Arsip Blog

ISLAM dalam 7×2 “Klaim dan Fakta”

“Itu bukanlah kejahatan untuk bertumbuh nampak serupa ayahmu!” Pepatah Arab

“Elohim melihat ke bawah dari Surga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi, yang mencari Elohim. Setiap orang telah berbalik (murtad), mereka semua menjadi keji, tidak ada yang berbuat baik, bahkan seorang pun tidak!” (Mazmur 53:3-4)

Artikel ini adalah kumpulan dari banyak artikel yang membahas tentang klaim-klaim agama Islam dan para pengikutnya dan sekaligus fakta-fakta literatur, sejarah dan kehidupannya. Tujuan dari artikel ini adalah menolong orang Muslim untuk mengerti lebih baik agamanya sendiri dan menolong bukan-Muslim yang ingin tahu tentang agama Islam. Klaim dan fakta Islam ini dikelompokkan ke dalam dua bagian yakni keagamaan dan moral. Untuk mendapat penjabaran yang lebih lengkap artikel ini menyediakan referensi-referensi. Artikel ini dihadirkan bukan untuk bahan perdebatan, tetapi sebaliknya, yaitu mengurangi perdebatan yang tidak berguna. Tambahan dari itu, artikel ini ditulis untuk menambah pengetahuan dan sebagai referensi untuk memperdalam pengertian akan agama Islam sebagaimana adanya dokma dan praktek.

A. Keagamaan dan Doktrin

1. Islam artinya “Damai”
Orang Muslim yang kurang berpendidikan terkadang mengklaim bahwa akar kata dari Islam adalah “al-salaam,” yang adalah “damai” dalam bahasa Arab.

Fakta: Sebuah kata Arab hanyalah memiliki satu akar. Akar kata untuk Islam adalah “SLM,” baca: sīn-lām-mīm, yang berarti “penundukkan” (submission) atau “menyerah” (surender).[1] “Kata Islam berarti ’penundukan’ ; kata Muslim berarti ’seorang yang tunduk pada Allah.’ Kuran berkata kamu tidaklah dapat ada seorang Muslim sejati kecuali kamu tunduk,” professor sejarah Islam berkata, contoh ayat Surah 4:59.[2]

2. Islam adalah agama damai
Beberapa pemimpin Islam mengklaim bahwa Muhammad adalah seorang pria yang suka berdamai yang mengajar para pengikutnya untuk ada sama seperti dirinya. Para Muslim telah hidup secara damai berabad-abad, berjuang hanya untuk membela diri, dan hanya terpaksa. Orang Muslim yang sejati tidaklah pernah bertindak agresif. “Tidak ada paksaan dalam agama” (Surah 2:256)

Fakta: Kuran dan Hadis tidak hanya memanggil para Muslim untuk tunduk kepada Allah, juga memerintahkan mereka to subdue (menindas, menaklukkan, mengalahkan, menekan, mengalahkan[3]) orang-orang lain dari agama-agama lain sampai mereka berada dalam penundukan penuh pada penguasaan Islam. (Panggilan dari ajaran Islam) ini telah mengilhamkan sejarah Islam yang aggresif dan suksesnya dalam menjajah budaya-budaya lain. Seharusnyalah tidak ada argument atas siapa dan bagaimana “orang Muslim yang sejati” sebagaimana itu telah tertulis di dalam Surah 9 (At-Taubah / Pertobatan). Kuran menulis – orang yang sungguh beriman “mengusahakan dan berjuang dengan kekayaannya dan pribadinya” sementara para munafik adalah mereka yang “duduk di rumah,” menolak bergabung berjihad melawan para orang yang tidak beriman di negara-negara asing.
Segera setelah Muhmmad meninggal dunia, Abu Bakr (Kalif I, Pengganti Muhammad) memerangi suku-suku yang tidak mau sepihak dengan cara Islam. Demikan juga dengan para pemimpin setelah Abu Bakr, contoh Umar (Kalif II) terkenal sebagai jendral perang, Irak dan Iran ditundukan oleh pedang Islam. Surah 2:256 di atas dipakai ketika Muslim dalam kondisi minoriti.[4]

Bacaan berkait:
Nabeel Qureshi (ex-islamic dawah) // Why I stopped believing Islam is a religion of peace
The Life of Muhammad: An Inconvenient Truth
Muslim Terror from 9/11 through 2003
Muslim Terror in 2004
Muslim Terror in 2005
Muslim Terror in 2006
Muslim Terror in 2007
In the Name of Allah

3. Tuhan agama Islam sama dengan Tuhan kepercayaan orang Yahudi dan Kristen
Orang Muslim mengklaim bahwa ALLAH di Kuran adalah indentik dengan YAHWEH di Alkitab, sebagai Pencipta alam semesta dan Maha Pemurah.

Fakta:

  1. “ALLAH” adalah kata jabatan tertentu “al-ilah” sama seperti “the god;” sebaliknya “YAHWEH” adalah Nama dari Pencipta alam semesta yang memperkenalkan diri-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan kemudian kepada nabi Musa dan nabi-nabi Perjanjian Lama lainnya. YAHWEH adalah yang disebut Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus) sebagai Bapa-Nya.
  2. MahaPemurah. Sura 33:50 adalah pantulan dari ke-mahamurahan ALLAH, membenarkan Muhammad dan para pengikutnya untuk memiliki para wanita yang suami dan saudara dari wanita dan gadis yang mereka bunuh di dalam penyebaran agama Islam. Ke-mahamurahan YAHWEH dapat ditemukan di seluruh Alkitab, itu terpancar bukan hanya bagi orang Israel dan Kristen saja, bahkan bagi musuh-musuh mereka. Yang terakhir ini bisa dibaca, misalnya, pada kitab nabi Yunus.

Para Kristen apologetik yang juga pakar dalam Islamologi menolak kesamaan ALLAH dengan YAHWEH.[5] Para pakar Islam mantan-Muslim menolak secara tegas kesamaan tersebut.[6]

Daftar Buku Membahas Ajaran Agama Islam dan Nabi Muhammad (SenjataRohani.Wordpress.com)

4. Muhammad adalah nabi terakhir untuk agama-agama monotheisme
Orang Muslim mengklaim bahwa Muhammad dengan Kurannya telah menyempurnakan Kitab-kitab suci sebelumnya (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru). Dengan kata lain ajaran monotheisme yang dimulai sejak Abraham telah beralih dari orang Yahudi dan Kristen kepada ajaran Muhammad.

Fakta: Semua ajaran Muhammad sama sekali tidak ada kesinambungan dengan ajaran dan tradisi Yahudi dan Kristen. Nama tokoh-tokoh nabi memang sama, namun cerita dan ajaran mereka sangat berbeda dengan apa yang dipresentasikan oleh Muhammad. YAHWEH menjadi ALLAH, Yeshua Putra Elohim menjadi “sekedar seorang nabi,” hari Sabat YAHWEH Saptu menjadi Jumat, 7 ibadah tahunan Alkitab dimana 3 kali setahun orang Israel wajib ke Yerusalem menjadi Idul Fitri dan Naik Haji ke Mekka. Ishak sebagai anak perjanjian antara “YAHWEH dengan Abraham” menjadi “ALLAH dengan Ismael” dan sederet panjang perbedaan lainnya. Menyadari semua perbedaan menyolok tersebut, maka pakar-pakar Islam mengadakan keputusan bahwa “Alkitab telah dikorupsi” demi menjaga kredibilitas “Kuran adalah kitab suci yang benar.” Jay Smith dalam presentasinya yang bagus telah membuktikan klaim Muslim tersebut berkebalikan 180 derajat dari yang sebenarnya, juga menolak kenabiannya di Surah 7:157: The truth about Muhammad the Prophet of Islam

5. Kuran adalah pasangan Muslim untuk Alkitab
Kuran adalah untuk para Muslim sama seperti Alkitab untuk para Kristen dan Torah untuk para Yahudi

Fakta: Kuran hanyalah berisi apa yang dihadirkan sebagai kata-kata literal Allah – yang bergantung sepenuhnya dari pribadi Muhammad dan hanya berfokus di Saudi, negara-negara sekitarnya dan mereka yang berbahasa Arab; sebaliknya Alkitab ditulis lebih dari 40 orang dalam kurun waktu 1400 tahun, dalam tiga bahasa (Ibrani, Aram dan Yunani) dan di berbagai negara di Timur Tengah dan Eropa. Ibn Ishaq yang disebut sebagai pelopor penulis Hadis ternyata keteranganya tidak dapat dipercaya. Malik bin Uns (salah satu ahli Islam terkemuka) berkata: “Ibn Ishaq adalah salah seorang pendusta yang paling parah. Karenanya, kami mengusirnya dari Medina, kota tempat tinggal Ibn Ishaq.”[7]

Kuran memerlukan kitab-kitab Hadis dan Sira untuk mengerti sepernuhnya ajaran dan kehidupan Muhammad, sembayang lima waktu dan cara solat berasal dari Sunnah, bukan dari Kuran; sebaliknya Alkitab berdiri sendiri, dan tidak memerlukan kitab lainnya.

History Muhammad yang paling diakui ditulis 150 tahun setelah Muhammad meniggal oleh Ibn Ishaq; sebaliknya Injil ditulis oleh saksi-saksi mata, yakni para rasul Yeshua. Kitab Para Rasul adalah kumpulan catatan langsung dan tidak langsung dari dokter Lukas tentang pelayanan Rasul Paulus. Kuran hanya berisi cuplikan-cuplikan isi Alkitab dan tidak memiliki nubuatan di dalamnya; sebaliknya Alkitab menulis secara lengkap silsilah pelaku dan kehidupan mereka, memiliki lebih dari delapan ratus nubuatan. Samuel Green, seorang yang menguasai Alkitab dan kitab-kitab agama Islam menyimpulkan “Itu seharusnya ada jelas sekarang bahwa membandingkan Alkitab dengan Kuran adalah tidak relevant, sementara Alkitab adalah fondasi Kristianiti, namun Kuran adalah bukan fondasi Islam, tepatnya Islam berdiri atas Kuran, Hadis-hadis dan Sira.” Untuk lebih lengkap melihat perbedaan ini silahkan lihat referensi di bawah.[8]

6. Isi Kuran sempurna dan terjaga
Beberapa contoh klaim para pemimpin Islam:

  • “Tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya, Kuran tetap terjaga tidak berubah dalam text asli bahasa Arabnya sejak itu diwahyukan … Hanya ada satu versi Kuran … yang dihafal dalam bhasa Arab aslinya oleh para Muslim di seluruh dunia. (Saheeh International, Clear Your Doubts About Islam: 50 Answers to Common Questions, Saudi Arabia: Dar Abul-Qasim, 2008, pp. 28-29)
  • “Tulisan Kuran sepenuhnya tersedia. Itu ada sebagaimana adanya, tidak dirubah, diedit, tidak dirusak dengan cara apapun sejak diwahyukan (M. Fethullah Gulen, Questions this Modern Age Puts to Islam, London: Truestar, 1993, p.58)

Fakta:

  1. Pewahyuannya. Kuran mengadopsi cerita-cerita dari Talmut Yahudi, contoh: Kain dan Habel, Abraham, serta raja Salomo dengan ratu Sheba. Alkitab tidak mengakui Talmut sebagai kitab yang diwahyukan oleh Elohim. Kuran memiliki banyak kritik dalam dan luar dari agama Islam sendiri, Jay Smith berkata.[9]
  2. Bahasanya. Cristoph Luxemberg, pakar bahasa Timur Tengah kuno berkata bahwa bahasa kuno Kuran adalah campuran dari bahasa Aram Syria dan bahasa Arab.[10] Hal ini sejalan dengan sejarah kesultanan Islam sendiri, bahwa pusat pemerintahan berada di Damaskus, Syria sebelum Ibn Subayeh berontak dan membangun kesultanan yang lain yang berpusat di Bangdad, Irak. Professor Puin tentang manuskrip Kuran Sana juga mengatakan mengandung perbendaharaan bahasa asing, seperti Syria, Ibrani, dan mungkin juga dari sumber-sumber Kriten, Koptic dan Qurmran.[11]
  3. Berbagai versi Kuran. Hadis Sahih Bukhari mencatat bahwa perbedaan versi Kuran bahkan sudah ada sejak Muhammad masih hidup. Lihat: Sahih al-Bukhari: vol. 6, bk. 61, no. 514 & 527)

Uthman Ibn Affan, mantu Muhammad, Khalif ketiga, ia membentuk suatu komiti untuk mengumpulkan catatan Kuran sehubungan dengan berkembangnya ketidak sepakatan catatan siapa yang benar atau salah. Hasilnya adalah tujuh (7) macam bentuk pembacaan Kuran. Uthman memerintahkan membakar semua masahif (kodek-kodek) lainnya pada saat itu. Ini terjadi setelah 18 tahun Muhammad meninggal (AH 30/ 650 AD).

Sekitar tahun 1397 AD, para ahli Kuran menambahkan tiga macam pembacaan Kuran lainnya. Tahun 1705 AD ditambahkan empat lagi. Total menjadi 14 versi pembacaan Kuran, semuanya berbahasa Arab.[12]

Musaf lainnya diluar karya Uthman adalah Ibn Masud, Ubayy Ibn Ka’b dan tentunya musaf Islam Shia dari Ali Ibn Abi Talib (mantu dari Muhammad melalui Fatimah), dan sembilan kodek lainnya.

Perbedaah di sini bukanlah sekedar cara pembacaan, tetapi juga susunan sura-sura, jumlah sura, arti dan makna berubah. Dalam abad modern, orang Muslim tetap memiliki dua pembacaan yang berbeda: 1. Pembacaan dari Hafs ( 805 AD) yang disetujui oleh al-Azhar, Mesir, sebagian besar dunia Islam memakai ini. 2. Pembacaan dari Warsh (812 AD), dipakai di Afrika Utara. Saat ini, Kuran yang beredar di antara para Muslim dengan kedua jenis pembacaan adalah tidak lain, tetapi dua versi yang telah direvisi secara terpisah terus menerus lebih dari 300 tahun.[13] 1972, manuskrip kuno Kuran ditemukan di kota Sana saat perbaikan sebuah mesjid. Gerd Puin, seorang profesor Jerman yang ahli dalam paleography bahasa Arab memimpin penyelidikan Kuran Sana tersebut. Diperkirakan setua dengan Kuran Kufi (Irak). Melalui pemotretan microfilm mereka menemukan secara jelas tanda-tanda perubahan atas Kuran tersebut, seperti nampak pada gambar. Penemuan yang memalukan ini membuat pemerintah Yemen melarang professor Puin melanjutkan penelitiannya.[14]

7. Jihad berarti “perjuangan di dalam” (inner struggle)
Sering kali para pembela Islam di dunia Barat mengklaim kata Jihad dalam bahasa Arab, berarti “bertempur” atau “berjuang,” merefernya sebagai sebuah “perjuangan di dalam” tidak sebagai perang suci.

Fakta: Dalam bahasa Arab “jihad” berarti berjuang. Dalam Islam itu berarti perang suci (megalahkan semua ideologi, agama lain sampai semuanya tunduk di bawah hukum Islam).
Dari seluruh hadis yang ada, Hadis Bukhari adalah yang paling “sahih” (dipercayai atau authentic) di dalam Islam, dalam hadis ini jihad disinggung lebih dari 200 kali merefers pada perkataan-perkataan Muhammad yang memberi makna yang jelas sebagai perang suci, dan hanya sedikit terkecualian (berurusan dengan fungsi seorang wanita di saat perang suci).

Further Reading: The Greater-Lesser Jihad Myth (from a Muslim Source)

B. Moral, Hak Asasi Manusia (HAM), Hak Asasi Wanita, Ilmu Pengetahuan

8. Islam tolerant terhadap agama-agama lainnya
Minoritas-minoritas agama telah berkembang di bawah Islam. Para Muslim diperintahkan untuk melindungi orang-orang Yahudi dan Kristen (the People of the Book) dan tidak berbuat jahat atas mereka. Kuran berkata di Surah 109 “Untuk mu, agamamu, untuk ku, agamaku.”

Fakta:  Agama-agama minoritas-minoritas agama tidaklah berkembang di bawah Islam. Mereka telah mengalami aniaya dan diskriminasi berabad-abad. Banyak dari mereka telah berpindah ke Islam karena pemaksaan yang kejam.

Apa yang para Muslim sebut “tolerant,” pihak lain mengindentitaskan secara benar sebagai diskriminasi institusi. Non-Muslim tidak memiliki hak beribadah, kebebasan sebagai mana para Muslim miliki; bandingkan kehidupan Non-Muslim di negara Islam dengan kehidupan Non-Kristen di Negara Kristen dan Barat secara umum. Penganiayaan di Pakistan, Sudan, Nigeria utara, Somalia dan tidak adanya hak bagi bukan-Muslim di Timur Tengah adalah bukti nyata ajaran Islam adalah tidak memiliki toleransi. Aksi-aksi pembunuhan berslogan Islam di negara-negara Barat di abad 21, bukti lainya, sekalipun masyarakat Muslim hanya berjumlah 2-4 persent dari populasi negara Barat setempat.

9.Islam menghargai para wanita sebagai sederajat dengan laki-laki
Kuran menempatkan para laki-laki dan para wanita pada fondasi yang sederajat di hadapan Allah. Setiap pribadi dihakimi menurut permuatan mereka masing-masing (baik laki maupun wanita). Para wanita memiliki hak-hak yang sederajat di bawah hukum Islam.

Fakta: Dalam Kuran, kehidupan Muhammad, atau hukum Islam dan sejarah kehidupan Islam menaruh wanita sebagai kaum yang inferioritas (lebih rendah) dari kaum laki-laki, baik secara hak maupun intelektual. Beberapa contoh fakta: Setelah penaklukan militer, Muhammad akanlah membagi-bagi para wanita yang ditangkap sebagai hadiah perang untuk para tentaranya. Dalam sedikitnya satu peristiwa, ia mendorong atau merekomendasikan para wanita tersebut diperkosa di hadapan para suami mereka. Para wanita yang tertangkap dijadikan budak-budak sex oleh pria-pria yang telah membunuh para suami atau saudara pria mereka. Ada empat ayat Kuran yang mana Allah menyatakan dengan jelas bahwa seorang Muslim tuan (master) memiliki hak sex penuh atas budak-budak perempuannya, namun tidak ada satu ayat pun yang melarang memperkosa.

  • Kuran memberi ijin bagi suami Muslim untuk memukul isteri-isteri mereka yang tidak taat, tetapi tidak tertulis dimanapun memerintahkan kasih di pernikahan. Hadis berkata bahwa para wanita adalah lebih rendah dalam intelektual, dan mereka penghuni mayoritas Neraka.
  • Di bawah Hukum Islam, seorang pria boleh menceraikan isterinya. Jika pria ini melakukannya dua kali, dan berkehendak menikahinya kembali, wanita tersebut pertama-tama haruslah ditiduri oleh pria lain terlebih dahulu.
  • Para gadis Muslim tidak bebas untuk menikahi laki-laki yang mereka kehendaki. Dan isteri harus ada siap sedia untuk ditiduri suaminya setiap waktu (sebagai sebuah ladang siap untuk ada ”dibajak,” menurut kitab suci Islam).
  • Para wanita Muslim tidak mewarisi warisan sama banyak dibanding saudara laki-lakinya.
  • Menurut Kuran, kesaksian seorang wanita di pengadilan hanyalah bernilai separuh dari kesaksian seorang pria.
  • Jika seorang wanita berkehendak membuktikan bahwa ia telah diperkosa, maka ia harus menghadirkan empat pria sebagai saksi mata. Jika tidak, maka wanita tersebut bisa di penjara atau lebih buruk lagi, dihukum mati dengan rajam (di timpukin dengan batu-batu sampai mati) untuk pengakuan “perzinahan” nya tersebut. Inilah sebabnya mengapa laporan resmi dan kasus-kasus pengadilan tentang wanita yang diperkosa di negara-negara Islam begitu sedikit, sebaliknya begitu banyak para wanita yang bunuh diri, sebab bukan hanya hukum pemerintah tidak berpihak ke pada korban pemerkosaan, lebih lagi keluarga si korban (ayah, paman dan para saudara laki-lakinya) – pihak yang seharusnya membela dia – akanlah menghukum berat bahkan membunuh wanita malang tersebut.

Further Reading from the Quran:
Veils
Women Worth Less than Men
Proving Rape under Islamic Law
Wife-Beating
Divorce – A Man’s Prerogative
Remarriage
Men in Charge of Women
Polygamy

10. Islam dan “Jaman keemasan” penemuan ilmu pengetahuan
Para Muslim sering mengklaim bahwa melalui Islam ilmu teknologi dan ilmu obat-obatan berkembang, merefer antara periode abad ke 7 sampai 13, ketika Eropa menghadapi ”Jaman-jaman kegelapannya.”

Fakta: Pada masa “Jaman-jaman kegelapan” tersebut, Islam berfokus kepada dunia ke rohanian dan bukan ilmu pengetahuan, tambahan dari itu, jaman kegelapan Eropa tersebut hanya terjadi di wilayah kerajaan Romawi Barat (Eropa Barat), sementara wilayah Timur tetap maju.
Bicara tentang pengembangan ilmu pengetahuan:

  1. Dunia Islam secara besar-besaran mendapat keuntungan dari para ilmuwan Yunani, para orang Yahudi dan Kristen, yang menterjemahkan untuk mereka.
  2. Ilmu matematik, perkebunan telah dikembangan oleh para non-Muslim, jauh sebelum Islam lahir.
  3. Persian ilmuwan dan filosofi, al-Razi, bukanlah orang Islam.
  4. Di jaman modern ini semua teknologi yang dipakai di negara-negara Islam adalah produk non-Islam, gedung-gedung megah di Timur-tengah, penemuan-penemuan sumber minyak bumi dibangun dan ditemukan oleh non-Muslim.

11. Islam menolak perbudakan
Islam tidak setuju atas perbudakan sesama manusia. Agama Islam telah menghapus institusi perbudakan. Bersyukur kepada prinsip-prinsip yang dibuat oleh Muhammad, seorang yang menghapuskan itu.

Fakta: Kitab suci Kuran dengan terang-terangan memberi kebebasan kepada para pemilik budak untuk mengexplotasi secara sex para budak mereka – tidak hanya pada satu surah (pasal), tetapi sedikitnya ada pada empat pasal yang berbeda. Tambahan fakta untuk ini bahwa Muhammad adalah seorang yang antusias terhadap perdagangan budak. Setelah menyediakan banyak bukti dari aktivitasnya (Muhammad) dari para biografi Muslim yang sangat kompeten, Pusat Studi Politik Islam menyimpulkan penemuannya tersebut sebagai berikut, kutip: “Muhammad menangkapi budak-budak, menjual budak-budak, membawa budak-budak sebagai hadiah kenikmatan, menerima budak-budak sebagai hadiah, dan memakai para budak untuk bekerja. Sira (kehidupan Muhammad) adalah jelas dengan tepat pada masalah perbudakan.” (Muhmmad and Unbelievers: a Political Life) Mohammed And the Unbelievers: a political life by Bill Warner

Sejarah Perbudakan Islam di abad ke 14 atas orang Afrika bukan-Muslim seperti di Sudan, Mali, Niger, Mauritania, dan bagian-bagian lain dari dunia Muslim tercatat dengan baik. Dan di abad 21 ini terlihat dari gerakan kebangkitan Negara Islam Khalifah yang dimotori oleh organisasi  NIK di Irak dan Syria (ISIS) serta Boko Haram di Nigeria.

Further Reading:
The Global Slavery Index 2013 Islam and Slavery by Samuel Green
Slavery in Islam (TROP)
Slavery in Islam (Answering Islam site)

12. Islam tidak sederajat dengan terrorisme
Praktek Islam sama sekali tidak sederat dengan perbuatan-perbuatan terrorisme. Itu adalah bertentangan dengan Islam untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah.

Fakta: Meskipun banyak orang Muslim percaya dengan sungguh-sungguh bahwa agama mereka melarang membunuh orang-orang yang tidak bersalah melalui tindakan-tindakan terrorisme, kenyataannya Kuran (Sura 9:29)  dan hadis Sahih Muslim (19/4294)   dan Sahih Bukhari (1/7/331) memerintahkannya, Muslim menyebut tindakan terror ini sebagai “perang suci.”

Tingkatan terrorisme di dalam Islam umumnya terbagi dalam dua kelompok besar:

  1. Perlindungan dan respek tertinggi Muslim atas bukan-Muslim adalah dhimma. Berakar dari Kata “dhimmi” yang berarti “tertuduh” (guilt) atau “salah” (blame). Mereka yang tergolong dhimma ini haruslah membayar pajak (jizra) yang ditetapkan kepada penguasa Islam mereka untuk mendapat perlindungan dan mendapat status “orang yang tidak bersalah.” Sebaliknya masyrakat Muslim tidak mebayar pajak apapun.
  2. Aksi terror yang kejam dan mematikan. Para non-Muslim bahkan para Muslim sendiri yang menganut aliran Islam yang tidak sejalan dengan Islam Sunni atau tidak mau berjuang bersama mereka, seperti Shia dan Ahmadiah, Sufi akan menerima serangan-serangan penghancuran harta benda, rumah ibadah bahkan pembunuhan.

13. Islam adalah demokrasi
Islam adalah cocok dengan prinsip-prinsip demokrasi. Agama Islam itu sendiri adalah demokrasi.

Fakta: Sistim demokrasi adalah suatu sistim dimana semua orang menerima hak, pembelaan dan tanggung jawab yang sederat di bawah hukum terlepas dari suku, agama dan jenis kelamin.
Di bawah Syariah Islam (Hukum Islam), hanya para laki-laki Muslim yang digolongkan untuk memiliki hak penuh. Hak wanita Muslim adalah separuh bahkan terkadang kurang dari laki-laki Muslim. Para bukan-Muslim tidak ada hak apapun di hadapan laki-laki Muslim. Fakta adalah seorang Muslim tidak dapat dihukum mati oleh karena membunuh serorang bukan-Muslim. Di Iran, para wanita yang dianggap menentang dan berbahaya bagi Negara Republik Islam Iran akan dipenjara, dan ditiduri dengan paksa oleh tentara agama agar wanita tersebut berstatus “najis” sebelum dihukum mati dengan tujuan wanita tersebut tidak bisa masuk ke Sorga.

Further Reading:
Democracy and Islam
Loyalty to a Non-Muslim Government

14. Negara di bawah hukum Islam akan tenteram dan makmur
Pemimpin Islam mengklaim jika hukum Islam diterapkan maka negara tersebut akan tenteram dan makmur, sebab agama Islam melarang keras korupsi, pencurian, mabuk-mabukan, pelacuran, homosex dan hal-hal yang yang tidak imoral.

Fakta: Sejak Islam berdiri 1400 tahun yang lalu sampai saat ini, telah banyak negara-negara yang telah beroperasi secara penuh di bawah hukum Islam, namun adakan sebuah negara Islam yang memiliki ketentraman dan kemakmuran dan kebebasan seperti yang dimiliki oleh negara-negara seperti Swiss, Swedia, Norwegia, Jerman, Holland, Finlandia, Denmark?

Iran. Sejak Ayatollah Komeini menjadi pemimpin negara merubah Iran menjadi Negara Republik Islam Iran (NRII) pada tahun yang sama ia telah membunuh puluhan ribu orang Iran yang ia anggap musuh. Selama priode 35 tahun NRII tidak terbilang jumlah pria dan wanita yang digantung dan dipenjara hanya karena tidak sepaham dengan para pemimpin Islam tersebut. Pakistan. Negara Islam dengan jumlah umat Muslim terbesar kedua sedunia setelah Indonesia, sejak itu berdiri sampai sekarang orang-orang Pakistan yang beragama di luar Islam Sunni selalu diperlakukan sebagai kasta yang lebih rendah. Tidak terhitung berapa jumlah korban jiwa dan harta benda masyarakat Pakistan bukan Sunni oleh karena hukum Islam. Negara-negara Islam di Timur Tengah secara nyata terbukti sebagai pelanggar hak-hak asasi wanita

Lihat:

Catatan Kaki:
[1] The Meaning of Islam; wikiislam.net
[2] Mark A. Gabriel, Ph.D., Islam and Terrorism, Mantan Professor sejarah Islam pada Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
[3] Prof. Drs. S. Wojowasito Kamus Umum Lengkap Inggris-Indonesia, Indonesia-Inggris,. Penerbit Pengarang
[4] Malek Mesemani, The Sword Verse; Qur’anic Weapon Against Peace?. Water Life Publishing
[5] Seperti pada video ini: Beth Grove, Jay Smith
[6] Seperti: Mark A. Gabriel, Sam Solomon (penulis: Not the Same GOD), Walid Shoebat dan Ibn. Warraq
[7] Dr. Rafat Amari, Islam In Light of History, Halabiyah I, hal 93. Dikutip dari terjemahan Indonesianya Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah. Diterjemahkan oleh Adadeh dan Pod Rock Faitfreedom Indonesia.
[8] Samuel Green, Comparing the Bible and the Qur’an  http://www.answering-islam.org/Green/compare.htm
[9] Jay Smith, Is the Qur’an The Word of God? DR. Jay Smith telah mendalami Islam selama 20 tahun.
[10] Christoph Luxenberg, The Syro-Aramaic Rading of the Koran. A contribution to the Decoding of the Language of Koran
[11] Ibn Warrag pada bukunya What the Koran Really Says yang bersumber dari penemuan Prof. Gerd R. Puin
[12] The Qur’an Dilemma Vol One by Former Muslims Analyze Islam’s Holiest Book. Variant Readings of the Qur’an
[13] Idem. Compilation of the Qur’an dan Chronological Sequence of the Qur’an. Sumber lain yang tersedia online lihat ini THE PRESERVATION OF THE QUR’AN, Examining the claims made by Muslim leaders. By Samuel Green
[14] Prof. Gerd R. Puin Melalui penemuan tersebut Puin telah menerbitkan karya tulisnya bertitel ”Observations on Early Qur’an Manuscripts in San’a,” yang kemudian diterbitkan ulang dalam sebuah buku oleh Ibn Waraq berjudul What the Koran Really Says.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

12 perbedaan membuktikan Allah Alkitab BUKANLAH Allah Kuran

Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu.  (1 Yohanes 1:1)

yahweh-vs-allah-swtMeskipun adanya persamaan antara isi Kuran, kitab suci agama Islam, dengan isi Alkitab, kitab suci bangsa Israel dan Kristen, namun memiliki banyak perbedaan fundamental baik dalam ajaran maupun jalan cerita antara keduanya. Khususnya tentang pribadi ketuhanan antara kedua tokoh yang disembah ternyata sangatlah bertolak belakang. Di bawah ini ada 12 perbedaan fundamental karakter Allah Alkitab dengan Allah Kuran. Link-link disertakan untuk memperkaya perbandingan, namun saya tidak bertanggung jawab atas semua isi dari link tersebut. Tulisan ini ditujukan untuk pendidikan iman dan agama, dan bukan politik maupun ras (kesukuan dan kebangsaan).

ALLAH Alkitab

ALLAH Kuran

Ia mengasihi bangsa Israel dengan perjanjian kekal-Nya. Ia menyebut Israel: Anak sulung-Ku, Saksi-Ku, Biji-mata-Ku, Istri-Ku. 1000 Tahun Kerajaan-Nya di bumi 12 gerbang kotanya akanlah dinamai dari 12 suku Israel, dan 12 fondasinya adalah 12 nama rasul Yahudi. Yer 32:40 & Wah 21:12-14[1] Ia mengutuki bangsa Israel menjadi monyet dan babi.[2] Ia sangat benci dan memerintahkan para Muslim memusnahkan bangsa Israel. S. 2:65 & 5:60 & 7:165-566; S.9:5.
Ia mengasihi semua bangsa di Dunia, sekalipun mereka belum percaya kepada Dia. Bukti ini bisa dilihat semua orang beragama apapun akan merasa aman tinggal di negara-negara Israel dan Kristen.  Imam 19:33-34, Yoh 5:45 & Yez 33:11.[3]

 

Ia mengharuskan semua bangsa masuk Islam atau tiga pilihan: meninggalkan tanah mereka, dibunuh dan bayar pajak yang berat. Ia melarang Muslim berteman dengan penyembah berhala bahkan dengan orang Yahudi dan Kristen. S. 5:51[4]
Ia Mahakuasa, tidak perlu dibela. Ia mati bagi umat-Nya. Roma 5:8-9 & Ibr 10:8-10.[5] Meskipun Ia mengaku Mahakuasa, namun Ia menuntut pembelaan dari umat-Nya, dan mati bagi agama dan nabi-Nya.[6]
Sabat (Saptu) adalah hari suci-Nya dan Yerusalem adalah kota pemerintahan-Nya. Ia sama sekali tidak menurunkan agama, tetapi Torah dan memerintahkan umat-Nya mentaatinya. Yer 31:33-34 & 2Tim 3:16-17.[7] Allah Kuran memilih hari Jumat dan pusat kota suci-Nya adalah Mekka dan Medinah. Islam adalah satu-satunya agama yang Dia restui. S.2:149 & 3:85
Dia adalah Allah esa (ehad) dalam keberadaan-Nya dan memiliki tiga pribadi: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Trinitas. Dia dekat dengan umat-Nya bahkan tinggal di antara umat-Nya, “Imanu’el” (El beserta kita). Ia menjamin untuk ditemui oleh siap yang mencari Dia.[8] Yoh 14:11 & 10:33-36 & Mat 3:15-17 & Luk 9:35-36.[9] Dia adalah Allah yang tunggal (satu pribadi). Tawhid. Allah tidak punya putra tapi punya tiga putri. S. 53:19-23.[10]  Dia jauh dari umat-Nya, bahkan doa-doa dan jeritan minta tolong tidak didengar-Nya. Kuran-Nya menolak Yeshua adalah Allah. S.4:171 & 112:1-4
Kekudusan-Nya melarang Dia: berbohong, merubah Firman-Nya, mengijikan orang berdosa masuk Sorga. Perintah-Nya berlaku sama untuk bangsa Israel maupun orang asing yang tinggal di Israel. Yes 45:18-19 & Bil 23:19 & Wah 21:3-8. Imam 24:22 Kurannya mengklaim Ia adalah “Pendusta terhebat,” sering mengganti Firman-Nya, siapapun boleh masuk Sorga-Nya asal bersedia membela diri-Nya (berjihad). Kuran mengajar penerapan hukum yang berbeda untuk Muslim dan bukan-Muslim di negara Arab. S.3:54 & 8:36.[11]
Kitab Suci-Nya ditulis oleh para nabi dan rasul-Nya, semuanya orang Israel. Kumpulan Firman dari 1500 tahun di tiga benua. Tertulis dalam bahasa Ibrani dan Yunani dan penuh dengan keajaiban dan akurat dalam sejarah, semua ilmu pengetahuan.[12] Muhammad adalah nabi satu-satu-Nya, seorang Arab. Kitab Suci-Nya datang melalui Jibril, dan berbahasa Arab.
4 dari 6 perintah moral-Nya adalah: Jangan membunuh, Jangan berdusta dan Jangan mengingini milik orang lain. Ia sangat melarang umat-Nya berzinah. Perintah utama-Nya: Kasihilah sesamamu manusia!” Mat 5:43-47 Ia bukan saja mengijinkan ketiga larangan Alkitab ini, bahkan sangat memerintahkan umat-Nya melakukan jihad demi diri-Nya dan pelebaran kerajaan-Nya di bumi. Ia menghadiahkan kenikmatan seks yang kekal bagi para pejuang-Nya yang mati bagi-Nya. S.8:39 & 2:244-245
Ia berkata, “Aku adalah Allah dari semua yang hidup,” “Yang Mahakuasa.” Ia mengerti semua bahasa di bumi, dan mampu berbicara kepada manusia melalui cara apapun, semua ciptaan-Nya, termasuk melalui binatang. “Pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Putra-Nya” (Ibrani 1:1-2). Yer 32:27 Meskipun Ia mengaku “Mahakuasa,” namun hanya dalam bahasa Arab umat-Nya harus berdoa. Ia tidak berbicara langsung sama sekali, tetapi melalui Jibril dan hanya memberi kitab Kuran.
Firman-Nya berkata: Yeshua telah mati tersalib dan bangkit dihari ketiga, dan duduk di sebelah kanan-Nya Ia berkata, Yeshua (Isa, Kuran menyebutnya) tidak mati tersalib, tetapi murid-nya.
Ia menyediakan keselamatan kekal secara cuma-cuma, melalui beriman kepada Dia dan Putra-Nya, Yeshua / Yesus. Yoh 3:16 & 5:24. Menjadi umat-Nya (Kristen) melalui percaya pada Putra-Nya, Yeshua. Yoh 6:40 & 14:6.[13] Ia tidak memberi jaminan pada siapapun, bahkan tidak juga pada Muhammad, nabi-nya.[14] Ia di Hari Penghakiman akan menimbang perbuatan mereka. Menjadi Muslim melalui mengucapkan kedua Kalimat Shahadah (percaya kepada Allah dan Muhammad).[15] Ujian dari imam mereka adalah berjihad menghancurkan mereka yang tidak percaya pada Islam. S.24:62 & 48:13 & 3:141-143.[16]
Ia menyebut Nama-Nya: YAHWEH (YHWH). “Aku adalah YAHWEH, itulah nama-Ku.” Kel 3:15 & Yes 42:8 & Kis 9:15 Tepatnya Ia tidak memiliki nama, firman-nya hanya berkata “Laa Ilaaha Illallah” (tidak ada ilah selain Allah).  Al-Lah = The God.

Bacaan berkait:

FOOTNOTES:
[1] Israel: Against All Odds, (ringkasan video dokumentasi), Film lengkapnya berjudul: Against All Odds, Israel survives.
[2] Alkitab dan dan sejarah dunia tidak pernah menulis kejadian ini. Susah untuk mempercayai isi Surah ini, sebab meskipun orang Yahudi sangat minoritas di dunia, namun merekalah yang telah berhasil meraih prestasi tertinggi dalam hal ilmu pengetahuan yang berjasa bagi dunia. Perghargaan tertinggi prestasi Nobel secara persentasi dimiliki oleh orang-orang Yahudi, seperti Albert Einstein. Hanya 70 tahun lahir kembali, Israel telah menguasai teknologi kelas internasional dalam: komputer, militer, irigasi, dan start-up bisnis. Wikipedia: List of Jewish Nobel Laureates
[3] Yeshua film “Love Yours Enemies”  & John Piper on “Love Your Enemies”
[4]  Why We Are Afraid, A 1400 Year Secret, by Dr Bill Warner (video) & ReligionofPeace.com
[5] Lee Strobel on 4 Reasons Why Jesus’ Death and Resurrection Are FACT
[6] Morsi during Elections Campaign Jihad Is Our Path, Death for the Sake of Allah Is Our Aspiration. Pada video ini pemimpin Muslim Brotherhood Mesir M.Morsi memproklmasikan ajaran Islam kepada puluhan ribu Muslim
[7] Torah berarti: perintah, peraturan, ketetapan dan hukum. Ul 8:11
[8] Yes 45:19, Yer 29:12-14
[9] Nabeel Qureshi: Konsep Trinitas sesuai Alkitab. Ia mantan pakar Dakwah yang menjadi Penginjil.
[10] Ketiga putri Allah bernama: al-Lat, al-Uzza dan Manat. Dipercayai ini adalah wahyu-wahyu awal yang Muhammad dapatkan ketika masih di Mekkah. Namun di waktu kemudian Muhammad berkata itu berasal dari Setan. Artikel bagus untuk dibaca: Muhammad and Daughters of Allah by Sam Shamoun
[11] “Terjemahan terdekat dengan bahasa Arabnya ditemukan pada terjemahan Pickthall: S. 3:54 And they (the disbelievers) schemed, and Allah schemed (against them): and Allah is the best of schemers. “Teks Arabnyanya adalah jelas sedang mendiskusikan perjuangan Allah melawan kejahatan dengan menyatakan bahwa Allah menjawab penipuan (deception) dengan penipuan, dan bahwa ia (Allah) adalah the best of all makirina (“deceivers, schemers”). Kata al-makirina berarti secara literal “con,” swindle,” “doubel-deal,” “be crafty,” atau “deceive.” Karenanya, prase tersebut seharusnyalah diterjemahkan sebagai Allah is the best at cunning, or Allah is the best deceiver.” Kutipan dari Former Muslims Analyze Islam’s Holiest Book, The Qur’an Dilemma. Vol. One pada Surah 3:54 dan Reabilitiy of non-Arabic Qur’ans. Terjemahan lain memakai kata “planners” (Yusuf Ali), “crafty ones” (Palmer). Ayat serupa adalah S. 8:30 “Allah is the best of plotters.” Plotter = seorang disebut “plotter” adalah orang yang merancang tindak penipuan. Lihat juga pada Wikiislam ini. dan video ini: Islam Dan Akal Sehat #14: Sang Maha Penipu
[12] 10 INCREDIBLE BIBLE FACTS to Blow Your Mind!!! & 10 Amazing Facts About The Bible That Will BLOW Your Mind!
[13] Yoh 3:35 Bapa mengasihi Putra, dan Dia (Bapa) telah memberikan segala sesuatu kepada-Nya. Lihat juga ayat 36 dan Yoh 5:21-24
[14] Sahih al-Bukhari, Vol.4, Book 51 & Vol. 5, Book 58, Number 266.
[15] Surah 4:80 Siapa yang taat kepada Utusan (the Messenger) telah mentaati Allah. “Percaya kepada Allah sementara menolak Muhammad adalah tetap orang kafir. Seorang menjadi Muslim hanyalah jika ia percaya kepada Allah+Muhammad.” Sam Solomon & Atif Debs, Not the Same GOD
[16] Surah 3:141-143 berkata menghancurkan (to distroy) mereka yang tidak percaya kepada Islam adalah pemurnian iman Muslim sekaligus persyaratan masuk Paradis.

Daftar buku yang berkaitan dengan artikel ini:
Mark A. Gabriel, Ph.D.; The Unfinished Battle ISLAM and the JEWS
Colin Chapman; CROSS and CRESCENT, Responding to the challenge of Islam
Sam Solomon & Atif Debs; Not the Same GOD

Read the rest of this entry

Kuran diwahyukan Tuhan? – Peristiwa penyaliban Yeshua Ha Mashiah

Lukisan Yeshua tersalib tentara Romawi menusuk lambung-NyaAda banyak cara untuk mengetahui entah kitab suci Kuran adalah hasil wahyu dari Elohim (Allah) atau tidak. Satu dari antarnya dengan menelitinya dari Peristiwa penyaliban Yeshua Ha Mashiah atau Isa al-Masih, Islam menyebut diri-Nya.

Kuran dan Tafsirnya tantang kematian Yeshua di kayu salib. Mayoritas Muslim di dunia percaya bahwa yang mati tersalib bukanlah Yeshua Ha Mashiah, atau Isa al-Masih, iman ini di dasari dari ayat Kuran Surah 4:157. “dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya (k)ami[1] telah membunuh Al Masih,[2] Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Nabi Muhmmad begitu yakin bahwa bukanlah Yeshua yang mati tersalib, dan ia menambahkan bahwa sesungguhnya orang Yahudi tersebut tidak yakin siapa yang sesungguhnya mereka telah bunuh. Pernyataan Muhammad ini diteguhkan oleh Ibn ‘Abbas:[3] “… dengan pasti, mereka tidak membunuh dia,” Tafsir Ibn ‘Abbas pada S. 4:157

Namun Kuran mengkontradiksi tulisannya sendiri; Surah 4:157 disangkal oleh Surah 3:55(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, …”. Tafsir Ibn ‘Abbas: “; it is also said this means: I shall make your heart die to the love of the life of this world. (Then unto Me ye will (all) return) after death,” (ini berarti: Aku akan buat hatimu mati dari kehidupan dunia ini. (Kemudian kepada Ku kamu akan kembali setelah mati)

Al-Tabari,[4] seorang Muslim terkenal juga komentator Kuran abad pemulaan Islam percaya bahwa Yeshua mati tersalib, ia mengutip Ibn Humayd- Ibn Ishaq, “Allah mengijinkan Isa, putra Marriam, mati pada pukul tiga hati itu; kemudian Dia mengambil dia kepada-Nya.”(Al-Tabari, The History of Al-Tabari, Volume IV, The Ancient Kingdoms hal 123)

Alkitab tentang kematian Yeshua di kayu salib. Kematian Yeshua tertulis bukan hanya pada dua atau tiga ayat, tapi ada antara 50-100 ayat di banyak kitab suci di Alkitab. Kematian-Nya telah dinubuatkan oleh para nabi sebelum Yeshua hadir di bumi, empat penulis Injil juga mencatat sejumlah pernyataan Yeshua bahwa diri-Nya akanlah mati tersalib, sisa dari seluruh Kitab di Perjanjian Baru juga meneguhkan Yeshua mati tersalib dan bangkit hidup kembali. Sedikit contoh:

  • Mazmur 69. Nubuatan Ha Mashiah mati terhina demi menyelamatkan umat-Nya. “Sebab mereka mengejar orang yang Kau pukul, mereka menambah kesakitan orang-orang yang Kau tikam. (26, ITB)
  • Nabi Yesaya 52(:13-15) dan 53. Nubuatan yang sejenis Mazmur 69, namun lebih detil. “Lihatlah! Hamba-Ku. YAHWEH telah menimpakan kepadanya kejahatan kita semua (53:6), Sebab ia telah dilenyapkan dari negeri orang yang hidup, … dan dia menetapkan kematiannya (8-9), dia telah menyerahkan nyawanya kepada kematian” (12)
  • Injil Markus 8:30-32. “Kemudian mulailah Yeshua mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.  (31, ITB)
  • Rasul Paulus kepada Gereja Korintus:[5] Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Ha Mashiah telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.  (1 Korintus 15:1-8, ITB)

Rasul Yohanes pada Kitab Wahyu.[6] “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. (1:17b-18). Juga, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:  (Wah 2:8, ITB)

Catatan Klasik Flavius Josephus tentang kematian Yeshua di kayu salib. Flavius Josephus (37-101 AD) ahli sejarah Yahudi abad pertama yang bekerja bagi Pemerintah Romawi. Pada tulisannya berjudul Antiquites tentang sejarah orang-orang Yahudi, ia menyinggung tentang Ha Mashiah (Kristus) pada bagian “Testimonium Flavianum”

“Sekitar masa itu ada hidup Yeshua, seorang yang bijaksana. Karena ia seorang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang luar biasa dan seorang guru dari orang-orang yang menerima kebenaran dengan gembira. Ia memenangkan banyak orang Yahudi dan banyak orang Yunani. Ketika Pilatus, saat mendengar dia dituduh oleh orang-orang ternama di antara kami, menyalahi dia untuk ada disalib, mereka orang-orang yang pertama datang mengasihi dia tidak meninggalkan kasih mereka atas dia. Dan kelompok orang-orang Kristen, karenanya dipanggil sesuai (titel) dia, tetap ada pada hari ini tidak lenyap.”

Dua penulis ini membahas keaslian “Testimonium Flavianum”

  • Tulisan yang sama namun berbahasa Arab, abad ke 10 (terjemahan dari tulisan Josephus versi Yunaninya) menulis, “Pilatus menyalahi dia untuk ada disalib dan mati. … Mereka melaporkan dia telah nampak pada mereka setelah dia tersalib dan dia hidup; …”.[7]
  • Mempebandingkan secara parallel tulisan “Testimonium Flavianum”-nya Josephus dengan tulisan Lukas di Injil Lukas 24:13-27. Professor Goldberg menyimpulkan:

“Kesamaan-kesamaannya begitu banyak dan tidak normal untuk disebut kebetulan. Narrative Lukas tentang Emmaus ditulis ulang oleh Josephus dari sumber-sumber yang kita telah kenal. Karenanya dapat ditarik kesimpulan adalah bahwa Josephus dan Lukas mengalaskan tulisan mereka dari sumber Kristen (atau Kristen-Yahudi) yang umum.[8]

Evaluasi dan kesimpulan. Bagaimana Islam yang baru muncul sekitar 600 tahun sebelum Kristen bisa mengkontradiksi Firman Elohim yang telah diturunkan kepada Orang Yahudi dan Orang Kristen? Bagaimana Islam bisa menyangkal catatan sejarah dunia yang telah diterima baik oleh Orang Yunani dan Orang Roma saat itu?

Orang Muslim tidak bisa berkata Alkitab dan catatan sejarah dunia telah dikorupsi hanya karena isinya berbeda dengan Kuran dan Hadis. Orang Muslim yang jujur haruslah memeriksa sumber acuran Alkitab dan catatan sejarah dunia yang telah tersebar luar sebelum agama Islam lahir, perbedaan kecil pasti ada karena faktor penterjemahan, namum merubah banyak isi Alkitab dan Catatan Sejarah Dunia adalah mustahil. Karenanya bisa disimpulkan bahwa nabi Muhammad tidak mendapat wahyu Elohim atau Tuhan ketika menulis ayat-ayat Kuran tersebut.

Bacaan berkait:

Footnotes:

  1. Sumber aslinya huruf besar “Kami.” Terjemahan yang benar adalah huruf kecil seperti nampak pada semua terjemahan Kuran bahasa Inggris, sebab ini merefer kepada “mereka” yakni orang-orang Yahudi.
  2. Kata “Al Masih” di surah ini membuktikan Kuran tidak sesuai dengan Firman Elohim di Alkitab yang menulis bahwa orang-orang Yahudi yang ingin menyalibakan Yeshua tidak percaya bahwa Dia adalah Ha Mashiah, jadi bagaimana mungkin Kuran bisa menulis orang-orang Yahudi berkata: “kami telah membunuh Ha Mashiah”?
  3. Ibn ‘Abbas, lengkapnya Abd Allah Ibn Abbas (619-687 AD) adalah putra dari al-‘Abbas ibn Abd al-Muttalib, paman dari nabi Muhammad. Ibn Abbas karenanya adalah sepupu Muhammad dan satu dari sejumlah ahli Kuran yang pertama.
  4. Jariri al-Tabari, lengkapnya Abu Jafar Muhammad ibn Jarir al-Tabari (224–310 AH; 839–923 AD), orang Persia sejarahwan, pakar Kuran dan hukum Islam. Semua karyanya ditulis dalam bahasa Arab. Bukunya yang terkenal: History of the Prophets and Kings / Tarikh al-Rusul wa al-Muluk.
  5. Surat kepada Gereja Korintus ini, ditulis tahun 59 AD pada akhir tiga tahun ia tinggal di Efesus (1 Kor 16:5-8). Korintus adalah kota pelabuhan Profinsi Akhaya, Yunani
  6. Pewahuan ini ditulis Yohanes di Pulau Patmos tahun 96 AD, sekitar 58 tahun setelah kebangkitan Yeshua.
  7. Matt Slick, Regarding the quotes from the historian Josephus about Jesus. Slick adalah Presiden dari Christian Aplogetics and Reserch Ministry (CARM)
  8. G. J. Goldberg, Ph. D., The Josephus-Luke Connection. A version of this discussion was originally published in The Journal for the Study of the   Pseudepigrapha 13 (1995), pp. 59-77.

Read the rest of this entry

Apakah Allah Kristen, Allah Muslim sama? Berdasar Kitab Suci Alkitab dan Kuran+Hadis

Siapa yang bijak menangani persoalan akan memperoleh kebaikan dan siapa yang mempercayakan diri kepada YAHWEH, berbahagialah dia! Amsal 16:20

Perbandingan Allah Kristen dan Allah Islam menurut Alkitab dan Kuran

Elohim Alkitab (Holy Bible) vs Allah Kuran

Banyak yang bertanya kepada saya, apakah Allahnya Kristen sama atau berbeda dengan Allahnya Muslim. Thema seperti telah banyak ditulis baik dalam bahasa Indonesia terlebih bahasa Inggris, namun umumnya hanya membahas kata asal-usul “Allah,” dan maknanya. Artikel ini membahasnya secara sistimatik namun praktis berdasarkan perbandingan Kitab Suci kedua pihak beserta ajaran dan praktek hidup keimanan keduanya, orang Kristen dan Muslim. Kata Kristen di sini juga mewakili bangsa Israel, sebab kedua group ini percaya Alkitab yang sama dan percaya pada Tuhan yang sama. Tulisan ini bertujuan untuk pendidikan dan diskusi agama. Semoga bisa menjadi berkat untuk semua pembacanya. GBU!

Dalam membahas sebuah ajaran agama, opini pribadi tidaklah bisa dijadikan standard sebuah fakta apalagi untuk dijadikan kebenaran dari agama yang kita bicarakan. Untuk mendapat jawaban yang benar dan jujur maka kita harus melihat langsung kepada Kitab Suci yang bersangkutan dan kemudian meneliti bagaimana ayat-ayat Kitab Suci tersebut diajar dan diaplikasikan dalam kehidupan para penganutnya; setelah itu maka setuju dan tidak setuju tidaklah banyak berarti lagi, sebab kebenaran yang disertai fakta selalu lebih berotoritas dibanding opini manusia.

Kasus: Setuju dan Tidak Setuju tentang Allah Kristen sama dengan Allah Muslim atau Islam. BP, pada SarapanPagi.org percaya bahwa kedua Pribadi tersebut adalah sama, berdasar makna dan sejarah kata “Allah,” dan memberikan analogi pribadi Presiden Suharto, tokoh yang dipuja para pengikut Orde Baru, namun pribadi yang sama ini oleh para mahasiswa dianggap perusak. Dan BP menambahkan, “namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda, maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya, keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah.[1] Waroy John, percaya bahwa keduanya adalah pribadi yang berbeda, baik wujud dan karakternya, hanya memiliki persamaan nama.[2] Siapakah yang benar?

Isi bahasan: Di bawah ini kita akan membandingkan “Allah Kristen” dengan “Allah Muslim/ Islam” berkaitan dengan titel, nama, kepribadian/ karakter, trinitas, sikap keduanya atas umat mereka dan perintah serta ajarannya; dibahas berdasarkan Alkitab, Kuran + Hadis (Hadith).[3] Ayat Alkitab terambil dari versi KS-ILT, kecuali ditulis lain. Ayat Kuran dari Nobel Qur’an terjemahan Indonesia, kecuali ditulis lain. Keterangan: KS-ILT memakai kata YAHWEH/YHWH untuk TUHAN, Elohim untuk Allah dan Yeshua untuk Yesus. Untuk memudahkan pembahasan, dan mengurangi kebingungan maka “Allah Kristen” untuk seterusnya akan ditulis “Elohim” dan “Allah Muslim/ Islam” akan ditulis “Allah.” “S.” singkatan dari Surah, sejenis sub-katagori dari Kuran.

TITEL

  • Alkitab: Dan Elohim melihat segala yang telah Dia jadikan, dan lihatlah, itu sangat baik. (Kej 1:31a). Kepada Abraham, Dia berfirman: “Akulah El-Shadday, hiduplah di hadapan-Ku dan jadilah sempurna (Kej 17:1). Bumi dengan segala isinya adalah milik YAHWEH; dunia serta segala yang tinggal di dalamnya (Maz 24:1). El-Shadday berarti Mahakuasa.
  • Kuran: Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran (S. 29:45). Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, … Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang … Dia-lah Allah Yang Menciptakan… (S. 59:22-24). Dan nabi Muhammad saat pindah ke Medinah, ia berkata kepada orang Yahudi dan Kristen, “Allah kami dan dan Allahmu adalah Satu, dan kepada Dia kami berserah” (S. 29:46, Pikhtal)

PEMBERI WAHYU DARI KITAB-KITAB SUCI

  • Alkitab: “Inilah firman yang telah Aku katakan …, bahwa seharusnyalah digenapi semua yang telah tertulis di dalam Torah Musa, dan Para Nabi, dan Mazmur mengenai Aku,” Yeshua berkata (Luk 24:44). Dan melalui rasul Yohanes di Pulau Patmos, Yeshua berpesan tentang Kitab Wahyu, kitab terakhir di Alkitab, untuk kita berhati-hati tidak menambahi atau menguranginya (Wah 22:18-21)
  • Kuran: “Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) (the Scripture; Pikhtal) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. (S. 3:3).[4]

NAMA YANG DISEMBAH

  • Alkitab: Elohim berfirman kepada nabi Musa, “Katakan demikian kepada bani Israel: YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak, dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu. Itulah Nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah pengingat bagi-Ku turun-temurun (Kel 3:15) danAkulah YAHWEH, itulah Nama-Ku,” Firman-Nya melalui nabi Yesaya (Yes 42:9)
  • Hadis: Utusan Allah berkata, ‘Allah memiliki 99 Nama, seratus kurang satu; dan siapa yang mengingat semua itu dalam hati akan masuk Paradis,” (Sahih Bukhari -Vol.9, Buku 93, Hadis 489). Namun semuanya ini hanyalah titel, bukan nama. Sejumlah Muslim percaya bahwa Allah itu adalah Nama bukan jabatan (God/ Al-Ilah). Namun Kalimat Syahada / Shahada: La Ilaha Illallah (tidak ada ilah selain Allah)[5]

ELOHIM DAN ALLAH TENTANG TRINITAS

  • Alkitab: Dan sesudah dibaptis, Yeshua segera keluar dari air. Dan tampaklah langit terbuka bagi-Nya dan Dia melihat Roh Elohim turun bagaikan seekor burung merpati dan datang ke atas-Nya. Dan, perhatikanlah suatu suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Putra-Ku Yang Terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan!” (Mat 3:16-17). Ref: Yesaya 42:1, Mat 12:18 & 17:5, Luk 9:35 & 2Pet 1:17. “Siapakah dia yang menaklukkan dunia, jika bukan dia yang percaya bahwa Yeshua adalah Putra Elohim,” rasul berkata (1 Yoh 5:5)
  • Kuran: Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (son; terjemahan Inggris) (S. 19:92). Penolakan Islam Allah tidak punya putra (son) sangat jelas: “suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi belah, gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak (ay. 88-91). Pikhtal: “Beneficent” untuk kata “Tuhan Yang Maha Pemurah”

Islam menganut konsep: Tawheed (absolute oneness/ pure monotheism) dan Tanzeeh (berbeda dari segala/ beyond comparability). “Ayat-ayat Kuran dan Hadis menolak ketiga pribadian Elohim dalam Alkitab.” Dari Tawheed ini menghasilkan praktek ajaran Islam: Ketuhanan, Penyembahan dan Attributes Allah. Dari ketiga pilar ini menghasilkan Islam sebagaimana kita lihat dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari umat Islam.[6]

Suatu perbedaan pribadi yang sangat besar antara keduanya. Trinitas dalam ajaran Kristen selalu: Bapa (YHWH), Putra (Yeshua) dan Roh Kudus – tiga pribadi-satu Tuhan; namun dalam Kuran dan ajaran Islam: Allah (dalam arti Bapa), Maryam (bunda Maria) dan Isa al-Masih (Yeshua / Yesus); S.5:116. Islam percaya bahwa Allah adalah satu.

BAGAIMANA ELOHIM DAN ALLAH MENJAGA PERKATAAN MEREKA

  • Alkitab: Elohim bukanlah manusia sehingga Dia berdusta; juga bukan seorang anak manusia sehingga Dia menyesal! Apakah setelah Dia berfirman dan Dia tidak melakukannya; dan setelah Dia berbicara maka Dia tidak menegakkannya? Bil 23:19; baca sampai 26
  • Kuran: Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Umulkitab (Lohmahfuz) (S. 13:39) with Him is the source of ordinance (Pikhtal). Lihat juga S. 2:106. Dan S.16:101 adalah ayat keluhan pengikut Alkitab atas penghapusan kata-kata Allah.[7]

 TENTANG PENYALIBAN YESHUA

Lukas 24 ayat 6 Yeshua telah mati tesalib namun bangkit hidup kembali

Yeshua mati tersalib dan hidup kembali

  • Alkitab: Banyak nabi telah menubuatkan kejadian ini, dan Yeshua sendiri menyatakan itu saat masih hidup. Dan kematian-Nya disaksikan oleh banyak orang, baik para murid-Nya, musuh-Nya baik dari pihak ahli agama Yahudi maupun tentara Romawi. Ketika rasul Petrus menegur guru-Nya karena berkata Dia akan dibunuh, Yeshua balik menegur Petrus dengan sangat keras, “Enyahlah dari-Ku, hai Setan! Engkau adalah sandungan bagi-Ku, karena engkau tidak memikirkan perkara-perkara Elohim, melainkan perkara-perkara manusia.” (Mat 16:23) Yeshua tahu bahwa Dia diutus Bapa-Nya ke bumi untuk mati – demi menebus dosa manusia melalui darah-Nya yang suci, baca Kitab Ibrani 9 dan 10.
  • Kuran: “mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. … Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya (S. 4:157-158). Namun pada S.3:55 dan S. 19:33 tertulis Yeshua akan meninggal dan bangkit kembali.

 HUBUNGAN ELOHIM DAN ALLAH DENGAN UMAT MEREKA MASING-MASING

  • Alkitab jelas menulis bahwa Elohim bukan hanya mendengar dan menjawab doa umat-Nya, lebih lagi Dia berbicara (Kel 34:29-35 & 37:9) bahkan tinggal di dalam pribadi umat-Nya: “Dia tinggal bersama kamu selamanya, yaitu Roh Kebenaran, … Dia tinggal bersama kamu dan akan berada di dalam kamu,” Yeshua berkata (Yoh 14:16-17). Ref: 1 Yoh 4:12-13. Nama Yeshua adalah Imanu’el artinya Elohim beserta kita.
  • Kuran: Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (S.14:4). Juga pada S. 6:39. Allah lebih mengutamakan kehendak-Nya sendiri daripada apa yang Dia katakan / janjikan.

BAGAIMANA MEREKA MENYELAMATKAN UMAT MEREKA MASING-MASING?

  • Alkitab: Yeshua, “Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa yang mendengarkan firman-Ku, dan percaya kepada Dia yang telah mengutus Aku, ia memiliki hidup yang kekal dan tidak masuk ke dalam penghakiman, melainkan telah berpindah dari kematian kepada kehidupan” (Yoh 5:24); keselamatan adalah anugerah Elohim melalui beriman kepada Yeshua dan melakukan firman-Nya. Efesus 2:1-10, 1 Yoh 4:5
  • Allah dalam Islam menuntut umat-nya beribadah dengan sempurna untuk mencapai pembenaran. Pembenaran melalui usaha manusia ini dikenal sebagai “Lima Pilar Islam” (yaitu: menyatakan dua Kalimat Syahada, Sembayang 5x sehari, Sakat (derma), Berpuasa di bulan Ramadan dan Naik Haji sedikitnya 1x selama hidup. Pilar tambahan adalah melakukan Jihad (berjuang bagi Islam) (S. 4:47). Pada akhir dari semua usaha manusia Allah akan menimbang: “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (S. 101:6-11)

PERNYATAAN IMAN UNTUK KESELAMATAN DAN TATA IBADAH

  • Alkitab: Dan akan terjadi, setiap orang yang berseru kepada Nama YAHWEH, akan diselamatkan; karena di Gunung Zion dan di Yerusalem akan terjadi keselamatan, sebagaimana yang YAHWEH firmankan, dan dari yang tersisa yang sedang YAHWEH panggil (Yoel 3:32). Ini tentang Akhir Jaman, lihat ayat 30 & 31. Merefer Mazmur 14:7 & 53:6. Dinubuatkan lagi Yesaya (Yes 46:13), dikutip oleh Rasul Petrus (Kis 2:19-21), oleh Rasul Paulus (Roma 10:9-13) serta Penulis kitab Ibrani (Ibr 12:22-24). Pusat ibadah adalah bukan tempat, tetapi ”roh dan kebenaran,” meskipun Yerusalem tetap kota suci. (Yoh 4:21-24)
  • Kuran: Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (S. 3:85). Pusat ibadah agama Ibrahim/Abraham berada di Mekkah (tepatnya Bakka / Petra) S. 3:96. Kata ”agama Islam” tidak ada dalam teks Arabnya. Dalam praktek: setiap orang yang ingin menjadi Muslim haruslah menyebut dua kalimah syahada; mengakui hanya pada Allah dan Muhammad nabi Allah.

SIKAP MEREKA KEPADA BANGSA LAIN

  • Alkitab: Dari jauh YAHWEH telah menampakkan diri kepadaku. “Ya, Aku telah mengasihimu dengan kasih yang kekal! Oleh karena itu Aku telah menarik engkau dengan kasih setia (Yer 31:3). Sebab Elohim mengutus Putra-Nya ke dunia tidak untuk menghakimi dunia, sebaliknya supaya dunia dapat diselamatkan oleh-Nya (Yoh 3:17). Di Bumi yang baru, 12 batu penjKontras perintah Elohim di Alkitab dengan Allah di Kuranurunya tertulis 12 nama rasul Yeshua dan 12 gerbangnya akan dinamai sesuai nama 12 suku Israel (Wah 21:12, 14)
  • Kuran: Allah mengusir Orang Yahudi dan Kristen (the People of the Scripture) dari Medinah dan Tanah Arab sebab “mereka menolak Allah dan utusan-Nya.” S. 59:2-4. Surah 59 adalah Kitab Al-Hasy-r (Al-Hashr) artinya Kitab Pengusiran.  Meskipun titel-titel Allah Islam sama (lihat di atas) dengan Allah Yahudi dan Kristen, Allah ini tidak suka kepada Yahudi dan Kristen.

PERINTAH BAGAIMANA HIDUP DENGAN SAUDARA SEIMAN

  • Alkitab: “Inilah perintah-Ku, supaya kamu mengasihi seorang terhadap yang lain, sama seperti Aku telah mengasihi kamu. (Yoh 15:12). Yeshua menyebut ini “Perintah Baru” sebagai tanda bagi dunia bahwa mereka adalah murid-murid-Nya (Yoh 13:34-35)
  • Kuran: Nabi itu (Muhammad) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (S. 33:6)

JIKA SAUDARA-SAUDARI MEREKA MURTAD

  • Alkitab: Jika ada seseorang yang tidak mentaati perkataan kami melalui surat ini, tandailah dan janganlah berkawan dengannya, agar ia dipermalukan, dan janganlah kamu mengganggapnya sebagai musuh, tetapi tegurlah sebagai saudara (2 Tes 3:14-15.
  • Kuran: Maka jika mereka berpaling (dari Islam), tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya (S. 4:89). Hadis: “…The Prophet said, ‘If somebody (a Muslim) discards his religion, kill him.’ “ (Bukhari 52:260) “Allah’s Apostle: ‘During the last days there will appear some young foolish people … and will go out from (leave) their religion … So, wherever you find them, kill them, for whoever kills them shall have reward on the Day of Resurrection.'” Bukhari (84:64-65). Lebih jelas tentang perkara ini silahkan lihat What Does Islam Teach About Apostasy

60% ayat-ayat Kuran berbicara tentang jihad, Jihad telah menjadi dasar kekuatan dan mesin penggerak Islam.[8] Berjihad juga berarti mempertahankan Islam dari mereka yang murtad dan praktek Islam yang tidak sesuai keyakinan kelompok tertentu.

TENTANG KEHIDUPAN DI SURGA

  • Alkitab: Yeshua berkata kepada mereka , “Kamu tersesat, karena tidak memahami kitab suci maupun kuasa Elohim! Sebab, pada waktu kebangkitan, mereka tidak kawin maupun dikawini, tetapi menjadi seperti malaikat-malaikat Elohim di surga (Mat 22:29-30)
  • Hadis: “Rasulullah bersabda, ‘Allah mengawinkan saya di Firdaus dengan Maryam Puteri Imran, dan dengan istri dari Firaun, dan dengan saudara perempuan Musa”.  Al-Tabarani [Ibn Kathir, Qisas al-Anbiya, p.38].[9]

 “Bebek Test” untuk menentukan sebuah pribadi.

Jika itu nampak sebuah bebek, berenang seperti sebuah bebek, dan bersuara seperti sebuah bebek, maka itu kemungkinan besar adalah sebuah bebek.”

KESIMPULAN

Dari penjabaran ayat-ayat dua Kitab Suci di atas, kita temukan betapa tidak masuk akal dan susah untuk bisa mengatakan bahwa kedua pribadi tersebut adalah indentik meskipun Nama dan klaim Kuran nampak sama, sebab semua karakter keduanya sangat berbeda, juga bagaimana mereka memperlakukan umat mereka masing-masing sangatlah berbeda. Jalan keselamatan dan ibadah serta kehidupan di Surga yang dijanjikan keduanya juga sangat berbeda.

Pernyataan dua mantan Muslim. Sam Solomon dan Atif Debs, dua pakar Kuran memperingati para Kristen modern untuk berhenti mengasumsikan kedua pribadi ini sama berdasarkan “kesamaan” atau “kesamaan yang cukup” demi tujuan dialog dan menjangkau orang  Muslim, sebab tidak menguntungkan baik untuk para orang Kristen dan juga para Muslim, Asumsi tingkat kesamaan ini tidak menguntungkan seorangpun, sebab itu tidak di dasari pada kebenaran masalah. Sebaliknya itu memudarkan perbedaan menyolok antara Allah Kuran dan Elohim YAHWEH Alkitab, juga klaim-klaim berani Muhammad memiliki (status) telah menggenapi kitab-kitab Suci Alkitab – semua ini menghasilkan kebingungan atas masalah-masalah baik bagi para orang Kristen dan juga para Muslim.”[10]

Dari pihak Elohim, Firman-Nya jelas berkata,

Akulah YAHWEH, itulah Nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemulian-Ku kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada patung.” (Yes 42:8)

Buku bagus untuk dibaca: Siapakah Allah ini? (Who is This Allah?) oleh G.J.O. Moshay

Catatan Kaki:

  1. Allah islam = Allah kristen? BP (15/3/2007)
  2. Allah: 2 (Dua) pribadi yang memiliki persamaan nama tetapi berbeda wujud & Karakter oleh Waroy John
  3. Hadis adalah kitab yang berisi kumpulan laporan-laporan mulut dari perkataan dan perbuatan Muhammad, dibuat setelah nabi meninggal. Dua Hadis yang dianggap berotoritas adalah Bukhari dan Muslim (diambil dari nama para penulisnya). Hukum Islam lebih banyak berasal dari Hadis dibanding dari Kuran.
  4. Setelah “… kepadamu” pada banyak terjemahan ditambahkan kata “(Muhammad).” Namun jika kita melihat pada Surah 4:47 arti dari ayat ini (S. 3:3) berbeda jauh, berbunyi: “Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur’an / ke Muhammad; tergantung terjemahan) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu …”. Jadi “Al Kitab” (the Scripture) di sini bukanlah Al Qur’an, tetapi Alkitab (the Holy Bible). Penambahan kata-kata dalam versi-versi di Kuran “(…),” sering kali memberi arah yang jauh berbeda.
  5. Tentang asal-usul nama Allah dan siapa Allah dalam Islam telah menjadi perdebatan panjang. Baca: The Name of God in Islam by Christian Churchers of God, Australia
  6. Sam Solomon & Arif Debs, Not the Same GOD, Is the Qur’anic Allah the Lord God of the Bible? Ringkasan dari hal. 129-141
  7. Pembatalan ayat dalam Kuran bisa dibaca di sini: The Problem of Abrogation in the Quran (Farooq Ibrahim)
  8. Mark A. Gabriel, Ph.D., ISLAM and TERRORISM, What the Quran rally teaches about Christianity, violence and the goals of Islamic jihad. Hal 31, Front Line, 2002
  9. S. 66:5. Dari cerita-cerita beberapa Muslim yang dikumpulkan oleh Tabarani. Dr Salem Abdel Galil, Januari 2017 “Ada ayat-ayat di Kuran yang menganggap di sorga Muhammad akan menikahi Perawan Maria, ibu dai Yeshua, juga Asiya, istri Firaun dan Kultum, saudari dari Musa.” Galil adalah pakar Islam dari universitas Islam terkenal Al Azhar dan juga mantan Menteri Agama Mesir. Program TVnya membuat para Kristen Koptik dan Katolik marah besar: Raymond Ibrahim: Muhammad’s Sexual Fantasies of the Virgin Mary by Jihad Watch. 
  10. Sam Solomon & Arif Debs, Not the Same GOD, Is the Qur’anic Allah the Lord God of the Bible? hal. 20. Solomon besar sebagai Muslim dan dididik Syaria Islam selama 15 tahun sebelum pindah ke Kristen, seorang penasehat HAM di Parlemen Britania maupun Uni Eropa. Dr. Atif Debs adalah professor dan pemimpin usahawan yang juga Muslim setia. Setelah mengadakan study banding yang intensif antara Islam dan Kristen yang Alkitabiah ia menjadi Kristen. Sekarang ia aktif pelayanan secara internasional baik di Gereja maupun Universitas. Informasi dikutip dari buku.

Read the rest of this entry

Ismael kembali ke Kristianiti setelah 16 tahun belajar dan membela Islam

Kuduslah kamu, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu, kudus (Imamat 19:2)

Ismael don't convert to IslamIsmael (nama samaran) adalah seorang Muslim kulit putih yang sangat serius dalam masalah kerohanian. Setelah ia menjadi orang Islam, ia tidak hanya beribadah dengan tekun, lebih dari itu ia belajar bahasa Arab dan belajar agama Islam di universitas. Selama 16 tahun sebagai orang Islam, Ismael pernah tinggal di Arab Saudi dan Mesir, menjabad sebagai seorang Katif Islam, ia mengajar di Mesjid-mesjid dan di bangku-bangku universitas. Ia dahulu terkenal sebagai seorang ”apologetis Islam” (pembela doktrin Islam) dengan situsnya ”Convert2Islam.” Situs barunya “Don’tConvert2Islam
Dalam videonya ”Why I Left Islam” (Mengapa Saya Meninggalkan Islam) ia memberikan alasan mengapa agama yang ia tekuni dan bela mati-matian tersebut sekarang ia tinggalkan dan berbalik 180 derajat menjadi pembela ajaran Alkitab. Di bawah ini adalah ringkasan pengakuannya sendiri.

“Saya telah menjadi Muslim (orang Islam) selama 16 tahun, namun beberapa tahun belakangan ini saya telah terganggu dengan masalah-masalah sekarang ini yang memaksa saya mempertanyakan iman Islamku.
Pertanyaan ”Mengapa saya meninggalkan Islam?” Jawaban dari pertanyaan ini adalah Kuran dan Muhammad, ajaran keduanya tentang moral dan tingkah-laku. Beberapa tahun belakangan ini saya tidak mampu lagi membela Kuran, khususnya Muhammad dalam masalah moral dan tingkah-laku. Pada masa lalu saya telah melakukan sebisa saya membela Islam dan khususnya Muhammad, berkali-kali.

Saya seorang Islam yang terdidik dengan baik dan telah mempelajari bidang apologetis Islam bertahun-tahun. Namun sementara saya berdebat membela Islam dan Muhammad saya sadari bahwa banyak kritik tentang Islam adalah sungguh valid (berlaku) dan didasari dari sumber-sumber Islam awal yang autentik. Saya temukan diri saya sendiri kalah dalam menemukan jawaban yang layak dan jujur dalam meresponi mereka.
Ismael memberi satu contoh dari sejumlah masalah yang ia hadapi dalam Kuran berkaitan dengan masalah moral dan tingkah-laku.
Apakah dihalalkan pria Muslim memperkosa seorang wanita, khususnya wanita yang suaminya masih hidup dan bukan Muslim?, ia membuka sebuah kasus. Ismael menemukan jawabannya di Kuran pada An-Nisa (surah) 4:22-24,

”Juga (adalah terlarang) wanita-wanita yang telah menikah, kecuali mereka (budak-budak) yang tangan kananmu miliki. Itu semua Allah telah berikan kepadamu. (Surah 4:24).

Abdul Katir, seorang Komentator Islam klasik, menulis ”itu dihalalkan” asal ”setelah yakin sebelumnya bahwa mereka (wanita-wanita rampasan perang tersebut) tidak sedang hamil” – Abdul Katir mengutip jawaban Muhammad atas pertanyaan Abu Sa’id Al-Khudri.
Kenyataan ini membuat Ismael sendiri terkejut, dan hampir tidak percaya apa yang ia telah temukan. Lalu ia menggali sumber islam lainnya yang lebih autentik untuk memastikannya, ternyata sumber lain meneguhkan penghalalan tingkah laku tersebut. Di kitab Hadith sahih Sunan Abu Dawud vol.2 no.1161-2174; pada nomor 2155 dijelaskan bahwa Muhammad mendapat pewahyuan tersebut dari Allah.
Di sini Ismael memberi sebuah analogi untuk menjawab moral dan tingkah-laku yang diajarkan Kuran dan Muhammad: ”Jika wanita tersebut adalah istri kamu, atau salah satu wanita dari keluarga kamu atau putri kamu dipaksa untuk menceraikan suami resminya, lalu dipaksa untuk menikahi tentara musuh dan kemudian dipaksa bersetubuh, apakah kamu pikir istrimu, saudari kandungmu, putrimu, ibumu akanlah setuju pemaksaan yang melecehkan mereka?”

”Saya tidak percaya bahwa pewahyuan ini datang dari Elohim (God). Karena itu saya menolak Kuran dan Muhammad dalam masalah ini,” Ismael berkata, dan melanjutkan, “Nah sekarang Anda mengerti mengapa saya meninggalkan Islam. Terima kasih dan Elohim memberkati Anda, saya dan semuanya. Amin.”

Read the rest of this entry