Vatikan: Top Kardinal tertangkap basah praktek homosex dan obat terlarang di apartemennya

Vatican Police Break Up Gay Orgy at High-Ranking Cardinal’s Apartment

Sumber lain berkata, bahwa praketek homosex di antara pemimpin Gereja Katolik di Roma adalah normal, Pendeta Katolik di Roma adalah gay (pria homosex) mencapai 98%, ia mengutip majalah Italia, (lihat video di bawah).

Minggu ini, di Australia seorang Kardinal senior sedang diadili oleh pemerintah karena kasus phedofile (pelecehan sex terhadap anak-anak remaja).

Artikel berkait:

Kejadian ini mengingatkan saya pada Kitab Ibrani 12:26-29, bahwa suatu kali Elohim akan menguncang segala sesuatu di bumi, hingga hanya tertinggal yang “tidak tergoncangkan”  yaitu Kerajaan Elohim. Di Timur Tengah, agama Islam juga sedang terguncang. Read the rest of this entry

Iklan

A Moment for Truth (about Islam) by Dave Hunt

America awakened September 11 to appalling scenes on TV of passenger planes deliberately crashing into the towers of the World Trade Center and into the Pentagon. Stunned disbelief gave way to the question, who could so carefully plan and efficiently execute such incredibly inhumane destruction and slaughter? What cause could so powerfully motivate educated and trained individuals to sacrifice their own lives and the lives of so many total strangers in this manner? In the minds of civilized people these men were unbelievable fanatics. But were they?

Could one call the spiritual leader of an entire major country a “fanatic,” a man universally recognized as properly representing his religion? Who would know his religion better than the spiritual leader himself? Such was Iran’s Ayatollah Khomeini when he declared, “The purest joy in Islam is to kill and be killed for Allah.”1 Is that fanaticism? Read the rest of the article

Read also:

Read the rest of this entry

14 FACTS THAT EVERYONE SHOULD KNOW ABOUT ISRAEL by Shalach.org

Two peoples claim the same piece of real estate in the Middle East. Whose land is it? Who owns the title deed? Israel or the Palestinians? Both peoples? Who has the right to decide to whom the Land belongs? Israel? The Arab nations? The United States? The United Nations? How do we decide? By occupation? By war? By the claims of history? When the Word of God speaks authoritatively on any subject, that is the final word. God has much to say about the land and people of Israel in His supernatural revelation, the Bible.

A PEOPLE CHOSEN TO WITNESS
The Creator of all things chose the nation of Israel to be a unique
people that would witness to His reality. For you are a holy people to the Lord your God; the Lord your God has chosen you to be a people for His own possession out of all the people who are on the face of the earth (Deuteronomy 7:6). We were chosen to be witnesses of God’s reality to a world that had fallen away from God. You are My witnesses, declares the Lord, and My servant whom I have chosen, in order that you may know and believe Me, and understand that I am He. Before Me there was no God formed, and there will be none after Me. I, even I am the Lord; and there is no Savior beside Me (Isaiah 43:10-11). The Jewish people were chosen to demonstrate to the world that there was one true and living God. Read the rest of the article

Read also:

Read the rest of this entry

Ex-Kyai Haji ‘meramalkan’ Islam di Akhir Zaman

Saifuddin Ibrahim, atau Abraham (nama Kristennya), adalah ex-Kyai Haji asal Bima. Pertobatannya menjadi seorang Pendeta telah menggemparkan dunia Islam di Indonesia, seperti yang juga telah terjadi pada Kyai Haji Hamran Ambrie (ex-tokoh organisasi Islam Muhammadiah).

Pada vidio singkat ini Saifuddin meramalkan (tepatnya: “menafsirkan”) kehancuran agama Islam, ia mendasarkan tafsirannya tersebur dari dua sumber: perkataan nabi Muhammad dan Firman YAHWEH di Kitab nabi Yesaya 21:16-17. Kedar adalah putra kedua dari Isamael, lihat Kejadian 25:12-16

Waktu akan membuktikan benar atau tidaknya tafsiran beliau.

Read the rest of this entry

TEAM JIHAD; buku membongkar kualisi Liberal dan Islam untuk menghancurkan Amerika Serikat

Team Jihad buku membahas kualisi Liberal dan Islam menghancurkan Amerika

the Center for Security Policy

Frank Gaffney, Presiden dari the Center for Security Policy sangat antusias dengan buku elektronik baru yang diterbitkannya: Team JIHAD: How Sharia Supremacists Collaborate with Leftists to Destroy the United States.

Mr. Graffney berkata kepada wartawan, “Para Liberal (Leftists) telah bersedia bertoleransi untuk beberapa tingkat kekerasan jihad, tetapi mereka secara khusus santai tentang pendekatan “jihad yang bersifat kemasyarakatan” (“civilizational jihad”), “diam-diam, anti pemerintah” (the “stealthy, subversive”), yang disukai oleh beberapa organisasti tertentu seperti Muslim Brotherhood.”

Matt Vadim, penulis buku ini, mengawali bab pertamanya “The Left, Dawah dan Jihad” dengan mengutip pakar terorist 1970an yang sangat ditakuti negara-negara Barat saat itu:

“Hanya kualisi dari para Marxist dan Islamist dapat menghancurkan Amerika Serikat,” –  Ilyich Ramirez Sanchez, a.k.a. Carlor the Jackal

Pada bab dua, penulis buku menguraikan bahwa Islam dan Marxisme memiliki keterkaitan secara sejarah dan filsafat, ia mengutip karya beberapa nama pemikir Barat dan Islam.

Pada Bab 4 dan 5, buku membahas bagaimana istilah “Islamophobia” dipakai untuk menghancurkan masyarakat Amerika sementara menguatkan aksi kerja jihad

Mr. Graffney memuji penulisnya, “Matt telah membuat sebuah buku yang sangat luarbiasa. Ini tersedia online gratis (PDF file), pada SecureFreedoom.org.” dan menekankan, “Itu sungguh direkomendasikan untuk dibaca pada jaman kita.”

Ketika wartawan menyinggung tentang serangan-serangan terorist di Inggris dan Swedia,

“Kita dapat bungkus itu sebagai diversiti, atau multikulturalisme, atau sensitiviti, atau benar secaral politik untuk masalah tersebut, tetapi pada ujung harinya masalah-masalah tersebut adalah bagaimana sisi lainnya memahaminya.” Mr Graffney menjawab.

“Malangnya, cara mereka memahami itu tidaklah lain yakni sebagai penundukan, dan itu hanya akan meningkatkan bahaya dari jihad diam-diam, tentunya kondisi ini terus berkembang di sini maupun di tempat lainnya. Dan saya kuatir akan jenis kekerasan (jihad)nya juga.”

Read the rest of this entry