Arsip Blog

Dua Pakar Arab Muslim beda pendapat tentang kepemilikan Tanah Suci dan kota Yerusalem

Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Injil Matius 2:6 // Mihka 5:2

Sheikh Ahmad al-Adwan VS Dr. Ghada KarmiSheikh Ahmad al-Adwan versus Dr. Ghada Karmi, siapakah yang berbicara berdasarkan fakta yang lebih legal? Keduanya memiliki pandangan yang sama sekali berbeda tentang siapa yang berhak atas tanah yang saat ini negara Israel berada beserta ibukotanya Yerusalem.

Latar belakang mereka:

  • Dr. Ghada Karmi. Ia Arab Palestina kelahiran Yerusalem (1939) adalah seorang dokter kesehatan lahir di Palestina migrasi ke Inggris. Penulis rutin masalah Palestina di media Inggris. Ia juga dosen pada Institure Arab dan Ilmu Islam pada Universitas Exeter di Inggris.
  • Sheikh al-Adwan. Ia Arab Yordania kelahiran Amman (1952) tinggal di negara Yordania. Menekuni ilmu Islam sejak 1997 dan kehidupan Ummah Islam (Masyarakat Islam). Ia sering berkomunikasi dengan banyak pakar agama termasuk dari Kerajaan Yordania serta sejumlah instruktor Sharia Islam dari Yordania, Arab dan universitas-universitas lainnya.

Pernyataan Dr. Ghada Karmi kepada Emily Maitlis wartawan BBC saat itu dihadiri juga Duta Besar Israel untuk Britania Raya Mark Regev berkaitan dengan keputusan Presiden Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ibu ini berkata dengan penekanan suara yang tegas:
“Israel adalah pemilik illegal/ tidak sah atas Yerusalem Timur dan Yerusalem Barat. Bangsa Palestina punya hak atas kota tersebut. Saya lahir di Yerusalem, bagian dari orang asli Yerusalem!
Ditanya seharusnyakan orang Palestina protes atau berdialog dalam menghadapi pengakuan Trump tersebut, Karmi menjawab: “Saya tidak tahu bagaimana mereka harus berbuat, tapi saya tahu apa yang mereka rasakan. Mereka protes, mereka marah, mereka memiliki segala hak untuk marah! Duta Besar Israel menanggapi pernyataan ibu ini, “Why Is Israel the Only Country Without the Right to Choose Its Capital?  (klik untuk melihat wawancara kedua tamu BBC tersebut).
Pernyataan Sheikh Ahamad al-Adwan kepada wartawan Israel on Arabic tentang Tanah Suci / Tanah Perjanjian dan kota Yerusalem:
”Saya percaya pada kitab suci Kuran, fakta ini dinyatakan banyak kali di Kitab. Contoh ”O umat-Ku! Masuklah ke Tanah Suci yang Allah telah tetapkan bagimu” [Koran 5:21], ”Kami telah membuat anak-anak Israel pemilik hal-hal demikian [Koran 26:59], dan ayat-ayat tambahan lainnya di Kitab Suci,” itu jawaban Sheikh al-Adwan ketika ditanya mengapa ia mengakui tanah Israel / Palestina sebagai milik bangsa Israel.
”Siapapun yang berkata ”ini adalah Negara Palestina” adalah entah ia tertidur atau seorang yang suka tidur tengah hari bolong … teroris dan seorang pribadi yang jahat.
Wartawan: Sebagai seorang agamawan, apakah Anda percaya bahwa mereka yang menyebut diri mereka sendiri “bangsa Palestina” memiliki hak untuk mendirikan negara di tanah bersejarah bangsa Yahudi?
”Allah (terpujilah Dia) menulis di Torah bahwa ini adalah tanah anak-anak Israel, Dia telah menyerahkan Tanah Suci kepada anak-anak Israel dan menyebut Tanah tersebut dengan Nama ini (Tanah Israel) dan sebagaimana itu dinyatakan oleh Kitab Kuran: … (Sheikh ini kembali mengutip ayat-ayat Kuran yang ia telah sebutkan sebelumnya dan Kuran 17:104 ”Tinggallah dengan aman di Tanah (Perjanjian), lalu menjawab pertanyaan tersebut,) ”Jadi jawaban untuk pertanyaan Anda, bagaimana mereka (bangsa Palestina) mempunyai hak untuk mendirikan sebuah Negara pada Tanah Israel bangsa Yahudi. Lebih dari itu, bahkan jika semua penduduk dari Tanah (Israel) melupakan hak mereka, atau jadi gila dan bekerja sama dengan mereka yang menyebut dirinya sendiri ”bangsa Palestina” untuk mendirikan sebuah negara bagi yang kemudian (bangsa Palestina), mereka (bangsa Israel) tidak akan berhasil, Allah tidak akan mengijinkan ini sampai Hari Penghakiman, sebab ini adalah kehendak Allah sendiri dan secara khusus telah menulis di Kitab-Nya bahwa Tanah ini akanlah ada sebagai Tanah bangsa Israel di bawah penguasaan orang Israel sehingga tidak seorang pun kemudian akan memperebutkan itu.” Bagian terakhir pernyataan Sheikh ini mungkin beralaskan Surah 5:21 di atas, anak kalimatnya berbunyi: “dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Kuran Indonesia).

Apa yang Alkitab sendiri katakan tentang Tanah Perjanjian / Tanah Suci yang saat ini ditempati oleh bangsa Israel? Ada puluhan ribu ayat, ini adalah satu dari antaranya: Kisah Para Rasul 13: 16-19

Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata:

“Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah! Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.

Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun. Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry

Petinggi HAMAS: “Siapakah orang-orang Palestina?, kami adalah…”

Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari YAHWEH (Amsal 16:1)

 

orang Palestina di Israel

Orang Palestina tinggal di Israel

Pertanyaan “siapakah sesungguhnya orang atau bangsa Palestina” telah menjadi perdebatan puluhan tahun, apalagi jika itu dikaitkan secara langsung dengan negara Israel dan kota Yerusalem. Pernyataan Menteri Dalam Negeri dan Keamanan National Hammas, Fathi Hammad, dipancarkan oleh TV Al-Hekma pada 23 Maret 2012 menyelesaikan perdebatan tersebut.

 

Petinggi Hamas ini, dengan emosi yang tinggi menyatakan fakta kebenaran berdasarkan sejarah siapa sesungguhnya bangsa yang dunia kenal sebagai “bangsa Palestina” atau “orang-orang Palestina.” Berikut ini adalah ringkasan dari program TVnya: Hamas Minister of the Interior and of National Security Fathi Hammad Slams Egypt over Fuel Shortage in Gaza Strip

“Saudara-saudara, ada 1,8 juta kami di Gaza,” Hammad berkata, “Al-Aqsa dan Tanah Palestina mewakili ujung-tombak bagi Islam dan bagi para Muslim. Karenanya, ketika kami mencari pertolongan dari saudara-saudara Arab kami, kami tidak mencari pertolongan mereka supaya bisa makan, hidup, minum, berpakaian, atau hidup kehidupan yang mewah. Tidak. Ketika kami mencari pertolongan mereka itu supaya bisa melanjutkan tugas jihad.
Allah ada ditinggikan, kita semua memiliki akar-akar Arab, dan setiap orang Palestina, di Gaza dan seluruh (tanah) Palestina dapat membuktikan akar Arabnya – entah dari Arab Saudi, dari Yaman, atau dari manapun juga. Kita memiliki ikatan-ikatan darah. Jadi dimana ketertarikan dan belas kasihan kalian? (Hammad sedang berbicara kepada Pemerintah Mesir; mengemis suplai minyak untuk penduduk jalur Gaza yang dihentikan Mesir)
Secara pribadi, separuh dari keluargaku adalah orang Mesir. Kami semua seperti itu. Lebih dari 30 keluarga di Jalur Gaza adalah disebut Al-Masri (Orang Mesir). Saudara-saudara, separuh dari orang-orang Palestina adalah orang Mesir dan separuh lainnya adalah orang (Arab) Saudi.
Siapakah orang-orang Palestina? Kami memiliki banyak keluarga disebut Al-Masri, yang akarnya adalah orang Mesir. Orang Mesir! Mereka bisa jadi dari Alexandria, dari Kairo, dari Dumietta, dari Utara, dari Aswan, dari Mesir Utara atas (Upper Egypt). Kami adalah orang-orang Mesir. Kami adalah orang-orang Arab. Kami adalah orang-orang Muslim. Kami adalah sebuah bagian dari kalian.

Read the rest of this entry