Category Archives: SEJARAH

Mengapa Masyarakat Muslim Mesir memilih Pemerintahan Sekularisme?

Wanita-wanita Mesir

Wanita wanita Mesir

Orang Mesir bukanlah orang Arab, dan bahkan tidak suka disebut sebagai orang Arab. Meskipun mayoritas orang Mesir adalah Muslim dan bahasa resmi negara Mesir adalah Bahasa Arab, karenanya dikenal sebagai bagian dari “negara-negara Arab,” bagaimanapun orang Mesir memiliki budayanya sendiri yang jauh lebih tua dari budaya dan bahasa orang Arab. Kehadiran bangsa Mesir telah ada bahkan sebelum tokoh Abraham, the First Hebrew (bapa dari nenek-moyang orang Ibrani). Orang Mesir yang berjumlah sekitar 80 juta penduduk adalah seperempat (¼) dari seluruh ‘orang Arab’ (data 2010), saat ini sedang berada di persimpangan jalan antara Sekularisme di sebelah kiri dan Islam Fundamentalisme di sebelah kanan.

Presiden Anwar Sadat (15/10/70-6/10/81), presiden Mesir ke-3, pemimpin Muslim pertama yang membuat Perjanjian Damai tertulis dengan negara Israel, dikenal sebagai Perjanjian Camp David (17/9/78) setelah 12 hari bernegosiasi secara rahasia dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin di Gedung Putih, AS. Presiden Sadat oleh karenanya telah menjadi orang Muslim pertama yang menerima Penghargaan Nobel Perdamaian, pada tahun yang sama. Karena alasan yang sama juga ia telah dibunuh secara berencana oleh organisasi Jihad Islam Mesir (JIM) pada acara parade militer (6/10/81). Wapres Hosni Mubarak, segera mengambil kuris Sadat. Jendral ini segera membuat undang-undang pelarangan organisasi Ikhwanul Muslimin (the Muslim Brotherhood),[1] organisasi Islam Sunni yang lahir tahun 1928 oleh seorang intelektual Islam Hassan al-Banna, yang merupakan ibu dari JIM dan banyak organisasi beraliran jihad lainnya. Di bawah Presiden Mubarak, presiden keempat (14/10/81-11/2/2011), para Muslim fundamentalis Mesir benar-benar ditekan, memaksa mereka hidup seperti tikus di bawah tanah selama 29 tahun.

Meletusnya Revolusi Arab yang berawal di Tunisia (18/12/10), para Muslim fundamentalis Mesir kembali bangkit kepermukaan, memimpin aksi-aksi demontrasi yang diikuti oleh puluhan ribu orang Mesir di berbagai kota; hasilnya, Mubarak tumbang dari kursi pemerintahnnya yang panjang tersebut.[2]

Para Ikhwanul Muslimin melalui partai politiknya Partai Kebebasan dan Keadilan (PKK) meminta diadakannya pemilu tingkat parlemen. Pihak Militer Mesir menyetujui usulan tersebut, karena yakin mereka akan tetap menang. Hasil Pemilu di akhir tahun 2011 merubah Mesir dari kekuatan Militer ke ideologi Islam; PKK mendapatkan 44% kursi, dan rekannya Partai Al-Noor, Islam Salafi, mendapat 25 %. Secara total, para Islamist Mesir berhasil menguasai lebih dari 69% kursi parlemen.

Juni 2012, pemilihan calon presiden dilakukan. Mohammad Morsi, satu dari pentolan pemimpin Ikhwanul Muslim dan PKK menang dengan 51,7% suara.

Morsi sebagai Presiden Mesir segera bergerak cepat dan mengajukan banyak peraturan dan undang-undang baru dan tidak diragukan ia mendapat dukungan penuh dari mayoritas parlemen yang juga para Muslim garis keras. Satu dari usahanya adalah

  • mengajukan berdirinya Parlemen berdasarkan Hukum Islam,
  • memerintahkan pembebasan 572 para aktivis Islam yang telah dipenjarakan oleh pihak militer pada aksi protes 2011
  • mengurangi hukuman dari 16 lainnya dari hukuman mati menjadi tujuh tahun hukuman perjara.
  • membangkitkan kembali kebencian atas Israel.
  • sekitar 3000 anggota Salafis secara terorganisasi menyerang Kedutaan Amerika Serikat di Kairo, merobek benderanya dan menggantinya dengan bendera jihad hitam putih seperti yang ISIS pakai beberapa tahun kemudian.

Morsi mengesahkan Undang-undang baru tersebut tanggal 26/12/12. Sekarang Morsi tidak perlu suara parlemen untuk memutuskan dan melakukan sesuatu. Morsi hari ini telah merampas semua kekuatan negara & mengangkat dirinya sendiri sebagai Firaun Mesir yang baru,” Muhamed El-Baradei, seorang pakar hukum dan diplomat Mesir terkenal menulis pada Twitternya.[3] Lalu demo anti Morsi mulai muncul seketika itu juga.

Demo besar Juni 2013 menumbangkan Presiden Mohamed Morsi
Presiden Morsi memenjarakan siapa saja yang tidak setuju kepada dirinya. Bertumbuhnya sikap diktator Morsi dan pemaksaan agenda Islamnya menentang sekularime dan aturan hukum masyarakat Mesir menambah momentum rakyat Mesir memprotes Firaun baru ini. 29 Januari 2012, Jendral Abdul Fatah al-Sisi, yang saat itu adalah Menteri Pertahanan Negara memperingati kedua kubu partai-partai pro- dan anti-Morsi dengan keras: “Ketidak sepakatan mereka dalam menjalankan Negara akanlah dapat memimpin kehancuran negara dan mengancam masa depan dari generasi-generasi yang akan datang.”

Islam Fundamentalisme dibangkitkan.

  • Morsi menambah kemarahan rakyat Mesir, 17 Juni 2013, ia mengangkat Adel el-Khayat, seorang radikal Muslim yang diduga berkaitan dengan pembantaian 58 turis di kota turis Luxor (Balinya Indonesia) oleh militan Islam, menjadi gubernur Luxor. Rakyat Luxor protes, membuat ia meninggalkan jabatannya seminggu kemudian.
  • 23 Juni, para pengkotbah Islam Salafis memimipin beberapa ratus anggotanya menyerang komunitas Shiah yang sedang ibadah. Menangkap pemimpinnya dan menyuruh jemaat keluar dari gedung ibadah sebelum membakar gedung tersebut. 4 Muslim Shia dipukuli massa hingga tewas dan mayat mereka kemudian diseret di jalan-jalan.

Enam bulan protes, akhirnya rakyat Mesir mulai membuat petisi menumbangkan Morsi, di klaim ada terkumpul 22 juta tanda tangan. Jemaat Kristen Koptik, mewakili 10% populasi Mesir, turut mendukung; mereka telah melihat hampir 30 tahun di bawah pemerintahan Mobarak tetap jauh lebih baik dari Firaun baru yang belum setahun memerintah Mesir. Dan menurut perhitungan pihak Militer melalui helikopter, jumlah orang yang turun ke jalan di seluruh negara Mesir adalah 14 juta pada tanggal 30 Juni 2013, tepat satu tahun Morsi jadi presiden. Banyak orang percaya ini adalah penggenapan dari nubuatan nabi Yesaya pasal 19:1-4.

Jendral el-Sisi memenuhi permintaan “THE PEOPLE DEMAND THE OUSTER OF THE REGIME,” slogan rakyat yang berdemo tersebut. Demo terjadi di 18 lokasi di kota Kairo dan juga kota-kota lainnya secara serentak. Demo anti Presiden M. Morsi di Lapangan Tahrir 27 November 2012 Para lawan Morsi mengklaim adanya sekitar 33 juta orang Mesir turun kejalan. Namun lainnya memperkirakan 14 juta. Saluran Berita Aljazeera, milik Qatar, yang pro-Morsi megabarkan demo di Kairo tersebut tidak lebih dari 800.000 dan 4 juta di seluruh Mesir. Qatar kemudian di asingkan oleh negara-negara Arab pimpinan Arab Saudi. Russia Today menyiarkan berita ini dengan titel “protes terbesar dunia,” ‘Millions against Morsi: Egyptions demand resignation in world’s largest’ protest (video)

1 Juli, pagi hari, aktivis anti-Morsi menyerang kantor utama Ikwanul Muslim di Kairo. Beberapa jam kemudian, gabungan jajaran pihak keamanan Mesir mengeluarkan ultimatum 48 jam yang memberi semua partai politik memenuhi semua tuntutan rakyat Mesir paling lambat 3 Juli.

Pada tanggal 3 Juli, sore itu para pemimpin militer membuat rapat darurat, yang diikuti pertemuan dengan sejumlah pemimpin agama, nasionalis, dan tokoh politik dan pemuda. Pada saat bersamaan pihak Morsi melalui pemimpin Partai politiknya mengeluarkan pernyataan: “Kami tidak pergi ke undangan-undangan dengan siapa pun. Kami memiliki seorang presiden dan selesai!”[4] Jendral el-Sisi atas nama rakyat Mesir menangkap Morsi dan ratusan Muslim garis keras dan mengirim mereka ke penjara. Dan menutup Mahkamah Syariah (Islam).

Popularitas Presiden el-Sisi. Sekarang Mesir dipimpin oleh Presiden ke-enam, Abdel Fattah el-Sisi (8/6/14-saat ini),Majalah TIME El-Sisi orang terpenting di dunia di bawah el-Sisi, hubungan Mesir dan Israel lebih erat daripada sebelumnya. Dalam banyak hal el-Sisi didukung oleh pemerintah Arab Saudi. El-Sisi tidak diragukan adalah seorang Muslim, namun ia sejak kecil terbiasa hidup di lingkungan yang sama dengan orang Yahudi dan Kristen. Di saat Morsi masih presiden, rakyat anti-Morsi memiliki motto: “Tentara dan Masyarakat adalah satu tangan.” Saat ini namanya ada di mana-mana, penutup kue, coklat dan perhiasan leher tertulis “CC” panggilan akrabnya. Restoran-restoran di Mesir menamai burger-burger mereka dengan dengan namanya, di media sosial wajahnya beredar. Presiden Abdel el-Sisi persis seperti Presiden Jokowi kita, ia dekat di hati dan pikiran rakyatnya.[5]

Catatan kaki:
1. Organisasi Islam Sunni Ikwanul Muslimin telah dikenal di Timur Tengah sebagai organisasi yang bertujuan menempatkan Kuran dan Sunnah ke seluruh kehidupan masyarakat dan pemerintahan dengan segala cara baik politik maupun militer; ibu dari segala kelompok Islam berfaham fundamental.  Pada Wiki versi Bahasa Indonesianya, tertulis IM menolak ideologi Al-Qaeda dan Wahabi, dan mengutuk terorisme 2.  Egyptian Crisis (2011–14)
3.  Timeline of the Egyptian Crisis under Mohamed Morsi4. 2012–13 Egyptian protests 5. Abdel Fattah el-Sisi

Read the rest of this entry

Iklan

Kuran diwahyukan Tuhan? – Peristiwa penyaliban Yeshua Ha Mashiah

Lukisan Yeshua tersalib tentara Romawi menusuk lambung-NyaAda banyak cara untuk mengetahui entah kitab suci Kuran adalah hasil wahyu dari Elohim (Allah) atau tidak. Satu dari antarnya dengan menelitinya dari Peristiwa penyaliban Yeshua Ha Mashiah atau Isa al-Masih, Islam menyebut diri-Nya.

Kuran dan Tafsirnya tantang kematian Yeshua di kayu salib. Mayoritas Muslim di dunia percaya bahwa yang mati tersalib bukanlah Yeshua Ha Mashiah, atau Isa al-Masih, iman ini di dasari dari ayat Kuran Surah 4:157. “dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya (k)ami[1] telah membunuh Al Masih,[2] Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Nabi Muhmmad begitu yakin bahwa bukanlah Yeshua yang mati tersalib, dan ia menambahkan bahwa sesungguhnya orang Yahudi tersebut tidak yakin siapa yang sesungguhnya mereka telah bunuh. Pernyataan Muhammad ini diteguhkan oleh Ibn ‘Abbas:[3] “… dengan pasti, mereka tidak membunuh dia,” Tafsir Ibn ‘Abbas pada S. 4:157

Namun Kuran mengkontradiksi tulisannya sendiri; Surah 4:157 disangkal oleh Surah 3:55(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, …”. Tafsir Ibn ‘Abbas: “; it is also said this means: I shall make your heart die to the love of the life of this world. (Then unto Me ye will (all) return) after death,” (ini berarti: Aku akan buat hatimu mati dari kehidupan dunia ini. (Kemudian kepada Ku kamu akan kembali setelah mati)

Al-Tabari,[4] seorang Muslim terkenal juga komentator Kuran abad pemulaan Islam percaya bahwa Yeshua mati tersalib, ia mengutip Ibn Humayd- Ibn Ishaq, “Allah mengijinkan Isa, putra Marriam, mati pada pukul tiga hati itu; kemudian Dia mengambil dia kepada-Nya.”(Al-Tabari, The History of Al-Tabari, Volume IV, The Ancient Kingdoms hal 123)

Alkitab tentang kematian Yeshua di kayu salib. Kematian Yeshua tertulis bukan hanya pada dua atau tiga ayat, tapi ada antara 50-100 ayat di banyak kitab suci di Alkitab. Kematian-Nya telah dinubuatkan oleh para nabi sebelum Yeshua hadir di bumi, empat penulis Injil juga mencatat sejumlah pernyataan Yeshua bahwa diri-Nya akanlah mati tersalib, sisa dari seluruh Kitab di Perjanjian Baru juga meneguhkan Yeshua mati tersalib dan bangkit hidup kembali. Sedikit contoh:

  • Mazmur 69. Nubuatan Ha Mashiah mati terhina demi menyelamatkan umat-Nya. “Sebab mereka mengejar orang yang Kau pukul, mereka menambah kesakitan orang-orang yang Kau tikam. (26, ITB)
  • Nabi Yesaya 52(:13-15) dan 53. Nubuatan yang sejenis Mazmur 69, namun lebih detil. “Lihatlah! Hamba-Ku. YAHWEH telah menimpakan kepadanya kejahatan kita semua (53:6), Sebab ia telah dilenyapkan dari negeri orang yang hidup, … dan dia menetapkan kematiannya (8-9), dia telah menyerahkan nyawanya kepada kematian” (12)
  • Injil Markus 8:30-32. “Kemudian mulailah Yeshua mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.  (31, ITB)
  • Rasul Paulus kepada Gereja Korintus:[5] Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Ha Mashiah telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.  (1 Korintus 15:1-8, ITB)

Rasul Yohanes pada Kitab Wahyu.[6] “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. (1:17b-18). Juga, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:  (Wah 2:8, ITB)

Catatan Klasik Flavius Josephus tentang kematian Yeshua di kayu salib. Flavius Josephus (37-101 AD) ahli sejarah Yahudi abad pertama yang bekerja bagi Pemerintah Romawi. Pada tulisannya berjudul Antiquites tentang sejarah orang-orang Yahudi, ia menyinggung tentang Ha Mashiah (Kristus) pada bagian “Testimonium Flavianum”

“Sekitar masa itu ada hidup Yeshua, seorang yang bijaksana. Karena ia seorang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang luar biasa dan seorang guru dari orang-orang yang menerima kebenaran dengan gembira. Ia memenangkan banyak orang Yahudi dan banyak orang Yunani. Ketika Pilatus, saat mendengar dia dituduh oleh orang-orang ternama di antara kami, menyalahi dia untuk ada disalib, mereka orang-orang yang pertama datang mengasihi dia tidak meninggalkan kasih mereka atas dia. Dan kelompok orang-orang Kristen, karenanya dipanggil sesuai (titel) dia, tetap ada pada hari ini tidak lenyap.”

Dua penulis ini membahas keaslian “Testimonium Flavianum”

  • Tulisan yang sama namun berbahasa Arab, abad ke 10 (terjemahan dari tulisan Josephus versi Yunaninya) menulis, “Pilatus menyalahi dia untuk ada disalib dan mati. … Mereka melaporkan dia telah nampak pada mereka setelah dia tersalib dan dia hidup; …”.[7]
  • Mempebandingkan secara parallel tulisan “Testimonium Flavianum”-nya Josephus dengan tulisan Lukas di Injil Lukas 24:13-27. Professor Goldberg menyimpulkan:

“Kesamaan-kesamaannya begitu banyak dan tidak normal untuk disebut kebetulan. Narrative Lukas tentang Emmaus ditulis ulang oleh Josephus dari sumber-sumber yang kita telah kenal. Karenanya dapat ditarik kesimpulan adalah bahwa Josephus dan Lukas mengalaskan tulisan mereka dari sumber Kristen (atau Kristen-Yahudi) yang umum.[8]

Evaluasi dan kesimpulan. Bagaimana Islam yang baru muncul sekitar 600 tahun sebelum Kristen bisa mengkontradiksi Firman Elohim yang telah diturunkan kepada Orang Yahudi dan Orang Kristen? Bagaimana Islam bisa menyangkal catatan sejarah dunia yang telah diterima baik oleh Orang Yunani dan Orang Roma saat itu?

Orang Muslim tidak bisa berkata Alkitab dan catatan sejarah dunia telah dikorupsi hanya karena isinya berbeda dengan Kuran dan Hadis. Orang Muslim yang jujur haruslah memeriksa sumber acuran Alkitab dan catatan sejarah dunia yang telah tersebar luar sebelum agama Islam lahir, perbedaan kecil pasti ada karena faktor penterjemahan, namum merubah banyak isi Alkitab dan Catatan Sejarah Dunia adalah mustahil. Karenanya bisa disimpulkan bahwa nabi Muhammad tidak mendapat wahyu Elohim atau Tuhan ketika menulis ayat-ayat Kuran tersebut.

Bacaan berkait:

Footnotes:

  1. Sumber aslinya huruf besar “Kami.” Terjemahan yang benar adalah huruf kecil seperti nampak pada semua terjemahan Kuran bahasa Inggris, sebab ini merefer kepada “mereka” yakni orang-orang Yahudi.
  2. Kata “Al Masih” di surah ini membuktikan Kuran tidak sesuai dengan Firman Elohim di Alkitab yang menulis bahwa orang-orang Yahudi yang ingin menyalibakan Yeshua tidak percaya bahwa Dia adalah Ha Mashiah, jadi bagaimana mungkin Kuran bisa menulis orang-orang Yahudi berkata: “kami telah membunuh Ha Mashiah”?
  3. Ibn ‘Abbas, lengkapnya Abd Allah Ibn Abbas (619-687 AD) adalah putra dari al-‘Abbas ibn Abd al-Muttalib, paman dari nabi Muhammad. Ibn Abbas karenanya adalah sepupu Muhammad dan satu dari sejumlah ahli Kuran yang pertama.
  4. Jariri al-Tabari, lengkapnya Abu Jafar Muhammad ibn Jarir al-Tabari (224–310 AH; 839–923 AD), orang Persia sejarahwan, pakar Kuran dan hukum Islam. Semua karyanya ditulis dalam bahasa Arab. Bukunya yang terkenal: History of the Prophets and Kings / Tarikh al-Rusul wa al-Muluk.
  5. Surat kepada Gereja Korintus ini, ditulis tahun 59 AD pada akhir tiga tahun ia tinggal di Efesus (1 Kor 16:5-8). Korintus adalah kota pelabuhan Profinsi Akhaya, Yunani
  6. Pewahuan ini ditulis Yohanes di Pulau Patmos tahun 96 AD, sekitar 58 tahun setelah kebangkitan Yeshua.
  7. Matt Slick, Regarding the quotes from the historian Josephus about Jesus. Slick adalah Presiden dari Christian Aplogetics and Reserch Ministry (CARM)
  8. G. J. Goldberg, Ph. D., The Josephus-Luke Connection. A version of this discussion was originally published in The Journal for the Study of the   Pseudepigrapha 13 (1995), pp. 59-77.

Read the rest of this entry

DR. Mordechai Kedar tentang Yerusalem dan Islam (TV Al-Jazeera)

Logo TV Al-Jazeera Arab QatarTV berbahasa Arab yang paling terkenal di dunia mewawancarai seorang professor dari Departemen Studi-studi Arab membahas tentang berlanjutnya Pemerintah Israel membangun rumah-rumah di kota Yerusalem. Televisi Al-Jazeera adalah milik pemerintah Qatar; Raja-raja Arab pernah memutuskan hubungan dan memotong jalur laut, dan udara mereka sebagai hukuman karena Qatar melalui TV-nya ini berpihak kepada Organisasi Ikhwanul Muslimin (the Muslim Brotherhood) di Mesir dan Hamas di Gaza, yang keduanya mereka nyatakan sebagai ‘organisasi-organisasi teroris.’

Mordechai Kedar in Al-Jazeera about Jerusalem & Islam (teks bahasa Indonesia)

Pewawancara: “(Bukankah ini) memantekkan paku-paku tambahan dalam peti-mati negosiasi-negosiasi Israel-Palestina?” pembawa acara memulai wawancaranya,

DR. M. Kedar: “Saya sungguh tidak mengerti! Mengapa Israel harus meminta permisi dari seseorang di Dunia? Yerusalem telah ada sebagai ibukota kami selama 3000 (tiga ribu) tahun. Kami telah ada di sini ketika bapa-bapa moyang Anda meminum anggur arak (wine), menguburkan hidup-hidup para putri mereka dan menyembah berhala-berhala. Jadi mengapa kita perlu berbicara tentang masalah ini? Ini telah ada sebagai kota kami untuk sudah 3000 tahun dan itu akan ada selamanya tentunya.”

Tuan Rumah TV Al-Jazeera, dengan marah dan tangan telunjuknya ke atas, menghentikan DR. Kedar, berkata dengan keyakinan penuh,

Pewawancara: ”Permisi, Tuan Mordechai! Permisi, permisi! Jika Anda ingin berbicara tentang sejarah, kita akan berbicara tentang Kuran. Anda tidak bisa menghapus Yerusalem dari Kuran.” dan melanjutkan, “Saya meminta Anda berhenti dari ungkapan-ungkapan menyakiti orang-orang Arab dan Muslim.”
Harap, tetap pada subjek (bahasan) kita. Tetaplah pada subjek kita … please!

DR. M. Kedar: “Yerusalem tidak disebut dalam Kuran!

Tuan Rumah TV Al-Jazeera tersentak dengan pernyataan ini, terhenti dan menelan air liurnya lalu berkata kepada dirinya sendiri: “Dimuliakanlah Dia yang membuat hamba-Nya … [Koran]” (sebuah kalimat umum dari ekpresi seorang Muslim memuji Allahnya)

DR. M. Kedar: “Yerusalem tidak disebut dalam Kuran – bahkan sekalipun tidak!! Dan Anda tidak dapat menulis ulang Kuran di sini pada Al-Jazeera.

Sadar benar bahwa tamunya adalah ahli sejarah dan budaya Arab, maka ia segera mengalihkan pembicaraan dari agama ke politik

Pewawancara: “Mari bicara tentang politik, please.”

DR. M. Kedar: “Ok,” dan langsung menembak pikiran lawannya sebelum ditanya, “Yerusalem adalah di luar negosiasi-negosiasi. Yerusalem milik orang-orang Yahudi. Titik!
Tidak ada jalan membicarakan tentang Yerusalem. Tidak ada! Dan namun Anda membangkitkan masalah ini terus menerus.

Pewawancara memotong.
Pewawancara: “Tuan Mordechai, perumahan! Perumahan! Kita berbicara tentang apartemen-apartemen baru yang sedang dibangun di dalam Yerusalem. Anda berbicara tentang beberapa 1000 (seribu) apartemen, dan ada sebuah keputusan untuk membangun 10.000 (sepuluh ribu) unit. Keputusan ini telah ditahan, dan sekarang ada gosip-gosip tentang 1000, 2000, 3000 (pembangunan) tersebut di Yerusalem termasuk seluruh Wilayah Barat (the West Bank), bukankah begitu?

DR. M. Kedar: “Saudaraku, Israel tidak menghitung apartemen-apartemen yang Qatar sedang membangun di Dataran orang Qatar. Jadi mengapa Anda menempelkan hidung Anda di Yerusalem? Yerusalem adalah kota kami selama lamanya. Dan itu bukanlah urusan Al-Jazeera dan bukan orang lain. Titik!
Kota tersebut hanya milik orang-orang Yahudi dan tidak seorang pun memiliki urusan di Yerusalem.

Pewawancara: “Apakah Anda bermaksud bahwa negosiasi-negosiasi antara orang-orang Palestina dan orang-orang Israel adalah di dasari pada ’fakta-akhir’ tentang apa yang sekarang Anda bicarakan, Tuan Mordechai Kedar?

DR. M. Kedar: ”Saudaraku yang terkasih, saya mengundang Anda ke Yerusalem untuk melihat dengan mata Anda sendiri, bagaimana Yerusalem telah berumah ke dalam sebuah kota yang mekar, setelah itu hancur di bawah tangan orang-orang Arab. Sejak 1967 kami telah membangun kota ini – dan sekarang itu terbuka untuk orang-orang Kristen, Muslim dan Yahudi secara merata sebagaimana itu tidak pernah sebelumnya ada di bawah kekuasaan Islam. Islam telah mengusir orang-orang Yahudi– termasuk orang-orang Kristen – keluar dari Yerusalem dan selama periode-periode … Tetapi sekarang (kota Yerusalem) itu terbuka bagi semua. Harap jawab ini ….

Pewawancara memotong,
Pewawancara: “Mengapa setiap kali ketika ada negosiasi-negosiasi Palestina-Israel Anda berbicara tentang perumahan-perumahan dan memutuskan untuk menambah perumahan-perumahan untuk meraih lebih untuk memindahkan lebih (banyak) tanah orang Palestina ke dalam tanah orang Yahudi, jadi Anda mengabaikan kemungkinan apa pun untuk berdirinya sebuah negara Palestina di masa depan, bukankah begitu?”

DR. M. Kedar: “Sejauh ini, telah ada dua negara Palestina … satu negara di Gaza, dan sebuah negara yang – jika Elohim berkehendak, akan ada di Wilayah Barat. Tetapi jika orang-orang Palestina terus-menerus bernegosiasi tanpa tanggung jawab akan ada negara di Hebron, negara di Ramallah, negara di Nablus dan negara di Jenin.

Pewawancara: “Ini menurut skenario yang Israel bicarakan, tetapi keputusan-keputusan internasional mengkontradiksi segala sesuatu yang Anda katakan, tuan Mordechai. Yerusalem Timur adalah pendudukan, pendudukan, pendudukan! Setiap orang tahu itu!

Dr. M. Kedar: “Wilayah Barat bukan milik seorang pun di dunia, sebab wilayah ini tidak pernah dikuasai negara apa pun, seperti Antartika di Selatan. Yordania – sampai 1967 adalah penjajah. Tidak ada penguasa atas Wilayah Barat, tidak seperti Golan dan Sinai – tidak seperti wilayah-wilayah lainnya. Tidak ada penguasaan atas Wilayah Barat. Tidak ada negara yang pernah memiliki kekuasaan di sana. Karena itu tidak seorang pun dapat berkata bahwa ini adalah sebuah territorial yang diduduki. Dari negara mana itu telah diduduki? Yordania adalah penjajah – sampai ’67, dan sekarang Wilayah Barat adalah di bawah aturan orang Israel. Itu bukan milik negara apa pun di dunia, karenanya kami boleh membangun di sana – apa pun yang kami suka.

Pewawancara, secara sepihak menutup percakapan, dengan kalimat penutup formal: “Mordechai Kedar, Departemen Studi-studi Arab Universitas Bar-Ilan, Tel Aviv.

Catatan: Wawancara ini ditayangkan pada 12 Juni 2008. DR. Mordechai Kedar adalah seorang professor dalam budaya Arab, khususnya dalam Islam, politik negara-negara Arab dan Syria. Dosen pada Universitas Bar-Ilan, Tel Aviv, Israel, dimana ia telah mendapat S3-nya. Ia lancar berbahasa Ibrani, Arab dan Inggris. Dan pernah bertugas selama 25 tahun di militer Israel, IDF. Ref.: Mordechai Kedar by Wikipedia

Read the rest of this entry

“Nabi Muhammad tidak lahir di kota suci Mekka!”, professor geologi menyatakan

Film dokumentasi Kota Suci menemukan tempat asli lahirnya IslamFilm dokumentasi ini sangat bagus untuk ditonton dan dipelajari bagi anda yang tertarik dengan sejarah dan khususnya sejarah permulaan Islam. GBU!

“Mereka mengakui bahwa sebelum 800 AD tidak ada catatan tentang Mekka,” professor ini berkata mengutip jawaban dari pertanyaannya kepada para tokoh pemimpin geologi asal Saudi dan Yordan pada sebuah seminar di sebuah universitas di Yordania tahun 2002 membahas tentang suku Nabatian.

Nabi Muhammad, seperti tercatat di buku-buku pelajaran agama, lahir tahun 570 AD, dan pindah ke Medinah tahun 622 AD. Jika Mekka belum ada di tahun 800 AD, jadi di kota apakah sesungguhnya Muhammad lahir? Tahukah anda bahwa kata “Mekka” pada Surah 48:24 dan “Bakka” pada surah 3:96 adalah dua kota yang berbeda dan berlokasi di dua negara yang berlainan? Video ini menjelaskan dengan bukti-bukti catatan sejarah dan bangunan sejarah.

Video dokumentasi yang anda akan lihat ini didasari pada buku-buku tulisan Professor Dan Gibson yang berjudul Qur’anic Geografy (Geografi Kuran) dan Early Islamic Qiblas (Kiblat Islam Permulaan).

The Sacred City (full video – without any text)

Video ini bisa dilihat juga online (rent or buy) di Vimeo  atau lihat disini gratis di Youtube dalam bahasa Inggris dengan text Arab atau bahasa Azeri (bahasa Azerbajan), bahasa Bangla (Banglades), dan bahasa Perancis

Pada film dokumentasi ini kita akan menemukan beberapa hal penting:

  • kota Mekka yang merupakan kota suci utama Islam ternyata tidak memiliki bukti-bukti arkiologi sebagaimana yang tradisi klasik Islam dan kitab-kitab suci Islam nyatakan; Mekka tidak ada aliran air, pepohonan dan persawahan, tidak ada tembok dan bukan jalur utama perdagangan
  • kiblat (arah sembayang) pada awal Islam ternyata tidak menghadap ke kota Yerusalam dan juga tidak ke kota Mekka
  • menginvestigasi ketepatan catatan sejarah Islam yang ditulis dalam hadis Bukhari
  • sejarah unik dibalik kota kuno Petra yakni Bekka / Becca di selatan Yordania
  • peranan Abdullah Ibn Zubayr (Abd Allah al-Zubayr) (624-692) terhadap sejarah Islam; perang besar antar Muslim, runtuhnya Bakka dan lahirnya Mekka dengan kaaba yang baru

Dokumentasi isi memberi beberapa kesimpulan

  • Nabi Muhammad karenanya tidaklah lahir di kota Mekka dimana setiap tahun orang pergi untuk ibadah Haji dan Umra
  • Kota Bakka atau Petra adalah kemungkinan kota yang cocok dimana Abdullah, ayah Muhammad hidup dan melahirkan Muhammad seperti yang digambarkan oleh Bukhari (salah satu dari beberapa penulis hadis ternama)
  • Bukit-bukti geologi menyatakan 100 (seratus) tahun sejak Islam berdiri semua bangunan Mesjid berkiblat menghadap ke kota Petra (Yordan selatan), baru mengarah ke kota Mekka setelah
  • Bangunan Kaaba kuno di Bakka yang berisi 360 berhala ternyata dihancurkan oleh Ibn Zubayr karena tidak sepaham dengan Kesultanan Ummayad (Damaskus), tepat seperti ditulis oleh Al Tabari (Al-Tabari 20:537)
  • Muslim di Kufa (kesultanan Abbasid, di Irak) berpihak dengan Ibn Zubayr memindahkan kiblat dari Bakka ke Mekka. Mesjid Banbhore, Pakistan adalah mesjid pertama berkiblat ke Mekka, dibangun sekitar 100 tahun setelah Muhammad meninggal dunia
  • Di Kufa Alkuran yang komplit terbentuk

Sanggahan: Professor Dan Gibson pada akhir dari film dokumentasinya dengan tegas menolak tuduhan beberapa sejarawan Islam bahwa ia mencoba menulis ulang seluruh sejarah Islam, “Saya tidak melakukan hal ini. Saya hanya menganjurkan satu perubahan kecil. (Yakni) masa lalu, kota suci Islam adalah merefer ke Bekka, saya percaya (kota) itu adalah Petra.”

Buku Dan Gibson lainnya adalah The Nabataeans, Builders of Petra, suku Nabatean adalah keturunan dari suku Edom yang bercampur dengan suku Ismael.

Professor Dan Gibson adalah Sejarawan dan Penulis ini hampir seluruh hidupnya ia telah habiskan di Timur Tengah dan melakukan penelitian tentang awal Islam lebih dari tiga puluh (30) tahun lamanya.

Bacaan berkait:

Read the rest of this entry

Mr. Hakeem cendikiawan Arab lainnya membenarkan Trump “Yerusalem milik Israel”

Abulhameed Hakeem Direktur Pusat Timur Tengah untuk Studi-studi Strategi dan Legal

Abdulhameed Hakeem, Arab Saudi

“Para Arab haruslah menerima hak sejarah Israel atas Yerusalem,” direktur Pusat Timur Tengah untuk Studi-studi Strategi dan Legal di Jeddah berkata baru-baru ini. Pernyataannya telah menjadi viral di Timur Tengah dan di dalam dunia Islam di Asia,” tulis Esor Ben-Sorek, pensiunan professor Israel mengutip hasil wawancara Arab TV.

Jumlah pemuka dan intelektual Arab yang mendukung pernyataan Presiden Donald Trump bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel – dengan kata lain kota Yerusalem adalah milik negara Israel semakin bertambah banyak.

Konflik Israel-Palestina atas Yerusalem telah berlajut lebih dari 50 tahun – sejak kota Yerusalem kembali ke tangan Israel sejak kalahnya Yordan di Perang 6 Hari yang sangat bersejarah tersebut.

Dukungan atas Presiden Donald Trump kali ini datang dari Direktur Pusat Timur Tengah untuk Studi-studi Strategi dan Legal (the Middle East Center for Strategic and Legal Studies) dari kota Jeddah, Arab Saudi, Abulhameed Hakeem.

Pada suatu wawancara pada Al-Hurra TV, suatu saluran TV berbahasa Arab yang berpusat di Amerika Serikat, Mr. Hakeem menjelaskan mengapa keputusan Trump tepatnya telah bertemu dengan penerimaan diam-diam, bahkan menjangkau beberapa derajat penghargaan,

“Keputusan tersebut akan mengarahkan sebuah kejutan positif menuju kegerakan negosiasi-negosiasi air yang macet. Kita sebagai orang-orang Arab, haruslah datang pada sebuah pengertian dengan sisi lain dan mengetahui permintaan-permintaanya sehingga kita dapat sukses dalam usaha-usaha negosiasi,” direktur Pusat Timur Tengah untuk Studi-studi Strategi dan Legal berkata.

Mr. Hakeem tidak hanya setuju dengan cara Presiden Donald Trump di dalam mengakhiri konflik Israel-Palestina, ia lebih lanjut mengingatkan para Muslim dan orang Arab untuk meninggalkan sikat membenci orang Yahudi – yang ia sebut sebagai “Arab mentalitas warisan Nasser” dan “murni ketertarikan politik Islam baik Sunni dan Shia,”

“Kita harus menyesuaikan dan sadari bahwa Yerusalem adalah lambang keagamaan bagi orang-orang Yahudi yang adalah tidak hanya sekedar suci bagi mereka sebagaimana Mekka dan Medina bagi para Muslim.”

“Mental Arab sendiri haruslah bebas dari warisan (Presiden Mesir) Gamal Abdel Nasser dan Islam politik baik sekte Sunni dan sekte Shia, yang telah ditanamkan demi semata-mata kepentingan politik dari budaya membenci orang-orang Yahudi dan menyangkali hak sejarah mereka di wilayah tersebut.”

Seorang sejarawan Pakistan, Mobarak Haidar, menulis, “Para Muslim di dunia tidak memiliki basis yang nyata untuk menguasai Yerusalem,” Ben-Sorek mengutip tulisan orang Pakistan dari akun Facebooknya pada artikel “Yerusalem dan Klaim-klaim Muslim.” Haidar di sini menyatakan klaim Muslim tersebut sebagai “dongeng,” menandaskan bahwa Yerusalem “telah menjadi ibukota bangsa Yahudi untuk sedikitnya 3000 tahun, lama sebelum Islam terlahir.”

Professor Yahudi ini juga mengutip penyataan serupa dari Professor Youssef Ziedan, penulis dan cendikiawan Mesir yang terkenal baik saat Ziedan diwawancarai di tahun 2015.

Koran online Israel menyatakan “pendirian-pendirian yang dipegang oleh Hakim dan para intelektual Saudi lainnya yang seperti dia adalah satu dari banyak alasan mengapa bangsa Israel semakin terbuka bagi Arab Saudi mengambil sebuah role kepemimpinan di dalam proses perdamaian Timur Tengah.”

Referensi:

Read the rest of this entry