Ex-Kyai Haji ‘meramalkan’ Islam di Akhir Zaman

Saifuddin Ibrahim, atau Abraham (nama Kristennya), adalah ex-Kyai Haji asal Bima. Pertobatannya menjadi seorang Pendeta telah menggemparkan dunia Islam di Indonesia, seperti yang juga telah terjadi pada Kyai Haji Hamran Ambrie (ex-tokoh organisasi Islam Muhammadiah).

Pada vidio singkat ini Saifuddin meramalkan (tepatnya: “menafsirkan”) kehancuran agama Islam, ia mendasarkan tafsirannya tersebur dari dua sumber: perkataan nabi Muhammad dan Firman YAHWEH di Kitab nabi Yesaya 21:16-17. Kedar adalah putra kedua dari Isamael, lihat Kejadian 25:12-16

Waktu akan membuktikan benar atau tidaknya tafsiran beliau.

Read the rest of this entry

Iklan

TEAM JIHAD; buku membongkar kualisi Liberal dan Islam untuk menghancurkan Amerika Serikat

Team Jihad buku membahas kualisi Liberal dan Islam menghancurkan Amerika

the Center for Security Policy

Frank Gaffney, Presiden dari the Center for Security Policy sangat antusias dengan buku elektronik baru yang diterbitkannya: Team JIHAD: How Sharia Supremacists Collaborate with Leftists to Destroy the United States.

Mr. Graffney berkata kepada wartawan, “Para Liberal (Leftists) telah bersedia bertoleransi untuk beberapa tingkat kekerasan jihad, tetapi mereka secara khusus santai tentang pendekatan “jihad yang bersifat kemasyarakatan” (“civilizational jihad”), “diam-diam, anti pemerintah” (the “stealthy, subversive”), yang disukai oleh beberapa organisasti tertentu seperti Muslim Brotherhood.”

Matt Vadim, penulis buku ini, mengawali bab pertamanya “The Left, Dawah dan Jihad” dengan mengutip pakar terorist 1970an yang sangat ditakuti negara-negara Barat saat itu:

“Hanya kualisi dari para Marxist dan Islamist dapat menghancurkan Amerika Serikat,” –  Ilyich Ramirez Sanchez, a.k.a. Carlor the Jackal

Pada bab dua, penulis buku menguraikan bahwa Islam dan Marxisme memiliki keterkaitan secara sejarah dan filsafat, ia mengutip karya beberapa nama pemikir Barat dan Islam.

Pada Bab 4 dan 5, buku membahas bagaimana istilah “Islamophobia” dipakai untuk menghancurkan masyarakat Amerika sementara menguatkan aksi kerja jihad

Mr. Graffney memuji penulisnya, “Matt telah membuat sebuah buku yang sangat luarbiasa. Ini tersedia online gratis (PDF file), pada SecureFreedoom.org.” dan menekankan, “Itu sungguh direkomendasikan untuk dibaca pada jaman kita.”

Ketika wartawan menyinggung tentang serangan-serangan terorist di Inggris dan Swedia,

“Kita dapat bungkus itu sebagai diversiti, atau multikulturalisme, atau sensitiviti, atau benar secaral politik untuk masalah tersebut, tetapi pada ujung harinya masalah-masalah tersebut adalah bagaimana sisi lainnya memahaminya.” Mr Graffney menjawab.

“Malangnya, cara mereka memahami itu tidaklah lain yakni sebagai penundukan, dan itu hanya akan meningkatkan bahaya dari jihad diam-diam, tentunya kondisi ini terus berkembang di sini maupun di tempat lainnya. Dan saya kuatir akan jenis kekerasan (jihad)nya juga.”

Read the rest of this entry

AS: Bernie Sanders dikecam atas ‘Test Agama’ Kristophobia dalam politik Amerika

“Your own evil will discipline you; your own apostasies will reprimand you. Think it over and see how evil and bitter it is for you to abandon the LORD your God and to have no fear of Me. This is the declaration of the Lord GOD of Hosts. (Jeremiah 2:19, HCSB)

Status Agama dan Negara di Amerika Serikat

Status Agma dan Negara di Amerika Serikat

Sejumlah Pemimpin Kristen Amerika mengecam keras tindakan Senator Bernie Sanders memperlakukan Russell Vought, kandidat pilihan presiden Trump untuk posisi Office of Management and Budget.

Pada rapat dengar pendapat untuk calan pegawai Gedung Putih, Rabu kemarin, Senator Sanders memasukkan ‘Test Agama’ ke meja politik Amerika Serikat, memakai pernyataan masa lalu Russell tentang Muslim.

“Orang Muslim sederhananya tidak hanya kekurangan theologia. Mereka tidak tahu Elohim sebab mereka telah menolak Yeshua Ha Mashiah Putra-Nya, dan mereka berdiri tertuduh,” Russell menulis di blog Kristen The Resurgent tahun 2016. Russell menulis membela alma mater Kampus Kristen, Wheaton College, yang dikritik karena telah memecat seorang professor yang berkata Orang Kristen dan Muslim “menyembah Elohim yang sama.”

Bernie Sanders bertanya pada Russell Vought apakah pernyataannya tersebut adalah Islamophobia.

“Tidak sama sekali,” Vought menjawab, “Saya seorang Kristen,” Vought memulai, “… dan saya percaya dalam prinsip-prinsip aturan berdasar pada iman saya. Pernyataan saya tersebut untuk membela alma mater saya, Wheaton College, sekolah Kristen yang memiliki sebuah pernyataan iman yang menyertakan pemusatan Yeshua Ha Mashiah untuk keselamatan.”

Bernie memotong Vought dengan tidak sabar, bertanya kembali, “Apakah kamu percaya bahwa orang-orang di Agama Islam berdiri tertuduh?”

“Sekali lagi, senator, saya seorang Kristen,” Vought memulai, “dan saya menulis bagian tersebut …”

“Saya mengerti itu, …” Bernie memotong, kali ini dengan nada kesal, “Saya tidak tahu berapa banyak Muslim di Amerika. Kamu menganggap semua orang tersebut berdiri tertuduh? Bagaimana dengan orang Yahudi? Mereka berdiri tertuduh juga?”

(Ingat, Senator  Sanders adalah seorang Yahudi, namun dikenal sebagai penganut Sosialisme)

“Senator, saya seorang Kristen …” Vought kembali mengingatkan senator Senders

“The idea that religion and politics don’t mix was invented by the Devil to keep Christians from running their own country.” Jerry Falwell (Southern Baptist Pastor of America)

Senator ini kembali memotong kalimat Vought kali ini dengan muka merah dan nada suara yang tinggi ia berkata, “Saya mengerti kamu seorang Kristen!” Ada orang lain yang berbeda agama di negeri ini dan di dunia. Pada penilaianmu, apakah kamu pikir orang-orang itu yang bukan orang Kristen akan ada disalahkan?”

Jawaban Vought kali ini menjelaskan dengan baik bagaimana ajaran Kristen melihat dan harus berlaku terhadap orang-orang bukan Kristen, ia berkata

“Sebagai seorang Kristen saya percaya bahwa semua orang secara individu adalah diciptakan dalam gambar Elohim dan layak akan martabat dan kehormatan diluar keyakinan-keyakinan agama mereka.” Saya percaya, sebagai seorang Kristen begitulah saya harus memperlakukan semua pribadi …” [Lihat: Kejadian 1:26-27; Keluaran 23:9; Imammat 19:9-10; Matius 5:43-48; Mat 22:36-40; Yohanes 15:17; Yakobus 2:8; 1 Petrus 2:8; 1 Yoh. 4:7-8]

Kembali Senator ini memotong kalimat Vought, dan berkata kepada pemimpin rapat:

“Dengan sederhana saya berkata Tuan Pemimpin, bahwa calon ini sungguh bukan seorang yang negeri ini seharusnya menjadi. Saya akan mem-veto ‘Tidak’.”

Senator Senders ini lupa (atau pura-pura lupa) bahwa para pendiri negara Amerika Serikat adalah orang-orang Kristen, dan sesuai Konstitusi Amerika Serikat pada Article VI, bagian 3 tertulis , “… but no religious test shall ever be required as a qualification to any office or public trust under the United States.”

Kritik pedas membanjiri Senator B. Sanders:

Presiden Etik dan Komisi Kebebasan Beragama (ERLC) dari Southern Baptist Convention, Russell Moore, perbuatan senator Sanders ia gambarkan sebagai pengabaian yang mengejutkan, baik pada sisi Konstitusi AS maupun doktrin dasar Kristianiti

“”Senator Sanders’ comments are breathtakingly audacious and shockingly ignorant—both of the Constitution and of basic Christian doctrine.” Situs erlc.com menulis

Mr. Moore mengejek sosialis Sanders akting seperti Kristen theologi, ia berkata: “While no one expects Senator Sanders to be a theologian, we should expect far more from an elected official who has taken an oath to support and defend the Constitution.”

Reverance Penginjil Franklin Graham pada Facebooknya berkomentar singkat namun pedas:

Is Bernie Sanders right? NO. Is he wrong? YES.
Is Russell Vought politically correct? NO. Is he right? YES!

Jesus said, “I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through Me.” End of discussion.

Presiden Dewan Penelitian Keluarga (FRC), Tony Perkins. Ia mengajak semua orang Amerika untuk mengisi petisi menuntut Sanders minta maaf  untuk “mengingatkan setiap Senator AS bahwa Konstitusi AS menggaransi tidak adanya test pewarnaan agama. Orang-orang Amerika haruslah tidak ada dipaksa untuk memilih antara iman mereka dan pelayanan masyarakat.”

FRC memperingatkan rakyat Amerika: “Instead of big-picture financials, the debate became a firefight over Vought’s Christian faith — the latest proof that eight years of Obama’s religious hostility still lingers.” Baca: Bern Victim: Sanders Wars against Nominee’s Faith

Read the rest of this entry

Mengapa Islam garis keras ditolak oleh mayoritas Pemerintah Dunia Arab dan Asia?

“Seratus tahun Tirani adalah lebih disukai daripada satu malam Anarki” – Pepatah Syria kuno

Islam pada Persimpangan, Jalan Islam at the CrossroadsSementara para imam Islam (yang bahasa Arab adalah bahasa ibu) mengkotbahkan di Mesjid-mesjid setiap Jumat pentingnya kebangkitan Islam dengan segala cara, para penguasa negara mayoritas Muslim menghadang aksi para imam tersebut. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada Dunia Islam?

Empat dekade belakangan ini, berita dipenuhi dengan berita-berita serangan teroris yang berkaitan dengan kebangkitan agama Islam. Dunia Barat dibuat panik teror bom dibuat Carlos the Jackal, julukan Ramirez Sanchez pemuda Amerika Latin. Teror ini berlanjut lebih dari 10 tahun. Qaddafi, presiden Libya pendukung utama keuangan untuk aksi teror pemuda yang beraliran Komunis Marxisme sekaligus pembela Islam garis depan.

Osama bin Laden, pendiri Al Qaida meneruskan aksi Carlos the Jackal. Osama adalah pemuda Saudi dari aliran keras Islam Wahabbi dan . Badan-badan intelejen Barat dan Israel percaya bahwa keuangan Al Qaida didapat dari negara-negara Arab. Ia pernah makan bangku kuliah di Saudi bahkan di AS.

Memasuki abad 21, kelompok-kelompok Islam garis keras bermunculan seperti jamur di Musim Semi, sehingga disebut gerakan Islam ”Arab Spring” atau “Jalan Arab” Satu dari sekian organisasi Islam yang terkenal adalah Negara Islam Irak dan Syria (NIIS), atau ISIS / ISIL dalam bahasa Inggrisnya atau Daish orang Arab menyebutnya. Pendiri dan pemimpin tunggal dari NIIS adalah pemuda Irak bernama Abu Bakr al-Baghdadi, bergelas S3 (doktor) dalam bidang agama Islam. Abu Bakr kemudian memproklamasikan dirinya sendiri sebagai Kalifah dan mengganti nama organisasinya menjadi ”Negara Islam” (Islamic State). 

Pemerintah Qatar secara langsung bertanggung jawab atas kerugian dan kerusakan negara-negara Arab yang ditimbulkan oleh gerakan Arab Spring ini; bangsa Mesir dan Syria tidaklah akan melupakan.

Pada awal gerakan Islam Arab Spring atau Jalan Arab, banyak pemimpin Arab dan negara-negara Islam di dunia mendukung gerakan tersebut, bahkan beberapa negara Barat pun bersimpati, sebab mereka pikir itu adalah gerakan demokrasi. Perancis, AS dan Britania Raya terlibat langsung dalam menumbangkan Presiden Qaddafi.

Pergeseran radikal kebijakan para pemimpin Arab dan negara-negara mayoritas Muslim terhadapat gerakan Islam.

Mesir adalah negara moyoritas Muslim terbesar di dunia Arab, sekalipun hanya 80% penduduknya beragama Islam. Presiden El-Sisi secara terang-terangan menolak gerakan Islam garis keras yang dibawa oleh keompok Muslim Brotherhood (MB). MB adalah organisasi Islam radikal asal Mesir berdiri tahun 1928, merupakan ibu dari semua gerakan Islam radikal saat ini. Mesir juga termasuk satu dari sejumlah negara Arab yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Marokko, sekalipun agama Islam adalah agama negara, namun pemerintah mengamati gerak-gerik Muslim radikal secara ketat, pemerintah menaruh banyak mata-mata di Mesjid-mesjid.

Pemerintah Irak dan Syria sampai saat ini memerangi semua gerakan Islam garis keras. Irak dibantu Iran dan AS memerangi Negara Islam, dan sementara pemerintah Syria dibantu Russia dan Iran.

Di Asia, Indonesia dan Pakistan adalah dua negara berpenduduk Muslim terbesar di Asia bahkan di dunia. Pemerintah Indonesia, di bawah Presiden Soeharto dan Habibbie mendukung penyebaran agama Islam di Indonesia, itu tidak diragukan. Namun presiden Soeharto tidak segan-segan menghukum keras kelompok Islam garis keras, itu nampak pada ”Peristiwa Tanjung Periok” dan gerakan ”Aceh Merdeka.” Dan sekarang, Pemerintah sedang meminta pertanggung jawaban pemimpin FPI

Di Pakistan, semasa presiden Pervez Musharraf (2001-2008) kelompok Islam garis keras seperti Mujahidin dan Al-Qaida diperangi habis-habisan bahkan sampai memasuki wilayah Afganistan. Pemerintah Pakistan yang sekarang mulai menghukum keras para pelaku ”Honor Killing,” tindakan menghukum sampai mati seseorang demi membela nama baik keluarga dan Islam.

Jika kita amati baik-baik, satu-satunya pemerintah negara mayoritas Muslim di dunia yang sungguh-sungguh berdiri membela gerakan Islam garis keras adalah pemerintah Iran, yang juga adalah satu-satunya negara berstatus ”Negara Islam Republik

Adakah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Mengapa para pemimpin negara Islam di dunia menolak Islam garis keras?
  • Kemanakah sesungguhnya agama Islam sedang menuju saat-saat ini?
  • Dapatkah Islam mendominasi dunia seperti yang diimpikan oleh banyak pemimpin agama Islam?

Read the rest of this entry

Negara Persatuan Arab mendisiplin keras Qatar, apa alasannya?

Negara-negara Arab menhukum Qatar karena IranEmpat utama negara Arab dan tiga negara lainnya memutuskan segala hubungan dengan negara Qatar sejak  Senin, 5 Juni. Mereka adalah Arab Saudi, Persatuan Uni Arab, Mesir dan Bahrain, dan tiga lagi adalah Yemen, Maldives dan pemerintah Libya yang berpusat di Timur.

Negara-negara tesebut mengusir para dipolomat Qatar keluar dari negara tersebut dalam 2 x 24 jam, jalur penerbangan, dan laut serta darat terputus dengan Qatar, dan yang lebih keras adalah warga negara Qatar harus meninggalkan negara-negara tersebut dalam waktu 2 x 7 hari. Ini juga berarti secara tidak langsung menghentikan suplai ekonomi dan makanan masuk ke Qatar dan menguncangkan negara ini sebagai tuan rumah untuk Kejuaraan Dunia sepak bola  (2022). Ini merupakan disiplin terberat yang Qatar pernah terima.

Apakah kesalahan Qatar sehingga mendapat disipilin yang begitu keras?

Tahun 2014, Qatar pernah dikucilkan oleh negara-negara Arab oleh sebab terang-terangan mendukung organisasi-organisasi Islam garis keras: Muslim Brotherhood (Mesir), Hamas (Gaza), Hisbollah (Libanon). Dukungan Qatar tersebut kepada organisasi Islam yang digolongkan sebagai organisasi terorist berupa bantuan uang dan media. Media raksasa berbahasa Arab dan Inggris Al-Jazeerah adalah milik negara Qatar, dan berperan besar dalam menggulingkan Presiden H. Mubarak dan menjadikan orang Muslim Brotherhood, Mohammad Morsi, jadi presiden Mesir.

“[Qatar] embraces multiple terrorist and sectarian groups aimed at disturbing stability in the region, including the Muslim Brotherhood, ISIS and Al Qaeda, and promotes the message and schemes of these groups through their media constantly,” Saudis Press Agency (SPA) menulis.

Kebijakan Qatar mendukung organisasi-organisasi tersebut tidak berubah, bahkan

Penguasa Qatar Emir Tamim bin Hamad al-Thani

Tamin bin Hamad al-Thani

semakin ’melewati garis merah’ menurut ukuran para pemimpin negara Arab tersebu di atas. Akhir bulan Mei 2017, Tamin bin Hamad al-Thani, Emir Qatar pada sebuah pidatonya sengaja mengeritik Amerika Serikat (Bodyguard bagi negara-negara kerajaan Arab dari ancaman Iran dan Irak), menguatkan kembali dukungan keuangan Qatar bagi organisasi-organisasi Islam radikal yang di black-list (baik oleh Persatuan Negara Arab dan Internasional). Dan ini membahayakan keamanan negara Saudi, SPA menulis.

Namun yang mungkin membuat mereka marah besar adalah pernyataan Emir Qatar ini untuk mendukung Iran. Iran bukan saja sebuah negara Islam Shiah terbesar dan terkuat di Dunia, lebih lagi Iran adalah ancaman terbesar Kerajaan Arab Saudi dalam hak pengelolaan ibadah Haji maupun sumber minyak di wilayah Teluk Persia.

Akankah Qatar masuk ke dalam rangkulan Negara Islam Republik Iran, untuk bisa menghidupkan ekonomi dan bisnis penerbangannya? Read the rest of this entry