Arsip Blog

Para Muslim Indonesia, JANGAN mengulangi kesalahan bangsa Iran, Irak dan Syria; hentikan ISIS/NIK!

Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat. Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus. Karena mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung; karena mereka makan roti kefasikan, dan minum anggur kelaliman. (Amsal Salomo 4:14-17)

Polisi menunjukkan barang bukti bom rakitan buatan teroris di Jawa

Barang bukti bom rakitan NIK / ISIS

Roh jihad ISIS sedang memasuki bumi Indonesia, setiap orang Indonesia sadar akan hal ini, entah mereka pro maupun kontra. ISIS, atau Daesh orang Arab menyebutnya) sangat aktif membangun Negara Islam (NI)  mengulangi kejayaan Dunia Islam Khalifah. Mengapa aku menghubungkan NI Sunni ini dengan NI Syiah Iran, ya sebab mereka memiliki ambisi politik yang sama sekalipun beda dalam doktrin. Praktek agama adalah masalah pribadi kita dengan Tuhan, Pencipta kita, namun politik berjubah agama adalah kendali pemuka agama atas seluruh kehidupan pribadi manusia. Aku mau membawamu melihat pada tiga negara Islam pada periode 40 tahun kebelakang dari saat ini; negara-negara yang umumnya makmur menjadi miskin dan hilang masa depannya.

Bacaan  berkait:

TRAND MUSLIM ABAD 21, belum pernah terjadi sebelumnya!

Iran di bawah Ayatollah Khomeini. Reza Pahlavi menjadi raja/shah sejak Desember 1925 sampai Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran 1941. Putranya Mohammad Reza menjadi raja (16/9/1941 – 11/2/1979). Konflik ulama di bawah pimpinan Sayyid Ruhuollah Musavi Khomeini (dikenal di dunia sebagai Ayatollah Khomeini) melawan raja mulai terjadi. 1962-63, Shah Pahlavi mengeluarkan undang-undang megijinkan untuk wanita boleh ikut memberi suara dalam pemilu untuk pertama kalinya dan bukan Muslim boleh bekerja di parlemen-parlemen. Khomeini menolak keputusan raja; tumpah darah terjadi dan ia dipenjarakan. Ulama ini dibebaskan di awal 1965, dan pindah ke Irak, mengendalikan para pengikutnya untuk tetap menentang raja. Sepanjang 1978 terjadi bentrokan fisik dari dua kubu ini. 22 Januari 79 keluarga kerajaan terpaksa meninggalkan Iran.

Ayatollah Khomeini kembali ke Iran 1 Pebruari 79 – dirayakan sebagai hari Revolusi Islam Iran. Mayoritas Muslim Iran sangat gembira pulangnya ulama mereka dan berpikir bahwa impian terbentuknya Negara Islam Iran yang mereka impikan sudah diambang pintu. 12 Pebuari para dewan Revolusi Islam langsung berkuasa. 4 Maret, Kedutaan Amerika Serikat diduduki secara paksa. Republik Negara Islam Iran (RNII) terbentuk 1 April melalui 98,2 % suara mendukung.

100.000 wanita Iran protes hukum tutup kepala 8 Mei 1979

100.000 wanita Iran berdemo anti kerudung (foto: Hengameh Golestan)

Para Muslim membunuh semua teman dan pendukung Shah, merskipun mereka juga Muslim. 7 Mei, 79, NI Iran ini mengumumkan hukum baru: semua wanita harus memakai kerudung kepala bila berada di luar rumah. Para wanita Muslim Iran terbangun dari tidurnya, besoknya 100.000 (seratus ribu) wanita turun ke jalan memprotes, ”Itu bukanlah sebuah protes melawan agama Islam atau keimanan, terbukti dengan banyaknya para wanita beragama (pendukung Revolusi Islam) bergabung pada protes tersebut, ini benar-benar tentang hak-hak wanita, semuanya hanyalah tentang memiliki pendapat.” Hengameh Golestan berkata. Ia hadir pada demo wanita bersejarah tersebut sebagai seorang juruphoto berusia 18 tahun saat itu.

Pertengahan 1980, Islamisasi mencengkram pendidikan dan militer; dua puluh ribu guru dan delapan ribu (8.000) tantara dipecat. September 80, perang Iran-Irak meletus; berlangsung selama 8 tahun. Para remaja Iran dikorbankan sebagai pembersih ranjau-ranjau perbatasan negara yang dipasang Saddam. Total lebih dari 100.000 (seratus ribu) rakyat jelata tewas. Iran banjir darah oleh tangan bangsanya sendiri. Hanya dalam dua tahun penuh Iran yang penuh warna telah menjadi hitam. Tragis. Laporan akhir 2017: “Rakyat Iran menghadapi kemiskinan, penekanan, diskriminasi dan perbedaan, berakibat tingkat bunuh diri di antara wanita naik 66% lima tahun belakangan, dan 71% untuk pria priode yang sama. Pada provinsi tertentu masalah ini dinyatakan sebagai epidemi.”[1] Dibanding 1991, bunuh diri naik 31 kali di tahun 2003. Iran telah menempati tingkat bunuh diri tertinggi di antara Wilayah Mediterranian Timur.[2] Saat ini Iran sudah tercebur dalam lumpur perang, tidak bisa keluar lagi. Sekarang Iran menggantungkan dirinya dari dua negara Komunis: Russia dan Republik Rakyat Cina untuk membeli kebutuhan alat perang dan kehidupan.

Irak dan Syria di bawah Negara Islam Khalifah (nama baru ISIS). Mayoritas penduduk Irak adalah Muslim Shia, namun presidennya Sunni. Sebaliknya di Syria mayoritas Sunni tapi presidennya Shia. Ini tidak ada masalah besar, hingga sampai masalah agama dicuatkan ke atas oleh para pemimpin agama masing-masing.

Meskipun Saddam Hussein jauh dari sempurna, mayoritas orang Irak sekarang mengakui bahwa kehidupan mereka jauh lebih baik semasa ia masih memerintah (1979-2003) di bawah Partai politik Ba’ath (Kebangkitan) – campuran faham sosialis Arab dan nasionalis Arab (1966-2003).[3] Jatuhnya pemerintahan Saddam ditandai dari tumbangnya patung dirinya di Bangdad (9/4/03), pada tahun yang sama Partai Ba’ath dilarang oleh partai kualisi yang baru lahir. Muqtada al-Sadr, ulama Shia mulai memasuki medan politik, N. al-Maliki (syiah) jadi PM (12/2005), berakibat organisasi militan Sunni Al Qaida di bawah Osama bin Laden mulai melakukan aksi terornya. Sampai akhir tahun 2006. Memaksa pemerintah Irak membeli senjata. Menurut laporan Asia Times, tahun 2008 Irak tercatat pembeli persenjataan Amerika bernilai lebih dari 12,5 miliar $AS dari total penjualan senjata Amerika 34 m $AS. Tidak termasuk pesawat tempur F-16.[4]

kondisi Irak setelah NIK ISIS

Irak hancur setelah NIK / ISIS

Kondisi Irak semakin buruk ketika Abu Bakr al-Baghdadi memproklamirkan perubahan gerakan militernya dari Daesh/ISIS menjadi Negara Islam Khalifa  (NIK)– mengklaim bukan hanya berkuasa di Irak dan Syria saja, tapi di seluruh dunia, melebihi para Khalifat abad-abad permulaan Islam. Abu Bakr adalah ulama lulusan S3 agama Islam dari Universitas Baghdad. Gelombang Arab Spring telah menjadikan NIK ratusan kali lebih hebat dan berbahaya bagi siapapun disbanding Al Qaida; hanya dalam kurang lebih dua tahun, militant Sunni NIK ini menguasai kota-kota penting dari selatan Irak sampai ke utara dan lanjut ke Raqqa dan Aleppo di barat Syria. Kunci kesuksesan NIK adalah akibat impian para Muslim Sunni di Irak dan Syria terbebas dari para pemimpin Muslim Syiah. Para raja dan presiden Sunni Timur Tengah terperanjat[5] ketika apa yang mereka dukung ternyata sekarang membasmi para Muslim Sunni yang tidak sepaham dengan ideologi para pendukung NIK. Segera Konferensi anti-NIK dibuat di Paris membuat strategi bagaimana menghabiskan gerakan Khalifat tersebut.[6] Negara Irak bebas dari AS namun jatuh ke tangan bangsa Iran. 1 Dinar Irak bernilai 3,2 $AS sebelum Perang Teluk (91), dan saat ini 1 $ AS bernilai 1170 Dinar Irak. Sementara perlu banyak uang untuk beli persenjataan dari Russia, “diperlukan 25 milyar $AS untuk kebutuhan air bagi 10 tahun pertama, 25 milyar $AS untuk semua program,” Menteri sumber air Irak berkata.[7] Mesjid-mesjid Shia Irak masih berlanjut menjadi target serangan bom militant Sunni saat ibadah Jumat, juga di Pakistan.

Kamp pengungsi orang Syria.jpg

Kamp Pengungsi Syria

Bagaimana dengan Negara Syria? Jauh lebih parah! Semua kota yang pernah dikuasai oleh pejuang NIK – adalah kota-kota besar dan penting) – telah menjadi puing-puing bangunan.

Awal 2017, Tentara Turki  juga telah masuk Syria, selain Iran dan Russia. Dan menjadi medan perang (perang misil) antara muslim Shia dukungan Iran dan Russia melawan berbagai organisasi Sunni militan, ditambah perang misil antara Iran dengan Israel. Laporan organisasi HAM: Pebuari 2016, korban jiwa mencapai 470.000 dan 117.000 tertangkap dan lenyap. 6,1 juta kehilangan rumah.[8] Situs  IAmSyria menyatakan jumlah korban lauh lebih besar.[9]

Apakah yang bangsa Indonesia kehendaki bagi negaranya? Khususnya kepada para Muslim yang bermimpi ingin merubah NKRI menjadi Negara Islam Kalifat (entah Sunni maupun Syiah), berpikirlah 100 kali lipat sebelum kalian melakukannya. Apakah kalian rela melihat Indonesia yang makmur dan relative sejahtera ini menjadi seperti ketiga negara tersebut, karena ambisi keagamaan kalian? Sejarah membuktikan berkali-kali bahwa fanatisme atas agama, tidaklah akan pernah menghasilkan kejayaan yang lenggang dan tidak akan pernah menghasilkan kedamaian di hati dan jiwa penganutnya, sebab fondasi dari fanatisme adalah kekerasan, pemaksaan dan berarti lenyapnya keadilan dan matinya kreativitas dan akal sehat, sebaliknya keterbelakangan dalam segala aspek kehidupan dan berakhir pada kehancuran.

Kepada setiap orang Indonesia yang tidak setuju dengan hadirnya gerakan NIK / ISIS dan faham-faham sejenisnya di Indonesia, saya menganjurkan untuk kita semua mengambil bagian kita menjaga dan memelihara NKRI dan Pancasila. Membantu dan bekerja sama dengan pemerintah dan badan keamanan negara. Sukses dan Merdeka serta damai bagi kita semua. Amin!!

Foodnotes:

  1.  Suicide rate in Iran increasing, especially among youth and women
  2. Suicide in Iran: The Facts and the Figures from Nationwide Reports
  3.  Ba’ath adalah partai politik Sunni Islam yang memiliki cabang di negara-negara Dataran Arab bahkan sampai ke Marokko dan Libanon.
  4. Asia Times, “Business as usual for US arms sales” (24/9/2008)
  5. Negara Islam Kalifat di mata raja-raja Arab (Negara-negara Arab)
  6. Para pemimpin Dunia menyusun stategi di Paris untuk memerangi Negara Islam Kalifah (NIK)
  7. Iraq Needs $25Bln at First Stage of Recovery After Daesh Defeat – Official
  8. Syria; Events of 2016 by Human Rights Watch
  9. Lebih dari 500.000 tewas; tahun 2018 saja sudah 3.812 jiwa tewas

Read the rest of this entry

Iklan

Motif utama ibu Sukmawati Soekarno melalui puisi IBU INDONESIA

Ibu Sukmawati Soekarno membaca puisi Ibu Indonesia

Ibu Sukmawati puisi “Ibu Indonesia”

Masalah SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) adalah masalah yang sangat rapuh dan sensitif di Indonesia sampai sekarang. Karena masalah SARA kita bangsa yang besar telah bisa dijajah selama 350 tahun oleh bangsa Belanda yang negaranya begitu kecil apalagi jika itu dibandingkan dengan luas negara Indonesia. Sesuatu harus diperbaiki! Negara yang Besar dan Maju selalu meneliti menilai perbuatan seseorang berdasarkan motivasi si pelaku. Apa sih sebenarnya motif utama ibu Sukmawati, putri dari Presiden Indonesia membacakan puisi yang dipandang oleh sejumlah umat Islam sebagai ”penghujatan agama Islam? – ini yang kita perlu ketahui dan pelajari sebelum memberi komentar negatif maupun positif. Kita pelu mempelajari isi puisi, kondisi dan pikiran Sukmawati, dan meneliti dari mulutnya sendiri: ”mengapa beliau menyinggung di depan banyak orang perkara yang rapuh dan sensitif ini?” Mari kita bahas bersama.

Isi dari puisi Sukmawati sebagaimana nampak di video ini yang ia bacakan pada Kamis 29 Maret 2018

IBU INDONESIA

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Sekarang kita lihat perkataan ibu Sukmawati Soekarno, setelah NU meminta klarifikasi dari perbuatannya tersebut. Pada video ini, ia memberikan 5 poin alasan di depan para wartawan. Tulisan di bawah ini, saya kutip sepenuhunya dari BeritaJatim.com:

  1. Puisi Ibu lndonesia yang saya bacakan adalah sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni cultural identiti, yang mana semata mata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawan dan murni merupakan karya sastra Indonesia.

  2. Saya mewakili pribadi, tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan Puisi Ibu indonesia. Saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya, putri seorang Proklamator Bung Karno yang dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah dan juga tokoh yang mendapatkan gelar dari Nahdlatul Ulama sebagai Waliyul Amri Ad Dharuri Bi Assyaukah (pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakan kebijakannya mengikat secara de facto dengan kekuasaan penuh).

  3. Puisi lbu Indonesia adalah salah satu puisi yang saya tulis, yang menjadi bagian dari Buku Kumpulan Puisi Ibu lndonesia yang telah diterbitkan pada 2006. Puisi Ibu Indonesia ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan dan saya rangkum semata mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia Asli.

  4. Puisi itu juga saya tulis sebagai bentuk dari upaya mengekspresikan dari melalui “suara kebudayaan “sesuai dengan tema acara… Saya pun tergerakkan oleh cita2 untuk semakin memahami masyarakat Islam Nusantara yang Berkemajuan sebagaimana cita cita Bung Karno. Dalam hal ini Islam yg bagi saya begitu agung, mulia dan indah Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap Ibu Pertiwi Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu berbhinneka namun tetap tunggal ika.

  5. Namun karena karya sastra dari Puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya dikalangan umat Islam, dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya MOHON MAAF LAHIR BATHIN kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan Puisi Ibu Indonesia.

Selain itu saya menyampaikan permohonan maaf kepada Anne Aventie dan keluarga, serta apresiasi dan terimakasih kepada seluruh fashion designer Indonesia agar tetap berkreasi dan produktif.

Mencari motif utama ibu Sukmawati Soekarno; pembelaan dirinya:

  • Puisi Ibu Indonesia ini ia bacakan berkaitan dengan acara indentitas budaya  Sukmawati Soekarno dengan bukunya Puisi Ibu Indonesia terbit 2006tepatnya busana (p.1), dan juga, “bentuk penghormatan saya terhadap Ibu Pertiwi Indonesia … tunggal ika.” (p.4)
  • Puisi Ibu Indonesia ini bukanlah barang baru, itu bagian dari buku karya tulisnya sendiri yang ia telah terbitkan pada tahun 2006; alasan penulisan: keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan … semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia Asli.” (7x menyebut ”Ibu Indonesia” pada Puisinya) (p.3)
  • Isi puis semata-mata “pandangan saya” sendiri dan “murni karya sastra Indonesia” (p.1) dan tidak mewakili siapapun, kecuali pribadinya sendiri. (p.2)
  • Sukmawati menyangkal menghina umat Islam Indonesia dengan puisi tersebut (2x ia menyebut “Syariat Islam”), sebab ia sendiri “seorang Muslimah,” yang bangga dengan Islamnya sekaligus putri dari  Proklamator Bung Karno, tokoh Muhammadiyah dan mendapat gelar penghormatian dari NU organisasi Islam terbesar di Indonesia (p.2)
  • Ia sedih dan menyesalkan puisinya telah “memantik kontroversi,” dan telah “MOHON MAAF LAHIR BATIN kepada umat Islam Indonesia” yang tersinggung dan keberatan dengan puisi Ibu Indonesia tersebut. (p.5)

Saya tidak meragukan Nasionalisme dari ibu Sukmawati, khususnya ia berasal dari keluarga anak Proklamator dan putri dari Presiden pertama Indonesia. Kurang dari 1½ tahun yang lalu (kamis, 27 Oktober 2016) berdasarkan video ini, ibu Sukmawati pernah melaporkan ketua FPI Rizieq Shihab ke Bareskrim Markas Besar Polri dengan tuduhan Menghina Pancasila dan serta menghina Presiden pertama Indonesia Soekarno, yakni ayah kandung dari ibu Sukmawati. Ketua FPI ini sampai sekarang masih buron. Kita tidak tahu apakah perkara dengan Rizieq ini ada kaitannya dengan pembacaan puisi Ibu Indonesia, beliau sendiri yang tentunya yang bisa menjawabnya.

Satu dari Amsal raja Salomo yang terkenal adalah, “Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada YAHWEH.”  (Amsal 16:1, ITB). Jika 5 point di atas, bukanlah berasal dari hati nuraninya, marilah kita berdoa kepada Elohim, agar cepat atau lambah motivasi murni ibu Sukmawati ini keluar dari mulutnya. Elohim memberkati kita semua!

Read the rest of this entry