Arsip Blog

Yemen: Tentara kualisi Sunni pimpinan Saudi menyerang suku Houthi dukungan Iran

Peta Perang di negara Yemen tahun 2016.gif

Peta konflik di Yemen

Tentara gabungan negara-negara Sunni pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan melalui darat, laut dan udara atas tentara suku Houthi yang setia pada Saleh, ex-presiden Yemen.

Serangan Arab di bulan Ramadan ini, merupakan serangan terbesar tentara Sunni sepanjang tiga tahun melawan Houthi dukungan pemerintah Syiah Iran. Dikabarkan sedikitnya sudah 20 orang tewas.

Bulan Ramadan tahun ini telah menjadi bulan suci agama Islam yang paling berdarah menurut Breitbart; Kekerasan Ramadan: Para Jihadist telah membunuh, melukai 1365 orang dengan satu minggu lagi (Breitbart)

Tentara Sunni mentargetkan merebut Pelabuhan laut Hodeidah, mereka percaya jika mereka bisa merebutnya, maka militan Houthi ini akan tumbang.

Tentara Sudan juga terlibat dalam serangan pimpinan Arab Saudi ini. Perang Yemen ini telah dikenali banyak ahli politik sebagai Perang antara Arab Saudi melawan Negara Islam Iran.

Konflik ini berawal dari bangkitnya suku Houthi berdemo menuntut perbaikan ekonomi dari Presiden Ali Abdullah Saleh di bulan Pebuari 2011, dimasa bangkitnya gerangan Jalan Arab atau Arab Spring (orang Barat menyebutnya). Saleh (suku Houthi) tumbang diganti oleh wakil presidennya, Abdrabbuh M. Hadi, dukungan pemerintah Arab Saudi. Sejak itu demo berubah menjadi konflik senjata, dan segera menjadi semakin besar melibatkan negara-negara Islam di sekitarnya. Al Qaida juga turut memerangi Houthi.

Pelajaran yang bisa diambil dari Perang Yemen ini: Belajarlah untuk sabar dan puas dengan kelemahan Pemerintah, sebab demontrasi bisa berakibat jauh lebih buruk dari apa yang masih ada di tangan kita. Semasa Presiden Saleh, suku Houthi adalah “korban,” sekarang suku ini tergolong “musuh” yang harus dihancurkan dari tanah airnya sendiri. Harap baca: Para Muslim Indonesia, JANGAN mengulangi kesalahan bangsa Iran, Irak dan Syria; hentikan ISIS/NIK!

 Artikel yang bagus untuk di baca:

Read the rest of this entry

Iklan

Sastrawan Kuwait Abdullah Al-Hadlaq: Israel adalah negara sah, bukan penjajah!

Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, (Yoel 3:2)

Pada suatu wawancara TV sastrawan Kuwait ini ditanya oleh tuan rumahnya:  Apakah itu Israel? Israel mewakili apa? Sebuah negara? Kelompok? Organisasi teroris? Suatu yang abstrak?

Sastrawan tua ini dengan nada tenang dan lembut menjawab: “Suka itu atau tidak, Israel adalah sebuah pemerintahan negara merdeka. Itu ada dan memiliki kursi pada Persatuan Bangsa-bangsa (PBB), dan sangat suka-damai dan negara-negara demokrasi mengakuinya

Kelompok negara-negara yang tidak mengakui Israel adalah negara-negara tirani dan penindas; contoh, (Republik) Korea Utara tidak mengakui Israel, tetapi ini tidak bisa menyingkirkan Israel atau dari fakta keberadaannya entah kita suka itu atau tidak.

Negara Israel memiliki pusat-pusat ilmu pengetahuan dan universitas-universitas; hal-hal yang bahkan negara-negara Arab tertua dan sangat berkuasa kekurangan. Jadi Israel adalah sebuah negara dan bukan sebuah organisasi teror, sebagaimana saya katakan, itu adalah sebuah negara mendeka. Ya, itu negara legal.

Rekan saya (tamu diseberangnya) telah menyebut Israel sebagai sebuah “penguasa pembajak,” tetapi ini dapat ada disangkal baik dalam istilah agama dan politik.

Dari perspektif keagaamaan: Kuran 5:21 membuktikan bahwa orang-orang Israel memiliki hak atas Tanah Suci. Allah berkata: “Ketika Musa berkata kepada bangsanya, ‘O, bangsaku, masuklah ke Tanah Suci yang Allah telah tetapkan bagi mu.’” Jadi Allah telah menetapkan tanah tersebut bagi mereka dan mereka tidak membajaknya.

Penguasa pembajak adalah siapapun yang ada sebelum kedatangan orang-orang Israel. Karenanya, saya tidak akan sepaham dengan slogan-slogan absolute dan istilah-istilah seperti “Zionis adalah penguasa pembajak.”

Fakta bahwa saya adalah seorang Arab tidaklah berarti harus mencegah saya dari mengakui Israel. Saya mengakui Israel sebagai sebuah negara dan sebagai sebuah fakta kenyataan, tanpa mengabaikan indentitas ke Arabaku dan keanggotaanku

Rekannya menimpali, “saya tidak tahu apakah Palestina dan pendudukannya adalah masalah Arab atau masalah keagamaan?

Abdullah Al-Hadlaq menjawab rekannya, kali ini suaranya tegas dan sedikit tinggi: “Tidak ada pendudukan! Yang ada adalah bangsa yang kembali ke tanah perjanjiannya. Sadarkah kamu bahwa sejarah bangsa Israel adalah kuno, (hadir) sebelum Islam? Oleh sebab itu, kita para Muslim harulah mengakui bahwa bangsa Israel memiliki hak atas tanah tersebut dan bahwa mereka tidak membajak itu (tanah).

Bangsa yang berkata bahwa itu adalah pembajakan adalah masih berpikir dalam mentalitas tahun 1950 dan sebelumnya. Ketika Negara Israel berdiri tahun 1948 tidak ada negara yang disebut Palestina.

Baca:

Tuan rumah: Jadi darimana kita dapat nama tersebut yang kita telah bela selama 60 tahun?

Abdullah Al- Hadlaq: Itu tidak ada. Yang ada adalah berbagai macam komunitas hidup di negara-negara Arab. Mereka disebut: “Bangsa Kanaan, Amalek atau tuan rumah dengan nama-nama lainnya, ayat Kuran bahkan berkata, “… disana ada sebuah bangsa yang sangat perkasa, beberapa orang menyebutnya Jabbareen (Alkitab menyebutnya: Yebus; Yoshua 11:3). Oleh karenanya tidak ada negara yang disebut Palestina. Saya berpegang teguh pada hal ini.

Tuan rumah: Anda pernah menulis dalam sebuah artikel: “Saya berharap saya adalah seorang tentara Israel”, betulkah itu? Jadi itu tidaklah hanya sekedar mengakui Israel. Anda tidak menulis itu dalam bentuk orang pertama, tetapi Anda menulis bahwa pemuda Arab berharap mereka dapat ada sebagai tentara-tentara Israel. Ini logis? Ini realistik?

Abdullah Al-Hadlaq: Saya menulis itu artikel di tahun 2006, ketika terntara Israel Gillad Shalit diculik. Ketika saya menulis ini, saya tidak maksudkan bahwa saya suka mengangkat senjata dan berjuang bagi Israel, tetapi saya berharap bahwa kita dapat ada seperti orang-orang Negara Israel yang telah sungguh-sungguh turun untuk orang terakhir membela seorang tentara Israel, jadi saya menulis: “Saya berharap saya dapat ada seperti seorang tentara dimana negara membela dia.”  Demi Allah, jika dia (Gillad Shalit) adalah seorang tentara di negara Arab apapun, apakah bangsanya, negara, atau pemimpin negara sungguh melakukan seperti Israel telah lakukan? Negara-negara Arab telah memiliki ribuan yang terluka, dan tidak seorangpun perduli atas mereka. Baca: Gilad Shalit, harga seorang Yahudi Israel sangat mahal! Fakta.

Saya ceritakan pada kalian sebuah kebenaran, saya punya reservasi tentang kata “normalisasi” dan saya lebih suka menyebut itu “keberadaan yang damai dengan Negara Israel”

Tuan Rumah: Seperti Mesir dan Yordan? (Kedua negara ini telah mengikat perjanjian damai dengan Israel)

Abdullah: Tepat sekali. Keberadaan yang damai

Tuan Rumah: Apa hasilnya?

Abdullah: Kedua sisi mendapat keuntungan dari itu!

Tuan Rumah: Haruskah para Arab dan Muslim berdiri bersama Israel melawan Hizbullah?

Abudllah: Pemimpin sebuah kota Negara Teluk berkata bahwa dia siap bekerja sama dengan ‘Setan’ menentang pemerintah Persia (Iran). ‘Setan’ yang ia maksud di sini adalah Israel. Namun saya katakan: Mengapa kita tidak hidup dalam keberadaan yang damai dengan Israel, dan bekerja sama dengannya menentang musuh besar kita, yakni regim Persia?

Rekannya: Kamu katakan pemerintah Zionist menentang Iran?

Abdullah: “Regim Persia bermegah diri bahwa Persia telah menduduki empat ibukota Arab dan itu akan segera menduduki yang kelima. Apakah Israel pernah berkata hal seperti itu,? apakah ia pernah berbangga tentang menjajah sesuatu? Tidak pernah, sebab Israel tidak pernah menjajah siapapun. Israel datang ke tanah miliknya sendiri, yang mana pemerintah Persian Iran adalah seorang pembajak.

Saya mendukung pendirian dari aliansi tiga-jalur yang terdiri dari Israel, Negara-negara Teluk Arab dan Amerika dengan tujuan menghapus Hizbullah sama sekali.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara