Arsip Blog

Perang Suriah: “Hell on Earth” di selatan Ghouta beda jauh dari laporan Media Barat

Kota Ghouta dan Damaskus di SuriahWartawan Sky News terkejut dengan pernyataan Dr. Marcus Papadopoulus, wartawan politik Inggris sekaligus pendiri majalah Politics First, tentang kondisi medan perang di kota Ghouta Timur dan para aktornya sama sekali berbeda dengan apa yang dilaporkan oleh para media Barat. “Hell on Earth,” ketua UNICEF menjuluki kondisi di Selatan Ghouta yang diserang oleh bom-bom tentara pemerintah Suriah; 900 orang sipil telah tewas menurut organisasi the Syrian Observatory for Human Rights (SOHR),” Reuters menulis. Media Barat umumnya menulis “regim Asad membomi pejuang kemerdekaan yang menduduki Ghouta dan penduduk sipil jadi korban.

Marcus membantah laporan media Barat, ia bahkan dengan berani berkata bahwa para pria ”the White Helmets (pasukan P3K di Suriah) adalah bagian dari kelompok teroris Al-Qaida” dan ”kelompok propaganda.” Tahun lalu kelompok the White Helmet mendapat piagam penghargaan kemanusiaan dari Uni Eropa. Lihat dua video berbahasa Inggris dengan text terjemahan Indonesianya. Terima kasih untuk penterjemah Indonesia!!

Ternyata Dr. Marcus tidak sendiri dalam opininya tersebut, Rania Khalek bahkan lebih berani dan memberi lebih terperinci siapa sesungguhnya para ”pejuang kemerdekaan Suriah” dan the White Helmets serta the SOHR adalah para ektrimis dan siapa negara apa saja yang ada dibalik kelompok-kelompok ini yang ingin menggulingkan presiden Assad. Menambahkan, ”Pemerintahan Obama telah menghabiskan hampir 1 milyar dollar AS/tahunan untuk melatih dan menyelundupkan senjata bagi para ektrimis tersebut – yang mereka tahu – berhubungan dengan Al-Qaeda,” Rania berkata.

Menurut Rania, para ektrimis inilah yang sesungguhnya yang membunuhi rakyat sipil Suriah bertahun-tahun, dan memakai mereka sebagai tameng hidup.

Rania adalah wanita AS asal Libanon, wartawan, penulis dan komentator untuk masalah politk Timur Tengah dan AS.

Read the rest of this entry

New York, AS: Yasmin, Muslim membuat laporan ”diganggu pendukung Trump” ngaku bohong; dibotakin kepalanya

Enam perkara ini yang dibenci YAHWEH, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. (Amsal 6:16-19)

yasmin-seweid-facebook-yahoo-mahasiswi-baruch-college-fitnah

Yasmin Seweid, penyebar kebencian atas Amerika

Seorang remaja putri Muslim yang telah melapor telah dilecehkan di subway Kota New York oleh para pendukung presiden terpilih Donald Trump telah mengarang-ngarang ceritanya, Jurubicara Departemen Polisi New York berkata kepada Business Insider, Yahoo.com mengutip.

Yasmin Seweid, 18 tahun mahasiswi Baruch College, secara sengaja melapor bahwa tiga pria kulit putih menjerit ”Donald Trump” kepada dirinya sekitar pukul 10 malam setelah meninggalkan kampusnya pada tanggal 1 Desember.

Laporan palsu: ”Trump! Trump! Dan memanggil dirinya ”terrorist” saat mereka mencuri kerudung kepalanya. ”Kembalilah ke negaramu!” Yasmin berkata mereka berteriak pada serangang 1 Desember tersebut.

”Mereka yang mengelilingi saya dari belakang dan mereka adalah seperti, ‘Oh Lihat, itu adalah sebuah f—ing terrorist,'” CBS menulis, “Saya tidak menjawab. Mereka menarik tas tali saya  dan robek, dan ketika saya berbalik dan saya sungguh-sungguh sopan dan saya adalah seperti, ‘Dapatkah kalian meninggalkan saya sendirian?’ Dan semua orang memperhatikan, tidak ada seorang pun yang mengatakan sesuatu, semua orang hanya memalingkan pandangan,” Yasmin bercerita kepada CBS News.

Yasmin juga mengklaim, orang-orang disekitarnya menghentikan pelecehan atas dirinya – bahkan ketika para pria (kulit putih) tersebut merobek hijabnya (tutup kepala wanita Muslim); Ia menulisdi Facebooknya: ”Itu menghancurkan hati saya bahwa begitu banyak pribadi-pribadi yang ada mengamati sementara melihat saya ada dilecehkan secara verbal dan fisik oleh babi-babi yang menjijikan. Orang Amerika Trump adalah nyata dan saya telah menyaksikan itu sendiri semalam! Suatu malam yang mentraumakan.”

Ayahnya yang menganut Islam garis keras mengadu ke polisi ketika Yasmin tidak pulang dan pemimpin kampus mengeluhkan peristiwa ”rasisme” yang menimpa mahasiswinya.

Baca juga:

Reaksi polisi NY: Tetapi ketika para polisi mencoba mengkonfirmasikan ceritanya melalui pemeriksaan video keamanan dan banyak sumber lainnya, mereka memutuskan bahwa ceritanya tidak sesuai. Para penyelidik kebencian-kejahatan yang berurusan dengan pemimpin kampusnya juga meneguhkan kesimpulan polisi, sumber lain menulis.

Namun setelah Kepolian kerja keras dan menunjukkan semua bukti, Yasmin akhirnya mengakui bahwa ia saat itu minun dengan rekan-rekannya larut malam setelah acara fashion show di kampus dan kemudian membuat laporan palsu tersebut.

yasmin-seweid-muslim-terbukti-membuat-tuduhan-rasis-dan-islamophobia-palsu-dibotakin-polisi

Yasmin Seweid dipengadilan

Polisi membawa kasus ini ke pengadilan. Rabu sore ia telah dinyatakan bersalah dalam dua hal: telah membuat laporan palsu dan juga menggangu admistrasi pemerintah.

”Ini bukanlah sesuatu kami biasanya lakukan, ia telah memiliki sejumlah kesempatan untuk mengakui kejadian tersebut tidak ada dan ia tetap saja berkukuh pada ceritanya,” pihak kepolisian NY berkata.

Pada kejadian yang terpisah, seorang mahasiswi muslim berusia 18 tahun juga melakukan pengaduan palsu sejenis.

Mahasiwi dari Universitas Louisiana ini mengklaim bahwa ia dilecehkan dan dirampok oleh dua pria kulit putih di Lafayette. Pada laporannya kepada polisi kedua pria ini (Lationo dan Kulit Putih) mengenakan topi putih ”Make America Great Again” memukul dengan benda besi dan menarik copot penutup kepalanya.” Mahasiswi ini dibela oleh presiden Assosiasi Muslim Lafayett, Kareem Attia, ia berkata kepada media AP. ”Saya tidak berpikir bahwa itu sopan. Tetapi saya akan katakan sebuah kejahatan kebencian adalah kejahatan kebencian. Itu tidak diterima oleh agama kami. Itu juga tidak diterima oleh kelas kemanusian kami.” Business Insider melapor.

Oops, ternyata tuduhan palsu lainnya! Namun wanita ini tidak dihukum menurut Yahoo.com.

Berapa lama lagi Liberal Media dan Islam fanatik akan terus menyebarkan kebohongan dan menyudutkan kelompok konservatif? Poll terbaru berkata: “The mainstream media is viewed negatively by 57 percent of Americans with just 25 percent viewing mainstream media outlets favorably,” Laporan menulis

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry

Amerika Serikat: Muslim membakar mesjidnya sendiri di hari Natal untuk tujuan politik, dihukum penjara

gary-nathaniel-moore-muslim-amerika-membakar-mesjidnya-sendiri-di-hari-natalGary N. Moore berkata, ia telah berkunjung ke Mesjid Savoy setiap hari, lima kali sehari selama lima tahun.

Di pengadilan Houston Moore mengakui kesalahanya ia dengan sengaja membakar mesjid dimana ia biasa sembayang tersebut. Ia membakarnya tepat pada tangal hari Natal 25 Desember 2015, setelah jemaat selesai sembayang Jumat.  Ketika itu juga sedang berlangsung kampanye Pemilihan calon Presiden Amerika Demokrat lawan Republik.

Media raksasa yang pro Partai Demokrat seperti CBN, CNN dan NBC segera menuding Donald Trump dan kandidat Partai Republik lainnya; mereka menyebarkan thema ”Islamophobia” yang dilontarkan oleh para pemimpin organisasi Islam Amerika karena pembakaran mesjid tersebut.

“Mereka berharap melalui kebakaran ini mereka bisa menyerang  orang kulit putih, kelompok (partai) Republik, anggota Tea Party yang berkaitan dengan agama garis kanan (di sini berarti: Kristen Amerika),” Russ Hepler menulis, ”Namun, aduh  – itu berbalik, mereka terpaksa hidup dengan kekecewaan lainnya. Sama seperti inisial mereka ”terburu-buru-untuk-menghakimi” dalam pembantaian San Bernardino, mereka 180 derajat bergeser keluar dengan kesimpulan-kesimpulan mereka.”

“Itu tampak media nasional begitu cemas untuk membawa “politically correct”-airnya Obama ketika itu berurusan kepada Islam, mereka tersandung  pada diri mereka sendiri, membuat kesalahan-kesalahan yang bodoh, dan tampak seperti para orang fasik dalam proses.

Tapi, tragedi besar di sini adalah bahwa kita melihat  kegilaan radikal lainnya yang  berusaha melakukan kerusakan dalam nama agama Islam.

Sorry, CNN, MSNBC, NYT, WaPo, HuffPo, dan Pemerintahan Obama, kalian tidak dapat menyalahi hal ini pada para pendengar NRA dan Rush Limbaugh,” Russ Hepler menutup beritanya

 Referensi:

Read the rest of this entry

Fox TV reporter (Scarlett Fakhar) fired for pro-Trump, anti-Obama posts

Liberals’ Camp After the USA Presidential Election of 2016

A firefight of words has erupted in Houston after a Fox affiliate fired a TV reporter for expressing her support for President-elect Donald Trump on her personal social media.

Her critics are blasting her, and the Houston Chronicle suggested there was some element of racism. But Scarlett Fakhar, 25, KRIV-TV in Houston also has her supporters.

“I for one will not be watching Fox 26 any longer,” wrote Steve Woodruff on her Facebook page. “Their bias is more than obvious. You have our full support & here’s hoping for bigger things for you in the future. #istandwithscarlettfakhar.”

The controversy developed shortly after Trump’s election victory over twice-failed Democratic presidential hopeful Hillary Clinton. Read the rest

Read the rest of this entry

PENTING! Kristen Palestina Angkat Bicara Mengenai Gelombang Terror

“Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.” Adonai Yeshua Ha Mashiah (Matius 18:7)

Serangan terrorist Islam Palestina di Yerusalem 13 Oktober 2015Israel. Negara Israel sedang dilanda gelombang terror sejak Perayaan Pondok Daun September 2015. Memasuki bulan Oktober, ada saja sedikitnya seorang Ibrani yang diserang oleh para Muslim Palestina yang tinggal di Israel. Matius (bukan nama sebenarnya), seorang Kristen Palestina yang hidup di wilayah Samaria (dikenal sebagai West Bank) yang dipimpin oleh Muslim Palestina, telah menulis kepada sebuah kantor surat kabar berkaitan dengan aksi-aksi terror yang sedang berlangsung di Israel. Berikut ini terjemahan Indonesianya dari artikel: IMPORTANT! Palestinian Christian Speaks Out on Wave of Terror (IsraelToday.co.il; 9/10/2015). Huruf dalam kurung siku dan garis bawah dari perterjemah Indonesia.

Read the rest of this entry