Medinah: Ajaran Rizieq Ketua FPI “memanipulasi fakta via media” dalam kehidupan bangsa Indonesia

Rizieq memakai istilah yang dibuat oleh RAND Corporation, organisasi Amerika melihat dunia Islam, RAND Corp. membagi dunia Islam kedalam 4 kelompok Muslim, dikutip dari penjelasan Rizieq:

  • Islam Fundamentalist: mendukung Syariah Islam (SI), mendukung penegakan negara Kalifat, anti Demokrasi, sangat kritis terhadap pemikiran dan budaya Barat
  • Islam Moderat / Mordernist: anti SI, anti Kilafah, pro demokrasi, sedikit kritis terhadap Barat
  • Islam Liberalist: 1-3 sama dengan Moderat. Pro budaya Barat
  • Islam Tradisionalist: Sama dengan Fundamentalist tapi netral terhadap sistim demokrasi.

WAJIB N0NT0N !! CERAMAH Terbaru HABIB RIIZEQ Di MADINAH Saudi ARABIA

 

Ketua Front Pembela Islam (FPI) ini, pada ceramahnya di Medinah, Mei 2017, mengajar para pendengarnya bagaimana berurusan dengan Pemerintah; dimulut (media) menolak suara-suara yang keluar dari “Muslim Fundamentalist” namun dalam praktek tetap radikal: “kalau tidak bisa dirangkul, dipukul” dan “kalau tidak bisa dipeluk, digebuk,” Rizieq memerintahkan.

Berikut ini sedikit salinan apa yang ketua FPI ini ajarkan kepada umat Muslim Indonesia saat berada di Medinah:

“Jangan pernah memberitakan segala kebaikan sebesar apapun yang dilakukan kelompok Fundamentalist.” Sebaliknya, “Segala kesalahan sekecil apapun yang dilakukan kelompok Fundamentalist harus di-viral-kan, harus disebar luaskan dan harus di-ulang-ulang supaya itu melekat di hati masyarakat bahwa mereka orang-orang yang tidak layak diberikan tempat di kita punya negeri.”

Rizieq berlanjut: “jangan mencantumkan titel mereka baik kehormatan maupun akademi supaya memberi opini ke masyarakat bahwa mereka ‘kuper, bodoh, tidak berpendidikan dan tidak punya gelar.’”

Sebaliknya ia meminta semua umat Islam untuk memperlakukan Kelompok (Muslim) Modernist dan Liberal dengan rasa hormat yang tinggi.

“Berikan ruang bicara, jika ada dari mereka berbuat kesalahan jangan di-veral-kan, tapi jika berbuat baik sekecil apapun itu harus di-viral-kan dan harus disebar luaskan, dengan tujuan “seolah-olah itu adalah pendapat Islam Internasional”

Ia menambahkan, “Kejelekan mereka sebesar apapun harus disembunyikan. Penyebutan nama mereka harus lengkap dengan segala gelar kehormatan dan akademisnya.”

Sederhananya tak-tik Rizieq, ketua FPI, bagaimana umat Islam bisa membela dan memenangkan Islam di Indonesia melalui media: Pada satu sisi mempermalukan kelompok intelektual Islam dan Kuran yang berani bicara terang-terangan, yang disebut “Islam Fundamentalist” (menolak kenyataan) dan pada sisi lainnya, menjunjung tinggi “kelompok Islam Moderat” dan “Islam Liberal” sekalipun merekia tidak mengerti ajaran Islam dan kitab sucinya (menampilkan wajah manis)

Dengan kata lain ketua FPI ini mengajar: “menolak fakta Islam yang diberitakan oleh para Intelektual Islam dan menjadikan opini-opini Muslim Nominal/ KTP (Modernist dan Liberal) sebagai fakta Islam” – untuk mengelabui masyarakat dan Pemerintah.

Dalam dunia perang, tak-tik Rizieq ini dikenal sebagai taktik gerilya (menyerang ketika musuh lengah), dan taktik musuh dalam selimut (berpura-pura sepihak, menghancurkan dari dalam).  Taktik ini dipakai oleh NIK (Daesh/ ISIS) pada tahun-tahun pertama gerakan militer mereka, hasilnya banyak pemuda dan pemudi Muslim dari berbagai dunia tertarik untuk bergabung. Namun hanya dalam dua tahun NIK menunjukkan karakter aslinya, mereka membantai tanpa belas kasihan bukan saja tentara Muslim Pemerintah Irak dan Syria, namun juga anggota mereka sendiri yang berbeda pendapat tentang berperang dan yang ingin pulang.

Read the rest of this entry

ALLAH memerintahkan nabi Muhammad percaya kepada Alkitab – Surah 10

(D)emikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11, ITB)

Surah 10 adalah pasal Nabi Yunus, diawali dengan ”A.L.R. Ini adalah ayat-ayat dari Kitab Hikmatatau the Wise Scripture (Pickthal) / the Book of Wisdom (Yusuf Ali). Ketahuilah, Tuhanmu adalah Allah (God, Elohim) yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari … kepada Dia kamu semua akan kembali; Janji Allah adalah benar dan pasti. (Baca ayat 1 dan 5). Nabi Yunus merefer perkataannya ini kepada Elohim yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub: Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kejadian / Taurat 2:1-3, ITB)

Kuran terjemahan Indonesia mengganti kata Al-Kitab / the Scripture / the Book menjadi ”Al Quran: ”Ini ayat-ayat adalah Al Quran yang mengandung hikmat.” (DEPAG RI, CV. TOHA PUTRA, 1989). Para Pembaca Kuran versi terjemahan Indonesia perlu memperbandingkan isinya dengan versi-versi Kuran bahasa lainnya.

Jelas Surah 10:1 merefer kepada Al-Kitab atau The Book, hal ini nampak pada ayat beriktunya; Allah telah mengutus Nuh (ayat 71-73) dan nabi-nabi lainnya seperti Musa dan Harun (74-75) untuk melepaskan orang Israel dari perbudakan raja Mesir Firaun (90).

Dan pada Surah 10:94 Tuhan melalui nabi Yunus memerintahkan Muhammad untuk percaya kepada Al-Kitab, dan jika ia masih ragu akan pewayhuan yang ia dapatkan tersebut ia diperintahkan untuk bertanya kepada orang-orang yang telah membaca Kitab tersebut, yakni Bangsa Israel dan Umat Kristen, para pengikut Yeshua Ha Mashiah (Isa al-Masih), tertulis dalam empat versi:

  • ”Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. (DEPAG RI, CV. TOHA PUTRA, 1989)
  • “And if thou (Muhammad) art in doubt concerning that which We reveal unto thee, then question those who read the Scripture (that was) before thee. Verily the Truth from thy Lord hath come unto thee. So be not thou of the waverers. (Pickthal)
  • “But if you are in doubt as to what We have revealed to you, ask those who read the Book before you; certainly the truth has come to you from your Lord, therefore you should not be of the disputers.  (Shakir)
  • “If thou wert in doubt as to what We have revealed unto thee, then ask those who have been reading the Book from before thee: the Truth hath indeed come to thee from thy Lord: so be in no wise of those in doubt. (Yusuf Ali)

Pada Sura 10:94, sekali lagi Tuhan berbicara kembali tentang ”Al-Kitab/ the Book / the Scripture.” Kita perlu ingat kitab Kuran belum terbentuk bahkan saat nabi Muhammad meninggal dunia (632 AD), hal ini diakui oleh banyak ahli Kuran. Jadi tidak diragukan “Kitab” yang dimaksud adalah Alkitab.

Sedikit informasi tentang nabi Yunus. Sura 10:22, menceritakan cerita yang sejenis dengan kitab Yunus 1:4-16; badai yang besar melanda kapal yang ditumpangi oleh Yunus, ketika TUHAN meredakan badai para penumpang kapal “mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar” (16)

Sekarang kita melihat sejarah kapan nabi Yunus ini hidup. YAHWEH (TUHAN, dalam Alkitab Indonesia) mengutus nabi Israel bernama Yunus ke kota Niniwe / Nineveh (sebelah timur dari kota Mosul, Irak modern), ibukota dari raja Asyur bernama Salmaneser, untuk berkotbah pertobatan ”karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” (Yu 1:2). Pelayanan Yunus sebagai nabi dicatat dari 793 BC sampai 753 BC. Ini berarti sebelum nabi Yesaya terpanggil sebagai nabi (740-681 BC). Tepatnya Yunus hidup di jaman raja Israel Yerobeam II (794-755 BC).

Baca juga:

Alkitab dengan jelas mengungkap bahwa semua kitab para nabi – dari nabi Musa sampai nabi Maleakhi semua berbicara / bernubuat tentang Yeshua Ha Mashiah, atau Isa al-Masih (dunia Islam mengenal-Nya), perhatikan pernyataan Yeshua di bawah ini.

Sehari setelah Yeshua bangkit dari kematian-Nya, Dia berkata kepada dua pemuda yang sedang bercakap-cakap dalam pejalanan menuju desa Emaus, tertulis dalam Injil Lukas 24 mulai dari ayat 17

“Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”

“Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” seorang dari mereka balik bertanya tanpa menyadari dengan siapa mereka sedang berbicara. Dan mereka menjelaskan pada Yeshua apa yang sedang mereka bicarakan:

“Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.” (ayat 20-24)

Lala Yesus memberi pewahyuan kepada mereka:

“Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (25-27).

Ijinkanlah saya mengingatkan dan meyakinkan Anda para Muslim, bahwa Tuhan telah memerintahkan nabi Muhammad untuk percaya kepada Alkitab sebagai kebenaran Firman Elohim YAHWEH, yang setiap orang harus percaya tanpa keraguan, seperti Sura 10:94 berkata:

  • ”Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.”
  • ”Verily the Truth from thy Lord hath come unto thee. So be not thou of the waverers. (Pickthal) (Terjemahan bebas: Sesungguhnya Kebenaran dari Tuhanmu telah datang kepada mu. Jadi janganlah kamu termasuk dari para orang-orang yang terombang-ambing)

5 Terjemahan Kuran bahasa Inggris bisa dibaca di sini. http://prophetofdoom.net/Qurans.Islam

Baca juga:

Read the rest of this entry

Pidato Presiden NKRI Joko Widodo di Stadion Utama Senayan 2017 – mimpi Abdillah Toha

Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak – Amsal Salomo 25:11

Presiden Joko Widodo pidato

Presiden NKRI Joko Widodo

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh. Merdeka! “Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Hari ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan keselamatan bangsa. Seperti telah sama-sama kita saksikan dan rasakan, belakangan ini media cetak, televisi, dan media sosial dipenuhi berbagai berita, debat, dan pembahasan tentang kelompok-kelompok masyarakat yang bersuara lantang tentang berbagai hal. Hampir tiap minggu jalanan kita dipenuhi oleh tuntutan-tuntutan yang memekakkan telinga dalam unjuk rasa yang tidak jarang menganggu ketertiban umum. Udara ibu kota menjadi pengap oleh ungkapan-ungkapan yang penuh polusi.

Tidak ada larangan bagi anggota masyarakat mana pun untuk berbicara menyampaikan aspirasinya. Namun, yang mengkhawatirkan, suara-suara itu tampaknya makin lama makin tak terkendali dan sudah sampai pada tahap membahayakan kerukunan dan persatuan bangsa, ketika menyangkut hal-hal yang peka seperti kebinekaan, dasar, dan ideologi negara, serta kemajemukan yang menjadi landasan bagi keutuhan bangsa ini.

Pikiran, waktu, dan tenaga kita semua kemudian tercurahkan pada gonjang ganjing ini, sedangkan banyak urusan yang lebih penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat yang memerlukan perhatian kita berisiko terabaikan. Terlalu besar biaya yang harus ditanggung rakyat ketika aparat negara habis waktunya untuk terus menerus berupaya mencegah kekacauan yang bisa ditimbulkan oleh perseteruan yang tidak perlu.

Lebih mengkhawatirkan lagi ketika apa yang disebut sebagai gerakan-gerakan masyarakat ini kemudian menjurus kepada ekstremisme dalam bentuk ujaran-ujaran kebencian, eksklusivisme, dan rasisme.

Tempat-tempat ibadah yang seharusnya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik telah disalahgunakan untuk menyampaikan agitasi politik. Bukan saja masyarakat awam, tetapi banyak di antara warga terdidik juga termakan oleh isu-isu berbau fitnah yang disebarkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab. Tekanan dan intimidasi terus menerus dilontarkan ke arah lembaga peradilan yang sedang melaksanakan tugas mulia negara hukum.

Sudah terlalu banyak contoh hancurnya sebuah negara dengan akibat penderitaan jutaan rakyatnya yang disebabkan oleh perselisihan antarwarga negeri sendiri yang tak terkendali, seperti yang terjadi di Afghanistan, Irak, Libya, dan Suriah. Ekstremisme yang ditandai dengan kekerasan verbal kemudian berkembang menjadi kekerasan fisik.

Kita tidak boleh lengah dengan membiarkan kekuatan-kekuatan anti-demokrasi yang ikut serta berdemokrasi tetapi dengan tujuan mengambil untung dari alam kebebasan berdemokrasi untuk menghancurkan demokrasi itu sendiri.

Sebagaimana bagian besar rakyat Indonesia yang sejauh ini diam menyaksikan semua ini, karena tidak ingin menambah masalah mulai kehilangan kesabaran, saya sebagai Kepala Negara dan Presiden, penerima mandat rakyat dalam sebuah pemilihan umum yang konstitusional, juga tidak bisa terus menerus diam dan membiarkan semua ini berlarut-larut tanpa bersikap dan bertindak. Kesabaran bukan tidak ada batasnya.

Ketika kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar terganggu dan terancam oleh ulah kelompok yang ingin merusak tatanan kehidupan yang berkeadaban, maka saatnya kita bangun untuk menertibkan yang tidak tertib hukum dan menindak yang bertindak tak beradab.

Kita sebagai bangsa sudah sepakat untuk menerapkan kehidupan berdemokrasi yang sehat. Sejauh ini demokrasi kita telah berjalan dengan relatif baik, meski di sana sini masih banyak yang harus terus disempurnakan. Kita tidak boleh lengah dengan membiarkan kekuatan-kekuatan anti-demokrasi yang ikut serta berdemokrasi tetapi dengan tujuan mengambil untung dari alam kebebasan berdemokrasi untuk menghancurkan demokrasi itu sendiri.

Demokrasi memang memberikan hak lebih kepada suara terbanyak, tetapi tidak berarti menghilangkan hak asasi kelompok kecil dan hak hidup orang kecil. Tidak ada hak khusus mayoritas dan minoritas di negeri ini. Semua punya hak dan kewajiban yang sama. Di negara berhaluan Pancasila, semua penganut agama, baik Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, dijamin oleh konstitusi bebas melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya dan penganutnya mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara.

Semua warga baik dari suku Jawa, Madura, Sunda, Batak, Aceh, Dayak, Bugis, Papua, Tionghoa, Arab, India, dan lainnya, mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Hak untuk hidup layak, hak berpolitik, hak ekonomi, hak budaya, hak berbicara, hak untuk dapat perlindungan negara, hak untuk memilih, dan hak untuk dipilih. Presiden Joko Widodo kutipan hikmat

Berpolitik boleh, mempunyai ambisi politik tidak dilarang, tetapi semua itu harus dilaksanakan dalam koridor konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta wajib dilakukan sesuai norma-norma kehidupan bermasyarakat yang sehat, yang menuntut kita untuk tetap santun, beretika, bermoral, dan berakhlak mulia. Apa yang diklaim sebagai suara mayoritas juga harus dibuktikan dalam sistem demokrasi representatif, bukan dengan berbagai tekanan dan intimidasi di jalanan.

Hukum tanpa demokrasi berarti penindasan otoriter, sedangkan demokrasi tanpa hukum berujung kepada anarkisme. Toleransi dan penghormatan atas perbedaan keyakinan dan pendirian warga negara harus terus dipelihara bila kita ingin mempertahankan kerukunan hidup bersama. Batas toleransi adalah intoleransi atau ketiadaan toleransi itu sendiri, pada saat mana kita harus bersikap untuk menghentikannya.

Saudara-saudaraku setanah air.
Saya sadar bahwa selama dua setengah tahun lebih saya memegang kendali pemerintahan, masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Kesenjangan ekonomi warga negara dan jurang perbedaan antara kaya dan miskin masih merupakan momok yang menakutkan. Resesi ekonomi dunia yang belum sepenuhnya pulih juga berpengaruh sampai ke negeri kita.

Semua ini saya sadari dan menggugah saya untuk terus mencari jalan cepat mengentaskan kemiskinan dan sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi untuk menampung jumlah pencari kerja baru yang setiap tahun bertambah. Saya sadar betul dan saya memahami tuntutan rakyat agar berpihak kepada orang kecil dan warga negara yang lemah. Kebijakan pemerintah akan terus diarahkan ke sana sehingga ketidakadilan ekonomi yang menguntungkan hanya sekelompok kecil warga negara di tingkat atas tidak terus berlanjut.

Semua itu bisa kita lakukan bila rakyat bersama pemimpinnya bersatu padu menuju ke satu arah kesejahteraan yang kita dambakan. Menggunakan hati yang bersih dan nalar yang jernih dalam menggapai cita-cita bersama kita. Tidak tercerai berai dan sibuk mengobarkan kebencian antar sesama.

Saudara-saudara,
Mari kita jaga bersama negeri tercinta ini agar selamat mencapai tujuan adil dan makmur seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa ini. Mari kita jaga bangsa ini agar tetap utuh bersatu dalam kebinekaan dari Sabang sampai Merauke. Mari kita junjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yang telah dengan arif dan bijak dititipkan kepada kita dalam sila-sila yang tercantum pada Pancasila.

Hukum tanpa demokrasi berarti penindasan otoriter, sedangkan demokrasi tanpa hukum berujung kepada anarkisme

Saya dengan segala kekuatan lahir dan batin yang saya miliki akan berada di garis depan bersama saudara-saudara semua dalam upaya menyelamatkan negeri ini dari segala bentuk rongrongan dari mana pun datangnya.

Jangan pernah ada yang berspekulasi dan berpikir lain. Jangan ada yang mencoba menghalangi. Ketika saya menerima mandat sebagai presiden dan kepala pemerintahan, saya telah bertekad untuk mengerahkan segala kekuatan saya demi mengabdi untuk bangsa ini.

Saya akan menggunakan semua wewenang yang melekat pada diri saya sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara dalam batas hukum yang berlaku untuk memastikan bahwa negeri tercinta ini selamat dari segala bentuk ancaman kehancuran dari dalam maupun luar negeri.

Semoga Tuhan bersama kita. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Merdeka! Read the rest of this entry

Upaya para Islamist mengambil kekuasaan setelah Arab Spring adalah kesalahan: Professor Eiji Nagasawa

Professor Eiji Nagasawa Modern Egypt through Jepanise Eyes

Prof. Nagasawa dan bukunya

Adham Youssef, wartawan Daily News Egypt (DNE) mewancarai akademi veteran Jepang dan pakar masalah sosial Mesir mengkaji ulang beberapa masalah, termasuk peranan Islamisme, gerakan sayap kiri, dan kebijakan ekonomi pemerintah saat ini. Artikel ini dipublikasikan oleh DNE 28 Maret 2017

Saya terjemahkan sebagian, hanya yang berkaitan dengan judul aslinya. lengkapnya bisa lihat langsung pada sumbernya. Mungkin artikel ini bisa membantu bangsa Indonesia, khususnya pada periode politik yang sedang tidak stabil: Pilkada dan makar.

Berbicara tentang Politik Islam dan gerakan revolusi Arab yang orang Barat sebut Arab Spring (Arab Bersemi) atau Jalan Arab  (Arab’s Way) seorang Mesir Amerika menyebutnya. Saya lebih suka menyebutya ”Jalan Arab” – lebih cocok karena di dalamnya mengandung gayahidup dan polapikir orang Arab itu sendiri, professor ini berkata:  kebebasan penelitian dan jalur akademi telah semakin buruk setelah 2013, dibanding tahun-tahun sebelum Jalan Arab.

Menurut professor ini, gerakan Islamist yang saat ini berlansung haruslah mempertimbangkan kembali metodenya dalam mencapai kekuasaan, sementara mengkritik stategi-strategi mereka sebelumnya yang mencoba merebut kekuasaan dari atas (menumbangakan presiden). Mereka tetap memiliki kemungkinan hanya jika mereka mempertimbangkan gerakan mereka sebagai sebuah gerakan sosial, Nagasawa menerangkan.

Ia berkata bahwa mereka dapat menjangkau perubahan sosial dari bawah melalui amal-bakti dan pendidikan, bagaimanapun tindakan mereka merebut kekuasaan adalah sebuah kesalahan. Ia menjelaskan bahwa para Islamist setelah Jalan Arab terperangkap oleh struktur utopia sebuah negara Islam. (penekanan ditambahkan)

Komentara saya: Melihat kembali kebelakang Jalan Arab di Mesir, para Islamist dari Salafi dan Muslim Brotherhood berhasil menggerakan massa untuk menumbangkan Presiden H. Mubarrak, karena organisasi MB bergerak melalui amal tahun-tahun sebelum Jalan Arab; bagaimanapun ketika para MB memaksakan diri untuk memegang pucuk pemerintahan – ya, mereka berhasil; Mohammad Morsi jadi presiden, namun tidak lebih dari setahun menguasai pemerintahan, massa yang semula mendukung menjadi anti MB. Jendral Al-Sisi atas permintaan tiga juta rakyat Mesir mencabut M. Morsi dan bahkan lebih dari seratus Islamist MB dipenjarakan. Suatu kesalahan yang harus dibayar mahal baik bagi Islamist MB maupun rakyat yang mendukung gerakan makar tersebut.

Professor Nagasawa adalah professor pada Departement of West Asian Studies di Institute for Advanced Studies di Asia sejak 1998. Bekerja di Kairo dari 1981 sampai 1983, menjadikan dia direktur Masyarakat Jepang untuk Promosi Science (JSPS) Pusat Penelitian di Kairo dari April 98 sampai Maret 1999. Bukunnya: “Modern Egypt through Japanese Eyes: A Study on Intellectual and Socio-economic Aspects of Egyptian Nationalism.”

Karena pemerintah adalah hamba Elohim untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Elohim untuk membalaskan murka Elohim atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Elohim, tetapi juga oleh karena suara hati kita. (Roma 13:4-5)

Bacaan berkait:

Read the rest of this entry

Pakistan: 20 Muslim Syiah dibantai saat berziarah ke kuburan di Punjab

Miinggu, 2 April 2017, 20 Muslim Syiah dibantai saat mengunjungi kuburan pemimpin mereka Ali Ahmed  Gujjar. Peristiwa ini terjadi di desa Sargodha, wilayah Punjab. Empat orang luka-luka.

Pelakunya adalah Abdul Waheed seorang pengawai pemerintah Pakistan asal Lahore. Menurut para korban yang selamat, Abdul memanggil para pengunjung yang sedang bersiarah melalui telpon untuk masuk ke kamarnya satu persatu dan menyodorkan benda beracun kepada mereka sebelum menlucuti pakaian mereka. Ia membunuh para korbanya dengan pisau arit dan tongkat. Seorang dokter di Rumah Sakit Sargodha meneguhkan laporan ini, berkata pada Geo TV bahwa para korban dalam keadaan telanjang dan pada tubuh mereka terdapat banyak luka tusukan dan tanda-tanda pukulan benda tumpul. Abdul dan dua rekannya diamankan oleh polisi.

Media melaporkan bahwa Abdul Waheed menderita sakit jiwa, namun dibantah oleh orang-orang setempat. Masyarakat setempat berkata, Waheed biasa berkunjung ke kuburan Gujjar tersebut dua kali sebulan dan biasa menyiksa para siarah melalui membakar mereka dengan api, yang Ahmed sebut sebagai ’proses penyucian,’ ”Kami mendengar orang-orang menjerit-jerit kapan pun saat ia  (Waheed) berada di kuburan siarah tersebut.” para pengunjung berkata.

Referensi:  Shrine custodian batters 20 disciples to death in Pakistan

Read the rest of this entry