arab Israel cerita apa adanya tentang Israel

“Apakah Israel sebuah negara apartheid?” Wartawan TV berbahasa Arab menanyai tamunya seorang wanita Arab yang hidup di Israel.

Terjemahan bahasa Indonesia dibuat berdasarkan text Inggrisnya pada video di atas

Wartawan: Apakah Israel sebuah negara apartheid?

Wanita Arab Israel: Bukan! Israel bukanlah sebuah negara apartheid. Israel bukanlah sebuah negara apartheid dan setiap orang yang percaya ini haruslah ada malu pada dirinya sendiri. Anda hidup dalam negara ini dan menikmati seluruh keuntungan dari kewarganegaran tersebut, anda bebas untuk bekerja, belajar, mengekpresikan dirimu sendiri dan apapun yang kamu kehendaki. Anda memimpin dan mendidik generasi-generasi berikutnya dalam negara yang menghargai anda. Lihat pada Suriah, Irak, Mesir dan semua negara-negara Arab sisanya, apa yang mereka telah perbuat bagi kebaikan rakyat mereka?

Wartawan: Saya mencoba mengerti – apa yang ada di Israel?

Wanita Arab Israel: Israel adalah sebuah negara demokrat, sebagaimana itu dinyatakan dalam deklarasi kemerdekaannya dan memiliki (kelompok) minoritas seperti Muslim, Druse dan seterusnya.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara